My Nanny, Ohh My Future

My Nanny, Ohh My Future
37.Cute



Saat alarm berbunyi,Leon terjaga dan menggerakkan lengannya untuk menyentuh tubuh istrinya di samping,namun hanya bantal guling di sana.


"dia kemana?"


Leon bergegas bangun dan membuka pintu penghubung ke kamar Baby Deuz,istrinya telah terbangun dan sedang menyusui putranya di balkon kamar sambil duduk bersandar di sofa panjang,sejak kejadian semalam gadis itu terlihat tidak baik- baik saja.leon masih mengingat airmata gadis itu terurai sambil meminta ingin kembali ke Swiss dan tinggal bersama Deuz di studio yang saat ini di percayakan pada Sera.leon akan menyapa saat itu pula mulutnya terkunci mendengar obrolan putra dan istri kecilnya.


"sayang.....saat ini di Swiss ada bibi Mel yang pasti memasak,nanti kamu pasti akan semakin gembul jika bibi Mel yang mengurusmu.....dan mami akan memotret moment keseharianmu sampai jadi orang hebat.......mami bukan bangsawan,,tidak punya tata Krama dan tidak pandai seperti putri bangsawan di sini.....sebaiknya mami pergi bersamamu dari sini.....daripada harus menjadi beban papimu"


Senyum Leon langsung pudar di gantikan raut dinginnya dan terpaku di balik tirai saat mendengar isakan istrinya yang ternyata diam-diam menyimpan kesedihan selama berada di Italia.


"Kakek dan Nenekmu sangat baik pada mami nak.......tapi....dunia mami kini bukan di sini...,,yang penuh kemewahan tanpa usaha,mami tidak seharusnya melawan apalagi bertindak bebal pada kakaknya Papi.....tapi mami hanyalah seorang ibu yang tidak tahan melihat keterkejutanmu nak......"


Leon meraih selimut dan meyelimuti keduanya dari cuaca dingin sepagi ini,Caca tentu terkejut,apalagi suaminya menyeka airmata dan mengecup keningnya lalu mengecup putra sulungnya yang menggapai ingin di gendong.


"pagi boy.....baik,kemarilah sayang..... anak papi gembul sekali...."


"hubby sudah bangun.....apakah pembicaraanku tadi juga..."


"yaa.......kemarilah.....ingin ke Swiss?"


"itu hanya hayalanku...."


"tidak.....waktu itu aku sudah janji setelah anak kita besar akan kembali ke Swiss....."


"tapi jika hubby masih ada kepentingan di sini...biar aku dan Deuz yang pergi lebih dahulu....."


Leon terdiam,ia menatap matahari yang menyapa di balik rimbunan pohon Pinus hutan buatan Daddynya,dan mereka bisa melihat rutinitas kedua orangtuanya di tepi danau bersama Ariana dan David yang lari pagi.


"mandilah....aku akan menemani Deuz,dia sepertinya kembali tidur....."


"aku sudah selesai mandi....yaa...anak ini suka tidur akhir setiap kali selesai makan atau Asi"


Deuz mengecup wajah putranya yang kembali tertidur dan segera di letakkan dalam pembaringan hangat,ada dua maid di sana yang siaga menjaga Bayi mereka.namun Caca tetap tidak bisa melepaskan tanggung jawab yang lebih sering di kamar putranya sampai anak itu tertidur.


"Nyonya...,,biar kami yang menemani tuan muda kecil..."


mereka melihat leon yang berlalu dari sana dengan memberikan kode agar istrinya ikut.


"Hubby.....aku akan siapkan sarapan,mandilah...siapa tahu karyawanmu sudah menunggu...."


"sekarang hari Minggu sayang.....aku akan menemanimu hari ini....,maafkan kakakku ya sayang,,sesungguhnya dia pria yang baik kok,dan faktanya..dia lebih baik dari diriku ini"


"aku tidak dendam padanya,aku hanya marah jika anakku berada di antara keributan mencekam seperti kemarin"


"Deuz anak kita sayang...ponakan kak Luis juga..."


"yaaa yaa beri aku waktu untuk berpikir dulu yaa.."


"aku ada kabar baik untukmu hari ini....lupakanlaah masalah kemarin,matahari sudah terbit lagi,jangan bawa kekesalanmu di hari ini yaa...biarlah di bawa pergi matahari terbenam kemarin,okey?'"


"baiklah....katakan apa kabar baik untukku?"


Leon menunda pergi liburan karna kondisi di luar negeri masih belum pulih,dan karna kejadian semalam Leon telah meminta kedua orangtuanya menemani Baby Deuz,ia mengajak istrinya ke suatu tempat.


"bersiaplah.....,bawa kameramu....kita akan jalan-jalan berdua,Baby Deuz akan di temani Dad dan mom.....kebetulan kedua pengantin baru itu sedang senggang....lihalah mereka sungguh buatku iri saja...pagi-lagi telah merebut perhatian orangtuaku"


Caca tidak menjawab,ia lari ke balik ruangan sebelah di mana ruangan ganti berada,Leon tersenyum meninggalkan kamar ke kamar putranya dan memberi instruksi pada para maid untuk ekstra perhatian pada bayinya sampai mereka kembali.


saat Leon turun ke ruang makan,Luis telah di dapur menikmati gaya hidupnya yang dulu,hobby membuat eksperimen apapun.entah makanan ataupun obat obatan,ataupun kosmetik dan lain-lain,saat ini dia sedangkan menyediakan sarapan untuk Caca demi mendapatkan maaf dari adik ipar kecilnya itu.


"mana ponakanku Leon?"


"jangan bilang kau akan mengajarinya sepertimu nanti....kami akan kembali ke Swiss dalam waktu dekat....."


"karna diriku?"


"tidak,bukan Karnamu,masalah kemarin tidak berpengaruh untuk kami,Caca dan aku sudah memiliki rumah di swiss......jangan lupa Hasil eksperimenmu di bagian kecantikan dan busana telah berdiri jadi perusahaan besar di sana....aku sampai kewalahan dan studioku telah kuserahkan pada Caca, karna mengurusi perusahaanmu yang terlalu besar jika David tidak ikut campur di dalamnya..mungkin aku tidak akan bisa istirahat sedikitpun"


"aku akan menambahkan satu lagi di Milan...."


"dan kau sibuk lagi di Antartika?,aku yang akan sibuk menangani produkmu di manapun ada perusahaan kita"


"tidak...aku akan ke Swiss....."


"hah? jangan buatku pusing"


"itu keputusanku....."


Mata Leon menatap kakak sepupunya yang telah ia anggap kakak kandungnya sendiri,kecerdasannya itu sangat membawa dampak luar biasa di dalam perusahaan Leon,hingga saat ini Luis adalah aset hidup yang sangat misterius bagi pesaing.ia di lindungi secara ekslusif oleh kedua orangtua Leon dan juga keluarga luis.hingga saat ini dirinya ibaratkan hantu yang bisa menyusup kapan saja dimana ia mau,dengan pengawal yang selalu mengikutinya diam-diam.


"ohh ia.....aku tidak melihat Axel sejak kakak tiba....,tidak mungkin kan dia di pecat...?!"


Leon bertanya sambil meneguk habis madu hangat yang di sajikan Luis yang akan angkat bicara namun di urungkan karna Caca muncul tiba-tiba mengejutkannya.


"selamat pagi adik ipar cute...."


Leon hampir menyemprotkan isi mulutnya mendengar kata2 Luis yang terdengar menggoda,namun raut wajahnya tetap datar.caca hanya duduk menarik piring makanan Leon,lalu bicara sinis.


"jangan coba-coba meracuni suamiku dengan makan aneh ini...."


Leon sekali lagi hampir memuntahkan isi perutnya mendengar penuturan wanitanya yang tak takut bermusuhan dengan kakaknya itu.dan ada hal unik baru yang ia dapati dari Luis,kakaknya itu tersenyum meringis menyodorkan sepiring steak yang masih di teliti istrinya lalu segera di cicipi hingga senyumnya tiba-tiba menutupi wajah kesalnya tadi.


"hubby......,,bolehkaahh dia jadi chef pribadi kita nanti??,,ha ha"


"sayang.....dia kakak iparmu....dia..."


"sssssstttt....aku tau....kak Luis tidak akan menolak keinginanku....."


Imutnya batin Luis,saat itupula hatinya begitu damai dan seakan kejadian kemarin telah terlupakan begitu saja,hal itu di sadari Leon yang tersenyum lega.


"Leon.....bisakah aku menyentuh pipi istrimu sebentar saja?"


Leon tidak ragu-ragu mengangguk,ia tahu sebatas apa Luis menyukai istrinya,sosok pria yang lebih dewasa beberapa tahun darinya itu sangat menyayangi sosok seorang adik perempuan.


"aku sedang makan.....jangan menyentuh pipiku ....,,Tidaaakkk sakiiiiiitttttt aaaakkhhh"


seketika Leon menyesal telah memberi ijin kakaknya itu menyentuh pipi istrinya yang memang sangat menggemaskan untuk di cubit.


"Oh my......apa yang kalian pada putriku???!!"


teriakan menggelegar dari nyonya besar Mrs.Queen mengejutkan Leon yang beranjak mengusap-ngusap pipi istrinya yang meringis-ringis karna ulah Luis yang saat itu juga di pukuli handuk oleh Mr.Napoleon,namun pria itu tersenyum di ikuti David dan Ariana yang mengabadikan moment konyol itu di handphonenya.


"menantu mommy sangat menggemaskan....."


Leon menahan tawa dan memapah istrinya yang mengumpat-ngumpat kesal ke arah parkiran mobil.


"hubby.....ini sakittt...."


"maafkan aku ... ,,kak Luis sungguh hanya bercanda....dia gemas melihat pipimu ini"


Leon mengecup pipi gembul istrinya yang kembali meringis lagi karna Leonpun ikut menggigitnya,Mrs.Queen yang awalnya membuntuti mereka hanya menarik nafas panjang dan kembali berteriak jadi penengah.


"Luis,Leon......!!!,,hari ini kalian sungguh buat mommy kesal..!"


Mrs.Queen meraih tubuh menantunya agar merapat kedalam pelukan lalu memeriksa kedua pipi Caca yang terlihat memang agak berisi sejak menyusui,dan sangat menggemaskan.