My Nanny, Ohh My Future

My Nanny, Ohh My Future
34.Syndrom Baby blues



πŸ’ŸHallo pembaca Budiman,Mohon komentar dan likenyaa yaπŸ™πŸΌπŸ™πŸΌπŸ™πŸΌπŸ™πŸΌ,mohon dukungan dari pembaca tercinta agar penulis dapat lebih baik lagi dalam berkarya,Agar penulis tetap semangat memberikan cerita yang menghibur di akhir tahun yang penuh cobaan iniπŸ₯°,Terima kasih dan Selamat Tahun BaruπŸŽ‰πŸŽ‰πŸ’Ÿ.


Detak jantung Leon tidak seirama dengan detak jarum jam,lagi-lagi dirinya mengalami kepanikan dan sempat tidak bisa menopang tubuhnya untuk berdiri di samping caca setelah melihat istri kecilnya begitu banyak mengeluarkan darah,kini ia duduk di kursi roda dan di awasi Damar dan David,5 jam yang lalu persalinan penuh drama ia lewati dengan tenang,saat itu masih teringat jelas Leon menahan perih pada kedua lengannya yang mendapat cakaran dan gigitan dari Caca,intinya ia begitu iklas tubuhnya di cabik-cabik dan di omeli,hingga persalinan berjalan lancar.tanpa sengaja ia turun dari sisi kepala istrinya ingin menyapa putranya yang sudah dalam gendongan dokter saat itulah Leon baru sadar bahwa Caca melewati masa hidup dan mati dengan banyak darah di bawah sana,seketika itu juga ia berusaha menggendong putranya dan menyapa dengan lembut.


"hello boy.....Sungguh Tuhan memberiku anugerah paling indah dalam hidup papa nak,Terimakasih Casandra,putra kita sangat tampan"


Bidan yang mendampingi dokter segera mengambil alih dari gendongan Leon agar segera di berikan ASI pertama,dan setelah itu dokter meminta Leon keluar dari ruangan untuk membersihkan dan memindah istrinya di ruang inap VIP,Leon melangkah di balik pintu dan langsung terduduk lemas di lantai di awasi Kedua orangtuanya yang mendekat dengan cemas,David memanggil perawat agar membawa kakak sepupunya ke ruangan lain untuk di cek kondisi tubuhnya


David dan Ariana segera menyapa dan berbisik lembut pada Leon setelah beberapa menit lengannya di obati dan ibunya memberi arahan agar tetap tenang menghadapi situasi.


".....Jangan pingsan,,kini kau sudah menjadi ayah..."


Leon menatap horor pada keduanya yang lari terbirit-birit keluar ruangan di ikuti kedua orangtuanya yang bercakap-cakap dengan dokter.


"Dokter Merissa.....bagaimana keadaan cucu dan menantu kami?"


"cucu anda sangat sehat....,Caca yang masih harus dalam pengawasan.....tadi saat memberikan Asi pertama pada baby-nya....dia sempat tertegun....mungkin karna proses persalinan pertama dan menantu anda terlihat masih sangat muda untuk melewati ini semua,......"


"yaa.....dia baru saja berusia 20 tahun sekarang dok...."


"Minggu pertama ini kami akan mengawasinya dulu.....,sekarang kita bisa jumpai cucu anda"


Dokter Merissa mengajak Pemilik yayasan dan rumah sakit ini agar menemui cucu mereka yang sedang dalam gendongan nyonya Victoria,ibu dan ayah Caca telah tiba di Napoli dari new York 2 hari yang lalu dan mereka menginap di apertemen milik David dan Ariana.


Sejak saat itu,Caca di perhatikan sangat ektra oleh kedua keluarga belah pihak,karna menurut diagnosa dokter,Caca cenderung tiba-tiba labil atau di serang kesedihan saat sedang menyusui Deuz Napoleon.melahirkan lebih cepat dari perkiraan dan mengalami proses melahirkan normal dengan perubahan Horman membuat emosi caca tidak stabil.


"Hallo Boy...... good morning....."



Baby Deuz Napoleon


6 bulan telah berlalu,setelah Caca mengalami syndrom baby blues 2 Minggu pertama pasca melahirkan,Leon yang lebih banyak mengurus mandi dan makan Deuz,setelah Asi Leon langsung mengambil alih putranya dan menyuruh Caca istirahat.hingga pagi ini Caca selalu mengawasi suaminya dengan tanda tanya besar.


"Hubby......"


"ya honey....ada yang bisa aku bantu?",


"aku boleh tidur siang bersama Baby Deuz?"


"boleh saja...bukannya selama ini kita bertiga selalu...."


"maksudku.....aku ingin seharian bersama Anak kita....."


Tik.....Tess dan ambyaar.....airmata yang tidak terkontrol itu menetes lagi,Deuz yang awalnya baru selesai ASI dan hampir terlelap terjaga karna emosi Caca ia rasakan.salah satu babysitter keluarga mengambil alih menggendong Deuz, Leon yang bergegas dari duduknya memeluk istrinya.


"kendalikan emosimu sayang.....hal ini yan membuatku cemas melepas Deuz berdua saja denganmu......"


"aku......juga bingung hubby...."


"kemarilah...."



"Dokter Merissa....bagaimana ini?"


"semua baik-baik saja. ini sudah mendingan....dia kelelahan karna semalaman Deuz sakit perut...."


"syukurlah.....bisa biarkan dulu Caca istirahat hari ini bersama Leon saja....Deuz biar kami yang urus..."


"yaa.....Itu memang perlu di perhatikan untuk sakit yang di alami Caca.....mungkin bila perlu....berilah ide pada Leon agar mengajak Caca sesekali keluar mension hanya untuk menginap atau liburan 1 hari penuh....."


"benar juga.....sejak Caca hamil...dia tidak pernah keluar dari mension Ini...Ya Tuhan.....menantuku malang sekali...."


Leon melangkah pelan keluar dari kamar tidur saat selesai menidurkan istriny layaknya seorang bayi.di bawah sana,tepat di meja makan,ada kedua orang tuanya dan dokter keluarga,dengan gusar ia bergabung duduk dan di beri saran oleh kedua orangtuanya untuk mengajak Caca berlibur.


"Mom.....gimana dengan Deuz?"


"Mom dan Dad yang akan menjaganya sayang......baby Deuz kan sudah bisa makan bubur...."


"benar kata mommy kamu nak,Caca butuh menghirup udara bebas......lihatlah dirimu juga sekarang butuh perhatian"


"jika nanti di saat kalian di luar rumah dan Caca merindukan baby Deuz,kami akan menelfonmu setiap hari lewat video call....."


Leon terharu dan mengangguk patuh,sejak memiliki istri dan anak,putra mereka jadi anak ya ng penurut dan tulus pada siapapun,maka kedua orangtuanya pun berusaha memberikan perhatian yang sangat besar untuknya.


"kami akan ke Bali jika Dad tidak keberatan.....dan.....kami tetap mengajak Baby Deuz....."


"wawww......Mommy tidak bisa jauh-jauh dari cucuku...."


"dan?"


"mommy ingin ikut...."


"lalu Dad dan Lea?"


Mrs.Quee melirik putri bungsunya yang bermain tak jauh dari mereka lalu gantian menatap suaminya yang terkekeh.


"he he.....sepertinya Dokter mempunyai 2 pasien di rumah ini yaaa....."


"maksdu Dad apa?"


"Mungkin mommy terkena shyndrom baby blues juga...tapi ini dadakan...."


Seketika di ruangan itu pecah oleh suara gelak tawa,hanya Lea yang menatap bingung dan mengangkat bahu lanjutkan kesibukannya bermain bersama nanny yang menjaganya.


Mrs.Queen beranjak naik ke lantai dua saat mendengar suara celetoh bayi,dan itu adalah suara Cucunya yang terbangun,saat ia membuka pintu kamar,betapa terharunya melihat sosok Caca telah di sana Deuz dengan penuh kasih.