
Pertanyaan Caca tidak segera di jawab Leon,karna ia akan masuk ke mobil.
"hubby....." sekali lagi Caca bertanya sebelum pria berbulu mata panjang lentik itu benar-benar berlalu melakukan pekerjaan,sambil masuk ke dalam mobil, leonpun menjawab dengan senyum lembutnya.
"ada transaksi jual beli antara Deuz dan beberapa transgender beberapa Minggu ini...."
"OMG......!,,hubby....jangan bilang bahwa Deuz..."
"ya,,aku pikir juga anak kita agak belok,padahal tadi saat di meja kafe,aku baru lihat laporan baru masuk lagi dari bawahanku,bahwa Deuz sedang mengembangkan 1 produk sampo untuk menumbuhkan atau menyuburkan rambut ha ha ...dan waria waria itu karyawan di salah satu storenya....."
"ya ...,Deuz diam-diam membuka beberapa cabang di Asia dan di sini Dad.....jangan lupakan,dia adalah seorang owner he he" Caca terlihat mulai kembali tenang dan Santai menjawab,rasa bersalah menghantui dirinya yang berpikir terlalu rumit dengan anak pertama jenius itu.
"maafkan aku....,memang sebaiknya dia harus menetap di Swiss...,dan aku harus lebih banyak waktu untuk mereka...." Leon berbicara parau sambil menatap istrinya lalu hidupkan mobil....Caca tersenyum melambai dan berdiri di depan lobby hingga mobil yang di kendarai Leon menghilang dari pandangan,oh ia Leon memang lebih suka menyetir sendiri jika berada di luar kota,kalaupun di rumah pribadi,para driver lebih banyak mengantar jemput anak anak atau sekedar pergi mengantar makanan atau mungkin para wanita Karir di dalam keluarga ingin shopping.
Caca melangkah gontai ke dalam hotel lalu sempatkan diri berbicara dengan operasional hotel sekedar bertanya bagaimana hari hari mereka,tempat mewah ini milik suaminya,tentu Caca juga ambil bagian dalam beberapa hal,tapi tentu saja profesinya sebagai seorang istri owner dan sekaligus salah satu pemilik hotel ini sebagai hadiah pernikahan yang kesekian dari mertua dan suaminya.
"Bu Casandra...maaf,pesanan anda sedang di antar ke ke kamar anda .." sapaan pelayan kafe membuat Caca berbalik ke arah dalam hotel menuju kamar,tidak lupa wanita itu mampir di kasir sekedar mengucapkan Terima kasih dengan senyum lebarnya.
siapa yang tidak betah jika memiliki istri seanggun wanita ini batin salah satu staff di sana,bertubuh ideal bak gadis remaja dan aura yang terpancar darinya membuat siapapun tergelitik untuk ikut menyunggingkan senyum.
Dering hp iPhone dari genggaman Caca mengalihkan lamunan,wanita itu sudah tau siapa yang akan menelfon jam begini kalau bukan putra keduanya.
"morning my son.....,bagaimana kabarmu pagi ini?,sudahkah kau berdoa sebelum rapikan kamarmu?" Caca berbicara sambil keluar dari lift VIP ke kamar pribadi yg ia dan Leon tempati,,di mana si sulung sudah di menatap layar hpnya juga,lalu menyimpan alat itu saat ibunya terlihat asik ngobrol dengan adik via video call,Deuz bergabung sekedar menyapa tapi si adik langsung terlihat senang lalu meminta saran pada kakaknya.
"bisakah aku mengirimimu pertanyaan serius,dan aku butuh saran secepatnya kak....." mata Zeus terlihat berbinar meminta kakaknya melihat hp,sang ibu pura-pura tidak ingin ikut campur jadi memberikan hpnya pada Deuz agar kedua pria lajang bebas berbicara.
"apa yang ingin kau bicarakan secara rahasia?"
"mommy sudah menghilang?" Zeus begitu Malu jika ibunya tau kalau ada seorang gadis yang ingin ia dekati,Deuz akan menjaga privasinya karna ia tau kakaknya bukan pria yang ember batin si remaja kunyukkk yang sudah masuk sekolah menengah atas itu,jadi singkat cerita pagi itu Zeus mengatakan bahwa menyukai kakak kelasnya,tapi perempuan turunan lokal wilayah Swiss itu tiba-tiba menghilang dari sekolah,ia meminta kakaknya membantu mencari tau diam-diam tanpa sepengetahuan orangtua.
"baiklah,,kirimi aku akun atau salah satu identitasnya,nanti aku kabari playboy,lalu si mata chubby itu bagaimana?" Tuuttt,Deuz langsung mendapatkan bungkaman dari si adik yang memang lebih agresif dalam hal lawan jenis,anak itu memiliki pergaulan yang lebih banyak daripada Deuz yang tidak memiliki satupun sahabat perempuan kecuali bibi Lea yang nyaris seumuran dengannya.mereka tidak terlihat bibi dan ponakan saat bersama,karna Lea tidak ingin malu jika di sapa "aunty".
"dia masih sekolah.....dan waw..... amazing....sudah menyukai seseorang,anak siapa yang bermata chubby?" Caca ternyata menyimak sejak awal.
"he he....,ini rahasia kami....mommy tidak boleh melanggar aturan sendiri"
Deuz menggoda ibunya yang melotot tak terima,lalu mengingat jika dirinya membuat aturan jika anak anaknya sudah berusia 15 tahun ke atas,ia dan Leon tidak boleh memaksa mereka bicara sebelum mereka sendiri yang akan jujur tentang privasi mereka.
" come on mommy.....skorsing itu tidak akan berlaku jika aku sudah kembali di Swiss....,dan di membantu Daddy untuk melamar gadis pujaan Zeus...."
"adikmu baru 17 tahun saat ini dan kamu baru 19 tahun,,apa yang kalian pikirkan tentang pernikahan??!!!" Caca meradang dan tidak tau jika anaknya sedang bercanda,mata ibunya yang terlihat lucu saat marah membuat Deuz terpingkal pingkal tertawa.
"akan lebih seru jika Zeus juga melihat mommy sepagi ini melotot...,baiklah moment ini sangat langka ..." secepat dan secerdas otaknya,Deuz mengabadikan tatapan mata hazel milik ibunya yang amat ia patuhi dan kasihi,begitu menghangatkan perasaan rindunya setiap kali lelah dalam studinya dan juga pekerjaan,senyum ibu dan adiknya menjadi alasan ia tidak bisa jauh-jauh dari rumah,apalagi senyum gadis cantik putri kandung paman Luis itu,tiba-tiba senyumnya menghilang berganti muram,menatap ibunya yang menyadari perubahan ekspresi mendalam anaknya.
"kemarilah.....,kau pasti Merindukan adik-adikmu.....", Caca mendapatkan lengan putranya melingkar merengkuh dan bersandar sejenak di bahu sebelah kiri,anak itu persis suaminya,suka menenggelamkan wajah mereka di bahu Caca sebelah kiri,lalu dengan perlahan tanpa aba-aba,Caca akan mengusap punggung putranya yang sudah dewasa.
"pasti Anak itu jadi kurus dan merindukan buku-buku dongengnya....,aku akan membeli beberapa buku dan hadiah lalu menemuinya setelah selesai mengurus semua kepindahanku"
"apakah Paman Luismu memberi ijin jika kita ke rumah mereka?"
"aku akan bicara dengan Daddy.....dan Kakek.....",Deuz menjawab santai dengan terus melihat pesan masuk dari adiknya,ibunya kemeja makan menata piring,di saat itulah nyaris jatuh sebuah piring dari genggamannya saat ada suara ketukan pintu,Caca merasakan kecemasan dan perasaan tidak enak karna sebelumnya tidak memesan apapun selain menu tadi sudah di antar 2 menit yang lalu,dan itu suara Leon yang tidak menunggu di bukakan pintu dari dalam,pria itu tergesa-gesa membuka pin lalu masuk menarik lengan istrinya untuk duduk di samping Deuz yang ikut panik,raut wajah ayahnya itu seperti baru saja menangis.
"hubby.....,ada apa?" Caca bertanya dengan keheranan,karna tadinya baru saja mengantar suaminya di depan lobby,lalu kini kembali dengan mata merah menggenggam tangannya lalu menatap Deuz dengan serius,wajah pria itu memerah seperti habis tersengat bola api,padahal saat ini inggris sedang musim semi,dan jelas di luar cuaca tidak begitu memerahkan kulit tentunya.
" Zeyna menghilang.....,Deuz...dengarkan Daddy....,kami membutuhkan bantuan team kamu.....,karna Paman dan bibimu saat ini dalam keadaan koma"
seketika tetesan air mata Caca menggenang tidak terbendung dengan nafas naik turun berusaha di kuatkan Leon,tadinya saat mendengar kabar dari Lea adiknya bahwa saat ini keluarga besarnya di Itali sedang menuju rumah sakit,ada kejadian tragis terjadi di perjalanan saat Luis dan Lexa mengajak Zeyna ke taman bermain.
Deuz langsung menelfon seseorang dan berlari keluar dengan mata berkaca-kaca,Leon bergegas menyusul bersama istrinya coba menahan,tapi Deuz terlihat kecewa.
"aku dari awal tidak mengijinkan Zeyna keluar terlalu jauh dari pengawasanku....", Caca menutup mulut ingin menenangkan putranya,tapi anak itu mundur bergegas pergi dari hadapan mereka dengan berucap satu ancaman.
" Deuz tidak akan pernah memaafkan mommy dan Daddy jika terjadi sesuatu pada Zeyna....." Leon menatap punggung anaknya yang menghilang di balik lift.
Caca masuk ke kamar,meraih segala sesuatu yang bisa ia bawa dan akan lari keluar menyusul.
"jangan tinggalkan aku Casandra,kau mau mengejar anak-anakmu,mencari putrimu,sedangkan aku juga sedih dengan semua ini.....,duduklah,kita perlu mengatur jadwal kepulangan...." Leon berbicara parau dengan airmata sudah menggunung penuh kuatir pada anak angkatnya yang di kabarkan hilang.
"arrrrgghhhhhh.....,ada apa dengan keluarga kita Hubby??....." Caca akhirnya tidak bisa menahan suara teriakannya sambil bersujud di tepi tempat tidur,berserah dalam tangisan penuh harapan bahwa sang pencipta adalah satu-satunya pemberi jalan untuk mereka segera tiba di Itali pagi ini juga.
"honey....., please...don't cry....." Leon merangkul punggung istrinya yang bergetae tersedu-sedu,ia juga berusaha menahan diri untuk tidak menangis seperti Caca,yang terlihat sakit hati melihat sikap putra sulungnya yang emosi dan juga Leon yang bisa di bilang punya orang suruhan terbaik untuk menjaga keluarga ini.