
Erica turun dari tangga berpapasan dengan Caca dan kakaknya Leon yang baru keluar dari kamar,dan akhirnya dirinya turun sambil di tuntun kedua suami istri itu,di bawah sana ad sosok yang beberapa hari ini menghilang ke Dubai,pria itu berdiri dengan setelan jas yang sama warna sepadan dengan dress indah yang ia kenakan,tidak lupa sosok wanita cantik jelita berparas Arab tak lain ibunda dari Ali.
"Ali?" Erica hanya bisa menyebut nama itu saat tiba-tiba pria tinggi dan rupawan itu berlutut dengan sebuah kotak cincin mewah.
malam itu adalah moment paling indah dalam hidup Erica,dirinya hanya bisa mengangguk tiga kali di sertai airmata di usap penuh kelembutan oleh Caca saat Ali mengucapkan lamaran di depan semua keluarganya dan juga ibunda Ali.
di satu sisi ada sosok yang terlihat diam di pojok dengan wajah kesal,mata biru dan juga rambut hitam panjangnya yang tergerai indah sedang berdiri bersama ponakannya Deuz,tapi anak laki-laki itu telah bergabung bersama kedua orangtuanya,menyisakan dirinya yang terlihat kesal dan kecewa hingga memilih duduk di teras samping tak luput dari pengawasan Leon.
"baby....aku ke teras samping sebentar,cari udara segar,di sini agak sesak Karna asap lilin......mau ikut?" Leon berbisik pada Caca yang mengeleng sedang bersenda gurau dengan Ariana dan juga Erica,Leon berjalan pelan-pelan mengawasi adik kandungnya yang kini sudah hampir berusia 7 tahun.gadis kecil itu di warisi keelokan mata milik Ayahnya dan juga sikap keras kepala yang kadang sulit di taklukan.
"semua orang sibuk,kak Erica akan ke Arab....,huh kak Dion juga sibuk dengan kuliah onlinenya.....Deuz?apalagi!"
sudah kebiasaan Lea yang menggerutu sendirian jika sedang kesal,Leon langsung mengecup puncak kepalanya lalu duduk di sisi gadis kecil kebanggaan sang Daddy.
"my princess,kakak punya sesuatu.....," seorang maid muncul dengann ramah membawa sebuah kue tart bertaburan coklat tepat di depan Lea,gadis kecil itu tersenyum begitu manis seperti mommy Queen,bulu mata lentiknya mengerjap-ngerjap indah saat Leon menyuapinya dengan telaten.
"Bagaimana les privatemu?"
"lancar kak,aku ingin berkuda dan latihan samurai seperti kak Caca....."
"apapun itu.....,nanti ada Erica bukan....?"
"kak Erica akan menikah.....dan...." seketika Lea berhenti mengunyah dan menatap sendu ke arah kakak kandungnya dengan puppy eyes yang menggemaskan.
"lamaran itu bukan untuk memisahkan dirimu dari Erica.....,kau tau bukan,calon suaminya itu menetap di Italia juga.....dia hanya sesekali ke Dubai...." Leon berusaha menghibur adiknya yang sedikit terlihat senyum sinis sama seperti dirinya jika sudah menguasai keadaan.
"kakak berhenti berbohong.....,Daddy dan Mommy sudah di temui kak Ali lebih dahulu di Napollu dan aku juga berada di sana,jadi aku tau jika kak Erica akan mengikuti kak Ali "
Leon terdiam,karakter Lea memang refleksi dirinya dulu,penuh keangkuhan dan juga tak bisa berkata baik baik saja di saat merasa terluka.
"ada kak Ariana dan dan David......" sekali lagi Leon mengecup puncak kepala adiknya yang bersandar lalu berbisik pelan.
"aku lebih menyukai kak Yoga dan juga kak Dion daripada kak David.....yang selalu bertindak konyol...." Leon terkekeh mendengar kejujuran Lea benar adanya,pria yang di bicarakan itu sedang melangkah mendekat dan duduk di sisi kiri Lea yang tak takut jika saja David tau adik bungsunya itu mengatainya kakak yang konyol.
"kak David gimana sih,bintang di langit terlihat indah,bukan hanya di swiss....,tapi di mata dunia bintang itu tetap yang terindah......" Suara kekehan Caca membuat telinga David memerah,wanita itu ternyata sedang menyimak dari pintu di balik punggung mereka sambil memegang nampan berisi 4 gelas es krim buatannya setelah memastikan Deuz sedang bermain dengan kakek dan Neneknya dan juga Erica.
"kak ca....i Miss you..." pelukan lembut dari Lea membuat suasana hangat,terutama Leon yang segera meraih nampan lalu menuntun wanita itu duduk.
"kak ca.....,aku ingin tau alasanmu menyukai kak Leon...." Gadis cilik yang suka iseng itu membuat David dan Leon saling pandang.tapi mereka tidak bisa menutup mulut si ratu kecil biang kerok cilik itu telah berpindah dalam rengkuhan kakak iparnya yang menjawab enteng.
"awalnya aku membencinya,,akhirnya sampai saat ini.....aku kesal jika dia marah-marah apalagi jauh dariku....,,jadinya aku simpulkan....dia memang aku sukai karna tabiat buruknya...." David terpingkal-pingkal mendengar kejujuran Caca yang terlihat begitu alami menjawab pertanyaan Lea,dan dalam lubuk hati Leonpun mengakui fakta itu benar adanya,sejak bertemu kembali,Caca tidak ramah dan begitu berani sekali hingga saat ini manusia paling membangkang di hidup seorang pangeran Romawi adalah wanita berdarah Asia ini.
"aneh sekali....,,lalu kapan kakakku melamarmu?,apakah dirinya lebih romantis dari kak Ali?" Lea semakin ingin tahu,tanpa peduli jika kakak laki-lakinya sedang menahan nafas sejak tadi,
"lamaran?? ha ha.....,ummm.....huuumm tunggu....,seingatku..." Caca diam sejenak lalu melirik suaminya yang terlihat gugup dan menjintak kening David sejak awal sudah menahan tawa.
"ya....,dia pernah melamarku di tepi pantai dengan sebuah tabloit majalah.....tapi yaah sungguh tak romantis tapi aku tidak akan bisa melupakan moment itu"
semakin nyaringlah tawa David di ikuti celoteh Lea yang ikut terpingkal-pingkal.(baca di bab 14),sedangkan Leon terlihat berusaha menjangkau David dan Lea yang berusaha menghindar.dan keduanya tercegat saat leon mendekati Caca yang mengatupkan bibirnya rapat-rapat setelah melihat raut dingin suaminya.
"hubby.....jangan tersinggung....." Caca berusaha mencairkan suasana kembali tapi pria itu malah berbisik pelan membuat bulu kuduk berdiri.
"aku akan menghukummu nanti di kamar sweetie" Lea dan David masih di sana sibuk menikmati isi nampan yang di sodorkan Caca tadi.
"boleh aku bertanya untuk terakhir kalinya?" Lea kembali mendekat sambil menggandeng lengan leon yang tak bisa marah pada adik bungsunya itu.
"boleh.....tanyakan saja lea...." Caca begitu antusias menjawab dan sedikit terkejut saat lea bertanya dengan raut sedih.
"apakah aku bisa di lamar seorang pria?,,aku rasa tidak akan......karna....." gadis kecil itu melirik Leon dan David lalu mengangkat bahu sedih,lalu berbicara parau.
"apakah ada seorang pria yang berani melamarku kelak??,,karna kak Caca lihatlah sendiri......,,aku di kelilingi kakak laki-laki berwajah jaguar hitam....." David dan Leon tak bisa berkata apapun lagi,mereka hanya bisa menatap Caca yang tersenyum tipis lalu menarik Lea di dalam pelukannya lalu berbisik.
"mereka mencintai dan menyayangimu Lea....aku juga tak ingin melepasmu pada pria manapun sampai kamu benar-benar matang.....dan saat ini bukan saatnya dirimu memikirkan hal seribet itu okey....."