My Nanny, Ohh My Future

My Nanny, Ohh My Future
124.Suamiku



Tenggorokan rasa kering dan hampa,sesak dan juga dingin,,adalah situasi di dalam pikiran Leon malam ini,setelah istri memergokinya sedang menangis di dalam kamar ganti,tentu saja wanita itu sigap memeluk dan menenangkan sambil bergurau jika Zeus persis seperti dirinya,menuntun hingga rebah di pembaringan mewah dan membawakan makan malam di meja,lalu memberi ruang pria itu merenung,di lanjut turun menemui Lea dan Erica untuk berbincang sebentar tentang pekerjaan lalu kembali di kamar,tapi duduk di tepi balkon,seperti biasa dengan memegang kamera kesayangannya,melihat lihat pemandangan kota Napoli di malam hari,reaksi ini malah membuat Leon semakin sesak,tidak ada amarah,tidak ada Omelan,hanya sikap tenang,setenang air.


"kau akan pergi kan mom?" suara Leon terdengar serak karna habis menangis tadi,tapi karna suasana kamar sunyi,suara yg pelan itu tetap terdengar di telinga Caca,dan wanita itu hanya melirik suaminya dan kembali memotret beberapa moment hingga celetoh ayah dua anak itu semakin panjang kali lebar luas seperti danau di mansion mereka di Swiss.


"katakan saja jika kau akan pergi ca,jangan pura-pura memotret awan lalu menjadikan story random di WhatsApp atau di Instagram....,lalu esok pagi kau sudah tidak di sini tanpa pesan dan....."


"ia.....,aku akan pergi...."


jawaban tenang Caca mengheningkan suasana kamar,hanya deru nafas leon yang naik turun berusaha keras tidak menunjukkan rasa sakit hatinya.


"aku akan pergi esok pagi ke pasar,memasak sarapan untuk anak-anak lalu ke rumah sakit menjenguk Kak Luis dan Lexa,di lanjutkan menemani Lea dan Erica ke rumah kak Ariana....." Caca berbicara santai sambil membenarkan tirai jendela lalu rebahan di samping Leon yang di dalam hatinya merasa lega,tapi tentu saja ia tetap sudah mempersiapkan anak buahnya membuntuti si istri esok,rasa sesak di dadanya menghilang di gantikan rasa kantuk dan nyaman saat Caca menarik selimut untuk menyelimuti keduanya kakinya,Lalu menyerahkan piring makan untuk menghabiskan sajian yang dari awal tidak ia sentuh Karna sudah di selimuti rasa cemas,kuatir dan takut kehilangan.


" makanlah...,setelah ini kita bicara lalu selanjutnya kau perlu tidur untuk hadapi hari esok yang penuh misteri" sikap gusar Leon berganti dengan patuh menikmati makan malam di atas kasur bak raja,sedangkan Caca duduk di meja rias membersihkan wajah sebelum mandi.


" setelah ini bagaimana kalau kita pergi berlibur di Bali?" leon menawarkan liburan,tapi Caca baru saja bosan dan mendapatkan masalah serta musibah karna ke London,anak-anak yang memojokkannya,lalu si bungsu yang mengalami trauma,iparnya yang koma,ia hanya ingin kembali ke swiss,di rumah,mengurung diri di kamar mungkin adalah solusi di otaknya,tapi mata suami yang sembab,seumur hidup Caca tidak akan tega melihat suaminya memohon seperti tadi,bukan semata -mata karna cinta,tapi letak tanggung jawabnya sebagai istri harus ia utamakan.


"ca......" leon masih menunggu jawaban,makin tidak tega hatinya untuk bersikap egois,ia cepat-cepat bangun ke kamar mandi dengan meninggalkan kalimat gantung.


"tidurlah....,aku ingin berendam sebelum Zeyna mencariku...." Leon mendesah frustasi sambil meneguk air mineral lalu menekan bel agar salah satu maid mengambil piring makanya sekalian bertanya keadaan Zeyna.


Dua hari setelah Leon dan Caca masih menetap di rumah Napoli,mengurus Zeyna dan menunggu anak-anak kembali dengan informasi pelaku penabrakan,mengurus hal itu bersama kepala keluarga besar .


Sedangkan di rumah sakit,lexa telah siuman,dan yang ia cari pertama adalah putrinya lalu Luis,wanita berambut perak itu menangis dalam pelukan ibu mertuanya,dan dokter segera memeriksa keadaan wanita itu.menangis????,gadis dingin dan terlalu formal kecuali di depan Caca itu tiba-tiba menunjukkan sikap kekanak Kanakan dengan airmata dan mulut bergetar seperti sudah bertahun-tahun memendam semua kerinduan pada wanita yang sejak kecil merawatnya saat Luis tidak di rumah,Erica merekam moment itu dan mengirimkan ke Caca dan juga kakaknya Leon.


"apa yang terjadi dengan menantuku dok?" Mrs.Queen dan Erica serta David baru kali ini melihat emosi lexa yang tidak stabil,menangis memanggil suami dan anaknya,seorang gadis yang cenderung menatap dingin dan tidak banyak bersuara,patuh,disiplin itu menangis tersedu-sedu di pagi yang subuh,Luis yang baru sedikit sehat dan masih di kursi roda karena kakinya perlu pemulihan setelah operasi 3 hari yang lalu,ikut mendekat ke balik tirai,ia nyaris tidak percaya melihat gadis itu ingin turun dari ranjang pesakitan hanya untuk memastikan bahwa suami dan putrinya benar selamat,Mrs.Queen dan yang lain segera keluar dari sana hingga ruangan itu sepi tinggal mereka berdua.


Mrs.Queen dan David mengajak Erica agar memberikan suami istri ini ruang,setelah mendengar penjelasan dokter bahwa Alexa kini mengalami peningkatan dalam daya ingat sekalipun kepalanya terasa sakit,tapi lebih terlihat kesakitan jika tidak melihat suami dan anaknya.


.



"Lexa......,aku di sini....." ia mengangkat wajahnya dan menatap Luis lalu nyaris terjatuh hanya karna ingin turun mendekati Luis yang lebih dahulu mendekat di sisi pembaringan,seketika dada luis di terjang dengan keras oleh pelukan erat seakan-akan lexa ingin menempelkan dirinya di sana penuh airmata.


"astagaaa.....,baby....kau membuatku putus nafas...."


"suamiku.....maafkan aku.....aku bersalah....." dalam hati Luis mencaci dirinya sendiri,ialah yang bersalah,banyak hal berat dan rumit yang lexa tanggung sejak menikah dengannya,10 tahun sudah mereka akhirnya bisa berpelukan dengan tulus,sapaan ini amat ia rindukan,okelah Luis seorang pria dewasa yang selalu menekan mental lexa,tapi melihat sinar mata istrinya kali ini sudah kembali,seketika ia sadar bahwa karna dirinyalah lexa hilang ingatan begitu lama,dan karna benturan kecelakaan kemarin dia bisa mengingat semua kenangan baik yang Luis sudah berikan padanya.


"lexa.....,aku yang harus minta maaf,selama 10 tahun.....,kau terkurung di dalam pikiran pikiran takut dan banyak hal sulit menekan memori kita.....,kemarilah...,anak Kita aman di rumah,kita pelan-pelan mulai dari awal lagi....dan.....kita harus istirahat hingga pulih dan menerima sanksi dari Leon...." Luis membalas memeluk istrinya dan menutunnya duduk di pembaringan,dengan posisi ia di hadapan wanita 26 tahun ini,tapi bukan lexa namanya jika terlihat masih gadis dengan fisik baby face seperti ini malah Lebih menggemaskan.


"apakah kak Leon menyuruh kak Caca memecatku juga?" bola mata keemasan dan bibir yang bertanya dengan polos,berharap jika pekerjaannya di studio tetap jalan padahal suaminya telah membuat sebuah rencana yang tidak baik selama 1 tahun ini,mereka bergandengan tangan dan bercengkrama berdua membahas masalah yang akan mereka hadapi setelah keluar dari rumah sakit,tanpa tatapan dingin dan tanpa senyum keterpaksaan di mata itu lagi.


"lexa....."


"ia suamiku,cepat sembuh ya Daddy,aku ingin cepat pulang di rumah meminta maaf pada Zeyna...." sapaan masa kecil itu lagi,mata Luis berbinar takjub saat bibir basah wanita yang melahirkan Zeyna di usia 16 tahun itu nyaris kehilangan nyawa waktu itu,dan saat ini ia kembali mengecup pipi Luis tanpa di minta,,di pipi sudah syukur,di area lain sungguh bonus jika hal itu sampai terjadi batinnya.


"suamiku...aku ingin pulang ke rumah Ayah Napoleon segera mungkin" tatapan bikin Kelu,pastinya ia sedang mengalami tekanan rasa bersalah pada putri mereka,sedangkan saat ini diam-diam cacalah yang terlihat menangis dalam diam setelah memastikan suaminya Leon tidur pulas,wanita itu beranjak ke kamar di mana Zeyna di rawat,dan ternyata di samping anak berusia 10 tahun itu ada Zeus,putra keduanya di sana,menggenggam tangan adiknya dengan terisak-isak,Caca hanya bisa bersandar di balik pintu ikut menangis hingga si sulung muncul,memeluk ibunya dalam diam,mengajaknya ikut masuk ke dalam.


"mommy..... " Zeus terlihat di selimuti rasa bersalah sungguh besar setelah melihat cctv jalanan,terlihat jelas anak 10 tahun ini di kejar oleh seorang pria berpakaian serba putih dan mendorongnya ke jurang,untungnya Zeyna terjatuh di air terjun dan menyelamatkan diri bersembunyi di labirin,2 malam adalah masa masa sulit.


"aku tidak akan meninggalkan Zeyna seperti ini lagi....." suara sesal si sulung mengalihkan tatapan sembab Caca,dua anaknya ini amat berarti dalam hidup Caca,mereka dulu sempat iri dan tidak menyukai kasih sayang yg ia berikan pada Zeyna,tapi lambat laun,malah menjadi rasa bersalah dan menyayangi gadis kecil ini hingga terobsesi dan menjauhkan Luis serta lexa,akhirnya berujung pada drama 1 tahun yang ia baru tau kemarin saat Leon marah pada Luis.