My Nanny, Ohh My Future

My Nanny, Ohh My Future
128.Serbuk berlian




leon di kantor



leon di mata Caca



leon jadi model versi anime


Sudah jam 6 sore,Leon masih bekerja di bawah perintah nyonya rumah,beberapa kali ganti tempat,antara kamar,kolam dan juga taman,yang jelas topiknya hari ini menjadi model sebuah galery baru milik istrinya,bukan model busana ataupun untuk ikut sampul majalah,dan galery itu akan di buka 1 bulan lagi bersamaan dengan peluncuran edisi fashion show desain terbaru Ariana di Swiss,beberapa bintang ternama di penjuru dunia akan hadir,dan akan di selenggarakan di Zurich Swiss.



Dari hasil pemotretan itu,Caca akan mengirim salinannya pada ibunya yang akan melukis karya yang persis Leon dan sering kali ibunya itu memajang beberapa karya terbaik di galery ternama Swiss.


Deuz kembali dari kampus menjelang jam 6 sore,ia langsung berjalan menuju kamar niatnya mau istirahat,di luar tepatnya teras belakang sedang banyak karyawan ibunya dan sudah mendengar dari nenek bahwa ayahnya hari ini sibuk jadi model foto shoot ibunya sendiri di taman,jarang sekali sang ayah melakukan pekerjaan di bawah kuasa ibunya,jadi Deuz tidak ingin kesana menganggu,karna pasti mereka akan berdebat,melihat dari jauh detail desain busana yang di kenakan, koreografi berbeda dari biasanya,takut saja ia akan ikut jadi model,ketika melewati kamar Zeus sebelum naik tangga ke kamar,adiknya itu terlihat lelap dan maid telah memberitahu jika adiknya tetap dalam pengawasan dokter sampai benar-benar pulih,Deuz melanjutkan langkah tangga akan membuka pintu kamar tapi tidak jauh dari depan pintu,gadis kecil manis yaitu adik ke 3 menunggu dengan terkantuk-kantuk,duduk di sofa dengan pakaian santai,saat ini kamar Zeyna pindah dari lantai 1,ke lantai 2,bersebelahan dengan kamar Deuz,rasa lelah pria itu menguap entah kemana setiap kali melihat Gadis kecil yang semakin hari makin curi perhatian.


"selamat sore Mrs.Zeyna...bagaimana sekolahmu hari ini?" anak itu baru selesai mandi,dan sudah terlihat rapi dengan rambut panjangnya yang di ikat kuncir dengan pita besar serasi dengan pakaian yang ia kenakan,di mana gadis peri hutan yang kalem?,kini baru saja 1 hari Zeyna berada di luar rumah,ia sudah cepat adaptasi dan meminta neneknya untuk membantunya membeli keperluan yang menurutnya sesuai dengan anak remaja seusia dirinya,duduk terjaga dalam lamunan dan menatap Deuz yang berdiri menunggu jawaban.


"baru pulang?" gadis itu seperti kucing galak yang tidak terima majikannya telat memberi makan batin Deuz,padahal dari sisi Zeyna,ia sudah bosan menunggu di depan pintu karna kesepian,setelah pergi menemui ibunya yang memberikan pelukan dan kecupan,ia kembali lagi di sini karna tau kedua orangtuanya sedang sibuk.


"ia tuan putri.....why? Merindukanku?,bagaimana sekolahmu? Sudah makan ?" Deuz bertanya sambil mencium puncak kepala hingga pipi adikny bertubi-tubi,salah satu maid yang tidak jauh dari sana ikut senyum gemas melihat sikap kakak beradik ini,terutama Deuz yang semakin hari,matanya semakin teduh,tapi mereka cukup tau diri ,anak sulung dari tuan Leon ini,ramah dan baik,namun soal genit atau sekedar bercanda sekalipun dengan para maid tidak pernah,saat ini Zeyna memiliki pengasuh pribadi yang masih kerabat dekat keluarga Caca,wanita itu mengasuh Zeyna sejak bayi menjadi baby sitter,tapi dengan beberapa list yang sudah ia pahami ,kapan anak itu terapi,main dan juga tidak makan makanan tertentu,nyonya Caca memberikan kelonggaran pada Mily untuk tidak begitu dekat dengan Zeyna kecuali anak itu memanggil,karna sengaja memberikan kebebasan anak itu bermain dengan pikirannya sendiri sejak mengalami insiden beberapa saat lalu,Caca mencoba menerapkan metode baru supaya Zeyna tidak merasa di kekang.


" sudah makan,kak Mily sudah membantuku kerja tugas juga,dan saat ini tugas kak Deuz menemaniku jalan......okey ..."


"jalan kemana?,rambutmu cukup di cat hitam saja jangan tambah warna lain lagi okey..." Deuz melihat warna rambut gadis ini berubah-ubah setiap Minggu,warna rambut aslinya grey nyaris perak keputihan,dan ini gen dari ibu dan ayah biologisnya yang saat ini sedang berada di Selandia Baru,paman sulung Deuz,sekaligus pria paling di takuti dalam lingkungan perusahaan Daddy,dia adalah Presiden Direktur Napoleon Company,banyak orang yang tau dialah pemilik perusahaan,padahal pewaris tunggalnya adalah sang Daddy yang pemalas itu batin Deuz.


"Kak Deeeeuuuzzzz,apakah aku boleh main dengan teman-temanku sekarang?" Zeyna membuyarkan lamunan



Deuz mengeleng dan menuntun adiknya masuk ke kamar baru anak itu ,menunjuk dari jendela bahwa orangtua mereka sedang sibuk,lalu Deuz menunjuk beberapa kotak kardus isi barang-barang baru.


"lihat belanjaan Mommy untukmu,pilihlah.....atur kamarmu......diamlah di rumah...,dan untuk teman barumu nanti bisa bertemu di sekolah....,mengerti?"


Zeyna tidak segera menjawab,ia menengadah menatap kakaknya lalu kembali menunduk dengan jari telunjuk ia gigit-gigit kecil,anak ini masih berpikir keras batin Deuz.


"aku mandi dan istirahat sebentar......,,nanti aku akan kesini temani main game,,gimana,mau?"Deuz mendapat tatapan tak suka dari anak itu,bergeser kembali ke kamar dengan hentakan langkah di buat-buat,inilah alasan Zeus meminta mommnya dan Daddy untuk setuju memindahkan kamar adik angkat mereka di lantai dua,karna Zeus cepat luluh dengan tatapan puppies Zeyna,atau bisa jadi mereka akan keluar sama-sama memusingkan atau pembuat onar di mension,Deuz pembuat aturan jadi Zeyna tidak akan bisa kabur,apalagi kamar Barunya saat ini di buat lebih luas dengan beberapa fasilitas belajar yang lebih lengkap terhubung dengan perpustakaan keluarga dekat dengan kamar si sulung ,mungkin karna belum terbiasa,anak itu menunggu Deuz di kamar dengan memeriksa semua barang estetik pemberian mommynya tidak lupa 2 Maid dan 1 pengasuh bercengkrama menemani gadis kecil itu,saat membuka handphone hal pertama yang ia dapati adalah ucapan selamat dari bibi Yuka lalu di ikuti paman Yoga,mata anak itu berbinar ceria saat keluarga ibu atau ayahnya selalu memberikan perhatian membuatnya tidak sabar ingin bertemu hari ini,Batal main game,kembali bersiap meminta banyak hal pada kakak pertamanya.


"kak Mily.......serbuk berlian kita datang he he......asyikkk!" Mily dan 2 Maid lainnya hanya bisa tersenyum memaklumi sikap centil anak gadis ini,sejak melihat Paman Yoga,anak itu sangat terpukau dan menjuluki adik dari mommnya dengan sebutan _serbuk berlian_,ia tidak sabar kembali berlari ke keluar kamar mencari kakaknya yang sedang rebahan di dalam kamar terpaksa bangun membuka pintu.


"haiiiiiii kak ......,sudah selesai istirahat nya?,sini sebentar.....Zey Mau kasi tau sesuatu...." Zeyna memberi kode agar kakaknya menunduk,lalu anak itu berbisik bahwa idolnya akan datang,Deuz tersenyum gemas mencubit hidung dan menggigit jari jari anak itu hingga terdengar teriakan tak suka karna lumayan sakit,tapi membalas dengan menggigit bahu kakaknya kuat-kuat,para bawahan sudah tau beberapa Physical touch Deuz pada Zeyna jika gemas,terkadang anak itu mengaduh kesakitan tapi membalas lebih sadis,sedangkan ayah dan kakak keduanya lebih hati-hati dan bersikap kasih sayang mengelus atau mengusap puncak kepala anak itu.


"Auuuuuwww stop.....,oke oke aku nyerah....." Deuz mengangkat adiknya ke atas menandakan menyerah,lalu berakhir dengan tatapan intimidasi dari gadis kecil untuk menurutinya,lucu sekali tapi Deuz sudah lama tidak berinteraksi dengan Zeyna sejak berada di luar negeri,ia pura-pura takut dan mengabulkan apa yang adiknya mau.


Zeus merenggangkan otot di lantai atas, basemen sudah di ganti jadi gudang dan parkiran,untuk ruang meditasi dan olahraga sudah pindah di lantai 5 sebelum rooftop,dengan lapisan kaca,ruang yang di isi banyak alat fitness Terbaik dan juga latihan Samurai ibunya jelas lebih fleksibel untuk di nikmati sore hari saat bangun,ia hanya ingin membiasakan tubuhnya yang habis cidera kembali bisa bergerak,saat itulah ia baru ingat bahwa esok subuh ia ada janji berkemah dan memancing bersama kakak sulung tidak jauh dari balik gunung Alphen.


"kak Zeuss.,....!" Zeus kaget adiknya menyapa dan sudah di ambang pintu kaca bersama Deuz,mereka naik ke sini dengan menenteng Snack di ikuti beberapa maid membawa keperluan panggang,jadi mereka memutuskan bermain rumah rumahan di lantai 5,karna ada balkon besar di sana.


"Kita akan merayakan hari pertama Zey sekolah di luar.....,dan......Paman Yoga serbuk berliankuuu akan datang sebentar lagi....,bagaimana dengan teman2 kakak?" mata Deuz dan Zeus sama-sama memutar jengah mendengar suara adik mereka memuji paman Yoga,pria itu memang amat di idolakan betina-betina di dua keluarga besar ini.


"serbuk berlianmu.....?haaraaahh...." Zeus melempari adiknya handuk dan berlari ke arah kamar mandi untuk membersihkan diri,si sulung terkekeh menyetel suhu AC dan melambai kearah balkon,pamannya di bawah sana di mendapat sambutan hangat dan di minta berpose dulu di depan kamera ibu mereka,yaitu kakak kandung Yoga,alias Casandra nyonya rumah besar ini.