My Nanny, Ohh My Future

My Nanny, Ohh My Future
28.David dan Ichimatsu



Pagi-pagi Caca tidak mendapati suaminya di sisi ranjang,ia terjaga dan beranjak bangun,ini masih jam 5,pria itu sudah duduk dia meja pojok kamar di depan laptopnya dengan serius.menyadari istrinya bangun saat gadis itu mendekati meja menuang air hangat dan jahe,di kamar itu tersedia dapur mini dan sebuah kulkas panas dan dingin dan dua pintu.musim salju ini membuat Caca tidak ingin jauh dari kamarnya,apalagi setelah teman-temannya melakukan camping bersama kedua keluarganya di tepi danau dekat rumah kakek,sedikit jauh dari dirinya.itu ide mertua dan ibunya jarang bersantai,jadi mereka mencetuskan ide agar kedua keluarga berkemah bersama staff untuk meningkatkan keakraban.sedangkan Leon karna tugas menumpuk,ia di ijinkan mampir saat sore hari smpai jam 9 malam,selebihnya ia harus kembali istirahat dan tentu saja Caca harus menemaninya.


"tidurlah.....masakanmu semalam masih bisa aku hangatkan kalau lapar nanti...."


"ia......minum dulu susu jahenya"


Leon meraih cangkir dan sedikit terbelalak saat Caca seperti bayi merangkak naik di atas pangkuannya membelakangi meja laptop,pria itu paham dan segera meletakkan cangkir dan laptop di atas meja,ia harus menerima resiko dari posesifnya,sekarang tidak segan-segan merajuk tanpa peduli sesibuk apapun dirinya,gadis itu tidak akan beranjak dari sana sampai ia nyaman dalam mimpi,Leon mengecup kening Caca yang memejamkan mata dan merapatkan diri semakin dalam di pelukan suaminya.


"aku ingin tidur di sini......"


"tidurlah....."


Leon bersandar pelan,tangan kirinya mengelus kepala istrinya,tangan kanannya kembali sibuk mengecek pekerjaannya di laptop.senyumnya selalu membingkai saat merasakan moment lucu ini sebagai hal romantis untuknya,gadis itu langsung bisa tertidur karna ia memang lelah seharian bersama sepupu dan temannya keluar belanja dan kembali mengurus kuliah onlinenya tidak lupa keperluan Leon serta mengurus makan malam di meja dan juga di kasur tentu saja kebutuhan suaminya harus terpenuhi juga.nyala handphone menganggu senyum Leon yang mendapat pesan dari David.


"Leon,bisakah aku ke rumahmu nanti sarapan?,semalam aku makan sedikit saja karna harus mengerjakan pekerjaanmu di perusahaan cabangπŸ™πŸΌπŸ™πŸΌπŸ™πŸΌ"


begitulah pesan yang masuk dari David,apapun yang di inginkan temannya itu tidak pernah Leon katakan tidak,David begitu penting dalam hidupnya,sekalipun ia pria bawel dan ketus,ia tetaplah David yang sangat memahaminya,pria berwajah cantik itu memiliki segalanya di Milan.namun sejak kakak perempuannya memutuskan menikah dan ingin mandiri,David tentu saja tidak setuju tapi tidak ia tunjukkan secara terang-terangan,ia dan 3 adiknya memilih diam-diam menyerahkan tanggung jawab pada kakaknya dan meninggalkan status putra penerus demi melihat orangtuanya tak jauh dari Deany,saudari mereka yang di nikahi seorang Ceo dari Inggris.kini kakaknya harus jadi Ceo dan penerus perusahaan perhiasan dan beberapa depertemen fashion ternama di Inggris tapi dalam pengawasan orangtuanya di milan.sedangkan David bergelimpangan harta dan kasih sayang dalam keluarga Leon,namun ia memilih menjadikan ketampanannya dalam menghasilkan uang tambahan pribadi.dan juga otak cerdasnya dalam hal komputer melebihi kecerdasan rata-rata.


Leon memberikan apapun yang ia inginkan asalkan David masih harus menjadi bagian dalam hidup Leon selaku sepupu sekaligus patner dalam perusahaannya.



"istriku masih tidur"


Leon mengirimkan foto dirinya melalui kamera laptop pada David yang saat itu masih berbaring dalam tenda,tentu saja David tak sekedar membaca tapi langsung menelfon sepupunya itu tak peduli sesibuk apa Leon yang menjawab dengan santai.


"hallo David.....ada pagi-pagi...."


"bisakah kau menjawab pertanyaanku tanpa perlu memamerkan kemesraan kalian?!!'"


"diamlah.....jangan ribut....kalau mau kemari,bawakan aku ikan segar,dan masaklah sendiri di dapur,aku harus menunggu Caca bangun baru bisa keluar ke bawah....mengerti?"


"ok"


David mendesah kesal dan beranjak membereskan pekerjaannya dan memanggil Sera yang sekaligus asistennya itu melanjutkan kekacauan di tenda,ia mulai berpikir bagaimana membuat alsan pada Sera,karna watak Sera lumayan keras dalam mengurusi segala kesibukan David dan Leon sekaligus.


"aku di suruh Leon ke pasar....bilang pada Tante Victoria dan mommy...jangan tunggu aku di meja makan pagi ini,berikan kunci motor paman Harry"


Sera menyerahkan kunci motor keluarga Caca yang pagi ini sedang sibuk di dapur menyiapkan sarapan bersama para staff dan Erica telah dua hari ini merebut perhatian keluarga Caca akan kelembutannya.apalagi Ali sudah pernah jadi bagian hidup mereka saat menetap di Swiss,Erica tentu semakin mencari kesempatan melalui orangtua Caca.


"oh ia.....jika kau bertemu Ariana di jalan...suruh dia segera kembali...."


"ya,bereskan dulu pekerjaanku,batalkan kontrak pemotretanku di luar perusahaan Leon untuk 6 bulan kedepan....aku ingin istirhat dulu dari model,Leon telah mengijinkan aku"


"bukannya kau akan ke Milan bulan depan....ada kontrak yang kau sudah sepakati di sana...."


"aduh nanti kita bicarakan itu,aku lapar sekarang,tadi menyuruhku apa?"


"jika bertemu Ariana di jalan,sampaikan padanya untuk kembali ke tenda...."


"Ariana itu yang mana?,aku bingung bedakan keduanya"


"Riana yang rambut pendek kurus dan lebih pendek....,Ariana yang rambutnya panjang...lebih tinggi dan kulitnya agak kuning karna slalu main d pantai..."


David hanya mengangguk dan segera bergegas ke parkiran dengan menenteng ikan hasil pancingan keluarga.


"David.....!!"


Suara Mrs.Queenasafira melingking keras dan tegas berjalan cepat dari arah danau,ia selalu memperhatikan langkah David dari kecil sedetil mungkin,kali ini wanita anggun dan bersahaja itu masih saja sama,mendekat dengan jeket tebal yang ia langsung pakaikan ke tubuh David yang memang agak lebih kecil dan kurus daripada Leon.


David langsung memeluk sosok wanita bangsawan itu dengan penuh kerinduan dan di balas dengan elusan hangat di kedua pipinya.


"katakan padaku...agar mommy menegur anak nakal itu...."


"aku yang sedang ingin menganggu bulan madu mereka mommy.....aku...rindu masakan Leon...."


"ahhh kalian ini.....masih saja kekanakan...pergilah....Jangan lupa kau kembali bersama Leon dan Caca untuk makan siang,ingat pesan mama,Minggu ini tidak ada yang namakan kerjaan ya...ini liburan keluarga..."


David tersenyum mengecup lembut pipi wanita yang telah membesarkannya seperti anak kandungnya selama dulu Leon di Swiss,sekalipun ibu kandung David masih ada,tapi ibunya itu adalah wanita sibuk yang di kelilingi 5 anak,tentu beliau tetap mencintai semua anaknya,namun David adalah anak yang telah dari kecil selalu di ajak pulang kerumah Leon setiap jam makan siang,apalagi masa-masa sulit kedua suami istri itu yang jauh dari Anak tunggal mereka Leon.lamunan David buyar saat sosok ibunda Leon itu menghilang di balik tenda.dan suara kaki seseorang di belakang punggungnya sontak membalikkan tubuh mencari sosok mencurigakan.


"bisakah kau tidak selalu muncul seperti hantu?!,cepat kembali ke tenda,kembarmu mencarimu"


itu adalah sosok Ariana,gadis berambut panjang,rupanya ia keluar untuk bersepeda di sekitar kompleks rumah.mata gadis itu sipit dan membuat David ingin tertawa geli saat tiba-tiba roman wajah Ariana berubah galak melototinya,bibirnya yang merah kecil seperti buah Cherry yang ingin David gigit pagi-pagi,otaknya belum lupa kejadian di kolam kemarin,bagaimana gadis itu berenang di dasar kolam menggapainya yang sedang melamun.berakhir dengan pertengkaran sengit karna Ariana meraih kepala dan menarik rambutnya agar terangkat kepermukaan,kesalah pahaman yang hanya kaduaya yang tau.


"kau ingin membawa kemana ikan pancingan Daddy dan Paman Harry,,dasar tukang tidur!!,,sini kembalikan......"


"aku tidur?,,hati-hati kalau bicara...."


"ia,aku mengawasimu.....!,kamu enak enakan di tenda.....sedangkan yang lain sibuk memancing hingga tengah malam.....sekarang kamu jadi tuan besar yang tukang makan?!!"


Seumur hidup David,Dollypun tidak akan berani berlaku kasar pada dirinya yang faktanya sederajat Leon dalam hal keturunan tuan muda,namun itu adalah privasi yang hanya beberapa orang saja yang tahu di lingkungan kerja,tapi David tentu tidak terima jika kedudukannya di ragukan saat ini oleh sepupu Caca,ada yang salah batinnya.gadis itu lebih terlihat lebih angkuh daripada Caca yang cenderung tegas dan keras kepala tapi manja.berbeda dengan Ariana yang terlalu kelihatan berparas baby face seperti boneka Jepang yang begitu manis tapi tidak bisa di tebak dan menyeramkan batin David,.


"kenapa menatapku saja.....berikan ikannya?!!"


"ikutlah denganku kalau memang ingin tahu faktanya....dan berhentilah membuat keributan di sini,masih ada staff aku yang istirahat di tenda"


David mendorong motornya ke arah jalan beraspal tak lepas dari langkah Ariana yang ternyata langsung duduk di belakangnya saat motor siap melesat membelah jalanan beku ke arah kastil Leon.sepanjang jalan Ariana sibuk menggerutu dan berakhir dengan teriakan perdebatan keduanya.gadis di boncengannya ini terbilang manis tapi ceroboh,berbeda dengan Caca yang berwatak waspada dan ramah.


"David.....namaku David....bukan kamu atau kau,,dasar boneka ichimatsu."


"Daviiiidddddd......"


David mengerem mendadak motornya saat Ariana memekik tidak terima di sebut boneka ichimatsu.mereka melihat sekitar,tak jauh dari rumah megah dan tertutup Leon, ternyata ada sebuah hamparan


perkebunan anggur.


"kenapa berhenti?"


"diamlah....."


David sudah mengenal lingkungan pedesaan di tempat ini,karna bukan hanya sekali ia datang di desa di bawah gunung Alpen,dirinya selalu melakukan liburan bersama Leon di daerah-daerah terpencil seluruh dunia ia jelajahi sejak usia 10 tahun.getar hp dalam kantong Jeansnya sungguh mengganggu perjalanan,ia memutuskan menepi dan akan mengecek siapa yang telah menganggunya pagi-pagi.


"ini masih terlalu pagi untuk Leon dan Caca bangun......,kita mampir dulu di depan sana ada kedai menunya serba terbuat dari anggur....aku cek hp dulu...."


Ariana terdiam melihat raut serius pria berwajah feminim itu,bibirnya mengatup berhenti berceletoh dan melangkah ke arah sebuah toko kue dan minuman pemilik kebun anggur,ia duduk di pojok sambil memainkan handphonenya saat David sibuk memesan di kasir sambil menerima telfon.5 menit kemudian,David telah selesai menerima telfon ia mengawasi Ariana yang sedang sibuk memotret apa saja yang menurutnya menarik di sekitar restoran itu,diam-diam David mengabadikan moment itu untuk sekedar menjahilinya suatu saat nanti.



"sepupumu kenapa jelek seperti ini?πŸ˜‚πŸ˜‚"


Caca mendapat pesan di chatnya dari David saat gadis itu sibuk menyiapkan sarapan,yang di baca oleh Leon yang saat itu lagi di meja makan mendengarkan rapat tahunan lewat online,sambil menatap labtop,Leon mengarahkan layar hp ke arah dapur yang tak jauh dari meja makan,istrinya tersenyum mengangkat bahu,ia memberi kode pada Leon agar membalas pesannya nanti setelah urusannya selesai.


di satu sisi Ariana mengirim pesan pada Dion dan Riiana jika sedang dalam perjalanan ke rumah Caca,ia tak ingin keduanya kuatir karna matahari sudah terbit pun ia belum kembali ke tenda yang telah di bereskan staff karna sarapannya tetap di rumah kaca keluarga Harry.


"David sedang berulah ke kanak-kanakan sekarang"


Leon melirik jam sudah menunjukkan jam 7,ia mengakhiri rapat dan menelfon David agar segera tiba di kastilnya.