My Nanny, Ohh My Future

My Nanny, Ohh My Future
17.Semua orang punya masalalu



Caca terdiam di atas sofa kamar losmen,ia membaca pesan dari ibunya yang menginjinkannya menginap di luar rumah,ibunya paham dan memberikan nasehat agar Caca harus bersikap tenang.


Ya....sedari tadi gadis itu diam di pojok ruangan...setelah mandi air panas yang tersedia di tempat permandian,Sera dan dirinya bercengkerama hingga jam 8 malam meja makan dan masuk ke kamar masing-masing.sera dan Damar memberikan ruang untuk Caca menemani Leon,pria itu telah sadar dari mabuknya,dia duduk di diam atas tempat tidur mengecek laporan pekerjaan yang di bawakan Damar.


"ca.....sudah makan?"


Caca hanya mengangguk dan kembali duduk membaca komik dalam aplikasi mangatoon di hpnya.


"Caca tidur saja duluan",Leon menepuk kasur di sebelahnya agar Caca paham,Leon mau berbagi tempat tidur.gadis itu hanya melirik sesaat dan mendesah kembali fokus membaca,ia sengaja memberi ruang pada Leon untuk dirinya sendiri,tapi sepertinya Leon telah kembali seperti biasa bersikap posesif padanya,pria mendekat tanpa suara langsung merebut handphone Caca yang bersungut-sungut memilih rebah menutup mata.


"kamu seperti **** kalau cemberut seperti ini,kalau mau marah.....silakan......," serta merta ikut merunduk dan dalam sekejap Leon meraih tubuh Caca rebah dalam pelukannya di atas sofa yang begitu pas untuk mereka.



visual Caca dan leon๐Ÿ˜€,maafkan kehaluanku ya๐Ÿ™๐Ÿผ.


Caca awalnya malu dan ingin melepaskan diri,tapi kekuatan lengan dan pelukan erat Leon membuatnya semakin tenggelam saja dalam dekapan hangat pria arogan itu,Leon berbisik pelan.


"maaf untuk hari ini.....,apalagi tadi aku membentakmu di danau,pasti badanmu sakit sekarang yaa.. karna memapah tubuh monster ini...hhhmmnn?"


"monster? he he he jadi tdi kau mendengarku ngomel2 bilang monster ya?"


Leon terkekeh mengusap-usap punggung Caca,dan usapan itu malah menenangkan mengantar pikiran dan hati Caca jadi tenang untuk terlelap nyaman.


"ia......kyaa kenapa kau menggendongku?"


"ia karna kau adalah bayiku yang lucu dan malasss"


Caca menutup mulutnya saat Leon menggendongnya ke tempat tidur,ia menahan umpatan dan rasa malu dari wajahnya,bentuk tubuh leon berbeda dari laki-laki biasa,ia memiliki bentuk tubuh yang indah seperti model,berotot hanya sewajarnya dan tetap ramping dengan garis wajah tetap tegas,sekalipun di mata Leon Caca hanyalah bayi atau bocah kecil yang belum paham pria dewasa,namun gadis itu tetap saja seorang gadis yang mudah terpesona dan polos,apalgi Caca tidak memiliki pengalaman apapun soal trik atau cara menjaga perasaannya,Leon terkejut saat Caca terlihat aneh,gadis itu mengendus-ngendus di sekitar ketiak dan di leher Leon,pria yang masih sadar dari mabuknya itu tersenyum gemas.


"ummnnn ummmmn,,sungguh indah anugerah Tuhan,aku bisa di peluk mahkluk berwajah elf berhati monster seperti dirimu,aku sungguh beruntung bisa memeluk pahatan dewa Yunani hidup,,uuummnn nikmatnya,,, aku boleh tidur memelukmu Leon,ituu.....aromamu sama seperti aroma bantalku di rumah kakek,umnn.....hangat sekali,halus sekali kulitmu.....aku jadi ngantukkk,,kau sungguh keren pengasuhku"


Leon merasa tergelitik dengan tingkah gadisnya ini dan mencoba tersenyum menahan diri agar tidak melahap habis bibir Caca yang begitu merekah seperti buah delima,ia sampai menggigit bibirnya menahan gairah saat nafas Caca terasa menggelitik lehernya,aroma vanila dari tubuh Caca semakin membangkitkan sisi liarnya,tiba-tiba gadis itu bergeser ke arah telinga dan bibirnya menempel di daun telinga sensitif Leon yang langsung bereaksi menekan cac a di bawah kungkungannya.gadis itu hanya mengerang sedikit dan melanjutkan acara tidurnya,Leon mengigit punggungnya pelan hingga gadis itu terjaga dan membuka mata.


"aku sungguh tidak yakin kamu ini pengasuhku dulu,anak tidur kok di gigit?,"


"aku tidak bisa menahan ini terlalu lama ca...."


"Leon,semua orang punya masalalu .....akupun sama juga,tapi masalaluku itu kamu yang datang saat ini,aku......merasa....harus jujur padamu,kalau....kamu kini masa depanku.......jika kamu masih terus dendam dengan masalalumu dengan Ayahmu,berarti aku bukan masa depanmu....tapi hanya pelarianmu....mungkin itu yang aku pikirkan tadi saat kamu marah-marah....tapi sekarang......aku tidak peduli dengan hal itu....aku percaya di dasar hatimu yang paling dalam,kamu mencintai ayahmu kan",setelah berkata panjang di sertai mulutnya kembali mengendus mencari titik nyaman untuk kembali tidur,tanpa peduli maksud dari rasa tidak tahan Leon yang sesungguhnya ingin melahap habis tubuh molek caca.leon memutar bolamatanya resah dan menarik nafas frustasi sebelum kembali mencoba menahan gairahnya,dan menyimak kembali kata-kata Caca di dalam pikirannya agar pikiran mesumnya berlalu.


Benar kata ibunya dulu,dewasa itu bukan di ukur dari usia seseorang,tapi dari sikapnya menghadapi masalah,hal itu sekarang dirasakan dan dilihat Leon pada sikap gadis kecil di hadapannya ini.


Dia tidak paham bentuk cinta itu melalui sikap dan tingkah laku,tapi dia lebih cerdas dalam menghadapi kerasnya hidup.leon sudah menemukan berbagai karakter permpuan dalam pelariannya,namun baru kali ini,seorang perempuan yang tidak paham akan asmara,tidak paham ciuman romantis,malah dia lebih paham akan perasaan leon dan memilih tidak banyak bertanya atau berulah dulu.leon menarik tubuh Caca merapat dan memeluknya penuh kasih,mencium aroma sampo dan sesaat Leon beranikan diri mengecup setiap sisi wajah manis gadis itu,berakhir di bibir kecil yang tetap saja terlelap.Leon mengeleng tidak percaya,ia melirik jam yang menunjukkan pukul 23.00,pria itu menarik selimut dan berguman pelan.


"jangan pernah kau tidur dengan laki-laki lain,mungkin mereka tidak akan sebaik diriku,dasar anak ****,kerjanya tidur saja kalau ketemu bantal"