
Desahan tertahan Caca membuat Leon semakin gemas mencium pipi,turun ke dagu dan kembali \*\*\*\*\*\*\* bibir mungilnya.
"enghhhh......uuummnn tunggu"
kesadaran Caca telah kembali saat jari Leon menelurusuri tulang punggungnya,,bermain liar mengusap dan menarik bajunya.
"sebentar lagi.....,aku tidak akan menyakitimu Casandraku sayang.....aku suka aroma ini"
Leon menekan tubuh Caca ke dalam rengkuhannya,tidak berhenti menggeram menahan hasratnya untuk tidak menarik pant hitam yang masih membalut pinggul kecil gadis yang telah merona,tanpa takut di cakar atau di marah,Leon menelisik dengan tajam tubuh Caca yang hanya tertutup bikini putih transparan dan celana pendek hitam,baju putihnya telah tergeletak jauh di lantai kayu.tubuh yang kecil dan kurus,namun berisi di beberapa tempat tertentu,kedua buah dadanya yang membusung indah,dengn kuncup yang merah muda,Leon menahan sesuatu yang telah bangun dari tidur panjangnya,dirinya masih sadar bahwa gadis dalam pelukannya sekarang tidak berdaya akan godaan sosok pria perkasa yang telah lama mengubur hasrat bercinta sejak tiba di kota ini.tanpa peduli wajah Caca yang telah merona merah menahan malu dan hasrat yang menggebu,Leon membelai leher putih dengan bibir dan nafasnya.
"kau masih bayi Pandaku ya.....hhmmnn,aku merindukan pelukan ini"
Caca baru sadar,ia persis bayi panda yang bergelantung erat pada pengasuhnya dalam penangkaran,kedua kaki dan tangannya melingkar kuat di pinggang dan leher kokoh Leon,,bibirnya maju cemberut ingin melepaskan diri,tapi Leon menahan punggungnya dan tanpa harus membuang tenaga banyak,Leon langsung berdiri sambil menggendong Caca ke kamar mandi.
gadis itu rupanya tersipu malu dan menyembunyikan wajahnya dalam ceruk leher Leon.
"kau harus mandi,setelah itu makan dan istiraht..... "
Caca tidak menjawab,ia terlalu malu,sekalipun air shower telah menyiram tubuhnya dan kakinya telah turun,tetap saja Leon belum melepas tubuhnya untuk berpijak ke lantai.
"diamlah....aku mau memandikanku"
"sa sayaaa......."
"ia....apa?,hhhmmm saya apa?,,bicaralah...."Leon senyum gemas mencium bibir kecil itu lagi dan kali ini Caca terjaga.ia membalas menatap Leon dengan penuh selidik,ia baru ingat bahwa,mereka sedang marahan sudah 1 Minggu,bibirnya mengerucut kesal dan moment itu dalam pengawasan Leon yang malah semakin gemas.
"kenapa cemberut,air dalam bak mandinya belum hangat,mau di keramas?"
bulir airmata bening itu jatuh lagi dengan bibir bergetar ia menunduk mendorong Leon menjauh dan akan lari keluar kamar mandi,tapi lengan pria itu lebih kokoh menarik pinggangnya,dengan cekatan ia membuka semua busana yang di kenakan Caca hingga benar-benar terlihat polos.
"leooonnn!!!!!!!!!!!"
"sssssttttt......masuk!"
Caca menyilang kedua lengannya menutup kedua dadanya yang telah terekspos di mata Leon yang terlihat kembali berwajah datar lagi,dengan tegas ia memberi kode agar Caca masuk ke bak mandi yang telah berisi air hangat.
"mandilah......,aku akan menunggumu di meja makan,kita bicara di sana,jika masih melawan,aku akan marah seperti tadi,.mengerti?"
"marah seperti tadi?"
Caca masuk ke bathup dan mengingat sikap romantis Leon tadi,jadi itu adalah amarahnya ya? batin Caca bergejolak,ia mulai membatin sendiri dan bicara polos membuat Leon tidak dapat melanjutkan niat datarnya.
"jadiii......jadi kalau orang dewasa marah itu....seperti tadi?,mencuri ciuman pertamaku dan hampir memperko..,hhmmpphh....hammpph"
Leon kembali ******* bibir kecil polos itu agar tidak melanjutkan pikiran kolotnya,niat hati ingin menyatakan cinta,Caca malah salah paham mengiranya marah,antara gemas dan kesal,Leon membuat Caca terengah-engah dalam bak mandi karn ciuman liarnya yang diakhiri dengan Leon berdiri mundur akan keluar kamar mandi,sebelum menutup kamar mandi,ia sempat bicara pelan."mandilah dan jangan pikiran cabul terus"
Leon menutup pintu kamar mandi dan bersandar disana mendengar teriakan kesalnya.
"aaaaaaakkhhhh dia yang cabullllll....berandalan mesum!!!!!,,kok aku bisa bugil gini sihh,,dasar om om buleee kepala pakuuu hhhuuuuuuu huuu....tubuhku dilihaatt semuaaaaa kyyyaaaaaaaaaa'"
Leon yang masih berdiri di depan pintu,menarik nafas frustasi,wajah tampannya meringis menahan hasrat,ia menunduk melihat pinggulnya dan berbisik pelan "jangan nakal junior,singa betina di dalam masih kecil,sabarrrlaah"
sesuatu yang mengeras tegak terpaksa di tidurkan Leon dengan menceburkan diri dalam kolam dekat danau.