My Nanny, Ohh My Future

My Nanny, Ohh My Future
71. Daddy



Luis mengusap jemari lentik istri kecilnya yang masih terlelap,tanpa sadar pria itu nyaris menitikkan airmata saat mengingat penjelasan dokter bahwa Alexa mengalami benturan cukup keras dan juga tamparan serta cekikikan di leher,jam sudah menunjukkan pukul dua malam saat ia kembali dari ruang khusus yang di sediakan Erica,di mana wanita pelaku penyiksaan itu telah di sekap di sana dan di introgasi oleh pihak kepolisian,beberapa bekas tamparan terlihat di wajah cantiknya yang ketakutan,Erica di sana bersandar di kursi dengan tatapan marah.


"dia bisa lolos dan masuk di kapal ini karna sebagai undangan suamiku.....,sepertinya dia bukan wanita biasa.....tapi aku tidak peduli jika berani menyentuh teman-teman dan adik-adikku...." Erica menjelaskan tanpa menunggu pertanyaan dari kakak sulungnya,tapi matanya terus menatap tajam pada Ali sang suami yang bergidik ngeri.


"jangan salahkan suamimu......,yang salah itu aku....pergilah istirahat....dan lanjutkan masa bulan madu kalian....biar aku yang mengurus sisanya....." Luis memberi kode agar dirinya di tinggalkan berdua dengan wanita itu,dan Erica hanya bisa mendengar teriakan kesakitan di dalam sana mengiringi langkahnya,Ali ternyata bertengkar beberapa jam yang lalu karna tuduhan ini,dan setelah Ali tahu bahwa teman modelnya itu membuat masalah pada orang yang salah,tentu memilih diam dan tak ingin melihat istrinya murka.


Alexa membuka matanya dan mendapati Luis tidur di sampingnya,tanpa sadar gadis itu tersenyum nanar sebelum mengusap setiap inci wajah pria dewasa itu,entah mengapa ada sesuatu yang hilang dari ingatannya,entah itu apa.pelan-pelan Luis merasaka bibir kenyal dan hangat serta lembut milik Alexa mendarat di pipinya lalu berbisik pelan,


"Terimakasih Hubby.....malam ini aku di temani tidur dan saat pagi aku akhirnya membuka mata dengan kehadiran pangeran tampanku", hati Luis menghangat mendengar dialog itu dari bibir sang gadis,sekalipun itu adalah kata-kata dari sebuah buku dongeng yang selalu di baca Alexa sebelum tidur,setidaknya dia mendengar isi hati istri kecilnya jujur,sekalipun dirinya pura-pura tertidur pulas dan wajahnya di gelitik,Luis berusaha menahan diri.ya untuk menebus kesalahannya,Luis mulai mencoba menemani Alexa tidur,karna dulunya ia akan pura2 tidur ataupun alasan sibuk di kantor dan meninggalkan gadis ini tidur sendirian.sejak masalah penyerangan kemarin,Leon menyarankan untuk pelan-pelan berlaku sewajarnya saja sebagai seorang suami pada Alexa,biar semesta yang mengatur segalanya,itu pesan Leonel adiknya yang memang tak bisa di bantah.


"pagi princess......" Luis memeluk erat tubuh gadis itu dalam posisi miring dan masih menutup matanya,aroma vanila bercampur Cendana ini sungguh membuat otak Luis berputar ingin tidur,aroma khas yang di miliki kulit Alexa sejak kecil.


"udah bangun?"Alexa merasa hangat karna Luis memeluk pinggang dan menggesek dagunya di pundak,ada gelayar aneh di sekujur kulitnya saat sang suami menyentuhnya seperti ini.dan tiba-tiba pikirannya teringat pada pelukan hangat seseorang,seperti tidak asing.


"aku merasa ada sesuatu yang hilang dari diriku.....,,sekarang aku merasa familiar dengan pelukan ini....,apalagi kalau begini" Alexa berbalik dan merangkak rebahan di atas tubuh Luis yang menahan keterkejutannya,dalam benaknya mulai merasa bahwa Alexa mengingat siapa dirinya,apakah sudah saatnya luis jujur saat ini?,mungkin karna benturan dan perlakuan kasar kemarin di lift membuat saraf otak Alexa berfungsi dengan baik,entahlah gadis itu terlihat nyaman melekat seperti bayi kecil di atas perut dan dada Luis,dan tiba-tiba berbisik.


"Daddy?......i Miss you...." bisikan itu membuat Luis berkaca-kaca,sapaan itu sudah hampir hilang dalam ingatan,gadis itu beranjak duduk di atas perut ayah angkatnya ini,dengan menekan keningnya kesakitan.Luis cepat mengubah posisi memapah tubuh Alexa yang sudah terkulai lemas,keadaan ini membuat Luis panik dan memanggil Leon yang baru saja selesai memijat kaki bengkak istrinya yang tertidur pulas,kedua pria arogan itu sama-sama bingung hingga dokter menjelaskan secara detail,bahwa Alexa mulai mengingat masa-masa kecilnya secara bertahap,dalam beberapa hari gadis itu mendapat perhatian khusus orangtua Leon dan juga Luis,sampai emosinya cukup normal.


pada akhirnya leon dan Caca ikut menemani Alexa,Luis juga harus rutin memperhatikan istrinya yang saat ini banyak bertanya dan cenderung menangis jika sedikit saja di sentil.


"Daddy.....," Alexa memanggil Luis dengan sapaan itu sejak ingatannya kembali,seperti siang ini Caca sedang rebahan di sisinya bersama Erica saat gadis itu terus mencari Luis yang sedang mengikuti rapat secara online,


"Lexa.......makan siang dulu,,sambil menunggu kak Luis selesai meeting yah.....," Erica membujuk,sedangkan Caca bergegas bangun dengan perut buncitnya ke arah meja mengambil makanan,wanita itu telaten menyuapi Alexa yang patuh dan begitu senang berada di dekat Caca dan Erica,terkadang dirinya masih bertanya membuat Caca memilih keluar kamar alasan menemui Deuz yang sudah kembali ke Swiss bersama Yoga dan Yuka lebih awal,tentu saja dengan pengawalan Damar dan teamnya.Caca melangkah pelan kearah pintu ruangan meeting yang di jaga ketat para bodyguard yang segera memberitahu Leon istri bumilnya di luar,pria itu melirik Sera lalu segera bangun dari duduknya keluar di ikuti Luis.


"adik ipar.....kenapa kamu tidak ikut masuk saja?" Luis menyapa lebih dulu,tapi Leon berdecak ketus menggendong istrinya dengan telaten sambil menggerutu.


"cepat selesaikan mettingnya,setelah itu kembali ke kamar,Alexa mencarimu ....." Leon berkata demikian lalu berlalu ke arah lift menuju kamar pribadi mereka.


"baby.....kenapa sih kamu jalan sampai di sini?,,kalau ada apa-apa dengan Alexa....telfon atau minta para maid yang memanggil kami.....kamu juga harus menjaga kondisi donk" sejak istrinya hamil tua,Leon tak bisa berhenti kuatir,sedangkan yang di omelin hanya bersandar tenang mencari kenyamanan setelah dari pagi berbaring menemani Erica bercerita sambil menunggu Alexa bangun,kedua wanita ini telaten menjaga Alexa bergantian dengan Ariana yang telah kembali ke Swiss juga mengurusi Suaminya David,apalagi dua wanita ini memang sedang sama-sama hamil tua.


" aku hanya kuatir dengan kesehatan Alexa......,kasian dia masih shock dengan kenyataan yang baru dia ketahui saat ini" Leon ikut kuatir,mengingat Alexa kini menyadari bahwa dirinya adalah yatim piatu dari negara yang jauh,hanya memiliki kerabat jauh yang begitu jahat dan pernah menyiksanya hingga mengalami trauma dan hilang ingatan.leon dan Caca memutuskan untuk mendampingi Luis di saat seperti ini,bukan Karna Luis tak mampu,tapi pria cenderung kurang waras itu suka panik berlebihan,begitu menurut pemahaman Leon tentang kakaknya.


"kutemani tidur siang atau makan dulu?" Leon sengaja mengalihkan perhatian istrinya agar tidak terlalu sedih,yang akan berdampak pada kehamilan,dan istrinya itu memilih makan siang bersama Erica setelah memastikan Alexa kembali tidur.


"anak-anak.....Mommy dan Daddy akan membicarakan hal penting...." suara Daddy Napoleon memecah keheningan di meja makan,Luis dan mommy ikut duduk di meja makan di ikuti pria konglomerat yaitu ayah dari Leonel yang sudah selesai mengadakan meeting tadi.


"Daddy dan Mommy akan pindah dan menetap di Swiss,kami akan pensiun dari pekerjaan dan menemani cucu-cucu kami di sana.....,,dan untuk perusahaan di Italia sudah kami serahkan pada Luisioner....dan keputusan ini tidak bisa lagi di tolak...,Lea juga akan menetap dan sekolah di Swiss,apalagi dia memiliki banyak teman dan kakak-kakaknnya di sana,ada Yoga dan Yuki serta adik angkat kalian yang dari Korea itu...."


"Namanya Given Dad...." mommy menimpali sambil mengusap lengan suaminya yang tersenyum bahagia sambil melirik putra tunggalnya yang sibuk menyuapi Caca tanpa peduli jika Luis gerak dengan sikap romantisme sepasang suami istri itu.


"tapi sebelum kami benar-benar pindah ke Swiss,Mommy dan Daddy harus membenahi beberapa hal penting bersama keluarga Napoleon....,,orangtuamu harus kami ajak bicara baik-baik sebelum mereka pergi lagi ke belahan benua yang lain...."


kata-kata Daddy di arahkan untuk orangtua kandung Luis yang saat ini baru tiba di meja makan dan terlihat cuek memilih menikmati makan siang mereka dengan santai.


5 bulan kemudian


Alexa berlari kesana kemari di ikuti suaminya,kedua anak manusia beda usia itu terlihat panik tak karuan di iringi suara rengekan seorang bayi laki-laki berusia 4 bulan.


"Dad.......,cepetan susunya,," Alexa rela meletakkan gadgetnya nya di atas sofa demi menggendong Adik kedua dari Deuz yang sedang ikut panik bersama pamannya Luis yang saat itu sudah selesai menyiapkan susu lalu langsung mengambil alih ponakan gembulnya itu dari Alexa,sedangkan Caca sedang di kamar mandi,sang ibunda manis itu mengalami sakit perut sejak pagi.


"aku mendengar suara tangisan tadi......" itu suara Leon yang baru tiba dari tempat kerja,dan bergegas ke kamar anak-anak,di sana kakaknya sedang sibuk menimang-nimang sambil menyuapi bayi itu susu dot,tapi setelah melihat Ayahnya,bibir bayi itu melepas isapan dotnya lalu berceloteh tak karuan,sampai leon meraihnya dalam gendongan lalu mengajaknya berbicara seakan-akan paham bahasa bayi.


"fuuuhhhhh akhirnya bisa main lagi....." itu suara Alexa yang kembali ke arah sofa memainkan gamenya tak di ikuti Luis,gadis itu rebahan di sisi Deuz yang dari awal sibuk nonton,pria dewasa berambut keemasan itu mengekori Leon ke lantai satu dan membuat adiknya bertanya.


"ada apa kak?" Leon menimang-nimang putranya yang terlihat akan tidur Karna sejak awal tadi dirinya merajuk dan menangis Karna mengantuk,Luis duduk tak jauh dari Leon yang mengusap-ngusap puncak kepala bulat putranya menunggu jawaban.


"kasi aku ide untuk menghamili istriku...." Pernyataan itu bukan pertama kali Luis ajukan pada Leon yang jengah dan tak segera menjawab.mata tajamnya melihat sekitar ruangan,hanya para maid yang rutin bersih-bersih di halaman depan,banyak bunga di taman sejak 4 bulan lalu Leon kembali ke Mension pribadi mereka,para maid di temani Alexa menanam berbagai bunga di sana dan sepasang suami istri ini menetap selama setahun karna Luis sedang membangun sebuah pabrik di Swiss,pria cerdas dan brilian itu selalu memiliki ide baru untuk perusahaan.


"Daddy.......,tidurkan aku juga setelah ini....." Deuz turun dari tangga dengan raut cemburu pada adiknya,Luis langsung meraih ponakannya dan bergegas ke kamar semula.di mana istrinya sibuk merapikan seprai dan melettakan gedget canggihnya di atas meja,entah ide darimana Luis langsung merebahkan diri di atas kasur sambil menepuk pudak Deuz,anak tak menolak di tidurkan pamannya karna dirinya memang mengantuk,tak jauh dari sana Caca keluar dari kamar mandi dan langsung mencari Bayinya.


"Zeus di mana kak?,Lexa....di mana bayiku?" Alexa ingin menuntun Caca ke lantai bawah saat Luis menjawab.


"Baby Zeus sedang di tidurkan ayahnya di lantai satu,,Lexa sayang......ambilkan minyak gosok,kakiku sakit.....rapikan kamar kita dan tunggu aku di sana ya......" Caca pergi ke arah tangga sebentar lalu kembali lagi ke kamar Deuz yang sudah hampir terlelap.


"kak Luis ke kamarlah.....,biar aku yang melanjutkan penepuk Deuz...." Caca berbisik dan leon terlihat ikut masuk sambil tersenyum menepuk nepuk lembut putra keduanya.


"baiklah......sudah selesai tugasku jadi pengasuh...." Luis tersenyum mengecup puncak kepala Zeus lalu keluar kamar di awasi mata hazel Caca yang sibuk menepuk nepuk putra sulungnya.


"Hubby sudah pulang dari tadi?" Caca berbisik tapi tak di jawab Leon,pria itu masih sibuk membaringkan Zeus di dalam tempat tidur kecil dan hangatnya yang tak jauh dari ranjang besar king size milik Deuz,pria itu masih sibuk mengamati lelap putra keduanya yang begitu pulas,dia persis sekali dengan Kakaknya Deuz,hanya jika Zeus membuka mata maka iris matanyalah yang membedakan,karna Zeus mewarisi mata hazel milik ibunya dan bibirnya yang terlihat kecil menggemaskan.tapi Deuz tak kalah tampan,diam-diam Leon mengucap syukur dalam hati memiliki dua orang anak yang sehat dan tampan berkat istrinya yang saat ini sudah menarik selimut menutupi sebagian kaki dan pinggang Deuz,dirinya menekan sebuah tombol otomatis untuk memanggil pengasuh kedua putranya untuk datang ikut istirahat di kamar ini,dan tak lama kemudian dua orang maid datang dengan hati-hati. Caca berbicara lembut pada maid itu lalu bergegas keluar kamar di ikuti Leon,suami istri ini terlihat manis menyalami kedua putra mereka sebelum ke kamar sebelah,hanya di pisahkan tembok pembatas yang ada pintu daruratnya di samping.


"maaf.....di lantai satu ada tuan Yoga...dia bersama Nona kecil Lea...." salah satu maid memberitahu,


"Ya,bilang pada bibi Mei siapkan makan siang mereka,......"Leon telah mengetahuinya dari awal,Adik iparnya sering datang di rumah bersama Lea adik kandungnya untuk sekedar bermain di taman belakang.adik kecilnya ini sering berkeliaran di sekitar rumah jika sudah bosan belajar di kastil milik kedua orangtuanya.


"ayo kita lihat kak Luis dulu....." Leon mengenggam jemari istrinya yang cemas pada keadaan kakak iparnya itu sudah sejak kejadian di kapal,dirinya begitu peka dan perhatian pada kesehatan dan mental Luis,pria sedang dalam pemulihan mental sejak dua tahun terakhir.


"kalian mau kemana?" suara Mommy dan mami mereka yang berdiri di ujung tangga menyapa,kedua wanita itu ternyata akan ke kamar cucu mereka saat memergoki pasangan pasutri ini berjalan perlahan ke kamar pribadi Luis.


"kak Luis lupa minum obatnya mom...aku hanya kuatir jika lexa di tindas lagi..."


"mommy sudah siapkan ramuan dan sudah di antarkan Sera ke kamar......" jawaban mommy Queen tidak di jawab Leon,keduanya berhenti melangkah setelah berada di depan pintu kamar Luis yang terletak di lantai satu dan posisinya di ujung lorong menuju teras taman belakang.dari balik pintu yang tertutup rapat Leon memasang pendengarannya di ikuti oleh istrinya.


"mereka seperti pencuri di rumah sendiri he he....." itu bisikan mami Victoria pada mommy Queen,keduanya melangkah kearah berlawanan ke kamar Zeus,tak menghiraukan Leon yang membuka pintu kamar kakaknya dengan sangat perlahan.di dalam sana Luis sedang duduk di balkon kamar meninggalkan Alexa yang rebahan sambil membaca.leon mundur dan menutup pintu kamar itu lalu meraih hpnya sambil menuntun Caca ke ruang tengah.ia menelfon Luis yang langsung mengangkat,lucu sekali pria pria ini memberia kode padahal satu rumah.


"kau merokok ya??!;,,temani Alexa belajar. ...!,atau akan ku bocorkan perselingkuhanmu pada Mommy...."