
Lea mengangguk paham lalu duduk bersandar di bahu Leon yang berbisik.
"ini sudah jam makan malam.....,berjanjilah....jangan memikirkan yang belum saatnya.....,okey?" anak itu terlihat manis sekali dan patuh pada Leon yang turut memanjakannya.tapi mata gadis kecil itu tiba-tiba membulat lalu meraih hp dari dalam kantong dressnya lalu menelfon seseorang,bukan lain teman sekolahnya di italia.dan berlanjut dengan ngobrol di telfon sambil berjalan mencari Deuz.sedangkan David kembali ke meja makan di mana istrinya sejak hamil tak pernah jauh dari makanan dan juga kedua mertuanya,tinggallah Leon dan Caca yang duduk di teras sambil menatap bintang-bintang,sambil berdebat nama calon anak kedua mereka sambil sesekali mengawasi Deuz dan Lea yang makan malam di suapi Erica dan Ali.
Pesta lamaran itu berlangsung selama dua hari,yang berlanjut pada resepsi pernikahan.kemarin Caca dan Leon menjadi kakak panutan untuk adik kecil mereka Lea yang merasa di abaikan,,anak perempuan itu kini kembali ceria di saat pernikahan Erica dan Ali sudah di selenggarakan di sebuah katedral kuno di swiss.dan acara puncaknya di saat sore hari di taman belakang berkonsepkan pernikahan Padang.
Terlepas dari keramaian Mension baru keluarga Napoleon,di mana acara itu di hadiri kerabat dan tetangga terdekat dari pihak kedua mempelai,adapula teman-teman Ali dan Dion,,tapi yang menarik perhatian di acara itu adalah teman-teman sekolah Yuka dan Yoga adik dari istri Leonel Napoleon,di mana para gadis-gadis remaja itu begitu antusias memberikan ucapan kepada sepasang pengantin baru yang memang telah di kenal sebagai Model dan artis ternama di eropa.
berbeda dengan acara Leon dan Caca dulu yang sangat serba dadakan apalagi tertutup untuk media tapi tetap saja menggemparkan karna pria itu memang sorotan media karna bakat dan ketampanannya bak dewa Yunani,telah beredar kabar jika fotografer rupawan itu akhirnya menikahi wanita Asia yang nota benenya adalah asisten fotografi di studio,kali ini berita pernikahan Erica cukup menarik perhatian kalangan pemuda dan media massa,karna sosok Ali dan juga Erica bukanlah artis biasa,keduanya sudah terkenal secara internasional sebagai publik figur.
"aku baru tahu sekarang jika Ali sangat menggoda para remaja,,kalau saja aku tahu lebih awal.....aku akan sedikit memberikan dia ujian dulu baru menikahi adikku....."Leon berbisik pada Damar dan juga David yang hanya bersikap acuh dari awal acara,pria ini terlihat duduk menatap lurus kearah Erica,di mana adiknya itu kini menjadi istri pria berkebangsaan Arab jauh di Dubai.entah mengapa sejak mengetahui Erica menikah begitu cepat,hatinya sedikit tak terima,mengingat David dan Erica sangat dekat walaupun kadang Erica begitu suka mengerjai David yang berhati lembut.akan tetapi di mana Erica di situ ada David,sekalipun David lebih dahulu menikah bukan berarti pria itu cuek pada saudarinya.
" masih ada kesempatan sekarang jika kita berdua bekerjasama ingin menyingkirkannya.....,, David ikut berbisik,tapi berbeda dengan Damar yang bicara pelan namun jelas menusuk.
"hancurkan saja pernikahan adik kalian,agar Ali membawa Caca dan anak-anakmu ke Dubai.....,kurasa sampai saat ini pria itu masih tetap mengawasi istrimu....."
Seketika itu juga Leon nyaris berlari kearah taman di mana istrinya sedang tertawa ceria di tengah keramaian, Ali dan Ariana serta kembarannya Riana ikut bersenda gurau bersama pria berwajah tampan itu,di kelilingi istri-istri pria bermata muzart dan jika saja Ali ambil pusing,dirinya memilih kabur dari sana,tapi pikirannya sudah terbiasa dengan sikap sinis Leon dan David kecuali Luis dan Damar tak suka ambil pusing,,Leon dan David dari awal memilih duduk mengawasi dari meja makan tak jauh dari sana.rupanya mereka sedang berfoto bersama dan mata Ali tak pernah menjauh dari sosok Caca yang malam itu memang sangat cantik.Erica ada di sana,namun gadis berhati lapang itu tidak sedikitpun menyimpan rasa cemburu,karna dari sikap Caca dirinya tahu betul bahwa wanita di bawah usianya itu mengasihi Ali tetap pada porsinya sebagai sahabat.berbeda dengan David dan Leon yang berusaha lepaskan diri dari cengkeraman tangan Damar yang menekan pergelangan tangan mereka di bawah meja dan berbisik datar.
"jangan kacaukan acara terhormat ini,hanya karna cemburu buta kalian berdua...,jangan bikin malu!!!,lihatlah para petinggi wilayah dan beberapa bangsawan dari dua negara secara khusus kemari,karna orangtua Ali memiliki kerja sama dengan orangtua kalian,,bisakah aku bersantai sedikit tidak mengurusi kalian berdua yang sudah om om tapi kekanakan sekali????"
tekanan kalimat asisten pribadi sekaligus sahabat Leon membuat mereka mengalah,walaupun otak mereka sedang berpikir akan membalas di hari lain, Sesungguhnya Damar bisa saja di hempaskan,namun kedua pria itu memang harus tau kondisi dan hanya bisa menahan geram.ha ha ha dan Sera memotret moment-moment itu diam-diam lalu ia kirimkan pada Luis yang saat itu hanya bisa terbaring di kamar dalam pengawasan asisten dan istri kecilnya ikut tertawa dan sibuk menonton live streaming Lewat Instagram Yuka,gadis remaja itu telah lama berteman dengan Alexa yang juga tak bisa melewatkan moment pernikahan idolnya sang rupawan Ali.hingga di saat matahari hampir terbenam,perhatian para tamu teralihkan dengan kehadiran pemuda tampan yang seakan terlambat datang di acara pesta,itu adik kandung Caca,entah dari pagi dia sibuk apa hingga sore hari dia baru datang menyapa Erica dan Ali.beberapa media yang di undang khusus ikut terpana dan beberapa kali memotret raut manis remaja 17 tahun itu turun dari altar resepsi duduk bersama Leon dan semakin memperindah pandangan mata para wanita di acara itu.
" dari tadi pasti dia di kamar Deuz......" Leon memberi penjelasan pada Caca yang mendekat dan ingin bertanya pada yoga,yang tersenyum mengangguk mengiyakan,dan benar faktanya,sejak siang dirinya betah di kamar bersama Deuz ponakannya bermain game luncuran terbaru dari karya Luis.
" kemunculanmu menyita perhatian......,dia seperti peri tidur he he" Caca memuji adiknya yang hanya menengadah dengan tatapan manisnya,setelan jas dan tampilannya kali ini sungguh benar-benar mengejutkan.gimana tidak terkejut,Yoga sehari-hari mengenakan pakian kasual dengan ciri khas menutup kepalanya dengan hodie,lalu sibuk dengan dunianya sendiri di kamar atau di hutan buatan bermain bersama sepasang jaguar milik Deuz.
"apakah kau yoga adikku?" sekali lagi Caca bertanya dan leon hanya tersenyum mengusap lengan istrinya sambil berbisik.
" jangan ganggu adikmu,dia sedang kesal karna Erica dan Ariana yang memaksanya berpenampilan setampan ini"
"yaahh dia maniss sekali seperti peri,lihatlah Yuka si pengacau...." Yuka lebih terlihat aktif berinteraksi dengan banyak orang,dan Yoga yang dominan diam.
"hhhhhhhh.....,,adik-adikku sekarang sungguh menyita perhatian.....,ini Karna dua wanita cantik di sana....."
Caca melirik sekilas pada Erica dan Ariana lalu menarik nafas tak ikut campur dengan rahasia dua wanita desainer itu,dirinyapun ikut mengenakan dress hasil desain mereka tak lupa bahwa perutnya semakin maju,tapi tetap terlihat imut dan seksi di mata leon,saking gemasnya saat istri kecilnya itu akan berlalu Leon menahan lengannya.
"kita harus mengecek Deuz,anak itu harus belajar tampil di depan umum......"
keduanya bergandengan ke dalam mension di ikuti Yoga yang tak betah berada di tempat acara.
"mengapa kau mengikuti kami?,ada David kan di sana...." Caca merasa ada yang aneh dengan sikap yoga .
"aku akan ke sangsa kakek....jangan bermesraan di depanku,aku masih di bawah umur"dia menjawab sambil bercanda lalu meminta kunci rumah bilik tempat rahasia kakek yang di ketahui Caca dan Leon saja,kunci rumah itupun ada pada Caca kakaknya yang baru beberapa bulan lalu membagi tempat rahasia itu pada Yoga.
"nanti Yuka mencarimu.....beritahu mami dulu....ambil kuncinya di laci ruangan kerjaku" Caca memberi instruksi dan kembali ke kamar Deuz bersama Leon,sedangkan adiknya mencari kunci di dalam ruang kerja pribadi kakak ipar dan kakaknya.
"mengapa acara keluarga ini harus hadir pembangkang itu?" suara bersungut-sungut Yoga mengingat mengingat dirinya sampai meninggalkan party,dering hp membuyarkan lamunannya dan segera menjawab telfon dari sang adik kembarannya .
"Iya di sini Chandyoga Alexiandra Harland.....,ada yang bisa aku bantu Mrs.Chindyuka Alexiandri Harland,adik bungsu dari kakak Chasandra Alexiandra Harland????" terdengar suara ketus adiknya dari seberang panggilan saat Yoga menyebut nama lengkap mereka.
"Mami mencarimu.......,jangan membuatku malu donk.....,teman-teman kita juga menanyakanmu....."
"bilang saja pada mami kalau aku sedang bersama Kak Dion....." padahal kakak sepupunya hari ini sedang sibuk mengurus gedung klinik barunya yang sedang di renovasi sebelum di buka,dan telah pamit sejak beberapa jam yang lalu.
"ayolah kemari di ruang tengah.....aku sedang mencari temanku,terjadi pertengkaran kecil tadi saat kami bermain di lantai dua .....bantulah aku...."
"aku sudah jauh dari mension Daddy Napoleon.....masalah apalagi?"
"kamu di mana?? Bella membuat Given menangis....."
"di rumah kita,,Given siapa??nanti saja telfonnya....coba kamu belajar menyelesaikan sendiri masalah kalian,aku malas kembali ke tempat acara lagi,ingat Yuka....jaga sikapmu ya,,ini pesta bahagia kak Erica"
"huuhhh......sering saja aku di tinggal!" TUTT Yuka menutup pembicaraan dengan ketus,mengingat kakak kembarannya itu tidak pernah jauh meninggalkannya jika berada di tengah umum,tapi Yoga begitu kesal melihat Bella begitu berani menyebarkan rumor jika sedang menjalin hubungan asmara dengan dirinya.Yoga mendengar hal itu di katakan Bella saat melewati kamar mandi beberapa jam sebelum dirinya akan siap-siap mandi,gadis itu sedang berbicara dengan teman gengnya lalu membual tak tau malu.
Yoga turun dari tangga pintu belakang ke arah bangku yang berada di balik pohon Pinus,namun betapa terkejutnya dia saat ada sosok putih berambut panjang hitam terisak-isak duduk di bangku tua.yoga akan mundur saat melihat ada cahaya hp yang di letakkan tepat di telinga pemilik suara sendu itu bicara.
"maafkan aku....,ini menyedihkan dan sungguh buatku malu untuk kembali ke sana......" suara itu lagi batin Yoga,suara serak-serak basah milik teman sekolah Yuka yang kemarin menarik perhatian di bar milik kak David.
"Aku sungguh malu.....jika kembali di sana,asal bibi tau saja.......,,malam ini aku baru tahu jika pesta pertunangan ini adalah acara keluarga Tuan David....,adik perempuannya di lamar oleh laki-laki dari Dubai Bu......,aku ikut acarapun karena ajakan Nyonya Ariana istri dari Tuan David.....tapi aku sungguh tidak menyangka,bellla memfitnahku Bu...,dan kami bertengkar...,ia Yuka anak baru di sekolah yang aku ceritakan pada ibu......" Yoga menyimak sambil tetap berdiri di balik pohon tak ingin mengejutkan gadis itu.dalam hati Yoga sungguh geram mengingat kelakuan Bella anak seorang kepala yayasan di sekolahnya.
"tidak,saat ini aku sedang berada di seberang Danau,tanpa sadar tadi aku naik perahu motor yang kebetulan akan menyebrang ke sini,aku bingung harus kemana....jadinya aku tersesat di wilayah keluarga Harland....." suara gadis itu terdengar makin pelan saja,Yoga beranikan diri untuk melangkah maju hati-hati dan berkata.
"kau tersesat?" Yoga menyapa sosok gadis seusianya yang tiba-tiba beranjak bangun dan sedikit mundur,di bawah sinar bulan,jelas-jelas jika Yoga itu manusia tapi gadis itu malah berkata.
"apakah aku halu?"
"halu?yoga sekali lagi bingung di jawab given.
"apakah aku akan mati?,karna kelelahan hingga aku berhalusinasi bertemu peri?" Given,inikah teman adiknya yang bermasalah itu batin Yoga,dan jelas-jelas gadis ini buta arah.gadis itu sedikit berbeda dengan gadis-gadis Swiss,dia memiliki raut wajah Asia dan berbadan imut.
"rupanya kak Yoga......,,maaf aku tersesat....." dalam diammya Yoga,Given lebih teliti dan menunduk tersipu.
"apakah kau suka baca buku dongeng?,,hingga melihatku dengan jelmaan peri?"
"kak Yoga manis seperti peri"
"peri itu yang kecil dan hanya diam di bunga kan?,apakah aku selembut itu di matamu?"