My Nanny, Ohh My Future

My Nanny, Ohh My Future
106.Ulat bulu & Katak



Saat Caca kembali ke Mension,dan berkumpul bersama mertua di taman,meminta maaf pada mertua akan sikapnya dan yang pasti mereka semua tidak pernah menghakimi apapun yang ia lakukan,malahan Leon tetap menjadi sasaran Omelan mereka,ya begitulah keluarga Napoleon,di balik ketegasan dan sikap dingin mereka di dunia publik,ada kehangatan dan cinta kasih di dalam lingkaran privasi mereka,dan itu semua di pelajari saat 18 tahun bersama Casandra Fams di Swiss,wanita Asia ini membawa pengaruh sangatlah penting,saat semua sudah membaik dan sarapan dengan nikmat,Caca mendapat informasi dari mereka jika anak keduanya pamit ke rumah David alasan bermain dengan sepupunya Christofel,Anabella,dan Andrea (si kembar).lalu si sulung Deuz sedang di kamar menemani Zeyna main game,lebih tepatnya rebahan dan mulai menuju mimpi,tapi matanya diam-diam mengawasi Zeyna,,adiknya ini kini sudah hampir 7 tahun,tapi tetap terlihat kecil dan imut,hampir setahun lebih ia meninggalkan rumah,banyak perubahan dari fisik adik angkatnya.


" Mommy tidak memarahimu main game?,lalu ku dengar sarapan dan makan malammu harus di suapin,apa benar?"


Deuz memberikan pertanyaan yang di jawab dengan hanya anggukan saja,sungguh membuat gemas.


"lalu bagaimana dengan tidurmu,apakah harus di nyanyikan atau di tepuk-tepuk juga?" Deuz tau jika Zeyna punya kamar sendiri tapi di awasi via cctv oleh kedua orangtuanya,hanya sekedar menggoda adiknya saja.


"tidak....,kak Deuz jangan ganggu Zeyna....!" alis gadis kecil itu langsung bertautan tanda tak nyaman di ajak bicara,tapi Deuz ingin saja melihat si wajah boneka datar ini punya ekspresi,mencoba untuk kembali berdamai dengan sikap acuh anak ini,sebab saat kembali dari wamil,anak kecil ini sangat kecewa di perlakukan dingin oleh kakaknya.


"kakak akan memberimu serial baru dari buku ini jika menggaruk punggung kakak sekarang...." Deuz merasa gemas melihat sikap tidak nyaman adiknya,tapi anak itu tetap melakukan apa yang di suruh sambil memonyongkan bibir kecilnya,lalu berbisik.


"kak Deuz sungguh menyebalkan.....isssshh"


bisikan dan ringisan imut ini membuat perasaan Deuz sedikit asing,entah mengapa ada rasa ketagihan mengganggu adiknya,biasanya dulu ia akan membantah dan berlalu dengan ketus ke kamar mommy atau menutup pintu kamar pribadinya dan hanya ingin bermain dengan para nanny's.


"ya di situ....garuk lebih kuat...." Deuz keenakan dan makin hanyut untuk tidur karna garukan jemari Zeyna di balik punggungnya,sekalipun anak itu tetap mengeluh dan protes dengan lucu.


"Kak Zeus bilang, anak babi jika di jinakkan suka di garuk begini kak.....,apakah kak Deuz sudah menjadi babi besar sekarang?"


ini bahasa polos apa meledek dirinya?,Deuz tak terima dan langsung mencubit pipi gembul adiknya yang membalas dengan menggigit kuat pergelangan kakaknya,hingga terdengarlah pertengkaran yang aneh di kamar itu.


"hei ulat bulu,kau berani menggigitku?! sini...Kemari cepat minta maaf....." Deuz berbalik berniat menangkap lengan adiknya yang lompat dari atas kasur lalu menghindar di balik sofa kamar,Deuz berdiri sambil meringis lalu mengecek pergelangan tangannya yang memerah karna bekas gigi Zeyna,dalam hati ingin mengumpat dan membalas,tapi anak yang begitu di lindungi selembut kapas oleh Leon,bisa membuat rumah gempar jika Deuz kekanak Kanakan juga.


"aku akan menelfon Daddy....Jika kakak berani memukulku!." ya seperti biasa Zeyna akan mengadu jika terpojok,tapi Deuz kali ini tidak takut,tapi pura-pura kesakitan agar adiknya mendekat.


"aw....awwwuuuuhhh....,ini sungguh perih .....,sungguh..." dari posisi berdiri,Deuz pura-pura tersungkur di kasur sambil merintih kesakitan di balik bantal,membenamkan wajahnya di sana sambil memasang pendengaran lebih tajam,dan benar saja anak itu berlari menjauh,Deuz mengira adiknya itu Kabur,tapi saat mengintip,kaki mungilnya kembali berlari secepat mungkin mengambil kotak obat mainannya yang memang sudah tertata rapi sesuai dekorasi khusus kamar mewah untuk anak seusia Zeyna,gemas,batin Deuz,anak itu lompat di sisi kakanya lalu mulai berbicara lembut penuh perhatian.


"Zeyna akan menjadi dokter.....,bukan ulat bulu...,pertama-tama.....cek suhu...." Deuz jadi dongkol dengan sikap tenang anak itu,ia mengira awalnya ada kepanikan di sana,namun ternyata Zeyna malah main dokter dokteran dengannya saat ini.ingin sekali menggigit pipi gembul putih pucat warisan bibi Alexa dan pamannya Luis,tapi di depan pintu sudah berdiri sesosok pria besar Tinggi dengan tatapan tajam bukan lain ayah kandung dirinya dan Zeus,terus mengawasi hingga Zeyna ikut menyadari kehadiran sang ayah,lalu tentu saja ia berteriak senang.


" Daddy.....!!!!" Tanpa peduli Deuz sampai menutup kuping karna suara nyaring Zeyna yang eksaited banget donk berlari ke dalam pelukan ayahnya,ada rasa cemburu dan kesal dalam hati Deuz,sang ayah memeluk Zeyna tanpa syarat,berbeda dengan dirinya yang sudah di anggap dewasa dan tidak bisa lagi berlari dalam pelukan sang Ayah,palingan hanya rengkuhan di bahu atau tepukan,itupun sudah 1 tahun terlewati.


"Pergilah....aku ingin tidur Dad....,bawa ulat bulu itu pergi...." Deuz pura-pura berbalik naik ranjang dengan mendumel,tidak peduli Zeyna tidak terima di sebut ulat bulu,tanpa menduga anak itu melempari kakaknya dengan pouch isi permen tepat di punggung,Deuz berbalik berniat mengejar,anak itu bersembunyi penuh kemenangan di balik punggung Leon yang tersenyum tak percaya si kecil ini berani kurang ajar pada si sulung.


" Dad.....,berikan ulat bulu ini....." Deuz menjangkau lengan mungil Zeyna yang tidak ingin lepas memegang lengan ayahnya yang berada di antara dua anak ini,di saat itulah Caca muncul dari tangga menatap aneh pada ke 3 orang di depan kamar Zeyna.


"Ada yang baru saja ku lewatkan?,Deuz jangan mengganggu adikmu....,kau sudah janji dulu menyayangi Zeyna...." Omelan Caca membuat Deuz berhenti di tempat Lalu berbalik membuka kaosnya,hingga terlihatlah bekas merah di punggung lalu kembali berbalik menunjuk pergelangan yang juga memerah.


"mommy dan Daddy membela seorang ulat bulu licik di sini.....,so....Deuz yang harus mengalah?, Paman Ali harus tau ini.....!" masalah jadi panjang sekarang batin Leon,jika Ali sampai masuk,jelas ia tak terima Karna pria Arab itu sangat suka ikut campur dan mengomeli Leon seakan mempunyai dendam pribadi sejak awal bertemu.apalgi semua anak-anak menyukai Ali dan Erica,sepasang suami istri itu sangat memanjakan Deuz,karna sejak kecil si sulung sangat dekat dengan Ali,Erica dan juga pamannya lain terutama Lea adiknya.


"aku akan menelfon Bibi Riana juga....,agar ulat bulu ini di suntik membeku.....jika sudah beku,,sangat bagus di beri makan ikan...." mulut Deuz berbicara tak peduli gadis kecil itu seketika Sudah menangis di balik punggung Leon yang melotot horor tapi Deuz lebih awal melototi ayah ibunya Sambil berlalu tak peduli Caca berteriak di hingga terdengar di lorong lantai dua.


" hei anak katak......!!,minta maaf pada adikmu sekarang.....!,Deuzzzzz......!!!" Pria muda dan tampan itu malah berlari kecil tak peduli,Zeyna berhenti merajuk dan malah berbicara di sela sela isakannya.


"Mom.....kalau Kak Deuz anak katak,lalu mommy dan Daddy adalah ibu dan bapak kayaknya donk....,tapi kenapa kak Deuz malah menjudge Zeyna ulat bulu?,,lalu siapa ayah dan ibu ulat bulunya?" Para maid dan Nanny's yang sedang berada tak jauh dari mereka berusaha menahan nafas agar tidak meledak tertawa,ada lucu dan konyol dari sikap polos Zeyna.


Caca menutup mulutnya dengan telapak tangan lalu pura-pura mengejar Putra sulungnya,sedangkan Leon mendesah frustasi sambil menuntun anak gadis itu ke arah berlawanan,sambil mencari topik lain.


"hari ini Zeyna mau makan apa?" Leon mengalihkan pertanyaan agar anak itu tidak membahas ulat bulu dan katak,ia terkekeh sendiri saat Zeyna sibuk menatap lurus memikirkan apa yang akan ia makan siang ini.


"Dad.....,aku ingin makan apa saja tapi tidak ada kak Deuz di dekatku...., i am hate to him.....!"


"what? Oh my........God !,ini tidak boleh terjadi,,dia kakakmu okey.....,dan dia hanya bercanda.....he he..."


Leon berusaha mendinginkan suasana karna menyadari keberadaan Deuz di balik tembok,putranya itu memang kurang kerjaan,ingin menggoda adiknya tapi malah kena prank dengan kalimat tak terima Zeyna selanjutnya.


"di dunia Zeyna, tidak ada saudara laki-laki yang jahat pada adiknya Dad......,dan Kak Zeus harus tau ini....,so...kak Deuz berani memberitahu Uncle Ali,Zeyna juga akan menelfon Daddy Luis untuk menembak kepalanya saja.....!" Anak itu bicara sambil mempraktekkan seperti menembak sesuatu di depan Leon yang terkejut,horor,panik dan juga panik,sejak kapan Zeyna menyebut nama Luis dengan Daddy??, lalu,parahnya ada kalimat sadis *menembak* ...?,waaawwwww ini amazing donk guyysss,banyak hal yang Leon lewatkan di moment-moment dirinya sibuk memecahkan masalah dirinya dan Caca,gadis ini malah di cuci otaknya oleh si mafia bertopeng malaikat itu,alias ayah biologis anak kecil ini.Deuz yang berada di sana ikut panik,mengapa adiknya yang sejak kecil mengidap sidrom ini malah pandai mengekspresikan seimut itu tapi berkata sadis begini.


"apakah Zeyna setega itu pada kak Deuz...?", Deuz muncul dengan tatapan pura-pura ketakutan,berjongkok mengusap sisa airmata gadis itu yang menatap ragu-ragu lalu mengangguk.


" yap....,dan Daddy Luis sudah mengajariku untuk membela diri,...." Zeyna dengan yakin memamerkan beberapa trik yang sudah di ajarkan Luis padanya,sungguh tidak terima dengan tindakan diam-diam ini,Leon memberi kode pada Deuz agar menjaga adiknya saat ini dan ia kembali ke kamar pribadi menelfon Damar di Swiss,menyuruh bawahannya itu mengecek cctv di kamar semua kamar di malam hari.yang pasti,Leon sudah mencurigai kakaknya akan datang di malam hari di saat Zeyna tidur dan Leon sedang sibuk bekerja,tidak ada larangan jika Luis dan lexa menemui Zeyna,tapi Leon tidak terima cara Luis mendidik Zeyna dengan cara mencuci otak anak ini sama seperti yang di alami lexa dulu,hingga pada akhirnya kini mereka menjalani hubungan yang rumit.