
Semua manusia inginkan kebahagiaan dan ketenangan,itu juga yang di harapkan Alexa,tapi batinnya sungguh tertekan saat ini,melihat kenyataan dan bukti cctv jika dirinya memang seorang ibu,saat ini usianya menginjak 25 tahun dan Zeyna sudah menginjak usia 7 tahun,jadi ia hamil muda saat itu dan mengalami penderitaan yang membuat dirinya mengalami sakit dan koma hingga melupakan identitas aslinya seorang istri dan ibu rumah tangga.saat ini,ia menatap potret dirinya yang dulu bersama Luis,pria berambut perak,rupawan, milyarder ternama tapi juga seorang mafia,setitik bening airmata nyaris menetes melihat beberapa kenangan yang ia coba ingat,banyak yang bercerita bahwa dirinya dulu begitu mencintai sosok suaminya ini,tapi sekarang mengapa hanya perasaan kuatir dan bimbang di otaknya.
" apakah aku pantas mendapatkan pria seperti dia?" akhirnya pertanyaan itu di sertai genangan airmata,seseorang yang selalu mendampinginya selama ini adalah sosok wanita Asia bukan lain Caca,Luis meminta wanita itu menemui Alexa secara pribadi sebelum kembali ke Swiss.kini keduanya sama-sama di kamar pribadi Alexa,dan Caca sedang duduk di sudut ruangan menunggu dengan sabar kapan akan di tanya lagi.
"banyak hal yang telah kulewatkan sia sia ternyata,apakah kak Luis sampai saat ini masih mencintaiku? setelah beberapa bulan aku di Dubai,banyak hal yang ku ketahui,tapi aku bingung bagaimana caranya memulai untuk bertanya padanya....." l
Caca dan Leon seharusnya tidak bisa masuk ikut campur dengan rumah tangga Luis,tapi Zeyna sudah menjadi anak angkat mereka dan banyak hal yang Alexa tidak ingat sejak bangun dari koma,gadis ini lebih banyak belajar dan bekerja,menutupi banyak hal yang sebenarnya ia ingin tanyakan.
"aku hanya ingat pernah melukai kak Luis di Mension kak Caca....,dan sejak saat itu pikiranku kalut,lalu tiba-tiba saat berada di Dubai....,seseorang terus mengawasiku....hingga akhirnya aku tiba di sini dalam keadaan tidak sadar"
"bagaimana aku bisa jelaskan,yang harus jujur padamu adalah kak Luis sendiri...."
"tapi aku hanya merasakan kebencian padanya dulu,,lalu sekarang aku hanya merasakan rasa bersalah,setelah Given dan Yuka serta Yoga menelfon dan bergantian menceritakan siapa aku sebenarnya,dan mengirimiku beberapa foto kebersamaan kami dulu...." di keluarga Leon ada 3 orang remaja lagi selain Lea dan dua putranya,3 sosok itu adalah adik ipar dan adik angkat dari David.mereka sahabat terbaik Alexa selain Caca,pelan-pelan mereka memberikan banyak perhatian dan kasih sayang secara mental pada wanita ini hingga akhirnya saat dia tiba di Italia,hanya tatapan bingung pada Luis.
"aku harus kembali besok pagi ke Swiss,yang jelas kamu tidak bisa ikut....,tapi tenang saja kapanpun kamu ingin kembali,rumah kami selalu terbuka untukmu.....,saat ini aku minta tolong benahi pikiran dan perasaannmu dulu...,,siapkan mentalmu untuk bicara baik-baik pada kak Luis...." Caca mencoba mengarahkan Alexa agar tidak terlalu keras pendirian dan menutupi keinginan tahuannya pada Luis.
"jika suatu saat nanti aku inginkan Zeyna,apakah kak Caca memberikan dia padaku?" pertanyaan itu terdengar lirih dan sedih,Alexa mengangguk yakin,apalagi melihat tubuh Alexa bergetar hebat,ia memeluk dan mengusap pundaknya,entah kenapa Caca sangat peduli dan penuh kasih sayang pada Alexa,tidak membeda bedakan kasih sayangnya antara Yuka dan Yoga adik kandungnya,mereka seumuran tapi Caca melihat yang paling butuh kasih sayang adalah Alexa.
"aku tidak tau bagaimana membalas semua kebaikan dan tanggung jawab kak Caca dari awal padaku dan Zeyna......padahal...." akhirnya jatuh juga tangis yang bertahun-tahun tidak pernah ia perlihatkan pada siapapun,Alexa terduduk dalam rengkuhan Caca,dari jauh Leon mengawasi lewat cctv,di sampingnya ada Luis yang menatap sendu,gadis itu sulit menangis atau merajuk seperti Caca ataupun adiknya Lea,Erica dan remaja kebanyakan.
"aku akan kesana sekarang....." Luis beranjak pergi dengan tergesa-gesa dari kantor di ikuti Leon,sempatkan diri menelfon dokter pribadi untuk berjaga-jaga jika Alexa benar-benar drop lagi.
Caca bisa mengusap punggung gadis itu,ia tau bahwa semua yang Alexa alami bukan atas keinginannya.
"aku membenci kak Luis begitu lama.....padahal hanya dia yang kumiliki....jika saja tidak ada kak caca dan yang lainnya aku tidak tau apa yang terjadi padaku...." Alexa terbata-bata berbicara,ia hanya merasakan lelah dan terlalu keras pada dirinya selama ini,berpikir keras bagaimana terlepas dari Luis tapi satu sisi dia tidak pernah tau jika semua yang ia lakukan adalah kesalahan besar.
"kak Caca tau tidak,,sejak aku sadar....aku membencinya yang misterius....,aku muakkk dengan semua percobaan-percobaan pada fisikku....!,aku sungguh muaakk melihat diriku yang sebenarnya tidak memiliki orangtua tapi dia berbohong bahwa aku adalah adik kandung kak Caca,padahal aku adalah bayi yang dia pungut dan jadikan anaknya ....,semua penuh kebohongan....." Alexa mulai merancang batin Caca,di kamar ini hanya ada dirinya,gadis ini memiliki trauma psikologis yang rentan jika sudah emosi menguasai ia akan susah di kontrol,hal ini pernah terjadi dulu.
"lexa ....tenanglah....semua sudah berakhir....ada aku di sini...."
"ia lexa.....aku tau...tapi semua sudah berakhir....kamu saat ini...."
"aku di anggap gila dan menyedihkan.....!,itu yang selalu tertulis dengan jelas dalam tatapan kak Luis....!,aku lelah dengan semua hal tentang drama di rumah ini kak....,Aku LELAAAH!!!!" Caca berusaha menahan lengan gadis cantik ini agar tidak memukul dirinya sendiri,ia paham sekali jika emosi Alexa akhirnya meledak setelah sekian tahun Luis mengawasinya dengan ketat tapi tidak pernah sama-sama duduk dan berbicara secara tenang.
"mommy....ini aku...buka pintunya...." itu suara Leon,Alexa terjaga dan mengusap air matanya,dia mulai kembali pura-pura kuat dan ingin berdiri tegak di saat itulah fisik dan pikirannya tidak sejalan,untung Leon dan Luis tidak menunggu di bukakkan pintu hingga mereka bersama-sama melihat gadis itu akan limbung ke lantai,Luis berlari menerjang untuk menyelamatkan kepala Alexa dari benturan,Caca lebih sigap memeluk tubuhnya yang terkulai.
"lexa......Jagan menakutiku....." Caca panik dan kali ini untuk kesekian ia melihat Alexa terlihat tidak berdaya dengan airmata masih tersisa di kedua pipinya.
"aku lelah kak.....sungguh lelah......,aku ingin berguna dan ......aku merindukan masa-masa dia menjadi ayahku...,tapi sampai saat ini dia hanya melihatku seperti anjing liar yang kapanpun ia mau buang atau suntik mati...." suara parau itu membuat siapapun sedih dan pilu.
Luis mengambil alih tubuh Alexa dan dengan cepat Leon menuntun Caca agar keluar dari kamar itu,memberikan ruang pada Luis untuk bicara dengan gadis malang itu.
di ruang tengah Caca mengusap sudut matanya tidak ingin terlihat cengeng di depan Leon,tapi pria itu sudah melihat dan mengawasi istrinya lewat cctv sejak awal jadi hanya pura-pura merajuk.
"mommy....ayo kita kembali ke Mension,aku lelah dan ingin tidur....." Leon pura-pura bersandar di bahu mungil milik wanita Asia itu,dan tentu saja Caca tersenyum penuh debaran,suaminya tetap saja terlihat manis dan tampan di moment seperti ini.
"ya...,kita akan kembali dua jam lagi....,kita harus pastikan keduanya baik-baik saja....mari kita telusuri rumah ini karna seumur hidupku baru kali ini berada di sebuah istana tersembunyi" Caca menghela nafas lega lalu mulai berjalan menyusuri lorong tidak di ikuti Leon,pria itu masih melirik hp nya lalu mengirim pesan untuk meminta ijin pada Luis agar pergi istirahat di sebuah ruangan khusus yang sejak kecil dulu Luis sediakan sebuah kamar untuk adik kesayangannya itu bermain.
luis tidak menggubris pesan itu,saat ini Alexa berada di dalam pelukannya dan nyaris lemah,pikirannya kalut dan panik.
"hubby......" Caca memanggil Leon untuk mengikutinya ke taman,sedangkan di satu sisi Luis beranjak bangun membawa lexa di dalam pelukannya ke atas tempat tidur,moment ini sungguh sulit terulang,mungkin sekaranglah ia harus bicara dengan istri kecilnya ini baik-baik.tapi suara lembut itu membuat Luis akhirnya tidak bisa egois,
"aku lelah .....saat ini aku ingin tidur....." permintaan ini tidak pernah lexa ucapkan sebelumnya,dan untuk pertama kalinya ia ingin tidur di dalam pelukan ayah angkat sekaligus suaminya ini.
"aku merindukan Daddy....." mata berwarna zamrud itu menatap nanar,untuk beberapa tahun penantian,akhirnya lexa kembali memanggilnya Daddy,Luis terbenam dengan ingatan di masa-masa Alexa masih kecil dan selalu berteriak ceria memanggilnya Daddy kemanapun ia merajuk harus di ajak.
"maafkan aku....maafkan aku Alexa.....sungguh maafkan aku....istirahatlah...aku di sini....." Luis menarik selimut dan lexa menatap dengan sendu lalu menunduk berbisik lirih.
"tapi jangan menatapku seperti itu lagi....." lexa merasakan hawa dingin sejak awal dan beranikan diri memanggil Luis dengan sapaan masa kecilnya yang terlintas di pikirannya.benar saja,Luis tiba-tiba berubah sedih dan menatap nanar padanya,berbeda dengan akhir-akhir ini Luis cenderung menatap penuh tajam dan penuh pengawasan.