
Caca menelfon Deuz berkali- kali,belum di angkat juga,dengan hanya modalkan daya ingat saat kembali tadi sore,di saat cuaca seperti saat ini,Caca bukannya tenang mendengar dua putranya ikut turun ke hutan mencari,tapi kuatir dengan kondisi mereka bertiga,ada rasa bersalah yang semakin besar,Caca terus melajukan mobil tidak peduli dari arah belakang 2 mobil hitam terus mengejar tapi tidak berani mendahului,hanya seperti mengawasi,tentu itu orang suruhan ayah mertua,dan juga ada satu mobil lagi yang terus berusaha mengejar di belakang 2 mobil itu.
Jauh di dalam hati kecil Caca,masih mengakui jika semua bisa di atasi Leon,dan juga Deuz,tapi tetap saja sekuat dan sekaya apapun suami dan juga keluarga mertuanya,tidak lebih berharga nyawa Zeyna putri kecil yang ia sudah cintai sejak kecil,sejak menatap bayi merah dari saat anak itu baru lahir,mengingat moment kelahiran Zeyna yang menyedihkan,semakin bergetar tubuh dan jiwanya,dan dua anak laki-lakinya begitu terobsesi dengan kehadiran Zeyna,hingga sekarang ini mereka rela jauh2 dari rumah demi menemukan anak berusia 10 tahun itu.
Caca melirik panggilan telfon dari Leon,tidak ia gubris dan seperti kesetanan membelah jalan ke arah TKP,Leon jelas-jelas melihat jalanan licin saat ini,dua mobil di depannya memberikan jalan saat tau siapa di belakang mereka,mengejar dan membuat Caca segera turunkan kecepatan setelah melihat sekelebat yang ia kenal mendahului dan terus menekan klakson untuk berhenti.leon buru-buru keluar dari mobil dan mengetuk pintu mobil Caca yang sudah dari awal menepi,dengan tangan gemetar wanita itu membuka pintu,Leon terlihat menahan rasa kesal,lansung menarik istrinya turun dan mengguncang punggung nya agar tetap sadar dan menguasai tekanan emosi.
"apa yang sudah kau lakukan Casandra?!!!,jika terjadi sesuatu padamu,atau kau mencelakai orang lain,atau kau juga kecelakaan,bagaimana dengan aku dan anak-anak?!!!,listen to me!!,hei.....!,Deuz dan Zeus pasti sudah menemukan Zeyna,di hutan terlarang itu ada labirin,kemungkinan Zeyna di sana.....!" telinga Caca mendengar,tapi pikirannya bukan di depan suaminya.wanita sudah di kuasai kecemasan pasti akan mendoktrin pikirannya sendiri hingga tidak dapat berpikir jernih,itu yang Caca alami,hingga Leon mengguncang tubuhnya dan merasakan jemari pria itu menepuk-nepuk pipinya untuk tetap tenang,saat ini bukan mereka berdua yang utama,tapi anak-anak.
"okey......saat ini,sekarang ini,biarkan aku bawa mobil sendiri,semua akan baik-baik saja"
"Casandra bukan saatnya sekarang kita seperti ini,tolong jangan membuat aku cemaskan anak-anak,lalu kamu......"
" please Hubby,biarkan aku menyetir...." Caca menekan kalimatnya dan menatap mata Leon dengan penuh keyakinan,menarik nafas frustasi dan juga semakin emosi jika Leon benar-benar harus 1 mobil dengannya setelah mendengar apa yang suaminya katakan di depan Luis tadi.
"okey,tapi jangan mobil sport ini.." Caca menatap kesal,panninparina Battista merek mobil terbaru dan tercepat di dunia sejajar dengan ferari ini adalah mobil pemberian Leon beberapa bulan lalu setelah Caca kembali dari Asia,mobil dan memecah rekor dunia tahun ini sebagai mobil tercepat di dunia,Caca menatap tajam tidak terima,sekalipun ini adalah mobil dari Leon,tapi sudah hak miliknya saat ini.
"kau sudah masuk berita tranding saat ini,mengendarai mobil di tengah kota Italia secepat tadi,kau tau dua mobil pengawal di sana adalah orang terbaik Daddy,jika tidak ada mereka,kau sudah di tangkap polisi,berikan dia motor!!" Leon berbicara pada Caca dan juga berseru pada dua orang pengawal yang dari awal mengendarai 5 motor gunung mengikuti Leon dari kota tadi.
"kita sudah mendekati perbatasan,mobil ini tidak akan bisa masuk ke medan terjal,motor bisa lebih cepat dan kau bisa lebih bisa masuk ke jalur jalan untuk motor bersama yang lain,, hati-hati....."
Caca tidak menjawab,dia melempar kunci mobil dengan ngasal saja di ambil salah satu pengawal dengan menahan senyum,wanita itu benar-benar kesal pada siapapun,ia menaiki motor trail yang di belakangnya ada 2 motor sudah siap.
"bisakah kalian tidak membuatku makin frustasi?,tunjukkan jalan sekarang.....!"
Caca berseru kepada pengendara lain sambil menyodorkan perbekalan untuk anak-anak dan juga jeket.
"aku akan mengawasimu,jangan kekanakan mengerti?!,yang jelas setelah masalah ini selesai,kau akan mendapat hukuman!" Leon menarik resleting jeket Caca yang mengibas kesal lalu hidupkan motor akan berlalu,
"Biarkan aku mencari anak-anak,hubby segera urus pelakunya dan hal lain yang tidak perlu aku harus dengar seperti tadi,aku akan baik-baik saja, okey!" suara dan tatapan Caca membuat Leon menyerah dengan terpaksa,dengan hati sedih leon berbalik ke arah mobil memberi kode agar para bawahan mengikuti istrinya dengan sigap,pria itu tidak ingin bertengkar lagi,ia juga sudah lelah selama beberapa hari ini.melihat motor istrinya hilang di telan gelap malam,bukan berarti ia hilang harapan,pria itu menelfon Damar agar segera menyusul saat ini juga ke itali,ia terus berpikir sejenak dan meminta motor salah pengawal untuk ia kendarai.
"aku akan menyusul istriku,tolong segera telfon dokter pribadi kak Luis agar ke labirin".
Jadi ceritanya,hutan itu di sebut hutan terlarang karna lokasi hutan itu berada di sebuah perbatasan wilayah kekuasaan Luis dan juga pemukiman penduduk,hutan itu dulu adalah milik keluarga Luis,tempat kedua pria itu mendapatkan hukuman atau pengasingan jika di hukum keluarga Napoleon,semua masyarakat tau wilayah itu di tutup untuk umum, pemerintahpun sudah memasang larangan,karna beberapa kali hewan peliharaan hilang jika sudah masuk di tempat itu,di kabarkan ada binatang buas dan juga tanaman beracun,di dalam sana ada sebuah labirin atau bekas taman bermain terbaik milik keluarga Napoleon,dan kenapa di tutup karna Luis di temukan di sana setelah menghilang selama 3 hari,ia sempat tidak mau berinteraksi dengan siapapun,kecuali mommy Victoria,leon juga pernah keracunan jamur,saat itu mereka berusia 7 tahun,saat masih awal-awal keluarga Napoleon sedang berjuang untuk bangkit dari konflik yang besar,dan masa-masa itu juga Leon banyak di tempa dengan keras,tapi Leon tidak kuatir jika seandainya benar Zeyna di jalur yang ia dengar,karena tempat itu sudah dekat jalan umum untuk mendekati gunung di sebelah bukit dan ada pos penjagaan di sana,ia juga mendengar jika ada salah satu pendaki yang bertemu dan memberinya makanan kemarin,menurut pengakuan polisi,anak itu menghindari keluarga dan pihak-pihak berseragam.
Luis yang saat ini akan melakukan operasi pada kakinya di dampingi Mrs.Queen,menatap penuh sesal pada Lexa,lalu Lea serta Erica Yang pagi-pagi datang di rumah sakit setelah David memberikan kabar dan memberikan perhatian pada keluarga ini,Mr.Napoleon sedang mengutus seseorang untuk membawa pelaku penabrakan itu di depan dirinya yang saat ini sudah berada di rumah sakit miliknya.
" kak,seseorang menelfonmu....." Erica menyodorkan handphone pada luis,yang segera mencari tempat bicara yang benar di pojok,saat ini Mommy dan Erica menemani dirinya .
"baik,langsung cari adikku,sekarang aku kirim fotonya,mungkin kau belum mengenalnya setelah dia dewasa" perintah mutlak itu di dengar seseorang yang bukan lain,pengelola hutan terlarang itu selama ini di rahasiakan.
Di sisi lain,di sebuah pondok bekas istirahat pendaki,Deuz dan Zeus duduk menyiapkan ransel untuk ke arah sebelah bukit,jauh ke arah labirin tua sesuai kabar yang mereka baru saja terima jika Zeyna sempat di rumah daun ini beberapa jam yang lalu,anak itu meninggalkan sebuah buku gambar,di sana beberapa coretan-coretan wajah ibu mereka jelas sekali.
"aku sungguh menyesal,tidak seharusnya mommy mendapatkan perlakuan kasar dariku tadi....." Deuz menatap gambar wajah ibunya yang di buat Zeyna,anak kecil itu memang selalu membawa dua buku agenda kecil yang berisi alamat dan juga nomor telepon keluarga jika ia tersesat,dan juga buku gambar ini,anak itu sudah 10 tahun dan kemana-mana menenteng tas kecil berbentuk boneka,yang di lengkapi alat pelacak dan juga handphone yang saat ini mati kehabisan batrei,tertinggal di pondok juga mungkin dia buru-buru kabur melihat rombongan berseragam polisi.
"apa kau memarahi mommy?" Zeus bertanya dengan sungguh-sungguh sambil menatap kakaknya yang mengguk,
"tidak seharusnya hal itu terjadi,tapi aku sangat kesal.....,mungkin mommy tidak akan memaafkan aku dan kecewa.......", Deuz tersenyum kecut mengingat bagaimana dirinya bersikap beberapa jam yang lalu,Zeus menarik nafas berat lalu kembali hembuskan perlahan lalu menepuk paha kokoh kakaknya untuk bergegas.
"mommy tidak akan marah lama-lama,saat ini aku cuman ingin kakak fokus menemukan Zeyna.....jika kita lebih cepat menemukannya,dia tidak akan lari......kita berdua yang ia kenali bukan?"
"ternyata kau benar....,ayo....." dengan menyimpan satu lembar kertas berisi pesan pada Zeyna jika kakaknya menyuruh menunggu di pondok ini jika ia kembali di tempat ini.tak jauh dari dua pria muda itu bergegas pergi,sosok Caca mendekat dengan mata berkaca-kaca,beberapa menit yang lalu ia telah tiba di TKP dan menaiki jalur pendakian ini untuk mengantar makanan pada dua anaknya,di saat itulah ia mendengar percakapan Deuz yang jujur tidak sanggup memarahi dirinya tadi,ia duduk di sana sejenak,memotret tulisan2 dan gambar2 Zeyna yang tercecer di depannya,jelas sekali anak itu tumbuh dengan merindukan dirinya selama lebih dari 6 bulan bersama orangtua kandungnya.
"Ca......,suara parau Leon memecah kesunyian di pagi itu,mereka berjalan dengan lebih cepat menggunakan motor,hingga tidak membutuhkan 1 jam sudah tiba di tempat terakhir jejak anak itu,Caca menatap sekitar,Padang rumput,bukit,dan juga suara air terjun,apakah ini hutan terlarang yang di maksud suaminya??,ada beberapa pohon apel liar dan juga buah Cherry,wajar saja suaminya ini tidak begitu cemas,tempat ini cuman taman Nasional yang di tutup karna sudah jadi milik pribadi Luis.
"gila.....,ini gila.......!", Caca kuatir hampir mau meninggal memikirkan anak-anak sampai harus bertengkar dengan si sulung,tapi keanehan sikap suami yang tidak terlalu marah pada anak buah dan tetap terlihat tenang di depan seorang peliput berita,seharusnya saat itu Caca paham tanpa harus di jelaskan jika anak angkat mereka cuman terseset lalu nyaman berada di hutan penuh dengan tanaman indah dan juga ada beberapa penjagaan yang ia temui tadi di perjalanan,lalu apa yang Deuz cemaskan?
"Deuz cemas dan panik karna Zeyna belum makan dan juga mereka tidak tau dengan detail situasi Taman ini,kecuali aku dan kak Luis"