
"berpisah?,jauh-jauh kau kabur dari rumah sakit rehabilitas hanya untuk mengungkapkan ini,apa alasannya?" Luis menahan kedua lengan Alexa dengan kuat,mau sampai kapan ia harus menerima lemparan berbagai benda di sekujur tubuhnya,dirinya bukan tembok donk,gadis itu menatap penuh kebencian teramat dalam pada Luis yang sejak dua hari lalu juga berpikir untuk pergi ke Antartika mencintai Alexa dalam diam di sana sampai gadis ini sadar akan kesalahannya tapi malah kini ia datang dengan penuh caci maki dan amarah yang luar biasa.
"untuk apa aku bersama laki-laki yang membunuh orangtuaku,memperkosaku lalu nyaris menghapus semua ingatanku di masalalu???!!!,,kau tidak pantas di sebut manusia!!!!!" penuturan Alexa membuat tubuh Luis bergetar,matanya terasa panas dan otaknya seperti di rayapi semut api,tudingan ini membuatnya menyadari ada kesalahan yang fatal di dalam ingatan istrinya setelah kecelakaan itu,ia tak perlu meladeni orang yang jelas-jelas sudah tak bisa menerimanya lagi,ia menarik laci mengambil sesuatu dari sana dan tanpa peringatan Luis mendorong Lexa ke kasur dengan sedikit kasar lalu menyuntik lengan gadis itu yang seketika terkejut menatap kecewa padanya.
"maafkan aku Lexa.....,jika mau berpisah,okey!!!,,siapkan semua berkas-berkasnya sesuai keinginanmu!!,aku lelah!!!"
suara bentakan itu terdengar jelas di sertai airmata yang kabur di mata Lexa kini pelan-pelan terkulai lemas di kasur.Luis keluar dari sana menyeka air matanya ke arah sebelah kamar,ada sebuah minibar pribadi sekalian ruang baca miliknya,ia menekan nomor telepon rumah memanggil seseorang lalu duduk di atas karpet bulu di depan kaca mengarah ke taman belakang,di sana anak-anak dari Leon,David dan Deviz makan malam dengan canda tawa,hatinya terasa sedikit hangat melihat tawa riuh polos anak-anak dari adik-adiknya itu,namun airmata jatuh hingga seseorang masuk di sana dengan langkah pelan,aroma kuat tercium dari posisi Luis termenung,ia menoleh dengan tatapan jelas kabur Karna airmatanya menggenang di mata tak lagi indah seperti dulu.
langkah mantab,penuh kuatir bergegas lebih cepat ,karna Luis langsung merangkak dari karpet dengan tubuh bergetar lalu membenamkan kepalanya di dalam pelukan wanita yang begitu mencintainya sekalipun bukanlah sosok yang melahirkannya,bukan lain adalah ibu kandung dari adiknya Leon,wanita bangsawan penuh kasih sayang dan sangat memahami putra sulungnya ini.ia sudah menahan semua kesedihan dan lukanya begitu lama,hingga terdengarlah suara tangisan putus asa di ruangan itu.wanita paruh baya itu ikut meneteskan airmata seraya mengusap rambut dan punggung putranya dengan suara pelan.
"menangislah....semua orang punya hak menangis.....,lain kali langsung ke rumah kita saja...temui Dad dan mom dulu...." wanita ini sudah tiba beberapa menit yang lalu saat caca menelfon memberitahu jika Alexa kabur dari rumah sakit rehabilitas,untungnya RS itu adalah salah satu milik Napoleon Group,tak susah amat Alexa mencari kendaraan untuk kabur ke studio,karna di sana sudah di tugaskan sopir pribadi yang siap menyamar mengintai perilaku Alexa.
"dua tahun.....,mommy....aku sudah tidak tau lagi harus bagaimana....dua tahun.....,Ya Tuhan...." Luis berkata dengan pelan dan merebahkan kepalanya di atas pangkuan Mrs.Queen yang terus menenangkan putra sulungnya ini,tak jauh dari sana ada sepasang mata bundar menatap dengan kaki kecilnya melangkah kearah kedua sosok itu,Deuz di suruh membawa Zeyna ke rumah kakek neneknya tadi,tapi berpapasan di jalan lalu Deuz di suruh makan dulu bersama Zeyna sebelum sama-sama kembali ke mension ini,hingga saat ini Deuz memberi ruang pada paman dan neneknya di dalam sana di perhatikan si Zeyna yang belum paham apa-apa karna baru dua tahun.
"Oma....." suara serak itu mengejutkan Luis segera menyeka airmatanya dan berbalik meraih dan memeluk putri kecilnya,tak jauh dari depan pintu yang terbuka lebar,Leon menatap dengan mata berkaca-kaca sejenak lalu bergegas pergi dari sana meninggalkan Deuz yang masih di bersandar di tembok melihat bayi yang ia anggap racun dalam keluarganya itu tersenyum menatap wajah ayah biologis.hatinya seperti tak menerima jika dua tahun bersama bayi itu menjadi pupus jika sang paman membawa pergi Zeyna,dengan langkah buru-buru ia mengejar ayahnya yang berjalan santai ke arah ruang kerja.
"Dad....bisakah Zeyna bersama kita saja?" pertanyaan Putra sulungnya tak segera di jawab Leon yang sibuk hidupkan unit komputernya dan juga labtopnya.
"Dad......" Deuz terus saja menegur ayahnya lalu ikut duduk di kursi kerja menatap sekitar.
"bukannya dulu kamu yang paling pertama tak menerima Zeyna jadi adikmu?,ketus,mengajak adikmu Zeus bersekutu sering membuat mommy terjaga agar bosan merawat bayi itu?" leon ingat betul dua putranya begitu berulah saat bayi sebulan itu tiba di rumah ini,mereka selalu sengaja merajuk agar Caca hanya memperhatikan mereka berdua saja,ada rasa kesal bila mengingat moment itu Leon yang harus mengalah menjaga dan menengahi perdebatan Caca dan kedua anak kandungnya.
"mungkin aku tidak ingin kehilangan mainan baru saja...." jawaban Deuz membuat Leon nyaris melempari putranya degan sebuah buku tebal,tapi batinnya masih sehat dan waras meladeni anaknya yang satu ini memang biang kerok dalam diam.
"dasar biang kerok,sana revisi laporanmu tentang penemuanmu....Dad tidak memandang bulu sekalipun kau adalah putraku!" Leon mengalihkan perhatian putranya untuk fokus pada semua keahliannya selama 5 tahun ini sudah mengembangkan beberapa produk baru dan memiliki sebuah laboratorium pribadi berkat kerja kerasnya sendiri,bakat itu turun dari Luis dan juga Leon.anak sulungnya ini memiliki beberapa kontribusi untuk perusahaan baru Napoleon company yang tak bisa di anggap sepele,tentu saja Deuz tidak mengalihkan harapan yang kukuh tidak sulit Leon patahkan.
"aku harap saat kembali dari Dubai.....,Zeyna tetap di sini...." Deuz berkata dingin menatap ayahnya yang balas menatap,satu-satunya duplikat berharga Leon,si sulung ini lebih berani tegas daripada dirinya yang memilih pergi jika keberatan akan sesuatu hal.
"jangan melototi ayahmu.....!" Deuz menjewer telinga putranya yang tak merasa sakit malah terkekeh.
"Daddy.....kak Deuz....ada seseorang yang menunggu di ruang tamu..." itu suara Zeus satu-satunya duplikat Caca,tapi..hanya karakternya,fisiknya tetap setampan Leon yang beranjak bangun dari kursi menarik bahu putra keduanya dan saling rangkul keluar dari sana,di ikuti Deuz yang bergeser tak ingin di rangkul ayahnya karna ia dan ayahnya nyaris sama tinggi,terakhri kali mereka pernah jalan beriringan di lobby kantor,so semua karyawan dan staff di sana heboh mengira Deuz adalah adik dari CEO Leonel.
"Deuz......" Lamunan Deuz buyar saat suara seseorang menyapanya dengan lembut,langkahnya yang pelan tadi menyusul adik dan ayahnya ke ruang tamu tercegat berhenti saat melihat sosok siapa di ruang tamu lalu yang menyapanya di sisi tangga.
"biang kerok sudah ngumpul...." gumanan Leon terdengar di telinga Ali yang mendesah ketus,tapi apa boleh buat,sejak dulu kedua pria ini bagaikan api dan es.apalagi Ali sangat menarik perhatian putra sulungnya,lihat saja dalam hitungan detik Erica dan Ali sudah berpindah tempat ke Pavilium pribadi Erica,entah mereka sibuk membicarakan apa.
"Zeus jangan meniru kakakmu" Leon tak terima jika putra keduanya ikut terkecoh ke rumah minimalis di belakang mension ini,tapi percuma saat langkah Leon dan Caca tiba di teras depan.sopir menunjuk sebuah motor sport terbaru yang baru tiba bersamaan dengan mobil yang di tumpangi Ali fams,putranya di beri hadiah motor donk oleh si pria Dubai itu.
"Ca....." Leon merangkul pundak istrinya saat melihat Zeus sudah tertawa mengetes motor itu keliling halaman mension yang super megah,memamerkan hadiah itu pada sepupu-sepupunya yang saat itu juga sedang sibuk membuka kotak hadiah mereka masing-masing yang sudah dari awal di siapkan Erica sebelum datang di Swiss.
"hmmn?,ada apa?" Caca menengadah bingung saat tiba-tiba Caca di gendong kembali masuk ke dalam rumah,berpapasan dengan Luis yang saat itu berada di dapur bersama Zeyna kecil dan juga ibunda dari dua pria tengal ini.
"turunkan aku Hubby....." caca meronta ingin turun saat melihat Kakak ipar dan mertuanya,tapi kekuatan leon lebih unggul menahannya agar tetap dalam gendongannya,terbitlah senyum Mrs.Queen saat Leon berkata frontal pada kepala pelayan.
"jangan ada satu manusia dan satu mahkluk haluspun yang menggangguku di atap....." suara Leon mendapat respon tertawa kocak dari Luis dan ibunya,sang kepala dapur mengangguk pergi dengan pipi memerah ikut deg degan dengan pria dingin otak mesum itu,belum selesai di sana,seisi dapur saat ini terlihat hangat dengan penampilan tuan besar Luisioner yang masak bersama balita mungilnya yang semangat tiada tanding,moment menggemaskan itu jadi santapan rohani Mr.Napoleon yang baru tiba dari kantor,pria tua tapi rupawan itu sangat menikmati suasana di depan tadi bersorak ikut senang melihat para cucu-cucunya membuka hadiah yang dirinya juga bawakan,karna Direktur utama ini memang satu jet pribadi dengan putrinya Erica dan menantunya Ali,tapi ia lebih dahulu mampir dulu ke kastil pribadinya menyapa Lea yang saat ini sudah bergabung dengan anak-anak remaja di halaman depan.
Mr.Napoleon meraih kamera milik Leon yang sudah selalu siap di meja ruang tengah,ia mengabadikan beberapa moment manis weekend ini di dalam kamera,istrinya yang sibuk membantu Luis masak,hingga dadanya terasa hangat saat melihat putra sulung kebanggaannya itu tertawa lepas sambil menggendong putri kecil buah hati dari pernikahannya dengan Alexa yang saat ini masih terlelap di bawah pengaruh obat,tapi ia belum tahu jika Alexa juga berada di rumah megah ini,ia hanya tau jika malam tiba menantunya di beri obat agar tidur daripada ia meronta-ronta tak karuan,airmata seorang ayah sekaligus seorang kakek nyaris menetes saat mengingat masalah rumah tangga putra sulungnya belum selesai juga,matanya cepat-cepat mencari objek lain melihat putra semata wayangnya leon menaiki tangga dengan menggendong sang istri tercinta ke ruangan pribadi yang berada di atap mension megah ini.
"hello my princess...." Mr.Napoleon menyapa Zeyna yang masih terus tertawa melihat kelucuan ayahnya.
Luis dan Zeyna
Mrs.Queen menatap suaminya yang duduk di sampingnya dengan raut sedih sambil menyeka matanya yang sempat basah,jemari wanita penyabar itu mengusap punggung tangan pria keturunan bangsawan Romawi ini.
"it's okey....semua baik-baik saja...." ,sang wanita anggun menyuguhkan secangkir teh hijau hangat di sambut dengan senyuman penuh cinta.
"Terima kasih my Queen....."
Setelah melewati dua jam berbincang-bincang dengan Luis dan istrinya di meja makan bersama ke cucu-cucunya yang saat ini lengkap,Mr.napoleon menyadari ada sosok yang memperhatikan mereka dari lantai dua,awalnya ia mengira itu adalah Leon dan Caca tapi mengingat pesan maid tadi bahwa putranya di atap sedang tak ingin di ganggu,ia kembali melirik sebuah bayangan yang lewat di tangga turun,matanya mencoba lebih jelas lagi menatap di ikuti istrinya yang ikut melihat sosok wanita kecil lusuh itu yang turun dari tangga ke lantai satu akan keluar dari ruang tengah di cegat Luis yang juga menyadari sesuatu dan sudah berlari mengikuti langkah istrinya itu.
"Alexa?" Saat kalimat itu keluar dari mulut Mr.Napoleon semua baru ingat jika beliau belum tahu sama sekali jika menantu sulungnya kabur dari rumah sakit rehabilitas,8 bulan lalu setelah sadar dari koma yang panjang 2 tahun lamanya,Lexa mengalami kelumpuhan fisik di bagian kaki dan juga amnesia,ia tak menyangka fisik Alexa yang saat ini luar biasa berbeda.
"Dad....,beri Luis Waktu.....mommy akan jelaskan....anak-anak....tetap selesaikan makan kalian lalu ke ruang baca,Damar dan Sera akan mengawasi kalian....." Mrs.Queen memberi instruksi pada Sera dan Damar agar mengawasi cucu-cucunya agar selalu belajar tidak ikut campur masalah orang dewasa.tentu saja aturan itu sudah berjalan dalam keluarga Napoleon.