
"aku ingin kembali di mana aku di temukan,di mana aku pungut,biarkan aku mati membusuk di sana,daripada mati membusuk di tangan orang yang aku cintai"
kalimat itu membuat hati siapapun yang berada di sana ikut merasakan getirnya hidup lexa di balik baby face dan sikap dinginnya.
"my Queen.... ,,maafkan aku...kemarilah...kita bicarakan ini di kamar.....okey...."
Luis menyeka airmata di kedua pipi lexa yang terus menunduk menangis sesugukan,Leon tak bisa melihat Airmata istrinya ikut menetes lalu melangkah masuk kamar tak tega melihat seberat apa sakit hati yang gadis kecil itu hadapi.leon menuruni tangga mengusap puncak kepala lexa dan mengusap punggung bergetar kakaknya di sertai airmata Leon yang ikut menetes saat yang telah terduga terjadi,dimana lexa pingsan di dalam pelukan Luis yang memapah istrinya naik tangga ke kamar paling atas rumah ini,di sediakan kamar khusus untuk Luis sejak awal mension di bangun. David ikut menyeka airmatanya dan bergegas menelfon dokter pribadi karna Riana dan Deviz telah kembali ke Milan.untuk masalah ini,ia harus bertanggung jawab,karna sejak awal Luis tak ingin istrinya keluar dari rumah,namun Caca yang begitu penasaran dan ingin berteman dengan lexa membuat hari ini berakhir sedih.caca menangis Karna merasa bersalah dan juga cukup kesal ingin mengadu pada mertuanya.
"hubby,ini semua salahku.....tapi aku juga kesal kenapa lexa harus di siksa seperti itu?,aku harus telfon mommy dan Daddy di Italia"
Caca yang sedang hamil dua bulan itu menangis sesugukan dalam pelukan suaminya,dengan hati-hati ia berbisik lembut untuk menenangkan.
"tarik nafas....tenangkan dirimu sebentar......kita berdua harus bicarakan ini dengan David.....jangan sampai orangtua tahu hal ini,tidak terkulai mami Victoria dan papi Harry,ini tanggung jawab aku...kemarilah,sayang.....ingat kamu sedang hamil muda dan baby Deuz sedang tidur sekarang"
"hubby.....maafkan aku ya...ini semua karna ajakan aku jadinya lexa berakhir seperti sekarang......" lagi-lagi bumil muda itu menangis sambil bicara,membuat Leon terkekeh mengecup sekilas bibir bergetarnya lalu memeluknya dengan erat untuk memberikan istrinya menangis sepuasnya dulu sebelum pria itu bertindak lebih lanjut untuk masalah emosi kakak sulungnya.
sedangkan Ariana lebih terlihat tenang berada di dapur menyiapkan bubur untuk lexa,caca sekalian untuk dirinya sendiri di awasi Sera dan juga David.
"kembali saja di kamar kalian,aku bukan anak kecil yang harus di awasi seperti ini" Ariana bicara ketus saat Damar juga masuk ke dapur dan duduk di meja minibar biasa para pria di mension itu duduk santai menyaksikan istri-istri mereka menyiapkan hidangan di meja makan yang tak jauh dari westafel dapur .Damar mendekati David yang duduk menopang dagu menatap keahlian Ariana memasak.
"Leon akan sibuk mulai besok,sebaiknya kalian juga istirahat,karna siapa lagi yang akan bantu dia jika kalian di sini"
"kembali ke kamar di saat sekarang sudah jam 5 pagi ri,aku akan membantumu masak sekalian untuk sarapan.." Sera menyela sambil melangkah membuka kulkas menyediakan minuman untk Leon yang juga turun dari tangga setelah mengecek keadaan lexa yang sedang di jaga Luis bersama dokter yang baru tiba.sedangkan Caca tetap di kamar menenangkan emosinya dengan mandi sesubuh ini lalu melakukan sedikit olahraga ringan di balkon kamar yang menghadap puncak gunung Alpen.
"kak Leon .....Caca di mana?,mengapa kalian di dapur semua?" itu suara Erica yang tiba dari pavillium belakang bersama Ali,entah sejak kapan pria berdarah Arab itu mengekori adik angkatnya Leon membatin.
"dia masih olahraga ringan di balkon,sebelum mandi...." Leon menjawab lalu menatap serius pada Ali yang dulu adalah saingan terberatnya dalam mengejar cinta sang istri.
"kenapa menatapku seperti itu?,aku bukan datang mencari istrimu,berhentilah cemburu buta" Ali seperti membaca pikiran Seniornya itu yang semakin menukikkan alisnya tak terima.
"lalu?,kau mencari gara-gara dengan kakakku jika bertanya tentang lexa sepagi ini!" Ariana,Sera dan Erica hanya bisa menarik nafas kesal,kedua pria itu selalu berdebat panas jika sudah bertemu,terutama saat seperti ini dimana Caca tak hadir di dapur,padahal keduanya adalah rekan bisnis dan saling bergantung dalam hal pekerjaan.
"hellow....apakah aku tidak boleh dekat dengan lexa dan Caca sebagai teman?,lagipula aku kemari sebenarnya untuk bicarakan kontrak darimu!,aahh tapi sudahlah aku lapar....!" Ali selau membalas kata-kata Leon dengan kalimat penjelasan dan mengalah mencari perlindungan pada para wanita,seperti saat ini ia melangkah melewati Leon yang menatap sinis malah di cuekin ke arah Ariana yang menyambut dengan senyuman manisnya.
"sini,bantu aku mencicipi bubur kacang merah untuk lexa dan Caca.... ,lidahmu pasti hebat dalam menilai kan Li....." ajakan Ariana bukan membuat posis Ali aman,malah kembali membangkitkan aura dingin di pagi buta begini,David dan Leon menatap menusuk penuh kesal sekali,tapi bukan Ariana namanya jika membalas dengan mata sipit melototnya malah membuat kedua pria bule itu kucar kacir kearah teras belakang untuk membahas hal lebih serius,daripada meladeni para wanita yang sangat memuja si Bule Ali yang udah kadung manis di mata mereka.
Setelah membicarakan pekerjaan sambil berenang pagi-pagi,Damar,David dan Leon kembali ke kamar masing-masing untuk bersiap ke kantor.
saat jam makan siang Leon meninggalkan meja kantor dan menitipkan tugas pada David dan juga Damar,ia pamit pulang ke mension mengurus masalah kakaknya yang dari pagi tak keluar kamar menunggu Lexa sadar.
setelah makan siang sendirian di meja makan,Leon berdiri di depan pintu kamar sambil menatap Caca yang sedang menyelimuti putranya dan berpindah duduk di kursi belajar lalu bicara serius.
"stop menyalahkan kak Luis,coba pikirkan posisimu saat ini......jadi Direktur dari perusahaan obat-obatan dan juga industri fashion yang didalam perusahaan itu adalah hasil karya dan dari hasil ciptaan Luis....parahnya sample percobaan pada media manusia,okey tidak ada obat2n terlarang.....tidak ada kosmetik ataupun produk bermasalah.....tapi....gimana dengan lexa?,mulai dari ujung rambut hingga ujung kakinya adalah warna buatan tangan manusia,hingga mentalnyapun seperti itu.....,pikirkan hubby harus bagaimana?"
Produksi terakhir yang di lakukan Luis adalah promo sebuah aplikasi game yang visualnya atau gambarnya adalah lexa,lalu setelah memasuki pasar global Luis harus membuat sebuah duplikat yang mirip lexa yang terbuat dari sebuah robot dengan uji coba mengurung lexa di sebuah ruangan untuk meneliti setiap karakter dan sifatnya.dulu lexa menjadi tempat uji coba serum rambut dan beberapa produk kulit,ia gadis yang patuh dengan iming-iming game dan juga di sediakan rumah yang ia inginkan,pernah gadis itu melawan karna lelah dan di akhiri oleh penyiksaan tiada ampun hingga lexa sempat masuk rumah sakit.
"hubby.....,besok aku akan mengajak baby Deuz menginap di rumah papi dan mami.....,besok aku akan ujian skripsi,Mami dan papi bersedia menjaga Deuz,aku juga harus tanggung jawab dengan masalah lexa"
sekali lagi Leon terdiam,dirinya memikirkan keluarganya yang ternyata terkena imbas dari masalah ini,dimana ia selaku Direktur di perusahaan dan juga kepala keluarga di rumah.
"honney....kita bicarakan ini nanti malam ya,,sekarang aku harus diskusi dengan kak Luis Damar dan juga David....", Leon bergegas keluar kamar setelah mengecup kening caca yang mengangguk sambil menatap layar laptopnya untuk belajar,kecemasannya berkurang saat lexa di katakan tertidur dan hanya perlu istirahat.
Luis menerima telfon dari kedua orangtuanya yang ternyata sedang berada di Antartika,ia mendapat sebuah peringatan keras dari ayah kandungnya dan juga dari Daddy Napoleon,membuat pria itu melamun di meja bar setelah memastikan Lexa tidur dijaga maid atas perintah Leon.
"Kak Luis,persiapkan diri kakak menerima jabatan sebagai Owner Napoleon Company....,sebelum itu ajaklah lexa ke Mesir....."kata Leon datar.
"Leon....,jangan ganggu aku sekarang...." Luis berkata sambil memijit keningnya,namun Leon malah menepuk pundaknya lalu menuangkan anggur di gelas kosong milik kakaknya.
"aku memiliki studio dan perusahaan sendiri...,sudah saatnya kakak yang mendampingi Daddy...,sadarlah kak,jika bukan kakak yang mengajak lexa ke Mesir,mungkin lexa yang akan pergi sendiri ke Mesir dan pergi dari sisi kakak....untuk kali ini saja kak,dengarkan adikmu ini"
Luis menunduk sejenak lalu mengangkat wajahnya yang di genangi airmata,Leon merangkul bahu kakak angkatnya itu lalu berbisik.
"kak Luis harus bahagia,jika kakak tak ingin posisi Owner,setidaknya kakak harus di sisi Daddy....asal kak Luis tahu saja,kami sangat mencintaimu...,i need you brother....."
"maafkan aku dik...."
"tidak perlu minta maaf,sudah taggung jawabku sebagai adikmu"
"kamu tetap jadi Bos di perusahaan,aku akan mengajak lexa ke Mesir dan menebus semua yang aku lakukan padanya...."
"baiklah,,tapi Hentikan niatmu untuk manfaatkan fisik lexa,kau bisa kehilangan moment jadi ayah
jika bnyk produk msuk di...."
"stop!" Luis menutup mulut adiknya yang berlidah pedas....sungguh membuat otak dan hati panas.
Sudah genap 2 hari Caca bolak balik di rumah orangtuanya sejak masalah lexa berujung melibatkan dokter psikiater, hingga Leon dan Caca harus menitipkan anak pertama mereka di rumah ini,,pagi ini sebelum Caca kembali ke mensionnya,ia duduk mengusap-ngusap puncak kepala putra sulungnya yang sejak semalam tidur di kamar Yuka,adik perempuan caca yang kini sudah 15 tahun dan cantik serta manja pada Yoga kakak kembarnya,tapi saat ini Yoga dan yuka sedang keluar bersama anak tetangga seusia mereka untuk jogging pagi,hingga Leonpun beranikan diri untuk masuk setelah mandi di kamar Caca dulu.
"ngapain Daddy kemari?!" itu suara ketus Deuz setelah dari kemarin anak dan ayah ini bertengkar,
"aku merindukan istriku,apakah salah?" dan Leon tak ingin mengalah selalu menggoda putranya yang menggemaskan itu turun dari ranjang mendorong ayahnya agar keluar kamar.
"keluar dan kembali saja sana,aku masih marah!" Deuz telah berusaha mendorong ayahnya yang tidak bergeming dari sisi ibunya yang ikut terkejut saat kecupan singkat mendarat di bibirnya malah membuat Deuz semakin murka dan berlari keluar kamar sambil menangis.
"Sobo.....!,,Sofu......,,Huaaaaaa"
sapaan kakek nenek bahasa Jepang keluar dari teriakan Deuz sambil menangis mencari kedua orangtua Caca yang sedang berada di meja makan,namun terdengar jelas di telinga Leon yang memutar bola matanya jengah karna dalam beberapa detik terdengar suara teriakan mertua mudanya yaitu Victoria yang nyaris lebih tua 2 tahun dari ya.
"Leon....!!!!!,,bisakah kau tidak bersikap keterlaluan pada cucuku?!" dan suara Harry yang tertawa membujuk cucu kecil mereka dengan sangat penuh kasih sayang.
"hei.....anak laki-laki tidak boleh menangis,kemarilah...,ceritakan apa yang terjadi tadi di kamar aunty Yuka....."
"Daddy menggigit mulut mommy,,Sofu.... lakukan sesuatu!" pernyataan Deuz membuat Harry dan Victoria memukul jidat,lalu keduanya sibuk berpikir bagaimana menjelaskan pada Deuz yang menunggu jawaban dengan sisa airmata di pipi merahnya,apalagi Caca dan Leon turun dari tangga dengan cengengesan.
"bisakah kalian tidak berbuat mesum di depan balita?!,Leon kau....." Victoria berniat menegur menantunya yang terkekeh,sedangkan Deuz mengerutkan kening bertanya.
"sobo....mesum itu apa?" Harry tertawa mendengar pertanyaan cucunya yang menggemaskan dan polos itu,Caca tersipu merona mencubit paha Leon yang meringis tertahan saat meneguk kopi panas di meja makan.
"auuu sakit.....Deuz,Daddy tidak mengajarkan kamu ngadu sama sobo...." Leon masih saja mengajak putranya berdebat di meja makan.
"Zio David mengajari aku untuk meminta tolong pada orang dewasa kalau Daddy mulai nakal.......huh,liat saja,Daddy akan keok kalau Zio Luis tahu ini semua!"
Deuz bicara serius sambil memikul sendoknya di atas piring yang sudah di ganti dengan peralatan makan plastik agar tak berisik jika terjadi keonaran seperti ini,
"nakal?,pada orang dewasa,lalu Daddy anak kecil maksudmu nak?" Leon menyipitkan matanya sambil bertanya pada Deuz yang mengigit bibir mungil merahnya sesaat sebelum melanjutkan bicara di perhatikan kedua kakek neneknya yang menahan gemas melihat perdebatan hangat sepagi ini.
"iya,,Kalau Daddy udah dewasa kenapa harus selalu bobo di temanin mommy?,lihat Deuz bisa tidur sendirian dan punya kamar sendiri kalau di rumah....."
"itu karna mommy adalah istriku,dan juga Daddy mencintainya....dasar anak kecil" Leon melototkan matanya di tantang Deuz yang makin menggemaskan saja saat marah.
"aku juga mencintai mommy,tapi aku bukan anak kecil....!harus bobo di jagain mommy.....aku bisa bobo sendirian....,benar kan mommy?" nafas Deuz menderu penuh emosi dan sebentar lagi akan ada tangisan pecah di sana jika Caca diam ikut menonton.
"Daddymu memang anak kecil sayang.....,,mommy sangat mencintaimu....,cup cup,mungkin mommy harus berpikir ulang untuk mencintai Daddymu.....jikaa dia terus saja membully anaknya sendiri pagi-pagi begini" Caca bicara sambil melirik sinis pada Leon yang mengatupkan mulutnya mengalah,lalu beranjak berdiri mengecup puncak kepala Deuz dan tertawa pelan.
"jangan nakal saat Daddy dan Mommy sibuk ya,temani Sofu dan sobo di rumah...."
Deuz terdiam sambil mengacak rambutnya di mana ayahnya kecup di sana tadi,anak itu begitu gengsi jika sang ayah mencium di saat hatinya kesal seperti pagi ini.
"aku merindukan Zio Luis mom......,tapi Daddy tidak ijinin aku ikut kemarin"
Ternyata kedua anak dan ayah itu bertengkar kemarin karna si anak ingin ikut kembali ke mension bertemu paman sulungnya,berhubung sedang sibuk mengurusi Lexa.
Leon jongkok di depan putranya yang kini menginjak 3 tahun lebih,menggendongnya lalu membawanya duduk di atas sofa ruang keluarga di mana ada Yoga dan Yuka yang sedang duduk istirahat setelah olahraga pagi di taman.
"dengarkan Dad......,Zio Luis dan Zia lexa sedang ada masalah,jadi Daddy harus bertanggung jawab bersama mommy untuk selesaikan itu semua, lalu tugas Deuz sekarang adalah tanggung jawab pada cira dan ciro.....coba bayangkan kalau Deuz ikut kami,siapa yang memberi makan dan minum mereka,hmmnn?"
Leon melirik kedua adik ipar kembaran itu yang sama-sama memberi dukungan lalu menunjuk pada sepasang anak kucing hitam(anak jaguar)pemberian Zio Ali beberapa Minggu lalu yang kini berada di dalam kandang besar belakang taman kaca milik Keluarga Harland,Leon bukannya menolak hadiah itu,tapi dirinya kuatir jika kucing-kucing itu melukai putranya,meminta rundingan mertua dan Yoga untuk ikut mengawasi interaksi Deuz bersama sepasang jaguar kecil yang berasal dari penangkaran keluarga Ali di Dubai.kedua kucing itu menggemaskan dan patuh tapi Leon tetap saja cemas,terutama Caca berhubung di kebun mension mereka ada beberapa spies hewan lain,kedua suami istri itu mulai mengajarkan putra sulung mereka untuk bertanggung jawab dari usia dini.
"Dan juga,sudah jadwal kamu temanin Sofu dan sobo di sini untuk bulan ini......" Caca menambahkan,mengingat keluarga besar ini mengutamakan jadwal untuk bersama cucu sulung mereka,agar tidak saling rebutan dengan Kakek Neneknya di Italia.
"gendong aku kesana" Deuz merajuk ingin di gendong yang di sanggupi Leon sambil mengenggam tangan Caca ke arah taman belakang,di ikuti Yuka dan Yoga yang seperti biasa selalu menyapa peliharaan mereka sebelum kesekolah.
"Dad,mom.....sekarang boleh pergi...." setelah beberapa menit Deuz memberi makan dan bermain dengan kedua peliharaannya,anak itu mengijinkan kedua orangtuanya pergi ke mension pribadi yang menghabiskan waktu 30menit baru tiba.anak itu dalam pengawasan 2 maid dan juga paman dan bibi kembarnya yang ikut melambai saat Caca pamit.