My Nanny, Ohh My Future

My Nanny, Ohh My Future
25.Peace



Damar menatap hasil kerjanya dalam seminggu ini sejak kembali dari Dubai,ada rasa lelah tapi rasa kepuasan lebih besar terasa dalam hatinya,Sera ikut tersenyum di sampingnya setelah menatap layar handphone,ada sosok Bos besarnya di sana bersama seorang gadis belia tidak lain adalah Casandra.seminggu yang lalu Caca di nikahi Leon secara mendadak setelah tiba-tiba kakek dan Neneknya mengabari kedatangan mereka dari Milan ke Napoli.



Leon&Caca edisi wedding


Damar merangkul pinggang istrinya dengan bahagia setelah mendapat informasi proyek mereka telah terbit di media sosial maupun lewat surat kabar sebagai pemegang penghargaan nomor satu di dunia.sera mundur satu langkah saat David tiba-tiba berdehem menggoda keduanya.


"jangan menganggu kami,kau harus segera menyusul Leon yang memberikan kejutan pada kita dan dunia,dia menikahi seorang gadis cantik Asia yang begitu menawan dan masih muda...."


David hanya tersenyum lembut dan melangkah menatap bingkai foto Leon dan Caca yang baru saja di pajang karwayannya dalam bentuk apresiasi mereka pada atasan,foto romantis Caca yang berada dalam kukungan Leon dengan busana pernikahan yang sederhana namun tetap bernilai milyaran dengan gaun Caca yang terbuat dari bahan yang di bubuhi berlian di beberapa titik tertentu.selesai menikah,Caca langsung kembali ke Swiss sendirian dan di antar sopir ke rumah pribadi Leon yang belum bisa bersamanya karna urusan pekerjaan,hingga semalam Leon tiba dari Roma langsung sibuk ke rumah barunya di sebuah wilayah pedesaan dan masih rahasia untuk orang lain.4 hari berikutnya pria itu menyusul Caca karna mendengar dari asisten rumah tangganya bahwa Caca sakit karna kelelahan.gadis itu memang terlihat kelelahan selama seminggu di Roma.oleh karna itu,ibu dan Ayah Leon memutuskan mengirim menantunya tenangkan diri di rumah hadiah pernikahan mereka.


"mereka sedang apa ya saat ini,aku merindukan Caca"


"ha ha ha berhenti merindukan istri orang David.…mungkin sekarang Leon baru tiba di kastil itu"


David terbahak-bahak sambil meninju pelan punggung Damar yang merangkul bahunya ke meja makan pagi itu.


"Caca di kurung dalam kastil?"


"dulunya itu sebuah kastil milik keluarga Leon,tapi sudah di renovasi lebih modern kok,kita akan kesana bulan depan....Ibunya Leon wanita bijak,dia tau ada yang salah pada sikap Leon.....mungkin kitapun tidak bisa ikut campur"



Di tempat lain,tepat di sebuah rumah mewah dan minimalis,saat matahari belum juga menyapa sudah terbangun sosok leon yang baru saja selesai memajang foto pernikahannya di dinding ruang tengah.bunyi dering handphone dari ibunya terus mengusik dari jam 3 subuh tadi.terpaksa Leon mengangkatnya tepat menunjukkan jam 4.


"ini masih terlalu pagi Mom...."


"huumm mommy tau jam segini kau sudah bangun nak,mommy hanya ingin mengingatkan minum obat yang mommy kirim"


"yaaa yaaaa......"


"mommy.....obat apa itu?"


ibunya terbahak-bahak menutup panggilan tanpa menjawab putranya yang bergegas ke kamar,ia baru saja tiba dari studio.dan para maid mengatakan Caca masih tidur setelah semalaman demam.


Leon bergegas masuk di mana gadis itu memang meringkuk seperti kucing kedinginan.leon menatap keluar di mana salju baru saja berhenti jatuh dari langit,Leon menyibak selimut yang menutupi tubuh kecil gadis yang seminggu ini sedang kesal padanya,menelfon atau membalas chat darinyapun tidak,gadis itu marah saat tiba di tanah kelahiran Leon,ia langsung di lamar tepat di depan kedua keluarga belah pihak yang diam-diam telah hadir di ruangan itu,tentu saja Caca tidak dapat menolak hingga hari itu juga ia menikah dengan Leon tanpa banyak perencanaan ataupun persiapan yang telah di atur diam-diam oleh Leon.


"sayang.....aku pulang....",Caca gadis terlatih yang peka dan hebat bela diri,tentu dia menyadari kehadiran suaminya,namun ia tidak beranjak bangun,hanya membuka mata dan berbalik ke arah berlawanan memberikan tempat untuk suaminya berbaring,keningnya di kecup dan Leon mengecek suhu tubuhnya dengan tatapan kuatir.


"jangan main salju lagi ya,besok diam di dalam rumah saja...mengerti.....tidurlah...."


Caca tidak menjawab,ia akui beberapa hari ini ia sering keluar untuk bermain salju dengan para maid yang berjumlah 8 orang dan 2 orang bodyguard.mereka yang menjaga Caca dengan penuh kasih dan hormat.tubuhnya yang tadinya dingin dan demam terasa hangat saat Leon merapat memeluknya penuh lembut,beberapa kali pria itu mengecup seluruh wajahnya penuh kerinduan yang hanya di tanggapi Caca dengan diam dan wajah datar,ia benar-benar kesal tapi tidak dapat berbuat apapun saat ini,memang cintanya pada Leon sangatlah besar,namun rasa ingin bebasnya dalam meniti karir dan kuliah masih menjadi prioritasnya kemarin,apalagi keputusan Leon tidak bisa di ganggu gugat oleh siapapun.ia masih ingin bersama adik-adiknya,masih ingin bersama orangtua dan teman-temannya,rasa cemas Caca semakin nyata saat melihat sekelilingnya,dulu ia memiliki tetangga yang tidak bisa lagi kembali ke rumah keluarganya dengan bebas karn a menikah dengan pria yang posesif dan mengekangnya.tanpa terasa airmatanya menetes memikirkan nasibnya kini.


"Caca?"


Leon menyadari airmata Caca karna telapak tangannya tepat masih menopang pipi Caca di atas bantal,gadis itu terisak Isak dan beranjak turun dari ranjang membuka tirai jendela.



leon terpana namun menahan hasratnya pagi ini,gadis itu masih marah,airmatanya telah di seka dan duduk di sisi jendela kaca menatap matahari yang pelan-pelan naik menyapa pipi pucatnya,hanya mengenakan switer putih natural yang menyatu dengan warna kulitnya yang putih pucat,dan yang membuatnya geram adalah Caca hanya mengenakan lingerie putih yang pendek,hingga terekspos kulitnya yang amat di rindukan Leon yang mendekat,mengecup lembut kening Caca yang tersenyum licik.ia menarik diri dan menatap Leon dengan tatapan sayu menggoda.


"aku tau....kau tidak akan mengingkari sebuah janji.....aku mengenalmu...."


"apa yang kau inginkan sekarang?",Leon semakin memojokkan Caca di tembok dan ingin merobek setiap helai kain di tubuh mungil namun sintal berisi di beberapa bagian.


"kau harus berjanji.......aku bebas kuliah,dan bertemu keluargaku sekalipun aku istrimu,ini tidak adil jika harus terkurung di bawah gunung alphen yang dingin dan sepi seperti ini,sedangkan kau bebas berkeliaran,dan juga berhenti jadi fotografer artis...cri saja karyawan baru....jadilah direktur yang baik diam memberi perintah saja,paham?????",Leon mundur ke tepi ranjang dan duduk bersila di sana sambil menatap Caca yang bicara terus menerus tanpa peduli bagaimana perasaan dirinya yang tertuduh seperti penculik anak di bawah umur.


"dengar tidak?,paham tidak??,uang bukan segalanya......aku tidak butuh kekayaanmu,aku hanya butuh perhatian,kasih sayang dan peduli akan keinginanku,dan satu lagi......aku di sini nyonya Napoleon...bukan simpanan....mengerti???!!!", belum selesai di situ pembicaraan Caca,tanpa peduli kancing bajunya sudah terlepas,ia beranjak duduk di atas meja rias menantang mata tajam Leon yang berubah redup dan bergairah melihat tingkah istrinya yang emosional dan sibuk berceletoh hingga bibirnya terlihat menggemaskan di matanya.


"kau tau......aku 4 hari ini sudah kuliah online....aku harus wisuda lebih cepat.....jadi aku......butuh uang untuk kuliah dan....beli keperluan kuliahku...sekarang aku harus mandi dan ikut Lola ke kebun anggur....,berikan kameramu....." setiap Caca melangkah,Leon semakin tegang dan berakhir dengan desahan tertahan saat Caca duduk di atas pangkuanya meminta kamera.tanpa peduli hasrat Leon semakin tidak terkendali.