
Setelah makan siang dan sama-sama membereskan meja,,Yuka dan Given duduk santai di teras belakang menikmati coklat panas sajian mami Victoria,hal ini semakin menghayatkan musim semi,Yoga sedang berlatih di di ruangan olahraga bersama Pak Bob tukang kebun yang dulunya salah satu anak didik kakek Harland,suami dari bibi Mel....,mereka tak kenal lelah mengabdi pada keluarga Harland,hingga telah di anggap keluarga dan di beri rumah pavillium di belakang rumah kaca orangtua Caca,,apalagi keduanya tidak memiliki anak hingga saat ini,mereka sangat mencintai Caca dan adik2 kembarannya ini,,Pak Bob di panggil paman oleh mereka.
"Given......yuk aku antar ke kafe.....kebetulan aku akan ke studio kak Caca juga....." Yuka menawarkan diri,dan gadis adik kelasnya itu mengangguk.
"yuk ke rumah utama,biarlah kak Yoga latihan......"
"baiklah,,aku pamit dulu pada mami......" Given melangkah pelan kearah kamar pribadi Caca dulu saat masih lajang,mami Victoria sedang duduk dengan raut sedih di sana saat Given akan masuk,dan wanita itu terlihat berkaca-kaca,Yuka yang melangkah menyusul melihat moment haru itu saat ibu kandungnya menuntun Given duduk di sisinya dan berbicara lembut.
"aku memiliki dua orang putri,,tapi kini aku ingin kamu juga ingin menjadi putriku....." Given terdiam,hanya matanya yang berkaca-kaca menatap pigura foto gambaran caca kecil di gendong loenel yang berusia 17 tahun berdiri di sisi kakek Harland.Given telah mendengar kisah Caca dari Yuka saat mereka berbincang di sekolah,Given yakin mami Victoria menyadari kesalahan di masalalunya dan ingin menebus semuanya dengan mengasihi gadis-gadis yang keras terhadap hidup mereka di usia seperti Given.
"jika mau,kamu bisa kapanpun ke rumah kami,atau kesini yaa......dan berhentilah dari kafe.....fokuslah bersekolah...." mami Victoria membujuk Given yang mengeleng lalu mengenggam tangan ibu dari 3 orang anak itu.
"mami......,aku akan tetap bekerja,dan aku akan sering kemari......,sekarang aku harus bertemu Menejer.....sepertinya ada hal penting...." Given terlihat yakin menjelaskan niatnya,dengan terpaksa Mami Victoria mengangguk lalu mengantar mereka hingga naik mobil ke kafe di antar sopir pribadi Keluarga Harland.
"mami......,Yuka dan Given tidak ada di belakang.....mereka ke mana?" Yoga berseru dari dalam sangsa membuat Mami Victoria tersenyum lalu masuk kesana mengajak putranya kembali ke rumah utama dulu.
1 Minggu kemudian
Banyak masalah pekerjaan yang di hadapi Leon,apalagi saat ini dia harus ekstra perhatian pada istri dan anaknya.hingga kadang tak sempat berbicara pada kedua orangtuanya yang memutuskan ikut berlibur demi dekat dengan Deuz dan calon cucu mereka yang di nanti-nanti,berhubung kapal pesiar ini adalah milik pribadi Mrs.Queen,maka sudah di pisahkan lantai khusus untuk keluarga Napoleon dari jauh-jauh hari,,kapal itu adalah hadiah pernikahan dari Mr.Napoleon saat istrinya hamil putri kedua mereka Lea,awalnya Leon tak ingin menaiki kapal itu,dan ingin berlibur dengan kapal milik kakaknya Luis,tapi mengingat kapal itu saat ini terlalu jauh dari benua Eropa,Leon mengikuti saran Damar dan Sera saja demi pekerjaannya yang padat.jadi sore ini Leon sedang duduk di lapangan golf melihat ayahnya jadi pusat perhatian di sana,sampai dirinya kesal Karna beberapa wanita mendekat.
"mengapa aku bisa punya Ayah seperti dia ya?" Leon berceletuk asal sambil melirik David yang tak jauh darinya,kedua bersaudara itu tak bersama istri masing-masing yang pagi hari sibuk di depan labtop mereka. David hanya terkekeh mengingat ayah angkat sekaligus pamannya itu memang tampan sekalipun telah berusia 55 tahun,berbeda dengan orangtua kandung David yang saat ini berada di satu kapal ini namun mereka cenderung sibuk dengan hobby menjelajahi dunia di bawah laut bersama Deviz dan istri serta dua orang adiknya lagi.David berasal dari lingkaran keluarga bangsawan ternama,yang menguasai dunia hiburan dan juga bisnis sekaligus.tapi tetap saja keluarga ini memilih terjun di dunia awam,tidak terlalu kaku dan harus ikuti protokol kerajaan Romawi.David sedikit kaget dengan suara ketus Leon,dan melupakan lamunannya.
"rubah tua ini masih saja jadi pusat perhatian....." Leon berdecak kesal berniat meninggalkan tempat itu bersamaan dengan Yoga yang masuk ikut duduk,sejak pertikaian kecil Yuka Minggu lalu,adik iparnya itu mengalah dan mengikuti keinginan adik kembarnya berlibur setelah ujian,dan alasan lainnya merindukan Deuz.
"aku ingin kerja di bar.....bisakah kakak rekomendasikan aku?" David yang dari awal hanya termenung akan nasibnya yang tak begitu dekat dengan orangtua kandung dan saudara-saudaranya malah terkejut dengan kalimat adik dari istri Mr.Leonel itu.gimana tidak terkejut,Yoga yang masih menuggu kelulusan meminta bekerja di kapal milik orangtua kakak iparnya.
"katakan dulu apa alasanmu ingin kerja di bar?,ingin belajar minum?,,kami akan mengajarimu dengan gratis atau....." David yang bertanya,sedangkan Leon menurunkan kacamatanya lalu menatap mata teduh adik iparnya.
"aku hanya bosan di kamar.....," yoga menjawab sekenanya saja,lalu Leon mengecek hp di tangannya sebentar lalu melirik kembali ayahnya yang kini sudah di jauhi para wanita Karna kedatangan Lea yang begitu ketus.
"Yuka kemana sekarang?" Leon bertanya dengan tenang tapi Yoga malah terkejut lalu memijit alisnya sambil menunjuk ke arah luar kaca pembatas kabin,dimana saudari kembarnya sedang duduk bersama Erica menikmati terikanya matahari pagi tak jauh dari Ali dan Dion.
"Ariana sedang menyiapkan konsep pemotretan,besok kamu jadi model di sana saja.....buat apa kamu kerja di bar?," Leon menjelaskan sambil berdiri ingin pergi dari sana setelah memastikan Lea dalam gendongan ayahnya yang merasa tak terganggu malah terselamatkan Karna kahadiran putrinya,ketimbang menahan rasa tertusuk dengan tatapan tajam putra sulungnya sejak awal di lapangan golf ha ha ha.ke 3 laki-laki rupawan itu keluar kearah bar dan saat tiba di sana,yoga menceritakan fakta sebenarnya di depan Menejer dan personalia kapal.
"jangan sampai kak Caca tahu hal ini.....,tapi aku akan bertanggung jawab kak....." kalimat tegas itu terdengar lucu di telinga Leon yang pura-pura serius menyimak,sesungguhnya sejak semalam ia telah tahu terjadi perkelahian di bar antara Yoga dan seorang anak buah kapal yang merayu Given,gadis itu bukannya ikut datang berlibur,tapi di tetapkan jadi asisten kecil Ariana.hari itu dimana Given di panggil ke kantor Menejer dan di beri dua pilihan,given bisa di kembalikan ke Korea Utara oleh keluarga David,atau menetap dan berkarir di bawah pengawasan keluarga David; dan Given tetap pada pilihan kedua.
semalam Leon telah mendengar masalah yang tejadi di bar,Given tidak sengaja ke Bar atas permintaan Ariana yang ingin kan es batu,saat tiba di sana dirinya di goda seorang Abk yang mabuk,di sana Dion dan Ali bersama Yoga sedang nongkrong,tak tinggal diam,yoga menunjukkan tingkat bela dirinya hingga beberapa barang di bar pecah,dan ABK mendapat bogem cukup banyak,Menejer bar tak mengenal yoga meminta pertanggung jawaban,hingga Yuka pagi-pagi harus ke bar membersihkan tempat itu sebagai bentuk permintaan maaf.
" yoga......,masalah ini sudah selesai ....." Menejer menuturkan dengan resah dan takut sejak tahu bahwa Yoga adalah adik ipar kandung dari tuan muda Leonel yang sejak awal terlihat santai,malah sibuk mengecek hp menunggu alarm makan siang.
"Given di mana sekarang?" David bertanya mengingat sejak awal tidak melihat gadis itu di dekat istrinya.menejer bar itu lagi-lagi panik dan menjelaskan dengan terbata-bata.
"gadis itu tadi pagi terkena air panas di tangan dan....." Leon mengetuk meja dengan pelan dan raut wajahnya terlihat beku menatap menatap tajam bersamaan dengan Yoga yang berdiri dengan rileks.
Caca merenggangkan otot-otot lengannya di depan balkon kamar setelah 3 jam sibuk mengoreksi laporan dan data dari studio,dan menyelesaikan ritual paginya memandikan Deuz lalu memberinya sarapan bergizi sebelum anak itu fokus dengan Lea sekolah online.
" ca....,vitaminnya sudah di minum?" Sera menyapa dari sisi balkon sebelah kiri,wanita itu tidak bisa jauh dari istri tuan besarnya,apalagi usia kandungan Caca semakin bertambah besar,dokter keluarga juga telah di ajak serta dalam liburan ini,tapi tidak sedikitpun wanita hamil itu melupakan tugas dan tanggung jawabnya.
" selamat siang kak Sera,ya sudah.....,aku ingin sekali memancing....." Caca berbicara dengan santai,dan keinginan itu sudah terdengar lebih 3 x sejak beberapa hari lalu,kapal ini begitu besar,tentu saja harus menggunakan perahu lain jika ingin memancing dan saat di meja makan ayah mertuanya tidak mengijinkan Karna mereka saat ini berada di tengah laut.
"kak Sera......boleh bersantai sekarang,pekerjaanku sudah beres....," Caca sekali lagi menyapa Sera yang termenung,dan mengirim pesan pada seseorang yang datang ke kamar dalam waktu 3 menit.
"ca.....aku akan berjalan-jalan sekitar kapal....kalau ada apa-apa hubungi aku....." ser undur diri setelah sosok yang ia kirimi pesan membalas,bukan lain adalah suami Caca,pria itu segera naik lift pribadi langsung ke kamar,mengecek putranya di kamar sebelah lalu menemui Caca yang masih berdiri di balkon kamar menatap birunya lautan.
" darimana saja?" suara ketus istrinya yang berbalik menatap Leon,dan pria itu menjawab dengan sebuah kecupan ringan di kening dan di dagu istrinya.
"aku baru pergi 1 jam....sudah rindu padaku?" Leon menggendong istrinya dan di dudukkan di atas meja pojok ruangan,lalu merunduk mengecup perut Caca yang sedikit mendesah geli,apalagi Leon berbisik.
"Deuz akan semakin sibuk nanti jadi kita berdua akan lebih banyak waktu bercinta....." mendengar penuturan sarkas sang suami membuat Caca menjambak ringan rambut hitam suaminya yang sudah panjang.
"apa yang hubby pikirkan?"
"aku sudah menyiapkan nama putra kita sayang....dan hari ini,kamu bisa memancing,kenakan kimono yang di kotak itu,aku menunggumu di kamar nomor 77......" Leon menunjuk sebuah kotak merah di atas ranjang,entah sejak kapan benda itu berada di sana,lalu sebelum pergi,Leon mengecup kening istrinya dan menuntunnya ke arah kotak itu lalu keluar dari kamar serba mewah itu ke kamar yang berbeda.saat Caca sibuk mengenakan kimono kuno versi Jepang,saat itulah Yuka masuk bersama Erica,mereka membantu Caca mengenakan desain mewah itu dan menuntunnya dengan keadaan mata di tutup selembar kain.saat ini bulan 12,beberapa jam lagi akan tahun baru dan secara khusus Leon menyiapkan kejutan untuk istrinya bersama mertua dan keluarganya.wanita yang telah memberinya putra dan tak menuntut apapu kecuali waktu,baginya wanita luarbiasa.caca sedikit tenang saat mencium aroma khas suaminya saat seseorang memeluk dan menuntunnya beberapa menit,dan keadaan terdengar sepi hanya suara nafas lalu bisikan Leon sambil membuka penutup matanya.
"selamat memancing my wife....." Leon terlihat menyisir ujung rambut Caca yang langsung berkaca-kaca melihat sekitar keridor telah di desain secara khusus seakan-akan berada di sebuah taman negeri dongeng zaman sejarah,dengan busana klasik mereka yang manis,Leon terlihat lembut menyeka airmatanya lalu mengecup perut buncit istrinya yang melihat kearah sisi jendela,mereka rupanya berada di sebuah kapal khusus bernomor 77,yang memang telah di sediakan mommy Queen untuk memancing,letaknya tak jauh dari kapal pesiar,di sana di lengkapi kamera pengawas dan juga penjagaan ketat.dari sisi jendela pun Caca bisa membuang kail dan di depan sana ada seorang nahkoda yang selalu sigap tak menganggu privasi tuannya.
"Cassandra Alexiandra Harland......,maukah kamu untuk hari ini saja temani suamimu memancing dan tidak perlu mencemaskan apapun?" Leon bertanya dengan senyuman gemas saat Caca tersedu-sedu dalam pelukannya,lalu menengadah.
"aku mau hubby.....,,ini seperti sudah terkonsep secara khusus.....aku seharusnya tidak merusak riasan kak Erica......" Caca terharu akan kerja keras suami dan mertuanya yang ternyata telah menyiapkan itu semua dan sedang jadikan moment itu untuk peluncuran buku terbarunya dengan gambar animasi canggih memakai karakter Caca dan Leon putranya.
"sekarang.....silakan memancing....aku akan menemanimu.....maafkan aku ya.....selama 2 tahun pernikahan kurang bersikap romantis apalagi memberimu kejutan....." Leon terus mengucapkan kalimat-kalimat manis yang membuat hati Caca bergetar dan pipinya merona.
"hubby.....aku mencintaimu.....,maafkan aku yang selalu menyusahkan dan kekanak-kanakan....." sekali lagi Caca menangis sambil tersenyum malu-malu membuat para maid jadi ikut gemas dari persembunyian mereka,apalagi Leon tersenyum mengecup kelopak mata sembab istrinya,siapapun di sana terpancing untuk ikut baper dan ikut bahagia.
"memancinglah sayang......jangan pancing aku membawamu ke kamar tidur sekarang....." Leon menuntun istrinya ke balkon kapal lalu duduk menemaninya dengan sibuk mengecek hp memberik kabar keluarganya yang melihat moment itu lewat kamera.
"hubby......ini moment memancing yang begitu mewah,apakah aku bisa mendapatkan paus???atau orca???" Pertanyaan istrinya membuat siapapun yang melihat dan mendengar itu tertawa terbahak-bahak,tali Leon menjawab dengan serus
" yaaa.....sepertinya nanti beberapa menit lagi pausnya akan marah.....,,Karna paus di sampingmu ini sedikit kepanasan.....ingin memakan princess Jepang yang begini menggairahkan....." Leon terlihat tak sabar dan melirik kearah para kru film yang sejak dari awal mengabadikan moment itu,tapi Leon memberi kode tak ingin di ganggu hingga akhirnya mereka mundur kembali ke kapal utama hanya meletakkan peralatan fotografi di sana di ambil alih Leon,dirinya sendiri yang mengabadikan momen-momen indah itu sambil mengawasi istrinya memancing hingga tertidur di bangku,lalu Leon menyerahkan kamera ke para maid dan menggendong istrinya ke kamar sambil memberi kode kemera di matikan.
Leon dan Caca versi Jepang