My Nanny, Ohh My Future

My Nanny, Ohh My Future
117.PERKELAHIAN



Hallo para reader's terhormat,Terima kasih untuk waktu dan kesempatan untuk like dan komennya ya🙏🙏Berikan like dan komen Bestieeekuuhhh


Setelah melewati 1 hari yang panjang bersama Zeyna dan Lexa di rumah milik Leon dan Caca,Luis memantabkan hati untuk bicara dengan sepasang pasutri bucin akut yang saat ini tidak puas puasnya bermesraan di London.


lewat via vc ke-3 nya sepakat akan memberi Luis dan Lexa untuk mengajak Zeyna ke rumah pribadi mereka sebelum lexa benar-benar sibuk ke Asia,1 Minggu adalah waktu yang cukup untuk keduanya memperdalam hubungan antara orangtua kandung dan anak di rumah.


"baiklah,besok pagi kami akan bersiap pergi,dan Zeus akan kami ajak bicara malam ini di meja makan....." Luis menutup pembicaraan,dan Leon serta Caca ikut menutup telfon lalu menghubungi Zeus via chat agar anak itu berhenti protes.anak kedua mereka terpaksa ikut mengijinkan,dan membantu Zeyna menyiapkan keperluan Adik mereka untuk berangkat besok.


"Kak,boleh aku bicara dengan kak Deuz?" Zeyna malam itu meminta Zeus bicara dengan si sulung yang sibuk di luar sana menyiapkan materi kuliah untuk esok,tapi sempatkan diri menerima telfon dari adiknya.


"Hei sweetie....,ini sudah jam 8 malam.....apa yang ingin kita bahas?" suara bariton si sulung membuat hati anak itu kembali hangat dan tersenyum di depan layar hp karna mereka sedang video call.


"aku akan holiday di rumah Daddy Luis dan mommy Lexa esok pagi..."


mata Deuz menatap tajam kearah Zeus yang dari awal berada di samping Zeyna,dan ikut menjawab.


"ya,mommy dan Daddy mengijinkan selama 1 minggu.....,Zeyna ingin mendengar suaramu sebelum tidur bukan untuk melototiku kak....." Zeus menjawab lalu bergeser untuk menempatkan dirinya di atas kasur mewah untuk rebahan,membiarkan sang adik bungsu bicara dengan Deuz yang menarik nafas panjang terpaksa mencari kalimat tepat untuk adik kecilnya,walau hatinya banyak rasa kuatir bila Zeyna jauh dari rumah.


"berjanjilah padaku,di manapun Zeyna pergi jangan lupa menelfonku 1x 24 jam...." Mendengar suara perintah itu membuat orang lain akan kesal,tapi berbeda dengan Zeyna,anak itu mengangguk patuh dan bergegas masuk di dalam selimut yang sudah di siapkan Lexa,wanita berparas imut dan cantik itu melambai di depan layar sambil merapikan posisi rambut Zeyna,ia tau jika Deuz sedang kuatir pada adiknya.


" hallo Zia Lexa.....jangan berkelahi dengan Zio Luis selama ada adikku di rumah kalian ya....." Sapaan Deuz di balas dengan ancungan jempol dan senyum dari sosok wanita muda itu,lexa bukan tipe perempuan yang cepat tersinggung jika mendapat omongan pedas dari kedua ponakan2 ini,ia sudah tumbuh besar bersama mereka,dan Lexa termasuk wanita yang mengajarkan mereka beberapa kecurangan di bidang ITE.ia malah terlihat sensitif pada sikap Zeyna yang cenderung terang terangan tidak menerimanya.


"aku merindukan kak Deuz, Mommy dan juga Daddy....." Zeyna berbicara lirih dengan tatapan penuh harap,dengan cepat Deuz meminta kedua orangtuanya bergabung untuk bicara secara online,hingga jam 10 dan memastikan Zeyna telah tidur pulas di samping Zeus baru mereka matikan,lexa menutup pembicaraan dengan berbisik pelan,


"mereka sudah tidur,aku akan menutup telfon dulu....", Lexa melambai pada ke 3 orang itu sebelum menutup pembicaraan,lalu menatap kearah Zeus dan Zeyna,yang untuk malam ini anak laki-laki itu di minta Luis menemani si kecil tidur sebelum esok ia pergi,lexa memberikan ucapan doa dan penuh syukur untuk keduanya lalu mematikan Lampu ruangan hingga tersisa lampu tidur dan menutup pintu dari luar.


wanita itu bersandar sesaat di Balik pintu menatap ke arah pintu kamar pribadi Luis,entah mengapa sejak tadi lexa merasakan sikap suaminya berubah-ubah demi dirinya,tanpa perlu merundingkan dulu,ingin rasanya marah tapi jauh di lubuk hati lexa,ia merindukan momen kebersamaan dirinya bersama Zeyna di rumah mereka,ingin berterimakasih pada Luis,tapi ia takut membuat suaminya itu lagi-lagi tidak mengontrol nafsunya.


"belum istirahat?" suara bisikan Luis mengejutkan lexa,ia tidak menjawab tapi cepat2 melangkah ke kamar,Luis hanya tersenyum nanar,berharap wanitanya itu melihat ada darah di lengan karna habis berkelahi dengan peliharaan Deuz di taman.


"tu tuaan....apa yang terjadi?"


"siapkan kopi saja ya bi....,simpan di meja kerjaku dan jangan beritahu siapapun,ini luka cakar biasa....biar istriku yang mengurus luka ini" Luis yang bicara,sambil melangkah cepat karna di seret tangan kecil lexa ke kamar,bunyi pintu di kunci dan derap langkah lexa ke arah ruangan ganti,di sana tersedia kotak obat,lalu wanita itu membuka tirai jendela dan menatap keluar sesaat lalu mendekat mulai mengobati luka Luis dalam diam.


"lexa.....," sapaan Luis cuman di balas dengan tatapan penuh tanda tanya,inilah lexa di depan sang suami,bersikap diam dan melakukan kewajiban,tapi sebenarnya pikirannya susah di tebak,Luis meraup bibir wanita itu dengan intens,tentu saja lexa tidak menolak,ia hanya sedikit kaget karna tidak biasanya Luis sedikit bersikap agak kasar begini.


"Deuz menegur kita agar jangan berkelahi ataupun bertengkar saat bersama Zeyna....." lexa akhirnya bicara dan sedikit menepis wajah sang suami,sekalipun ia merasakan getaran dalam dirinya setiap kali Luis memberikan kecupan-kecupan ringan atau kontak fisik.


"dan ini bukan perkelahian....."


"intinya aku hanya ingin segera mengobati lukamu dan istirahat,esok pagi aku harus menjaga Zeyna agar tetap tenang di perjalanan......dan kita harus pergi ke rumah Daddy Harry(rumah orangtua Caca) untuk meminta ijin sekalian menitipkan Zeus di sana,karna kak Leon lebih tenang jika anak-anak dalam pengawasan kakek dan neneknya......aku juga demikian,karna maid yang biasa mengurus anak-anak kak Caca,sedang minta cuti,tinggal kepala pelayan dan juga beberapa tukang kebun"


Luis takjub,,seumur hidup dirinya,,baru malam ini lexa bicara tenang dan lugas membahas tanggung jawab keluarga,biasanya hanya mengatub bibir kecil itu,,dan berakhir bengkak dalam lumayan dan di bawah kuasa nafsu sosok Luis pada tubuh wanita berusia 26 tahun saat ini.


"malam ini aku tidak akan mengganggumu.....,tapi jangan menatap kearah lain jika bicara dengan suamimu....." Luis bersikap lembut dan sedikit menahan segala hasrat yang terpaksa bermain solo nanti di kamar mandi demi ketenangan si cantik berambut blonde grey itu.


Di tempat lain,masih di apartemen Leon dan Caca,yang esok pagi menjadi milik pribadi Deuz dan keduanya mengalah untuk menginap di hotel yang juga milik Caca dan mereka di kota ini untuk mengurus dan memeriksa beberapa hal sebelum kembali ke swiss,keduanya siap-siap untuk keluar sekedar menikmati malam berdua tidak lupa Leon menelfon anak buahnya untuk terus melapor keadaan anak-anak dan keluarganya,termasuk rekaman cctv Luis berkelahi dengan peliharaan di taman.


"sungguh tidak bisa diam,,apa yang ada di otaknya terus mengusik peliharaan anak anak....."


"ada apa hubby?"


"kak Luis berkelahi dengan harimau asli,,bukan lexa...di saat esok mau pulang bersama Zeyna,,masih sempat2 nya dia menemui kerabatnya"


"kerabat? ha ha......"


"yaaa....sama2 keras kepala dan juga liarr" Leon membicarakan Luis seperti watak keras harimau he he,,tentu saja Caca langsung terkekeh.


" lalu hubby kerabat dengan singa? ha ha"