
Yuka masih sibuk menatap dirinya di depan cermin saat Kakak sepupunya masuk,bukan lain kakak dokter Riana,bersama saudara laki2nya Dion yang juga dokter spesialis.
"bontot......lihat kakakmu Yoga?,Kak Ariana mencarinya......" dan Yuka hanya menjawab dengan mengeleng.tapi Dion melihat kilatan redup dari cahaya mata indah Yuka,tapi tak seindah mata Caca yang berwarna hijau hazel.yuka di warisi mata papi Harry dengan wajah Asia di dominasi dengan rambut coklat.
Yuka
Caca
Dion terkadang bingung kenapa Caca agak berbeda dari saudara-saudaranya termasuk Ariana dan Riana yang dominan Asia,Caca terlalu mirip raut cantik mami Victoria,terlihat imut dan begitu menggemaskan sejak kecil tapi tak ada yang tahu jika di balik kepolosannya tersembunyi watak keras kepala dan juga bar bar seperti kata Suaminya Leon yang terpaut jauh lebih dewasa dari sosok wanita 23 tahun itu. tetap saja jika berdiri bersama adiknya akan terlihat jika yuka anak yang manja, berparas periang dan mudah di tebak,dengan tubuh yang profesional feminim.bertolak belakang dengan caca versi terbaiknya yang tomboy dan cuek akan penampilan,garis wajahnya agak menonjolkan kepolosan namun sulit di tebak dan sangat peka.
"Yuka.....kita perlu bicara....." itu suara Caca yang tiba-tiba muncul dengan hanya mengenakan piyama tidur,lalu melirik Sepupunya Dion dan juga Kakak sepupunya Riana yang langsung bergegas keluar dari sana.entah karisma darimana sejak hamil putra kedua,beberapa orang cukup segan untuk membantah tatapan Caca sekarang sedikit tegas dan tajam,berbeda dengan raut polos dan sayunya dulu,yaah dulupun beberapa orang staaf di studio agak segan jika wanita itu berteriak-teriak membantah amarah Leon dan hanya dirinyalah yang berani lakukan hal tersebut.
"duduklah.....aku akan memijat kaki kakak....." Yuka menuntun kakak sulungnya yang tak menolak saat minyak zaitun mulai di oleskan adiknya di atas kaki-kakinya.
"aku di ajak Deuz ke kamar yoga.....dan kurasa di sini orang pertama yang tak pandai berbohong adalah dirimu....."
Caca tak perlu mengatakan lagi apa yang dirinya lihat tadi saat kembali dari kapal layar ke kapal utama,di sebuah kamar yang sudah pasti kamar adiknya Yoga,terlihat sosok gadis kecil yang terlelap di dalam pelukan adik laki-lakinya,dengan hanya mengenakan celana pendek selutut,sedangkan Given hanya di bungkus selimut hingga leher,dengan pakian yang tercecer lalu bau alkohol memenuhi ruangan itu,Caca langsung menutup mata putra sulungnya lalu di ajak pergi dari sana.
"aku hanya ingin memberi pelajaran pada kak Yoga.....,kemarin dia seharian bermain bersama teman barunya dan minum mabuk di tempat karaoke,saat aku dan Given kesana kak Yoga langsung marah-marah menyuruh kami pergi......tapi malah membuatku kesal dan mengajak Given ke room sebelah lalu kami sedikit minum wine,tapi.......ternyata Given tidak bisa minum mabuk dan teler....." Yuka menjelaskan dengan takut-takut,dan menunduk merasa bersalah.karna setelah itu,Given pusing dan sulit di ajak kembali ke kamar hingga akhirnya Yuka memanggil kakak kembarnya untuk membawa given kembali ke kamar,tapi yang terjadi malah Yoga muntah muntah dan mengotori baju Yuka dan Given,tanpa berpikir panjang Yuka memilih meninggalkan kamar kakanga ke kamar pribadinya untuk mandi,meninggalkan Given dan Yoga di kamar itu Karna tak tahan dengan bau muntah kakaknya,lupa jika kedua anak remaja itu sudah setengah sadar,sekalipun Given masih bisa sedikit kendalikan dirinya.berakhir dengan terjadi hal mengejutkan seperti yang di lihat Caca tadi,dan banyak rahasia lainnya.
Leon masih terlelap seperti yang di inginkan Caca beberapa hari ini,dia merasakan ada rahasia yang di simpan oleh ke dua kakak sepupunya dan juga Leon serta David,hingga serapun tak bisa di ajak kerjasama,sama-sama bungkam tentang kisah hidup Given lalu adiknya yang bucin.setelah mendegar penuturan Yuka,dirinya mencari Alexa dan keduanya segera mencari tau kelanjutan cerita seperti apa di kamar Yoga hingga sampai jam makan siang pun Given belum juga sadar,kecuali Yoga yang termenung di sisi pembaringan melihat keluar kamar.
Diam-diam setelah melihat fenomena langka di kamar adiknya yang dulu sangat tertutup itu,sebelum adiknya terbangun tadi,Caca meminta seorang maid mengkoordinasi petugas cctv untuk memasang kamera kecil di meja penyimpanan tak jauh dari tempat tidur hingga Alexa dan Caca mendengar Yoga berbicara sendirian.
"apakah aku akan menjadi ayah di usia 16 tahun?" Yoga berguman sambil melirik Given,pipi pria itu terlihat merona,hingga Caca dan Alexa sama-sama ikut terpana tentunya,lalu pelan-pelan Yoga menepuk pipi gadis itu hingga mengerang di akhiri sebuah kebekuan saat Given bangun melihat kondisinya yang hanya mengenakan selimut yang terlilit di sekujur tubuhnya.
"MAAAF......aku bisa jelaskan....." Given tiba-tiba berbicara hati-hati sambil menarik selimut agak lebih ke atas.
"kau muntah di bajuku,,lalu kau membuka pakianmu sendiri saat aku ke kamar mandi untuk mencuci bajuku,dan tidur di dalam bak mandi hingga Yuka menelfon beberapa kali agak menjemputku di sini pada saat koridor sepi,tapi hingga aku mendengar dengkuranmupun Yuka tidak datang-datang aku mencari handuk dan ke kasur,saat di sini aku tak tahu lagi gimana ceritanya hingga berakhir jadi seperti sekarang ,aku sempat terdiam di sana tak berani kemari,aku juga takut keluar kamar karna aku lumayan pusing bisa ketahuan oleh kak Ariana nantinya,,,jadi aku terpaksaa.....keluar kamar mandi dan.......dan......" Given tak bisa menyelesaikan kalimatnya lagi,saat Yoga berdiri hanya dengan celana pendek lusuh melangkah kearah kamar mandi sambil berbicara parau.
"syukurlah kau tidak mengambil keperjakaanku saat mabuk.....,aku akan mandi duluan,setelah ini kita akan bicara dengan Yuka....."
"Alexa.....apakah reaksimu hanya seperti ini saja jika melihat adegan-adegan atau percakapan-percakapan yang sedikit negatif?" Caca akhirnya mulai penasaran dengan sikap Istri dari tuan besar luisioner ini.dan Alexa hanya tersenyum mengeleng.
"aku hanya fokus mengawasi kak Luis...." Alexa menjawab singkat sambil menunjukkan layar hpnya di sana gadis itu sedang bermain game dengan sisi layar tetap dengan kamera yang mengawasi suaminya sedang berbincang di ruangan khusus bersama keluarga besarnya yang semua adalah pihak pemegang saham Napoleon Company,di kapal ini memang sedang di jalankan pertemuan besar beberapa jadwal telah Caca ketahui,dan kali ini suaminya belum tiba di sana masih di kamar dengan raut pucat sedang teburu-buru mengenakan jas sambil memikirkan jawaban apa nanti saat bertemu istrinya.
Hingga saat itu tiba,Caca menolak menatap suaminya,di meja makan ataupun saat berdua di kamar.suami takut istri tak ada di kamus Leon,tapi isi di kepala Caca yang sungguh sulit di pahami pria ini,apalagi mendengar percakapan mami dan putri sulungnya di sebuah kafetaria kapal.
"mami sungguh minta maaf ca,hari ini mami dan papi harus ke new York tidak bisa menemanimu......,,titip adik-adikmu,ini mendadak sekali, galery mami tiba-tiba dapat kunjungan padat sejak lukisan tentang kalian louncing di sana......dan juga.....sedang ada kerjasama dengan sebuah yayasan....." panjang lebar mami Victoria meminta tolong pada putrinya itu untuk menjaga kedua adik kembarnya,dan tentu saja seperti biasa ada ekspresi penolakan dari tatapan Caca,tapi tak bisa di biarkan begitu saja oleh Leon yang segera menjawab.
"jemputan ya dari pihak staaf sudah siapkan mam,tidak usah mencemaskan Yuka dan Yoga...."
Leon menjawab sambil meraih jemari istrinya yang dari awal duduk tenang sambil meletakkan kedua tangannya di atas paha mulusnya yang terekspos karna hanya mengenakan piyama tidur dan celana pendek.tiba-tiba Leon mengerjap pura-pura tenang di hadapan mertuanya yang tersenyum sambil menikmati makan malam mereka sebelum kembali ke rumah dan bersiap ke new York.
"Leon,,papi minta maaf selalu menyusahkanmu dan ikut mengurus yoga dan Yuka,jika mereka sulit mengikuti aturanmu,tegur saja atau hukum saja mereka....okey....." papi Harry menegaskan Karna pria separuh baya tapi tetap awet dan lucu itu masih saja rupawan dengan wajah oriental Asianya yang menyolok.tapi di balik itu semua papi Harry orangtua yang peka,sama seperti caca.ia menyadari jika Yoga sedang sulit di kendalikan,tapi sampai malam ini kedua orangtua ini belum tahu masalah pemukulan di bar ataupun kejadian semalam di perbuat sang putra manis mereka.
"Papi......,Yoga dan Yuka memang adik-adikku juga tapi di sini mereka tidak akan membuat kalian merasa sungkan karna mereka bukan hanya datang berlibur,mereka juga sudah jadi model di studio Caca,jangan merasa terbebani atau tidak enak padaku......,mereka bekerja kok......" Leon bicara apa adanya,karna memang kedua remaja kembar itu sudah terlibat lumayan jauh di studio Casandra,di mana dulunya adalah studio kecil milik usaha pribadi Leon sebelum duduk di kursi CEO Napoleon Group,tapi sejak putuskan mencintai Caca,Leon memindahkan kemilikan pada istrinya dan di ganti nama studio itu menjadi nama istri kecilnya yang kini stduio itu sudah menjadi perusahaan publik figur berkat campur tangan Ariana dan juga Erica.dulunya studio itu hanya di kontrak 2 lantai,kini sudah menjadi satu unit berlantai 5 dan berdiri megah berkat kerja keras Caca dan teamnya.
"Terima kasih untuk Caca.....,bukan Karna diriku studio itu kini terkenal....tapi karna kerja kerasnya sendiri bersama David,Ariana dan juga Erica....." Leon berusaha mencairkan suasana makan malam,tapi Caca tidak merasa tersanjung dengan pujian suaminya,malah terlihat tenang menyantap suapan terakhir dari piring makan.
Saat melihat mobil yang di tumpangi orangtuanya telah menyebrangi kapal ke dermaga,Caca berbalik melangkah cepat kearah kamar tak peduli suaminya mengekor dengan gelisah,lalu menarik tangan ibu hamil itu agar behenti melangkah terlalu buru-buru.
"honney......jangan terburu-buru,nanti kesandung....." Leon mengenggam kuat jemari Caca saat naik ke lift menuju kamar dan sekali lagi gadis itu menolak lengan kiri Leon yang akan melangkar di pinggulnya.
"kembalilah di ruangan kerjamu hubby,saat ini aku ingin sendirian di kamar.....temui Deuz ajak dia bermain....." itu penolakan secara halus Caca untuk berdua dengan suaminya di kamar,dan kali ini Leon tak ingin keras kepala,dirinya harus sabar dan memilih mengantar hingga di ambang pintu saja,mengecup puncak kepala istrinya yang masih berusaha menghindar,tapi Leon berbisik pelan.
"aku mencintaimu sayang....." setelah berkata demikian,Leon mundur dan berbalik seakan-akan pergi dari sana,padahal langkahnya berhenti setelah istrinya menutup pintu dan di saat suara angin laut di sertai suara semilir ombak pantai di tengah kesunyian malam,ada suara isakan di balik pintu????,,tentu saja tidaak!!!,,wanita Leon tidak sepolos wajahnya,fakta yang terdengar adalah suara cacian atas nama Leonel Napoleon terdengar dari mulutnya sambil membuka laci dengan gerakan kasar hingga leon mengepalkan tangan lalu berbalik ke arah,leon tak perlu mengetuk pintu itu,dengan dorongan agak kuat,pria itu masuk tanpa bersuara melihat istrinya masih sibuk mencari sesuatu yang sudah di tebak Leon apa itu,dan sudah sejak awal tiba di kapal benda itu telah di sembunyikan.dan suara seraknya mulai bersikap kekanak -kanakan berbicara ketus.
"aku yang keluar dari kamar ini atau hubby?" seperti biasanya Caca akan marah di saat keduanya sudah di kamar,dan Leon pura-pura ikut kesal.
"ini kapal ibuku.....apakah aku yang harus pergi?" Leon bertanya sambil mengunci pintu lalu menyimpan hp di atas meja setelah memastikan Deuz sedang bersama kakek dan Neneknya di sebuah party dek paling atas kapal.hingga suami istri ini bebas berkarya malam ini entah dengan pertengkaran atau bercinta dengan versi mereka he he.
Leon berdiri di ujung pembatas balkon kamar,bersandar dengan tenang di sana sambil menunggu istrinya mencari samurainya,pria itu sudah menebak jika Caca akan menyalurkan emosi dengan benda itu,dan Leon sudah menyembunyikan benda itu di hari sebelum mereka datang di kapal,dengan mengganti tongkat kayu,dan benda itu di letakkan Leon tak jauh dari tempat dirinya berdiri saat ini.