My Nanny, Ohh My Future

My Nanny, Ohh My Future
118.Perubahan



Berikan like dan komen Bestieeekuuhhh


6 bulan Kemudian


Sejak Luis mengajak Zeyna kembali kerumah pribadi bersama istrinya Lexa,dari yang janjinya hanya 1 Minggu,malah meminta 6 bulan dengan alasan 3 bulan lalu Zeyna sempat di ajak lexa dan Caca ke Asia,lalu setelah mereka kembali anak itu sudah memilih untuk menetap lama dan sekolah online di rumah kedua orangtua kandungnya,saat ini Zeyna sudah berusia 7 tahun,Leon dan Caca lebih banyak menghabiskan waktu di luar mension dengan alasan agar mereka tidak begitu sedih dan rindu pada anak itu,apalagi Zeus kini malah lebih betah tinggal bersama kedua orangtua Caca yang rumahnya tidak begitu jauh dari mension,apalagi Caca sejak kembali dari Asia lebih sibuk mengurusi kelas cepat Deuz di London serta studio cabang di ibu kota Inggris ini,lalu mereka juga membuka cabang lain di Asia dan paris,hingga tak jarang Leon bolak balik dari Swiss,Paris lalu London untuk pekerjaan yang semakin hari semakin membuat dirinya sibuk.


Saat ini sudah menunjukkan jam 9 pagi,Caca baru saja kembali dari sekedar jalan pagi dan tidak lupa kameranya selalu di bawa-bawa,di sini yang terkenal jadi fotografer bukan Leon lagi,tapi istrinya donk,tapi hari ini ada pikiran mumet yang sungguh rumit,berpikir bagaiamana Zeyna bisa betah hingga 6 bulan di rumah kakaknya yang cenderung menyeramkan karna berada jauh di dalam hutan Pinus yang lebat dan jauh dari pemukiman penduduk,okelah masalah keamanan,lebih aman dan ekstrim penjagaan di rumah klasik itu ,karna aslinya Luis bukan pria yang suka bersosialisasi,apalagi istrinya yang masih begitu muda dan pendiam pula,mereka hanya punya 3 orang karyawan dan selektif serta kaku di mata leon.jadi, tetap merasa terbebani dengan berbagai pikiran dan tanggung jawab sekalipun sama-sama memutuskan melepas Zeyna kembali ke dalam rangkulan kakaknya,pria rupawan itu tidak bisa tenang saat putra sulungnya selalu mengirimi pesan penuh emosi,Caca juga sempat mengirim beberapa pesan dari anak kedua mereka juga ikut mengirim note voice bahwa sejujurnya tidak setuju adik mereka di ajak ke rumah Luis,tapi Leon tidak bisa melawan kenyataan,mau berapa kalipun Leon menentang,kedua orangtua anak itu masih hidup dan harus di beri kesempatan,sekalipun sudah beberapa kali banyak masalah yang terjadi sejak anak perempuan malang itu masih dalam kandungan,dan itu bukan karna kesalahan yang sengaja di buat buat,tapi karna kondisi yang sudah di jelaskan di beberapa bab sebelumnya.


lalu ada yang lebih penting lagi,putranya kini memiliki beberapa jaringan khusus di luar pengawasan,entah apa yang anaknya itu pikirkan sejak kembali dari wamil,lalu kuliah di London dan dan tinggal di asrama,banyak hal yang dirinya cemaskan,okeylah bila mengingat kelakuan dirinya dulu sama persis dengan anak sulungnya saat ini,jika dulu Leon memang liar dan membangkang dari kedua orangtua,hingga Luis adalah harapan Aurelianussix Napoleon (ayahnya),tapi itu karna kakek dari Deuz itu terlalu bersikap overprotektif dan menekan Leon saat itu,dan menentang cita-cita menjadi fotografer serta menganggap remeh kemampuan anak tunggal mereka,intinya masa masa itu sudah terbayar dengan kesuksesan Leon dan kini ia sudah berdamai dengan diri sendiri dan juga keluarga,tapi bagaimana dengan putranya sendiri? apa yang anak itu cita-citakan tak ada satu manusia pun yang berani menentang,malah selalu dapat dukungan,hanya saja kenapa sekarang Leon seperti merasakan kerenggangan yang nyata dari putranya,apalagi jika tidak ada Zeyna dalam rumah,Deuz pasti jadi diam dan bersikap cuek,belum lagi ada laporan dari suruhan Leon bahwa Deuz memiliki pergaulan yang terbilang tidak wajar(sudah di cari tau dan ada bukti Deuz memiliki transaksi dengan beberapa transgender dan sejenisnya,entah bayaran untuk pekerjaan apa,yang jelas bukti transaksi itu atas nama putranya yang saat ini belum di bilang dewasa dalam usia).


"Hubby.....,Deuz di lobby....dia tidak ingin kesini...,temui dia ya....." Caca sudah sejak pagi keluar,menjemput putra sulungnya,tapi anak itu tidak ingin naik ke kamar hotel mereka,sebenarnya dari awal alasan mereka berdua di London bukan semata-mata karna pekerjaan,tapi juga untuk pendidikan awal Deuz,,hingga pagi ini ia tidak ada jadwal kuliah dan meminta untuk bicara 4 mata dengan ayahnya di lain tempat.


"hubby......jangan melamun pagi2,anakmu itu berbeda dengan Zeus yang nyaman di tempat keramaian,jangan membuatku pusing jika kalian berdebat masalah waktu nanti.....,sudah tau kan sifatnya..." Caca kembali menegur lamunan suaminya, karakter anak dan ayah ini cenderung sama,Yap harus ada yang mengalah dan terpaksa Leon bersiap turun ke lobby hotel,tidak lupa mengecup pipi instrinya sebelum pamit menemui anak mereka,padahal bukan pergi ke luar kota,duuuh Leon mah aslinya udah bucin akut apa katanya kakaknya luis.


"nanti aku akan menyusul setelah menelfon Ayah dan Ibuku,memastikan pagi ini Zeus Daring dengan benar....." Caca membalas mengecup pundak suaminya yang terlihat lebih lega setiap kali wanita cantik ini memberikan perhatian kepada anak-anak dan dirinya,pagi-pagi sudah menyiapkan sarapan sebelum pergi menjemput si sulung dari asrama.remaja blasteran Italia dan Korea itu menatap ramah tapi bibirnya tersenyum semirik pada leon saat keluar dari lift dan menemuinya di lobby hotel,pria gondrong dengan stelan kasual sedang santai duduk di kursi tamu,seperti remaja kebanyakan sikap cuek dan sibuk dengan handphone,bedanya adalah isi handphone yang berurusan dgn segala jenis pekerjaan pribadi,tidak ada yang tau jika Deuz putra sulung pemilik hotel ini,,karna setiap kali di jemput atau keluar dari mobil,Deuz yang menyetir serta menurunkan ibunya di depan lobby hotel lalu ia yang ke basemen memarkir mobil lalu dengan santai berlama-lama di dalam mobil sekedar bermain game atau mengontrol pekerjaannya atau menelfon kedua adiknya hingga ibunya yang harus menelfon untuk naik ke kamar, hingga akhirnya pagi ini mereka panik bercampur terkejut,remaja cool yang tadinya berdiri santai mengatakan sedang menunggu ayahnya yang akan turun tanpa menyebut nama,dia berdiri santai sesekali menyugar rambut atau menatap di sekitar dengan intimidasi jika terus di awasi,terkadang tersenyum ramah jika ada tamu hotel lain yang lewat ,ada beberapa staff merasakan aura itu mirip yang punya hotel ini,tapi mereka tidak pernah berpikir bahwa Leon memiliki seorang putra yang sudah dewasa dan tampan begini,memang beredar kabar,jika Leon menikahi wanita muda berdarah blasteran Asia,hanya saja mereka tidak terlalu tau identitas anak-anaknya yang memiliki akun publik tapi lebih suka membuat konten2 otomotif dan model dengan nama tanpa embel-embel Napoleon company. akhirnya saat Leon muncul para staff dan Resepsionis menahan nafas takjub, kemiripan ayah dan anak ini terbilang pinang di bagi dua,rentan di kira adik kakak,karna Deuz hampir menyamai tinggi ayahnya,berbeda di potongan rambut dan garis wajah terbilang awet dan yang satunya memang masih berusia remaja.sapaan dan sikap Leon yang begitu di luar dugaan sangat humble pada putranya yang ikut senyum membuat suasana pagi d sana jadi ricuh karna takjub,tentu saja Leon bersikap masa bodoh,berbeda dengan Deuz yang sedikit terganggu tapi berusaha tetap ramah.


"tidak ada pelukan rindu my son?" Leon merengkuh bahu putranya,sambil menatap rambut anak sulungnya ini semakin panjang saja,dalam hati ia bersumpah jika kecurigaannya tidak akan pernah terjadi(curiga Deuz gay),anaknya membalas tersenyum manis pada setiap orang kecuali ayahnya,tentu saja Leon tau jika putranya sedang kesal di perlakukan seperti anak anak di saat dirinya sudah kuliah.


"kita akan bicara di mana?,kamu yang tentukan.....kali ini Daddy mengalah...." Leon bicara sambil tetap merengkuh bahu putranya langsung berjalan ke arah tempat duduk kafe yang terletak di samping lobby hotel,dan anak itu tidak ingin memesan sarapan,karna tadi pagi ibunya sudah memberikan kotak sarapan di saat menjemputnya,mereka duduk berhadapan dan langsung di suguhi kopi late untuk leon,lalu coklat hangat untuk Deuz,semua itu atas pesanan Caca dari awal sebelum naik ke kamar hotel,wanita itu sudah memesan secara khusus untuk keduanya.


"Dad.... saat pertama tiba,kafe ini belum ada.....jangan bilang ini adalah milik Daddy juga?" Deuz menyadari ada beberapa perubahan mendadak di hotel mewah ini,Leon tersenyum hingga kedua lesung pipinya membuat para staf dan karyawan yang lewat ikut terbawa dengan sikap hangat owner mereka pada Deuz,tidak berlangsung lama anaknya terkekeh hingga gigi taring gingsulnya membuat pipi2 setiap wanita merona,bagaimana tidak bisa seorang pria muda cool memenangkan hati,anak-anak Leon mewarisi hampir semua fisiknya tidak ada perbedaan kecuali usia dari ujung kaki hingga ujung rambut,gigi gingsul hingga lesung pipi,apalagi warna mata yg dominan tajam memikat itu,titik hoki di juluki anak dewa dengan tahi lalat di bawah mata mendominasi semakin jelas tipikal dari sosok ayahnya yang memiliki visual bak dewa yunani,begitu juga dengan Zeus,lebih menarik perhatian dengan wajah selimut ibunya yang nyaris di juluki peri hutan,hanya saja anak keduanya mewarisi karakter ibunya yang sensitif,bola matanya dominasi berwarna hazel adalah daya tarik dengan kulitnya yang lebih cerah daripada Deuz cenderung seperti ayahnya dengan ciri khas berparas tenang menghanyutkan dengan tatapan selalu mengintimidasi jika kesal.


Diam-diam menejer hotel mencari akun Leon,dan pantas saja mereka semua tidak begitu mengenali Deuz,karna Leon cuman menguploud wajah kedua anaknya saat masih berusia remaja.


"Dad .....,kenapa menatapku seperti ingin memakan semua ketampananku?" Deuz merasa risih dengan orang sekitar,di tambah lagi ayahnya juga demikian,sekalipun leon tidak kaget dengan kalimat itu,tapi cukup bikin dirinya tertawa terbahak-bahak.


"ha ha ha,kita belum lama di Inggris,tapi anakku semakin jelas berbeda.....,oh ia kafe ini atas rekomendasi mommy.....,dan aku rasa kita harus persingkat dengan kamu bicarakan apa yang saat ini tujuanmu tidak ingin bicara di kamar .....apalagi di depan Mommy....", Leon berkelakar sambil berbicara santai dengan anaknya,yang saat ini sudah berusia 19 tahun,dengan gelar pendidikan yang tentu saja di atas rata-rata.Deuz menarik nafas tenang lalu mulai berbicara serius dan santai Sambil sesekali menyeruput isi cangkir agar menekan rasa kesalnya pada kenyataan bahwa Zeyna kini menetap di rumah pamannya Luis,lalu adik keduanya mengadu jika beberapa teman sekolah menjauhinya sampai terkadang mereka berkelahi karna Zeus tidak lagi suka bermain atau mengikuti beberapa group les dengan alasan lelah,tapi sebenarnya Zeus hanya ingin kakak dan kedua orangtunya di rumah lalu berharap semua berjalan normal seperti keluarga rukun di kota kecil itu,seperti kehidupan paman dan bibinya Yoga dan Yuki yang bukan lain adik kembar ibunda mereka,rumah kakek Harry dan Nenek Victoria terasa lebih harmonis,apalagi ada bibi Given.


Zeus ingin hidup seperti dulu sebelum Deuz pergi wamil dan sibuk dengan study ini,adiknya itu hanya bisa terbuka pada dirinya,selain Deuz sangat menyayangi adik bungsunya itu,di dasar hati kecilnya juga ingin hidup rukun dan tenang seperti yang di jalani sepupu-sepupu lainnya,Bibi Ariana dan Paman David yang mengurus Chris dan si kembar Ana dan Andrea dalam 1 atap,,bibi Riana dan Deviz yang juga mencintai anak kembar Rui dan Riu,lalu kedua kakek nenek yang menyayangi bibi Erica dan lea di Napoli,sekalipun bibi Erica sudah menikah dan hidup bersama paman Ali,tapi kakek Napoleon dan Nenek Queen terus menganggap bibi Erica masih tanggung jawab mereka,apalgi bibi Lea adalah wanita yang manja.mengingat keluarga besar itu,Zeus merasa dirinya yang kekurangan banyak hal,apalagi dirinya suka sekali diam-diam bermain di mension dengan peliharaannya.


"lalu apa kesimpulan dari semua ini nak?" Leon ingin pada intinya sekalipun hatinya miris dan sadar akan sikap egois mereka terlalu sibuk dalam karir,mereka hampir saja gagal dalam merangkul kedua putranya.


"aku akan pindah kuliah di Swiss,di tempat Daddy kuliah dulu,okeylah aku tidak membenci suasana baru,lagi pula di sana Daddy dan mommy bisa negosiasi untuk tidak ada komplain dengan rambutku..."


Leon terkejut dengan kalimat anaknya,dia menatap bola mata biru langit tajam itu,tidak beda jauh dengan bola matanya sendiri,Le rosey nama kampus tidak begitu jauh dari danau Geneva,tidak jauh dari lahan yang baru di beli dirinya untuk ,mata Leon berkaca-kaca dan berpaling ke arah luar kafe,anaknya kini sudah semakin dewasa rupanya,dalam hati ia sangat terharu mengingat sudah sejak Deuz pertama lahir di dunia ini,ia dan sang kakek yaitu Mr.Napoleon bercita-cita mengirim cucu pertama dalam keluarga company ini masuk di dalam institusi tempat di mana turun temurun sekolah di tempat paling termahal itu.


"Dad....,aku tidak menyesal kuliah di London,dan aku rasa jika sekolahku dekat dengan laboratoriumku,lalu.....",Deuz belum selesai bicara saat ayahnya langsung mengangguk dengan sikap kedua tangan di depan dada ciri khas sang ayah membuat satu keputusan bijak,tentu saja anaknya langsung paham dan tersenyum senang,semakin lebar senyum Deuz saat sosok wanita yang menjemputnya tadi pagi sedang melangkah ke arah meja mereka,bukan lain adalah ibu cantik jelitanya,banyak perubahan yang terjadi selama keduanya menemani Deuz di London,dari visual yang begitu maskulin dan juga busana mereka cenderung bikin pangling,di kira masih pacaran dengan karakter si Ayah yang tadinya selalu berwajah dingin langsung terlihat seperti kucing menggemaskan meraih dan mencium punggung tangan istrinya di depan sang putra sulung hanya bisa memutar bola mata risih,


"Dad ....stop...ini lobby dan kafe...." Omelan Deuz malah membuat kedua pasutri itu semakin bersikap mesra bak dunia milik berdua,dan siapapun yang berada di sana tidak bisa berhenti terkagum-kagum



"Kurasa omelanmu akan berhenti di saat memiliki kekasih nak...." Leon terus memainkan jari istrinya yang dari awal hanya tersenyum menatap intens dengan rambut Deuz,yang tadinya ngomel,sekarang mulai agak resah dengan mata hazel milik ibunya.


"di mobil tadi,mommy tidak memperhatikan rambutmu ya Deuz.....habiskan coklatnya dan kita ke kamar...." Caca baru ingat bahwa tadi saat menjemput anaknya dari asrama kampus,bertemu dengan pengelola di sana yang terus saja mengira Deuz adalah seorang gadis karna dari rambut yang sudah semakin panjang.


"Tidak.....,aku akan mengurus rambutku sendiri,Nenek Queen dan Bibi Lea menyukai rambutku.....", Leon dan Caca saling pandang mendengar penolakan tegas si sulung,anak itu sudah menebak jika rambutnya harus di gunting,perubahan fisik Deuz berbeda dengan sifat keras kepalanya jika sudah mengenai penampilan,ia tidak sepenurut adiknya Zeus.



Caca ibu dari Deuz dan Zeus,istri Leon.


"hummn,obrolan private kalian sudah selesai belum?,ayo ke kemar putra tampanku...."


Caca tidak bisa berlama-lama di lobby setelah menatap kelakuan anaknya yang mulai memutar bola matanya mencari ide untuk kabur dari hadapan mereka,Leon mengangguk lalu berbicara lembut sambil terus menatap gemas wajah istrinya yang terlihat serius.


"ya....,kalian ke kamar saja,berhubung mobil kita di London hanya 1,Daddy akan pergi mengurus administrasimu di kampus...." Leon mengecup singkat bibir istrinya Yann sedang tidak siap,tentu saja itu malah terlihat semakin panas di mata orang-orang,Deuz melangkah gusar lebih duluan ke arah lift menuju kamar hotel,di iringi tatapan Caca yang masih penasaran dengan kata-kata suaminya.


"Deuz akan pindah di Swiss....,Zeus dan Zeyna membuatnya tidak tahan belajar sendirian di sini...." Caca langsung menutup mulutnya sesaat tidak dapat berkata apa-apa,hatinya terharu mengetahui anak sulungnya akan kembali ke tanah kelahirannya,dengan lembut wanita itu melangkah ke meja kasir memesan beberapa menu kesukaan putranya,lalu kembali berbalik ke arah suaminya yang sudah keluar ke pintu lobby sambil menelfon seseorang untuk membawa mobil ke depan,keduanya menikmati udara pagi di luar hotel dengan begitu bahagia,apalagi Caca terlihat bergelayut di lengan suaminya yang berdiri maskulin menunggu mobil tiba.


"senyum itu membuat aku tidak ingin pergi dan ingin mengusir putra kita dari kamar.....,Leon berkata sambil membelai helai rambut hitam Caca yang cengar cengir sambil mencubit hidung mancung pria pujaannya itu untuk berhenti menggoda dirinya di tempat umum begini.


"aku tidak sabaran melihat raut memelas anak kita bila melihat gunting hi hi...."



Deuz anak pertama Leon dan Caca


"matanya akan sedih dengan bibir merajuk tidak ingin rambutnya di gunting.....,biarkan saja....,putra kita sudah berubah dewasa...."


"yaaa...,aku hanya bercanda... nanti aku ingin sedikit membentuk rambut panjang agak rapi saja...."


"kurasa tidak perlu baby....,karna kecurigaanku selama ini sudah ada jawaban...."


"kecurigaan apa?,dan pada Deuz? why?"