My Nanny, Ohh My Future

My Nanny, Ohh My Future
75.Sengaja Meninggalkan



Caca selalu terjaga sepanjang malam,sekalipun matanya ingin menutup tapi telinganya selalu waspada akan suara bayinya,apalagi saat ini semua anggota keluarganya sedang berkemah di taman belakang rumah orangtuanya di lahan peninggalan kakek Harland,jam 12 malam Leon terjaga dan diam-diam mengawasi istrinya saat ia kembali dari ruang kerja,leon terbiasa lembur kerja di hari Jumat sebelum libur kantor di hari Sabtu dan Minggu,saat tiba di kamar,sosok istrinya yang mungil tidak berada di sana,tapi di kamar sebelah,sedang duduk melamun di balkon kamar anak-anak,seperti biasa leon memberikan ruang untuk istrinya sendirian.sampai subuh Bibi Mei dan Mel telaten menjaga Baby Zeus,hingga akhirnya Caca selesai mandi dan tak mendapati suaminya yang pagi-pagi sudah lebih dulu bangun ke rumah papi Harry.


"Bibi Mel sudah ikut bersama nak Leon ke rumah kaca untuk menjemput Baby Deuz,ikatan batin ayah dan anak memang sulit di pisahkan terlalu lama he he....sekarang Non Caca siap-siap dulu untuk berangkat ke itali",bibi Mei adalah pengasuh kepercayaan keluarga Napoleon,dan dirinya seusia bibi Mel yang juga pengasuh kepercayaan keluarga Harland.wanita itu sedang membantu Zeus mengenakan bedak tabur,beliau paham jika pagi-pagi Leon harus ke rumah mertuanya,bukan untuk menjemput kakak atau adik-adiknya pulang,tapi putra sulungnya Deus,kedua ayah dan anak ini tak jarang bertengkar tapi juga saling menyayangi.


"Daddy akan memandikan kamu....yuk pulang...." Leon tak menunggu putranya turun dari kasur,ia langsung meraih dan menggendong keluar dari tenda,saat itulah dirinya sekilas melihat Alexa dan Luis masih terlelap di tenda sebelah.pria itu tersenyum lega lalu bergegas masuk ke dalam rumah mertuanya untuk pamit,tapi berpapasan dengan Erica yang tersenyum dengan mata bengkaknya.


"pagi kak......,aku baru mau mengecek Deus....," Erica bersandar di bahu kakaknya sambil menggesekkan hidungnya di pipi Deuz yang merasa nyaman dalam pelukan ayahnya dan kembali ingin tidur.


"Zia Erica .....biarkan aku tidur lagi....ini masih jam 5 subuh...."


"ia Zia hanya ingin mencium ponakanku yang gembul ini"


"ziaaa Erica.....Deuz tidak gembul...." Deuz tak terima di katakan gemuk oleh siapapun,sedangkan fisiknya saat ini begitu montok dan menggemaskan,sejak adiknya lahir Deuz mendapat extra perhatian juga dari kedua pasang kakek dan neneknya,hingga membuat anak itu betah di sisi mereka.


Deuz merapatkan wajahnya di leher Leon yang mengusap kepala Erica lalu kembali melangkah ke dalam rumah.


"kak....aku ikut pulang yah.....,aku bangunkan Lea dulu...."


"tidak....,kembalilah ke kamar dan tidur....,aku akan mengajak Caca dan Zeus jalan-jalan,nanti kamu sendirian di paviliun..."


"baiklah....aku akan ke restoran baru David saja nanti,kak Leon menyebalkan hari ini" Erica terlihat cemberut kembali ke kamar tamu di mana suaminya masih terlelap di sana.leon mendapati Mrs.Victoria di dapur sudah sibuk memasak saat Leon menyapa.


"Mami.....aku kembali ke rumah yah,aku hanya datang menjemput Deuz.....,Terima kasih makan malamnya,Caca suka sekali...."


"ia sama-sama,sekarang hari Sabtu ya,,mau kamu ajak kemana anak-anak dan istrimu?,bawalah sarapan untuk kalian berempat"


mami Victoria menyodorkan serantang sarapan pada seorang maid langsung ke arah mobil Leon yang berjalan di iringi langkah ibu mertuanya.


"aku akan mengajak mereka ke ....italia" kata-kata Leon membuat ibu mertuanya sangat terkejut,sama seperti keterkejutan Caca tadi saat bibi Mei memberitahu,tapi Mami Victoria terlihat kembali tenang,mengingat tujuan Leon berlibur adalah tempat kelahiran menantunya di italia Roma,jadi dia tak ada hak untuk melarang atau cemas.


"jangan kuatir mam.....,kami bukan menetap di sana,Damar dan Sera akan ikut.....tenang saja" Leon suka sekali membuat kejutan bukan?,ya pria tampan ini sudah masuk ke mobil yang ia kemudikan dengan lumayan cepat agar segera tiba di rumahnya,di sana Caca juga sedang terkejut saat Sera dan Damar telah memberitahunya akan ke Itali dengan pesawat pribadi.


" hubby ....kita harus bicara..." Caca berniat menarik lengan suaminya yang sudah mengajak putranya ke kamar mandi,tapi pria itu hanya meletakkan jemarinya di bibir sang istri.


"ssssstt.....bersiap-siaplah....,kita akan bicara di pesawat...." Leon dan Deuz masuk dan menutup pintu kamar mandi,membuat Caca mundur dan melirik kearah bibi Mei dan Sera yang sudah mengatur barang-barang pribadi miliknya.


"kak Sera......why?" pertanyaan Caca hanya di jawab dengan gelengan kepala ikut tak paham,karna dirinya juga dan suami tiba-tiba di hubungi pagi-pagi.


"sarapan dulu sana.....kamu kan sudah selesai mandi,aku akan menelfon Menejer di kantor Itali untuk siapkan segala sesuatunya di sana....." Sera malah mendorong Caca ke arah keluar pintu kamar,wanita itu cepat-cepat ke dapur.baby Zeus sedang bersama Damar di ruang tengah,pria yang menjadi sahabat sekaligus orang kepercayaan suaminya itu sedang mencium-cium wajah bayi montok itu sambil nonton.


"hello kak Damar.....,sudah sarapan?" Caca mendekat dengan dua mangkuk bubur di depan Damar yang mengangguk.


"tentu saja aku dan Sera sudah sarapan sebelum kesini....,habiskan saja dua mangkuk itu,untukmu dan baby Zeus" Damar terlihat senang,Sera juga....jadi Caca simpulkan tidak ada yang perlu ia risaukan sepagi ini,dirinya sudah biasa dengan segala sikap dadakan Leon.


Saat Luis dan Alexa kembali bersama Ali dan Erica,mension itu sudah kosong dengan sebuah pesan di meja makan yang di tulis sendiri oleh Leon.


"*Kak Luis kami akan pergi berlibur,uruslah rumah dan perusahaan.Ali dan Erica akan mengurusi studio,sampai ketemu Minggu depan.


By


Leonel😘*


Leon menatap Deuz dan Zeus yang terlelap sebelum keluar menemui istrinya yang cemberut di kamar kabin sebelah dalam pesawat.



Leon duduk dulu sebentar di samping Damar dan Sera yang sedang menikmati kebersamaan mereka sambil memamerkan wajah bahagia mereka.


"kalian senang kan karna kali ini liburan satu team...."


"begitulah,sekalipun ini dadakan tapi kami merasa ini hadiah terbaik he he....,Terima kasih iblis berhati malaikat..." Damar tersenyum menggoda leon yang bisa menebak jika Sera bahagia bisa duduk berdampingan dengan suaminya lagi,karna Leon selalu mengacaukan kebersamaan mereka dengan meminta Damar ke perusahaan sedangkan Sera di studio.


"nikmati liburan kalian.....",Leon menepuk pundak Damar sebelum melangkah masuk ke kamar di mana istrinya sedang duduk di tepi ranjang dengan raut masih kesal dan tatapan sulit terbaca.


"hai sayang......sedikit lagi kita sampai " sapaan Leon tak di jawab,gadis itu hanya mengulurkan tangan seperti meminta sesuatu.


"maaf ada di kursi dekat bibi Mei duduk...."


"aku akan kesana....."caca


"kau memang Caca kecilku yang terbaik......,selalu memaafkan" setelah 5 bulan melewati berbagai drama mengurusi anak,adik-adik dan juga perusahaan ,Leon sengaja secara pribadi meminta ijin ayahnya beberapa hari yang lalu,dan tentu saja ayahnya ikut senang dan mengijinkan putranya mengajak keluarga kecilnya berlibur.leon juga sudah sering melihat Caca melamun di kamar anak-anak,terutama semalam tapi sampai saat ini dirinya pura-pura tak tahu jika istrinya cukup tertekan menjadi ibu sebegini muda mengurusi dua orang anak-anak dan suami lalu masalah di lingkaran rumah Napoleon,hingga kamerapun tak ia sentuh untuk sementara waktu.


saat tiba di sebuah villa terpencil di tepi laut,Caca sudah tertidur setelah menyusui putra keduanya,dan Leon yang baru kembali dari ruang tengah setelah melakukan pekerjaan secara daring bersama Sera dan Damar yang saat ini sudah pamit pergi dan minta ijin berkeliling di sekitar villa .hanya ada penjaga dan juga 3 orang kepercayaan Luis yang selalu siaga.karna villa ini sesungguhnya milik pribadi Luis saat masih remaja dulu,tapi tetap dalam pengawasan Daddy Napoleon.


"bibi Mei....anak -anak di mana?"


"Deuz sudah tidur di kamarnya bersama baby Zeus nak.....",bibi Mei menjawab sambil sibuk merapikan barang bawaan dari Swiss,Leon duduk sebentar melihat Bibi Mei.


"apakah ada yang perlu saya bantu lagi nak?"wanita itu selalu perhatian dan tak kenal lelah batin Leon.


"panaskan makan malam untuk Caca saja nanti bi,maaf kalau aku ajak bibi ikut,aku wanti-wanti sebelum kemari takut Caca marah dan berontak kan bisa ada bibi yang bantu handle anak-anak he he..."Leon bicara jujur pada bekas pengasuhnya itu yang di tanggapi dengan senyuman lalu meletakkan tangannya di atas punggung lengan Leon.


"ia......tidak apa-apa nak.....,sudah lama juga bibi tidak kemari,saat itu bibi menemani nak Luis dan kamu.....yang masih belasan tahun....",Leon tersenyum dan menarik nafas lega,ia juga merindukan tempat ini,dan sikap keibuan Bibi Mei.


"aku dulu baru 18 tahun saat kesini....,,setelah kembali dari Swiss,dan berjanji dalam hati akan mengajak istriku kemari jika datang lagi,,akhirnya sekarang sudah terkabul kan Bi...."


"Amin.....,nah pergilah mandi....,ini sudah malam....,anak-anak biar bibi yang urus...." Bibi Mei akan beranjak ke arah dapur saat lengan anak dari majikannya itu tiba-tiba memeluk wanita berusia 49 tahun ini dengan erat lalu berbisik.


"Terima kasih Bibi Mei.....,"Wanita paruh baya itu membalas pelukan pangeran kesayangannya itu dengan lembut lalu menepuk-nepuk bahu semakin menenangkan Leon yang pelan-pelan melepas pelukannya dengan mata berkaca-kaca.


"Bibi Mei dan Mommy adalah ibu terbaikku.....,tapi saat ini aku sengaja meninggalkan Mommy sementara waktu biar fokus mengurusi kak Luis,David dan Erica....." penjelasan Leon membuat Bibi Mei terharu dan juga kagum akan sikap dewasa anak tunggal dari Tuan Besar Napoleon dan Nyonya Queen ini,ia mengangguk dan mengusap-ngusap punggung tangan pria bermata hitam kelam ini sambil menyeka airmatanya.


"Tidak salah bibi dan kedua orangtuamu memberi nama Leonel.....,semoga Tuhan selalu menyertai langkahmu nak...."


"bibi jangan menangis.....,nanti Caca marah padaku membuat orangtua sedih..."Leon ikut menyeka airmata bibi Mei tanpa menyadari Caca melihat moment itu dari balik pintu kamar.leon melangkah ke kamar anak-anak yang di temani seorang maid.


"suamiku ternyata sehangat itu pada orangtua,,pantas kakek sangat percaya dan menyayanginya.....,aku mungkin sudah selalu menyusahkannya selama ini dan belum memberikan apapun....",Caca mundur dari balik pintu lalu mencari hpnya untuk mengirim chat pada Sera,meminta bantuan saran harus memberikan hal terbaik apa pada suaminya.


Sera dan Damar sedang duduk di gazebo tak jauh dari vila saat sebuah chat masuk,tak perlu basa basi Sera menelfonya.


"kau sudah memberinya dua anak dan cinta yang suci.....,tak perlu pikirkan yang muluk-muluk karna suamimu sudah memiliki segala-galanya.....,skarang istirahatlah,aku tau kalau sejak di pesawat kau kelelahan...." Sera menutup telfon secara sepihak sebelum Caca bertanya,bersamaan dengan suara pintu kamar terbuka dan sosok suaminya yang mengenakan kemeja linen lusuh dan celana pendek berbahan sama membuatnya terlihat seperti dewa Yunani yang kembali ke dunia modern.


"sayang.....,sudah bangun?,dan siapa yang menelfonmu?" Leon mengecup puncak kepala istrinya yang ternyata sudah selesai mandi dan keramas.


"duduklah dengan benar.....,rambutmu masih basah....," leon tidak sungkan mengeringkan rambut istrinya yang terlihat selalu malu dengan pipi yang merona membuat Leon gemas.


"lihatlah pipimu ini....,"Leon mencubit pipi istrinya menatap dirinya sendiri di depan cermin lalu kembali berpaling kearah lain berniat menyembunyikan pipinya.tapi ayah dari anak-anaknya itu terlihat makin gemas lalu menggendongnya duduk di tepi tempat tidur yang serba mewah.


"ada sesuatu yang harus aku tunjukkan.....apakah sudah bisa ku ajak keluar sebentar?" Leon hanya mendapat jawaban dengan anggukan.


"hei....di sini hanya kita berdua.....,anak-anak sudah tidur..."Leon terlihat tak suka dengan sikap diam Caca yang akhirnya berbicara dengan suara bergetar.


"aku ingin bertanya.....tapi aku takut hubby marah...." rasa penasaran mendorong seseorang untuk menggali informasi,Leon mengangguk lalu memakaikan syal di leher istrinya.


"bertanyalah.....,"


"bolehkah aku.....memberikan Hubby hadiah?,sekalipun itu tidak mahal dan......,mungkin tidak sesuai keinginanmu...." Caca terlihat berharap tapi ragu-ragu.


"dengan alasan apa...aku tidak sedang ulang tahun honney....,dan....apapun yang kau berikan itu bukan aku lihat dari harganya kok ..." Leon menuntun istrinya untuk keluar kamar dengan mengenakan piyama tidur dan sendal jepit.tak lupa Leon membawa kunci mobil dan juga hp.


"aku akan berikan hadiah itu dalam waktu dekat.....,bukan saat ini.....,oh ia ....,apakah kau sengaja meninggalkan kak Luis dan Erica hadapi masalah mereka sendirian demi aku dan anak-anak?" Leon tidak segera menjawab karna masih mengirim pesan pada Damar dan Sera agar tetap memantau kedua putranya dan pamit pergi dengan mobil.


"aku minta maaf.....,jawabannya,ia...aku ingin kamu,Deuz dan Zeus menikmati liburan keluarga yang sebenarnya,sekalipun aku tahu kalau kami ini paling suka memecahkan masalah siapapun di sekelilingmu,dan sangat peduli dengan saudara-saudariku.....,tapi,di sisi lain.....kita punya orangtua bukan,biarkan mereka belajar mandiri dan selesaikan urusan rumah tangga mereka dengan bimbingan orangtua kita....."


"apakah aku membosankan?"


"hei.....kalimat apa itu sayang?,naiklah....kita harus segera berangkat...."Leon membukakan pintu mobil untuk istrinya sebelum dirinya mengemudi sendiri dan mengajak sang istri duduk di tepi pantai tak terlalu jauh dari villa,lampu remang-remang dari bangunan villa kelihatan dari posisi Leon dan Caca saat ini.