My Nanny, Ohh My Future

My Nanny, Ohh My Future
60.Baru Awal



Caca mengangkat panggilan telfon kakak iparnya dengan raut wajah bingung,terdengar suara di sebrang sana seperti di kejar-kejar.


"hallo kak Luis apakah ada sesuatu,,?" Caca langsung bicara pada intinya dan langsung di jawab Luis.


"Caca,apakah suamimu telah memberi tahu seseuatu?" Luis terdengar tidak sabaran di sebrang sana,sedangkan Caca tak tega membangunkan suaminya yang terlihat pulas dan kelelahan sejak beberapa hari tidak tidur siang.baru hari ini pria itu bisa menaruh kepalanya di atas bantal,Caca berinisiatif membantu kakak iparnya di sebrang sana sedang melangkah masuk di dalam ruangan baca sambil menahan lengan istri kecilnya yang memberontak.


"apa yang harus aku bantu kak?,bagaimana kabar lexa?" Caca menanyakan istrinya yang saat ini sedang di bungkam mulutnya dan berusaha lepas untuk lari ke. arah keluar ruang baca.


"aku sedang meluncurkan produk baru,,bisakah Yuka dan Yoga menjadi ambassadornya?" sesungguhnya Luis tidak meluncurkan produk pakian yang harus membutuhkan model,tapi Luis sedang mencoba semir rambut berupa serum,yang saat ini telah di gunakan lexa,anak gadis siapapun tak terima saat bangun tidur,rambutnya yang silver,kini telah berwarna hitam lagi karna ulah suaminya.


"ca.....apakah kau mendengarkan aku?,aduuhhh!" Luis bertanya di iringi dengan ringisan karna lexa menggigit jarinya kuat-kuat lalu kabur.caca jadi bingung dan hanya bisa memandang layar hpnya penuh tanda tanya,lalu mendadak terkejut karna suaminya mengerang terjaga lalu terbangun memeluknya erat.


"my wife.....,,ada apa,siapa yang menelfon?" suara suaminya terdengar berat dan beraroma mint saat bertanya begitu dekat di sisi kiri pipi Caca yang tak segera menjawab,begitu indah ciptaan Tuhan batinnya saat melihat raut wajah suaminya begini dekat dan terlihat sangat sempurna untuk tak di lewatkan dengan kecupan lembut.hingga terdengar suara kecupan di telinga Luis yang berteriak tak terima.


"bisakah kalian tidak berbuat mesum di saat aku sedang bicara???!!,,helloow.....istriku masih anak-anak.....!!,dan aku sedang menenangkannya sekarang.....telingaku jadi panas!!!" suara cercaan sang kakak tak membuat Leon terkejut,tapi sikap istrinya.


"sayang......apakah mengidammu sekeras ini?"


Leon terkejut karna Caca sulit bersikap romantis selama hamil Deuz,kini beberapa hari belakangan wanita hamil ini sangat merajuk jika Leon pulang lambat dari kantor,makanya sekarang suaminya itu berinisiatif pulang setengah hari demi menemani Caca di studio.


"itu....kak Luis menelfon sejak tadi,,aku ke bawah dulu.....Yoga sedand bermain dengan Deuz,keduanya tadi minta es krim....." Caca juga merasa aneh dengan pikirannya akhir-akhir ini sangat peka dan begitu tak bisa jauh dari aroma suami,cepat-cepat menghindar batin Caca yang turun dari kasur king size,bergegas keluar kamar,Leon mendesah meraih hp istrinya dengan kesal menyapa kakaknya di sebrang sana.


"mengapa kak Luis berisik sekali?,sudah sehat?" Leon tak ramah karna selalu saja kakaknya itu mengganggu moodnya,


"aku tidak sakit.....,sudahkah kau baca e-mailku?,aku sudah mendapatkan serum terbaik....untuk rambut....dan sudah siap di pasarkan....."


"lalu?" Leon bertanya singkat karna sudah sejak pagi membaca pesan kakaknya itu.


"aku ingin Yuka dan Yoga menjadi model sekalian ambassador produk ini,bujuklah Yoga,kalau Yuka aku yakin dia mau....." Luis teringat akan kedua adik Caca,anak kembar itu tumbuh di new York dan saat ini mereka sudah 17 tahun,dengan fisik mempesona tak jauh dari keunikan Caca,terlebih mereka anak kembar yang manis serta patuh pada orangtua,Luis tak ingin menyia-nyiakan kesempatan ini untuk mengembangkan bakat keduanya lebih bersinar.


"Yoga sangat menghormatimu Leon....jadi bisakah kau membujuknya?,serum ini tidak berbahaya...." Luis memang hanya ingin memperbaiki penemuannya yang dulu berbahaya bagi Lexa,dan saat ini bisa menyelamatkan banyak orang yang sering menggunakan cat rambut.


" tunggulah info dariku,,ini baru awal....Yoga sudah sering di bujuk Ariana juga untuk pemotretan desain mereka,,mungkin kalian harus diskusikan hal ini bersama agar dia bisa satu kali tampil dengan produk yang bukan hanya satu saja...." TUT,tak menunggu jawaban Leon menutup telfon dari kakaknya dan meraih kamera istrinya yang saat ini sedang bersama Erica dan Sera mengawasi pemotretan di ruangan lain,kesempatan Leon bicara pada adik iparnya yang sulit di ajak bicara banyak jika bukan ada keperluan.tapi di sisi lain,remaja berparas Asia itu sangat menjaga Yuka melebihi apapun,entah kadang Caca ingin pula di perhatikan adiknya itu,namun yoga lebih menghormati kakaknya yang cenderung lebih kuat dalam segala hal.


"kak,cari siapa?!!"itu suara Yuka,gadis kecil itu terlihat sedang sibuk di bawah tangga dengan papan skateboard.leon tersenyum lembut mengarahkan kamera memotret moment itu lalu berlalu sambil memberi peringatan.


"hati-hati mainnya dan jangan sampai kakakmu Caca ingin menaiki skateboard itu...." Leon memberi jempol di sambut senyum patuh oleh Yuka



Yuka🌷



Leon berdiri di ujung balkon melihat sekeliling studio,putranya sedang bersama Yoga dan Paman Dionnya,mereka membicarakan sepasang peliharaan milik putra kecil mereka sambil tertawa-tawa,Leon menatap suasana kota Swiss lalu membuang pandangan ke arah selatan di mana di bawah kaki gunung Alpen berdiri rumah pribadi mereka,mengelilingi sebuah danau,tak jauh dari rumah peninggalan kakek Harland,orangtua kedua bagi Leon sejak kecil,hatinya terasa getir mengingat senyum pria tua bermata sipit itu,ada rasa rindu pada sosok Almarhum yang telah menjaganya saat-saat konflik keluarga Napoleon.beliau bukanlah bangsawan yang di kelilingi banyak cinta,dia hanyalah mantan Yakuza yang bekerja sebagai penjaga nyawa seorang putra konglomerat berdarah Romawi yang kini berdiri dengan tegar dan memiliki sebuah keluarga kecil dan tahta yang mutlak di goyahkan,sejak menikahi cucu kesayangan Almarhum.


"kakek.....,ini baru awal,jadilah pendoa untuk kami sepanjang usia....." bibirnya bergetar menggumankan sapaan dan doa saat menatap Dion dan Yoga yang mewariskan mata sipit milik kakek Harland Firdaus.keduanya keluar dari kamar pribadi untuk Deuz dan juga Leon,


"kak.....apakah aku menganggu?," Dion dan Yoga menyapa Leon,sambil menggenggam tangan putranya Deuz,anak itu terlihat cemas saat Dion meminta ijin.


"aku akan ajak Deuz di rumah kakek,,,aku sedang mengajak temanku,seorang dokter hewan,,mungkin bisa mengurus Ciro dan Cira,nanti malam kalian harus ke sana juga karna Daddy Napoleon dan Mommy Victoria saat ini menginap di sana...." Dion mendapat anggukan singkat dari Leon yang berlutut agar sejajar dengan putra sulungnya.


" bilang sama Sofu dan sobo.....Mommy dan Daddy nyusul nanti malam yaah.....,," Leon mengecup puncak kepala anaknya yang terlihat merapikan rambutnya sambil mengangguk.


"Zio Yoga harus ngomong sebentar dulu dengan Daddy.....,,Deuz sama Zio Dion saja dulu....,,okey...." Deuz di raih Dion dalam gendongan agar segera pergi dari sana,dan anak itu memang cepat akrab dengan para pria pria di sekitar lingkungan rumah,maupun tempat kerja.awalnya dulu Leon begitu iri jika putranya tertawa dan bermain bersama orang lain,tapi seiring berjalannya waktu Caca membuat sebuah jadwal agar adil.leon menepuk bahu adik iparnya yang kini hampir sejajar dengan tinggi Leon,padahal adik dari istrinya ini masih terbilang sangat muda.


"kak Luis sudah menelfonmu bukan?,jadi aku tidak ingin basa basi lagi......,aku akan mendukungmu,apapun keputusanmu.....ini baru awal,bantu aku menyelesaikan pekerjaan dari kak Luis,karna dalam beberapa hari aku tidak bisa membatalkan ngidam kakakmu......kerja keliling dunia dengan kapal pesiar....", Yoga berdiri dalam diam sesaat lalu menatap lurus kearah halaman depan di mana kakak sulungnya di sana sedang di foto oleh Erica,dan adik kembarannya sibuk kesana kemari sok sibuk bikin konsentrasi para karyawan pria cukup tersita.


" aku akan menerima tawaran ini,asal kak Leon juga menjamin Papi izinkan aku ke Amerika...." Leon terkejut mendengar penawarannya di tantang mentah-mentah oleh Yoga,mengingat permintaan remaja ini agak memusingkan kepala orang dewasa.


" sekolah arsitek di sini saja Yoga.....kau tahu betul posisimu dalam keluarga tak jauh beda denganku bukan?"


Ya....sejak lama Yoga ingin sekolah di Amerika sesuai cita-citanya jadi arsitek,tapi kedua orangtuanya menentang keras mengingat bahwa Yoga anak laki-laki Tunggal yang harus mewarisi bakat seniman ibunya,tapi sejak usia 12 tahun,cita-cita Yoga Sudah bulat untuk menjadi arsitek.


"okey.....aku akan coba yakinkan Papi Harry......tapi masih 2 tahun lagi bukan?,,kasian Yuka jika kau tinggal di sini sendirian....."


Yoga mengangguk lalu menerima tinju kepalan tangan kakak iparnya dengan kepalannya juga,tandanya mereka sepakat secara jantan.


"sekarang berlatihlah dulu....tentu kau tidak akan gratis jadi ambasador kak Luis...."


" aku di beri kontrak?"


"Yap......dan ini baru awal....."


"aku akan mendapat bayaran?" Mata yoga berbinar menunggu jawaban Leon yang tersenyum.


"tentu saja......,,kau bisa jadikan pendapatan ini untuk sekolah bukan?,akan lebih mudah perjalananmu di masa depan jika ada persiapan dari dirimu sendiri.....sekalipun Mami dan papi tidak kekurangan uang,tapi kau paham maksudku bukan?,,dan ini rahasia kita para pria"


"apa yang harus aku lakukan sekarang?" Yoga bertanya sambil melihat kamera di tangan kakak iparnya yang melirik jam.


"besok Sera akan mengurur jadwalmu.....untuk hari ini cukup diskusikan bersama Yuka dan minta ijin dengan benar pada Mami.....okey bro?!" Yoga terkekeh dan mengangguk berlari kecil ke arah parkiran,dimana ponakannya sedang gusar dan tak sabaran untuk segera berangkat.Yukapun segera pamit pada Caca dan ikut ke mobil kakak sepupunya Yoga yang terlihat cengar cengir ketahuan mengajak Deus tanpa meminta ijin pada induknya di sana.