
Mr.Napoleon menatap Harry dan Victoria yang duduk berdampingan dengan istrinya Mrs.Queen,mereka dalam satu ruangan mendengar diagnosa dokter yang menangani Caca.
"apa yang kami harus lakukan,dia selalu bertanya berulang-ulang jika Leon hanya pergi sebentar.....dan....bayi Deuz harus mendapatkan perlakuan berbeda dengan berbagai pertanyaannya....."
"ingatannya kembali di saat ia berusia 17 tahun tuan,apalagi dia sempat tidak sadarkan diri selama 8 hari.....,benturan keras di kepalanya membuat nyonya muda mengalami hal ini...."
"ya Tuhan...."
"setidaknya dia telah sadar Tuan"
"ya....dokter benar....dan dia harus di pindahkan dari rumah sakit di rumah saja.....biar kami terus mengawasinya....."
"tunggu 3 hari lagi tuan,sampai tubuhnya benar-benar kuat"
Tok-tok ketukan pintu menghentikan percakapan dan semua mata memandang seorang perawat yang tergesa-gesa masuk.
"ma maaf Dokter Philip....itu....Nona Caca terus menangis mencari Tuan muda Leon...."
Victoria berlari lebih dahulu ke ruang inap putrinya,di sana Ariana dan Riana sedang berusaha membujuknya namun gadis itu menangis sesugukan ingin berjalan keluar mencari Leon,yang saat ini sedang melakukan pertemuan di kantor,itupun terpaksa karna sudah sejak kecelakaan terjadi,Leon meninggalkan tanggung jawab di perusahaan,saat rapat baru saja akan selesai David masuk membisikkan keadaan darurat jika Caca telah terbangun dari tidur siangnya dan menangis,,dengan terpaksa dokter menyuntikkan obat penenang hingga Leon kembali.
"David....,lanjutkan mettingnya.....,aku harus pergi...aku tidak tega Caca selalu di tangani dengan suntikan....dia tidak....gi....."
"oke!,ya ingatannya hanya terganggu karna benturan ,dia kembali pada masa kehilanganmu dulu dan kini dia mengingat masa sulit itu......."
"yaa aku pernah meninggalkannya....." Leon melangkah terburu-buru di ikuti Damar dan Sera,kedua suami istri itu kini datang ke Italia karna mendengar tragedi yang menimpa Caca.ketiganya jalan beriringan seraya membicarakan hal penting.
"Leon......ada hal yang perlu kau ketahui.....Caca tidak murni terjatuh karna tergelincir...tapi dia di dorong....."
"yaaa.....aku tahu hal itu....makanya kalian berada di sini saat ini....."
"kami akan berusaha terus memantau dari jauh...."
Leon sendiri yg menyetir mobilnya ke arah rumah sakit,sambil menelfon Ayah mertuanya agar mengurus kepindahan Caca ke mension orangtua Leon.
dalam 15 menit,Leon telah berlari kecil ke lorong lantai 15 karna mendengar suara gaduh.
"tidak....aku ingin kak Leon...."
para perawat akan mengarahkan jarum suntik pada Caca yang di cegat Leon langsung meraih sosok rapuh istrinya dalam pelukan.
"aku di sini.......tenanglah...aku tidak kemana-mana....."
"kak Leon.....jangan pergii......aku mohon....aku tidak ingin sendirian...."
"it"s oke honey......di sini ada mommy.....Daddy.....Kak Ariana dan Riana.....,oh ia.....ada...."
"aku hanya ingin kak Leon di sini....."
Luis yang bersandar di depan pintu menatap adiknya yang berusaha menenangkan istrinya,gadis itu bukan saja takut kehilangan,ia juga seperti ketakutan pada sekitar rumah sakit.dari caranya memeluk Leon,dia seperti anak kecil yang meminta perlindungan.sedangkan dari awal dia tidak sendirian di ruangan itu,hati siapa yang tak iba melihat hal itu di alami oleh keluarganya kini.
"Tuan Luis .....kita perlu bicara...."
Damar mengenal sosok kakak dari Leon itu,kedua orangtua Caca juga ikut di panggil ke sebuah ruangan yang telah di sediakan pihak rumah sakit untuk keluarga itu bicara tanpa di dengar oleh pihak luar.
"jauhkan Erica dari kota ini.....,,semalam ia datang di mension dalam kondisi ketakutan Karna wanita itu menerornya juga...."
Luis kini paham siapa yang mencelakai Caca,tidak lain adalah mantan kekasih Leon,di dalam ruangan itu ada sosok Alfonso yang ikut menyodorkan bukti cctv.
"jurang larangan itu di lapisi oleh pembatas dan ada jaring penangkap di bawah,tapi tanpa Kami sadari malam sebelum kejadian hujan deras,pelaku melakukan perencanaan pembunuhan telah memutus jaring dan menyekap Erica....."
Di satu sisi Leon menyeka wajahnya dan mengecup setiap jari-jari istrinya yang tertidur karna kelelahan menangis karna mencarinya. Tanpa terasa airmatanya menggenang di pelupuk mata di seka lembut oleh jari jemari ibunya yang selalu siaga di ruangan itu selama Leon belum tiba.
"apa salahnya mom.....dia hanyalah gadis yang pantas bahagia.....mengapa harus dia yang menerima musibah ini......."
"sssssstt...... Leon yang kuat....mana putraku yang nakal??,,tetap tegar....istrimu butuh dirimu,Baby Deuz juga kini harus kita jaga ketat sayang......percayakan semua pada Dad yaa..."
"tidak.....aku yang harus turun tangan kali ini....." Victoria yang dari awal tak banyak bicara mengawasi Leon yang terlihat geram segera ikut menepuk bahu menantunya.
"ada polisi......Caca dan Deuz yang harus kamu utamakan......,sore ini kita sudah bisa membawa Caca kembali ke rumah....."
"maafkan aku mami...papi....."
tiba-tiba saja Leon menjatuhkan diri di sisi pembaringan Caca yang terlelap sambil menggenggam pergelangan tangan Harry ayah dari Caca yang baru kembali dari pertemuan keluarga di ruangan sebelah.Harry hanya bisa mengusap kepala Leon yang begitu terpukul dari awal saat melihat Caca berjuang sendirian dari sakrat maut di IGD berhari-hari tidak sadar,hingga di saat gadis itu sadar dia mengalami tekanan batin psikis luar biasa melupakan sekuat apa tubuhnya yang dulu adalah gadis pemberani dan keras kepala.kini hanya ada tangis dan tangis ketakutan.untuk di pertemukan dengan Bayi merekapun Leon memilih menunggu sosok wanitanya itu benar-benar mengingat sendiri.karna kini Caca hanya ingin Leon di sisinya dengan merancau bahwa Leon akan meninggalkannya.hingga tidak ada pilihan lain Leon meninggalkan pekerjaannya pada David dan Sera lalu setiap hari memeluk istrinya yang ketakutan dan hanya minta di peluk oleh Leon.
Luis yang awalnya diam dan hanya Iba,kini mencari dokter terbaik untuk menyadarkan Caca,segala cara di lakukan keluarga leon.hingga pada suatu hari yang menegangkan Caca di datangi Oleh
el
Elish Nude yang telah keluar dari penjara dan mengganti nama belakangnya,dengan di jaga ketat pengawal dan polisi wanita itu di datangkan di hadapan Caca agar mendapat bukti kejahatan keji apa yang telah wanita itu perbuat.
"Kak.... Leonnn!!!!"
Awalnya Caca yang sedang duduk bersama Riana dan Ariana yang menyisir rambutnya terkejut saat gadis itu berlari histeris memeluk Leon yang menahan airmata,saat itu pula mata Caca kembali berderai airmata menyembunyikan dirinya serapat mungkin dari tatapan Elisha yang saat ini tak bisa lagi mengelak dari tuduhan.apalagi Leon sedang berusaha menyadarkan istrinya yang ketakutan.
"Caca....ada aku di sini......sudah hampir sebulan kau ketakutan.....sekarang
....lihatlah wanita itu tidak akan menyentuhmu jika kau bicara,katakan padaku apa yang telah dia katakan??!!,jika kau tidak bicara aku akan pergi'"'
mata gadis itu terbelalak menatap sekitar lalu melirik sebentar pada sosok wanita itu lalu beranikan diri bicara,ia lebih takut Leon meninggalkannya.
"dia.......mengatakan memilki anak denganmu dan....akan membawa pergi kak Leon,dia juga menunjukkan Vidio Erica di aniaya,karna aku tak terima dan berusaha menentangnya lalu ingin mengambil hp untuk meminta batuan,dia mencekik leherku tapi aku berusaha melawan dia di pembatas juraang itu...dia menodongkan senjata..tapi aku menghindar....dan....akkkkhhhhh.....sakit....!!!!!,,"
selalu di akhiri dengan kepala Caca yang teramat sakit,Leon menyeka airmata istrinya yang menahan sakit lalu memandang Elisha yang saat itu mendapat tamparan dari Victoria,ibu mana yang menerima begitu saja tindakan kejam pada putrinya yang perlahan-lahan mengumpulkan keberanian untuk terus bicara.
"dia juga......mengatakan hal yang sampai saat ini buatku takut sekali......,,dia ....mengatakan bahwa kak Leon tidak pernah melupakannya dan tidak mencintaiku"
"Leon....bawa Caca pergi dari ruangan ini....."
tiba-tiba Erica dan Luis tiba dengan tatapan penuh kebencian pada Elisha,Leon segera menggendong istrinya keluar dari sana,dokter segera menangani Caca lebih lanjut,dan Leon kembali masuk ke ruangan itu lalu menatap tajam pada Elisha.
"sudah 3 tahun ya.....sebegitu rindunya padaku hingga kau kini menjadi pelaku pembunuhan dua nyawa sekaligus?"
Elisha menelan ludahnya menunduk,seharusnya dia tidak lagi mengusik keluarga bangsawan ini,kini ia tak bisa lagi melihat dan menikmati sisa hidupnya lebih lama.ia di jatuhi hukuman berlapis dan telah berurusan dengan obat-obatan serta senjata ilegal.
"sungguh wanita menjijikkan....untuk mati dengan tenangpun tidak akan pantas lagi untukmu"
Luis memberi kode pada pengawal dan anak buahnya membawa wanita cantik itu pergi,Leon ingin mencaci maki lebih lanjut.namun Erica lebih dulu melontarkan teriakan amarah.
Luis membiarkan gadis itu puas meluapkan emosinya,ia menarik tangan Leon keluar dari ruangan itu untuk bicara.
"bawa Caca kembali ke rumah....dia sudah lama tidak bertemu Baby Deuz....aku yakin anak kalian yang bisa menyembuhkan ingatannya.....,jangan mengotori tanganmu dengan Masalah ini,ingatlah.....kau kini seorang ayah...aku jamin dia tidak akan pernah lagi megusik kita,jadi hantupun dia akan takut"
Tatapan iblis Luis bisa di tebak Leon yang patuh....jika kakaknya yang telah turun tangan,maka orangtuapun tidak bisa ikut campur.hanya tersisa teriakan Elisha yang memohon ampun di bawah tanah yang gelap.leon melangkah lega ke arah ruang rawat Caca,gadis itu masih dalam pengaruh obat dan tertidur kelelahan.mertuanya tiba-tiba bicara parau pada Leon yang lagi-lagi meneteskan airmata sesal.
"Leon......,,sudah saatnya Caca kembali kuliah di Swiss.....Baby Deuz sudah 1 tahun sekarang....,dan juga kembalinya kalian di sana bisa membuat Caca pulih total...."
"ya....mami benar....kami juga sudah memutuskan kembali ke Swiss,membesarkan adik-adik Caca di desa adalah impian kami.....agar tak ada lagi Caca lain yang terluka mental karna jauh dari didikan orangtua kandungnya"
Leon hanya terdiam,tak ada hal lain yang ia rencanakan saat ini kecuali melihat senyum manis istrinya lagi.