My Nanny, Ohh My Future

My Nanny, Ohh My Future
67.Sial apa Bahagia?



Hidup berumah tangga bukan hanya cerita tentang Deuz,adiknya dan kedua orangtuanya semata.di sini keluarga kecil mereka tumbuh dan semakin tertantang dengan keberadaan orang-orang sekitar mereka.


Selesai memancing bukan berarti keadaan berjalan mulus dan Leon bisa istirahat setelah menemani istrinya di kamar,malah ibunya menyebrangi kapal mengusik moment berduaan mereka dengan membujuk Caca dan leon menjadi subjek karya lukisan mami Victoria.


"mom,mami.......ayolah.....kalian kekurangan apalagi?,,Tahta,harta,martabat dan juga cucu sudah kalian miliki....skrg apa lagi?"


"ini moment bersejarah dan juga bisnis.......karya seni ini akan mendatangkan milyaran rejeki....."


"what.....the hell mommy??"


Leon terasa pegal mengenakan busana pilihan-pilihan kedua wanita keras kepala di depannya ini,sedangkan Caca terlihat menikmati dan semakin mempesona.


"lihatlah.....putraku terlihat cocok sebagai prajurit berhati es dan mafia pembunuh berbahaya.....lihatlah menantuku sangat menggemaskan.....ini akan membuat aplikasi game Luis dan juga novelku naik rating lagi.......diamlah di sana.....di kasur itu.....," Mrs.Queen begitu cerewet sedangkan Mrs.Victoria sibuk melukis keduanya dengan teliti,satu jam Leon di atas kasur di perlakukan seperti boneka mainan oleh istrinya.hinga beberapa menit berikutnya Sera masuk ke sana dan terlihat begitu senang menyampaikan berita menggemparkan.


"lihatlah di setiap iklan jalan pusat kota Swiss dan di Italia......,foto kalian menjadi topik,penjualan game animasi.....,"



Caca terlihat serius menata rambut Leon yang sejak 8 bulan kehamilannya di biarkan panjang tak di gunting oleh pria berwajah dingin itu,berujung hasil karya Mrs.Victoria menjadi sorotan media,Leon membiarkan dirinya susah hari ini,mengingat ngidam istrinya lah membuat suasana jadi topik luar biasa mengejutkan publik.


Yoga terdiam menatap Erica dan Ariana,sejak di tolak kerja dalam bar,remaja ini sedang di bujuk kerja di depan kamera.


"senyumlah Yoga......,,kami akan mengijinkanmu bermain dengan Given jika kamu patuhhh....." Ariana selaku kakak sepupunya terus mengomeli Yoga yang sejak awal pemotretan tidak fokus,sejak kejadian semalam Yoga resah dan ingin bicara berdua dengan Given,karakter Yoga bukan seperti pemilik asli foto di bawah ini yaa pembacaya tersayang,remaja ini berwajah polos namun begitu bandel di dalam keluarganya,apalagi ayah dan ibunya termasuk tipekal orang dewasa yang hidup di Eropa,masa puber Yoga sedang gencar-gencarnya,dan kakak sepupu Ariana dan Riana telah antisipasi hal itu dengan memberi tugas serta pekerjaan padat pada kedua remaja ini.berbeda dengan Yuka yang terlihat ambisius tentang musik dan juga bakat seniman lainnya,gadis itu cenderung ingin terlihat sempurna dan mengagumi Erica,hingga Caca kadang kewalahan mengontrol emosi kedua adik-adiknya.


,



Yoga


Esok pagi yang masih basah dan subuh,di antara suara ombak lautan biru yang bersahutan,terdengar senandung para maid menyiapkan sarapan di meja makan kapal,di sana Damar dan Sera sedang berbincang tentang jadwal kedua kepercayaan tuan muda Leonel Napoleon,sedangkan di balik sekat kabin kayu tak jauh dari sana Caca baru saja keluar dari kamar mandi dengan handuk,tubuhnya terlihat segar bugar dengan pipinya yang bersemu merah,cukup berganti mengenakan dress hamil berwarna cream,mengusap kulit tubuhnya dengan lation dan juga serum di wajah lalu ke arah jendela kapal layar,menikmati teh jahe racikan ibu mertua yang saat ini sudah kembali kembali ke kapal utama,kedua wanita itu tak bisa terlalu jauh dari Deuz,mengingat anak itu sulit jauh dari ibunya jika sudah kembali di rumah nanti.


"uugghhh....." suara erangan Leon tedengar berat di atas kasur,pria itu terjaga dari lelapnya setelah pemotretan dan juga melewati satu hari menjadi pria manis di depan kamera,semalaman dirinya berniat bercinta satu ronde,namun entah kekuatan dan keberanian dari dasar laut mana,Caca tiba-tiba memimpin percintaan dengan begitu keras dan habiskan malam sampai jam 2 subuh.hanya mengenakan piyama hitam sutra,Leon meraih hp dan duduk ujung kapal melihat daratan Swiss tak begitu jauh dari kapal.suara sapaan David membuat Leon menjawab gusar di telfon pagi-pagi sungguh menyebalkan bukan.


"ada apa?" Leon menjawab gusar Sambil bersandar kelelahan di atas kursi panjang setelah memastikan istrinya dalam pengawasan Damar dan Sera.


"hei.....kenapa kau ketus menjawabku?"David bertanya dengan ketus pula karna tak terima dengan jawaban dingin kakaknya,


"aku kelelahan.....dan baru bangun....." suara berat Leon terdengar lagi,dan David baru kali ini di jawab selemah itu.


"apakah kau sakit?,ouucckkhh asatanagaa......itu memar kenapa???" David rupanya menelfon Leon sambil mengamari kakaknya Lewa teropong,dan di sana ada Luis yang baru tiba jam 5 tadi dengan helikopter bersama Alexa,namun istri kecilnya sudah hilang di culik Erica dan Yuka olahraga di lapangan golf dalam kapal yang begitu besar itu.David memberikan teropong pada Luis yang ikut melihat Leon yang segera menarik piyamanya,namun bercak-bercak merah itu ada di mana-mana kecuali di kakinya.


"kau pasti paham......,jangan membuatku malu David,ada apa menggangguku pagi-pagi?" Leon pura-pura tenang menjelaskan dan tak tahu jika Luis berada di sana mengawasinya juga.


"apa kau menaruh obat perangsang di minuman wanita hamil 8 bulan akan berbahaya jika......"


"stop David!!!" Luis tersenyum melihat pipi adiknya bersemu merah saat marah akan kekonyolannya,


"asal kau tahu, aku tidak pernah memaksa Caca bergairah dengan bantuan obat......,anak itu sedang berlatih....."


"berhenti menggodaku pria cantik.....!" Leon semakin meradang dan hal itu adalah sarapan Luis dan David yang menelfon tak lupa menggunakan spieker agar Luis mendengar suara berat Leon.


"katanya agar aku tidak selingkuh jika saat melahirkan dan menyusui.....,tapi kekuatannya semalam....apakah itu berkat kebahagiaan atau sial...."


"ha ha ha haa.....dan ini ide siapa?" David tertawa keras di ikuti Luis yang tak terbahak-bahak karna tak ingin Leon tahu keberadaannya dulu.


Karna bekas ini membuat Leon tak ingin segera kembali ke kapal utama,dan jam 5 memanggil Damar ke kapal layar untuk membantunya meeting online jam 8 nanti.tak lupa meminta setelan serba resmi dengan switer menutupi leher.


"apakah kau menelfonku untuk hal ini saja?,aku akan mandi dan ingin tidur lagi....lagipula dia istriku,berhenti berbicara mesum tentang kami"


"aku tidak mengatakan hal itu"


"katakan apa yang kau inginkan David....."


"aku hanya ingin bilang jika pemotretan kemarin membawa banyak permintaan kerja sama untuk Ariana,ada beberapa perusahaan ingin mendapatkanmu untuk jadi model mereka......dan kurasa kau akan menolak,tapi Sera telah mengatur jadwal dan juga berkat Daddy,kau hanya perlu siap ikut jadi model jam tangan untuk besok....." David menjabarkan laporan sepagi ini dan tentu saja Leon tak bisa menolak,hanya bisa mengeluh dengan suara semakin berat.


"aku ini seorang CEO,tentu aku tidak kekurangan finansial,dan kau tahu jika bayaranku sejak dulu sangat fantastis David...." Leon menyombongkan dirinya mengingat bahwa saat berusia belasan dirinya memang di bayar luar biasa mahal jika menjadi model,sekalipun terkadang di bawah tawaran ayahnya.


"seorang sultan dari Dubai tertarik dengan karaktermu,kau akan mendapat bayaran yang sudah di atur kak Luis......" David menjawab dengan senyum lalu melirik Luis yang meraih hp dan menyapa Leon yang langsung berdiri meraih teropong dan di arahkan ke arah kapal pesiar mencari keberadaan dua saudaranya itu.


"kalian menjebakku rupanya....!,dasar spikopat licik,duuuhh apakah kalian kekurangan mainan???,,"


Leon meraih segelas jus buah naga dari Damar yang muncul,Leon terlihat menatap lurus ke bawah sana,istrinya dan Sera sedang berbincang-bincang dengan dokter kandungan tak peduli mata tajam Leon terlihat mengawasi.pria itu mamatikan panggilan lalu meneguk isi gelas itu sebelum menyapa Damar.


"selamat pagi Jutawan Damar.....,mengapa kau ikut menipuku?" Leon tak mendapat jawaban,pria yang cerdas itu hanya mengangkat bahu sambil menikmati jus alpukatnya,sekalipun Leon kesal namun apa boleh buat kakaknya jauh-jauh dari Napolly ke kapal ini hanya ingin melihat ponakan dan tanda tangan kontrak dari sisi lembut Leon yang sudah lama terkubur.kini demi menyenangkan wanita yang dirinya cintai dan juga mertua serta ibu kandungnya,Leon harus terikat kontrak edisi khusus di awal tahun baru ini.


"jawab aku mar.....,sekarang apakah aku bahagia atau sial?,,kau tahu bukan,aku fotografer terkenal bukan model...." Leon bicara parau pada Damar yang melihat sekitar lalu menjawab dengan tenang.


"Tuhan memberimu ketampanan di atas rata-rata,keluarga bangsawan,cerdik,cerdas,dan pendamping hidup yang manis,seharusnya syukuri dan jalani.....,di luar sana tidak semua umat manusia bisa meraih apa yang dirimu bisa raih saat ini Leonel.....akupun tak jarang begitu iri dengan semua berkat dan bakat yang kamu miliki..lebih terbukalah pada dunia....."


" Terima kasih.....tapi aku merasa sedang di manfaatkan oleh kalian semua kecual istri dan putraku,kau akan mendapat sebuah tugas mengecek bayaran apa yang di berikan sultan itu,jangan kecewakan aku Damar...."


"sebuah aset berharga yang bisa membuatmu membuka perusahaan di Dubai.....,dan tuan Luis menginginkan ini....."


"lagi-lagi kak Luis......,siapkan meeting jam 8,dan....kalau bisa minta tolong Daddy harus kemari...." Leon memberi perintah dan Damar segera bergegas dari sana menjalankan tugas,sedangkan Leon masih di sana mengawasi tingkah istrinya lalu berbisik pelan.


"Zeus......,cepatlah menyapa Daddy....,jangan membuat keonaran semanis ini....."



Leonel Napoleon 35 tahun


di tempat yang berbeda di sebuah kamar,ada sepasang kaki yang saling berdempetan.pakian mereka berserakan dimana-mana dengan bau alkohol memenuhi kamar itu,sepasang anak manusia sedang tidur pulas.siapakah sepasang Adam dan hawa ini???


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENNYA YA GUUYSSS TERCINTA❤️❤️❤️💟💟💟