
Leon tidak habis pikir,melihat tingkah laku istrinya yang tidak bisa di ajak duduk manis dalam mobil.sesekali ia harus menginjak rem karna caca berteriak minta berhenti saat melihat pemandangan di luar mobil,.saat masuk Pertamina,Caca langsung turun ke Minimart yang tak jauh dari sana sambil membawa kamera.
"dasar bocah....!" Leon mengumpat ketus namun bibirnya menyunggingkan senyum,dan saat itu ia di sapa seseorang yang bukan lain adalah ibunya yang kebetulan keluar bersama sopir untuk belanja.
"nak.....Caca mana?"
"mom?,Aaahhh.....bocah itu ke sana......"
Leon menunjuk ke arah Minimart.setelah menepikan mobil ke arah parkiran,Leon berniat menyusul ke dalam toko namun di cegat ibunya,dan memberikan kode pada sopir untuk mengawasi menantunya dari jauh saja.
"biarkan dia bebas berbelanja,kau tidak tahu bahwa diam-diam istrimu sering menangis di kamar saat kamu pergi kerja......,dia ingin sekali berbelanja sendirian....masak sendirian.....pokoknya dia ingin melakukan segala sesuatu tanpa perlu kamu yang sudah menyediakannya......."
"mom.....aku mencintainya.......jadi...."
"mommy paham sayang....tapi sebagai seorang wanita......,,istrimu ingin menunjukkan bahwa dirinya bukan anak kecil lagi....,,selama dia di Itali.....kau selalu memanjakannya....."
"yaaa.....aku hanya tidak ingin dia kesusahan lagi seperti saat dia masih kecil mom...."
"sadarlah.....sikapmu itu dia akan salah artikan nanti...bisa saja dia merasa kamu hanya kasihan dan.....berpikir bahwa telah kehilangan jati dirinya"
"aahhhkkhh mom...sulit sekali memahami perempuan...."
"mommy juga dulu begitu kok...."
Leon menarik nafas bersedekap di dalam mobil saat Caca keluar menenteng dua kresek isi cemilan dan beberapa keperluan lain,Mrs.Queen telah berlalu ke mobil pribadinya bersama sopir ,tak ingin menantunya tahu bahwa ia sedang berada di sana menasehati putranya.
"udah selesai?"
"sebenarnya belummm he he...."
"mau beli apa lagi?"
"es krim he he"
Leon melirik 6 kotak es krim di dalam kresek lalu mengeleng hidupkan mobil untuk meninggalkan tempat itu.
"nanti kita beli lagi di tempat tujuan....habiskan dulu yang kamu beli sekarang....."
"sungguh?"
"ia tentu....."
Leon mengusap sudut bibir Caca yang belepotan es krim dan tersenyum,entah karna baru keluar rumah atau memang merindukan dunia luar 1 jam berikutnya gadis itu sangat antusias bercerita pada mertua dan putranya saat menelfon,beberapa kali ia minta maaf pada mommy karna meninggalkan Deuz seharian,namun bayi itu terlihat santai dalam kursi rodanya yang sibuk melahap bubur suapan dari sang nenek,Leon menghentikan mobil di depan sebuah bangunan mewah tepat di tepi jurang mengarah ke permukaan laut.hotel caruso belvedera batin Caca,hotel ternama di negara ini,Leon melepaskan istrinya berekspresi sesuka dia di tepi kolam dengan kamera.
"jangan jauh-jauh ya....aku menelfon seseorang dulu....."
Caca mengabaikan Leon dan berlari kesana kemari sesekali memekik sendiri tak peduli beberapa pegawai hotel tertawa lucu melihat tingkahnya.
"apakah gadis kecil itu istrimu?"
Alfonso menyapa tepat di balik punggung Leon yang berniat menelfon pemilik hotel ini,keduanya saling menyapa dan duduk di salah satu meja bundar tak jauh dari kolam.
"kenapa kamu bisa curiga itu istriku?aku baru ingin menelfonmu...."
"ini wilayahku......tak ada gadis remaja yang bisa masuk di sini kecuali istrimu....."
"dia bukan remaja.....dia ibu dari Deuz....putraku...."
"dan kau tahu di hotel ini sangat private kalau masalah tamu wanita.....,hanya istrimu yang bisa lolos tanpa syarat.....aku telah mendengar kau menikahi gadis kecil..."
"oh my.....kau ingin bilang apa sesungguhnya?,dia sudah 20 tahun sekarang...."
"tapi wajahnya seperti baru 16 tahun....."
"jangan keras-keras,jaga bicaramu Fonso...!"
Alfonso terkekeh,mereka sama-sama melihat kearah Caca yang mendekat dengan senyum polosnya.
"hubby......aku boleh ke menara itu?eemmhh... maaf...." Alfonso tersenyum ramah saat Caca baru menyadari kehadirannya dan meminta maaf dengan kikuk.
"sayang......ini pemilik wilayah di sini dan yang punya hotel ini.....duduklah.....katanya tadi mau makan es krim...."
Caca duduk manis dan menatap wajah Alfonso yang terpana dengan kedua bola mata sayu hazel milik istri Leon,rambutnya yang tergerai panjang dan tubuhnya sangat indah tanpa cacat sedikitpun.
"paman....boleh aku minta minuman?"
Alfonso seusia Leon,masih lajang dan tampan namun baru hari ini ada yang memanggilnya seperti orangtua,Leon terkekeh mengusap kepala istrinya.
"namanya....Alfonso.....dan....dia masih....."
"aku ingin minum....he he"
Alfonso melihat ujung kemeja sahabatnya di tarik-tarik oleh jari lentik gadis itu,tentu saja dia jadi terbahak-bahak dan bicara apa adanya.
"ha ha ha.....,,pemandangan indah yang langka,,,,siapa namamu gadis kecil?"
"Casandra....."
seorang pelayan menyodorkan segelas air pada Caca yang meraih dan meneguk habis tanpa sisa,Leon menelan dahaga saat melihat bibir istrinya basah dan merekah tak luput di awasi Alfonso,tapi Caca kembali berlalu dengan kalimat manis pada suaminya.
"aku ingin kesana sebentar.....tidak jauh hubby...."
Caca tidak menyadari tatapan suaminya yang begitu mendamba.
"Leon.....kendalikan dirimu...ini masih terlalu pagi......"
"diam kau.....jangan ganggu aku....,kamarku masih tetap yang dulu kan?"
"Yap.,..,tak ada satupun yang ku ijinkan masuk kecuali housekeeping...,selamat datang di rumah sobat...."
"terima kasih Fonso....kau yang terbaik...."
keduanya melangkah bersisian ke arah Caca pergi tadi,hotel itu tidak terlihat ramai karna sedang tidak menerima tamu luar negeri.Alfonso salah satu sahabat Leon dan juga pemilik saham terbesar dalam bisnis keduanya,sejak remaja mereka telah tumbuh bersama dan di tempat ini adalah rumah rahasia Leon yang sampai saat ini belum di ketahui kedua orangtuanya jika di itali.semua informasi penting dan tersulit Alfonsolah yang bisa membatunya,keduanya berhenti di sebuah balkon yang mengarah ke taman belakang tepat di tepi jurang larangan.tak jauh dari sana Caca sedang memotret dan di awasi salah satu karyawan hotel yang sudah mendapat tugas khusus dari Alfonso,keduanya kuatir jika Caca tiba-tiba naik ke pagar pembatas.leon melambaikan tangan agar gadis itu kembali mendekat,dengan cepat ia patuh dan berlari kecil.
"jangan lari-lari.....!"
"tidak!,,aku hanya berjalan cepat....,bisakah tidak perlakukan aku seperti anak kecil?!"
"haaahh...mulaai lagi.....,eh lihat...ada pemilik hotel di sini....bersikap sopan lah...."
"aku tauuuuu....,,dia temanmu....aku sudah bersik manis dari tadi...,aku masih ingin ke sana.....ke...."
Caca menunjuk berbagai arah dengan mata takjub,tapi Leon meraih tangannya dan melingkarkan di pinggangnya dengan erat lalu menekan kedua pipi gadis itu agar melihat wajah Alfonso.
"ini hotel ternama,jangan bikin malu.....jangan berisik.....,di sini ada tamu penting.....lihatlah....Fonso sedang marah padamu...."
Alfonso lagi-lagi tertawa dan melangkah mundur sambil melampar sebuah kunci pada leon.
"nikmatilah liburan kalian.....Casandra.....selamat datang di rumah rahasia suamimu.....ini kuncinya..." pria itu merunduk memberi hormat lalu berbalik pergi,Leon segera menarik tangan istrinya masuk di sebuah lift turun, keluar dari lift melewati sebuah lorong kaca ke sebuah pintu besar,Caca melihat sekitar ruangan yang sepi tapi terawat.
"apakah kita sedang di bawah tanah?,dan......."
Caca sedikit ketakutan menyadari posisinya berdiri di atas kaca berlapis yang berada di apit karang tepat dalam lautan,ia melihat sebuah monitor komputer kontrol besar yang menunjukkan segala sisi hotel serta posisi mereka.
"ini gilaaa....!!!,,kita di bawah laut.....??!!!!!!"
Leon telah menghilang di balik pintu yang terbuka setengah,menampilkan kamar minimalis yang luar biasa mewah namun beberapa perlengkapan di dalam serba hitam seperti kamar pribadi yang sudah lama di tinggali.leon tak kaget saat Caca memekik melihat foto2 dirinya dan Leon saat masih balita,sedangkan Leon telah remaja. ada juga bingkai foto besar di pojok,di mana sosok leon bersama kakek Harland.
"apakah ini......kamar pribadimu?"
"tenanglah....ruangan ini aman.....sudah dari remaja aku diam di sini.....dan kini menjadi rahasia kita berdua,dulu ini adalah rahasia aku dan Alfonso saja.....kini aku tidak ingin menyembunyikan apapun lagi darimu...."
"sejak kapan kamu menyukaiku?"
tiba-tiba wajah Caca terlihat serius saat melihat sosoknya yang baru berusia 8 tahun dalam gendongan leon.
"apakah itu cinta.....aku tidak mengerti.....berapa rahasia yang kamu simpan...tapi aku mengira kak leon mencintaiku saat kita pertemu lagi dua setahun yang lalu......"
"sulit di jelaskan......,,intinya aku mencintaimu....,maaf jika kak Leonmu ini selalu over protektif ya.....seakan-akan tidak menghargai kecerdasanmu,kemampuanmu,bakatmu dan.....,"
"stop.....!"
"dengar dulu...."
"tapi itu apa?,itu yang.....lewat....di sana....."
Caca merapat ke dalam rengkuhan suaminya saat melihat sebuah mahkluk besar melintas di kaca depan pintu kamar yang masih terbuka,Caca berlari keluar dan betapa terkejutnya dia melihat seekor predator laut melintas.
"hubby......"
Caca kembali ke kamar dan tak mendapati suaminya di dalam sana,padahal hanya beberapa detik yang lalu ia keluar melihat keindahan bawah laut.
"hubby......??,,kak Leon????,,hubbyy.......!!!!!"
kamar itu sepi,Caca tidak menyadari suaminya berada di balik tirai ke arah kamar mandi yang memang tertutup tirai atau sekat hitam,Leon kini melihat seberapa trauama istrinya pada kedalaman laut,gadis itu kebigungan lari ke luar kamar,namun karna panik ia tidak menemukan lift atau pintu darurat,ia kembali lagi ke kamar mengambil tas kecilnya yang berisi handphone,saat itu pula Leon pura-pura keluar dari balik pintu kamar mandi.
"mau kemana?"
Leon dan Caca
Leon mendapat lemparan tas dan di pukuli dengan tenaga yang cukup membuatnya mundur ke arah tembok.
"kak Leon jahaattt......apakah aku ini mainanmu???!!!,,jangan bercanda....lihat tanganku.....gemetar!"
"makanya jangan berisik,sini...diamlah.....kita istirahat....."
gadis itu mengeleng dan menengadah merajuk minta pulang ke rumah orangtua Leon dengan alasan yang di buat-buat.
"sudah jam 10,,aku harus memberikan baby Deuz Asi...yuk pulang..."
perjalanan dari rumah saja sudah makan dua jam,tentu saja Leon tidak akan terperdaya oleh mata polos istrinya.
"seberapa takutnya kamu berada di dalam air laut,,ada aku di sini.......herannya aku,,kenapa kamu tidak takut ketinggian.....dasar bocah!''
"berhenti mengatai aku BOCAH"
seorang maid dari pihak hotel tiba-tiba masuk mengantar makan siang dan tersenyum kagum pada Leon yang hanya melirik sinis,pria itu memang sulit sekali bersikap ramah pada orang lain kecuali orang-orang terdekatnya.caca menyapa dengan ramah dan ucapkan terima kasih.
"Kak.....bisa temani aku ke atas?,,maksud saya ke lantai atas......"
"boleh.....tapi.....tuan Leon sepertinya keberatan nona....."
Caca melirik suaminya yang memang memberi kode agar maid itu pergi lalu segera menarik Caca ke meja kamar,sambil mengunci pintu.
"Bocah....sini makan......"
"beruang kutub...aku tidak lapar..."
"beruang kutub?!,panggil aku hubby sebelum aku memakanmu saat ini juga...."
Caca menutup mulutnya dan bergegas melahap suapan demi suapan dari Leon yang memang tidak jarang menyuapinya jika sedang makan siang.
"Hubby...apakah boleh aku bertanya?"
"selesaikan makanmu dulu....."
Caca mengangguk patuh sambil menguyah ia mengerim pertanyaan pada kakak sepupunya Ariana menanyakan Baby Deuz yang di kirimi foto kalau putranya sedang tidur pulas dalam pelukan Uncle Luis dan juga Lea.
"hubby....aku udah selesai makan......boleh aku bertanya?"
"yaa boleh sweety....."Leon menjawab sambil membersihkan pipi dan mulut istrinya dengan tisu.
"apakah.......hubby sangat mencintaiku??"
"ya tentu saja.....ada apa?"
"sekalipun aku ingin bertemu Ali? apakah hubby tetap mencintaiku?"
"tentu saja......,,jika pertemuan kalian ada aku juga....."
"hubbyyyy......dia temanku...."
"dia temanku juga......"
"sekarang Ali sedang di...."
"yaaa dia sedang berada di Milan,besok dia ingin bertemu denganmu.....tapi kamu belum balas chatnya kan...karna Dion menyuruhmu untuk bertanya dulu padaku"
"kok tau?"
"karna akun handphonemu semuanya tidak ada yang bisa aku tidak lihat...."
begitu santai Leon mengatakan bahwa akun Caca telah di duplikat suaminya,tentu saja gadis itu terlihat kecewa dan marah.
"jadi......hubby tidak percaya padaku????!!!!,sampai segitunya aku di mata- matai???"
"yaaa....karna kau wanitaku....."
"kak Leon.....jangan-jangan.....ini semua hanya obesesimu saja.....kau tidak mencintaiku......!!!!"
"kau bicara apa Caca?"
"apakah kurang...aku melahirkan Deuz untukmu???,kita menikah dadakan hanya karna Ali mencintaiku kan......atau jangan-jangan.......kak Leon tidak tahu bahwa aku mencintaimu sebelum kita pertemu,sebelum aku tahu kak Leon adalah penjagaku dulu,,aku sangat mengidolakanmu sejak sekolah...sekalipun......"
"ca.....stop....jangan emosional.....ca"
"cukup!!!!!!,,beraninya kau mencurigaiku sejauh ini????,,,apakah mungkin burung dalam sangkar emas itu adalah aku ya......"
"tenanglah......"
Caca mengibas pergelangan Leon yang ingin memeluknya,gadis itu sangat kesal mengetahui aktivitas pribadinya di media sosial pun di awasi.....padahal di mension ia juga dalam pengawasan lewat cctv.
"sebegitu liarkah aku di mata kak Leon?!!,sungguh aku kecewa kali ini......"
Caca berusaha membuka pintu kamar hotel dengan airmata bederai,Leon tidak bisa membiarkan itu terjadi.
"lepaskan aku......"
"kau mau kemana???,,ini bukan Swiss sayang.....ini Italia...."
"lebih tidak aman lagi jika aku berada di sini dengan orang berhati kejam sepertimu!!!"
"Casandra!!!!,aku bisa saja memukulmu jika terlalu kelewat seperti ini,dengar baik-baik....aku mencintaimu,aku tahu siapapun bisa menyakitimu lewat media sosial.....aku tidak ingin hal itu terjadi makanya akunmu selalu dalam pengawasanku....tapi tidak semua percakapan dengan teman2mu aku baca.....,,aku sangat menyayangimu.....,kau tidak tahu musuh dari pihak lawan bisnis Daddy atau aku mengusikmu....apalagi kamu baru saja lepas dari shydrom Baby blues....aku harus mengawasimu......Daddy,mommy dan David serta Ariana sangat kuatir padamu....jangan egois....pikirkanlah anak kita Deuz"
Bentakan Leon melukai batin Caca yang tidak bergeming di depan kaca,pandangannya kabur dan duduk terhenyak di tepi tempat tidur.leon tidak berniat mengacaukan liburan mereka namun apalah daya emosinya memuncak setiap kali melihat Caca memungunginya ingin pergi.