My Nanny, Ohh My Future

My Nanny, Ohh My Future
30.Cantik dan privasi



Leon menutup iklan saat mendapat info kastilnya telah di sewa,kali ini ia mengalah pada sikap kekanakan istrinya.berkat nasehat David pula ia telah mengurangi sikap posesif dan emosional menghadapi caca.siang ini mereka berdua ngobrol di meja minibar di mension Leon,sedangkan para kaum hawa hari ini sedang sibuk dengan belanja bulanan di kawal Damar,dan Dion,kecuali Ariana yang pagi-pagi selalu menghilang ke Danau tepat di belakang rumah Leon,gadis itu sibuk dengan gambar desain di tangannya di tepi danau,.sedang Ali dan Erica terlalu sibuk dengan foto shoot program terbaru dari Studio Leon yang telah di renovasi lebih besar lagi,atas nama istrinya.


"Leon.....aku ingin bicara serius sebelum aku kembali ke Milan...."


"tidak pernah juga kamu bercanda padaku kan...."


"aku mencintai sepupu istrimu"


"jadi sekarang sudah mengakui bahwa kamu ini gay?,Dion sudah...."


"Leon.....!,bisakah kamu dengar dulu?!,aku masih normal,sepupu Caca bukan hanya Dion saja dan kau sudah tahu itu!!!"


"sungguh?,ahh yaa..,Ariana dan Diana,yang mana?" Leon sengaja bergeser agak jauh dari sisi David yang terlihat datar menanggapi gurauan saudaranya.wajahnya terlihat amat serius di mata Leon,tidak seperti biasanya si wajah manis itu ingin bicara tentang privasinya.yang dari awal sudah di ketahui Leon,


"aku mencintai Diana.....tapi...."


"tapi semalam kau mabuk dan terbangun di kamar Ariana yang tidur di loteng kan..."


David menahan nafas membeku,Leon mengetahuinya?,ia melirik jam sudah menunjukkan saatnya makan siang.dan ingin kabur saja dari tatapan tajam Leon.


"apa yang harus aku lakukan?"


"bertanyalah pada Ariana..."


"tunggu......."


"apa?"


"kenapa kau bisa mengetahui kejadian semalam?"


"hmmnn,aku sedang mencari beruang kutub nakal di atap mension"


"beruang kutub?!!,sejak kapan kita punya beruang kutub Leon?"


"sejak aku menikahinya....."


David mendesah keras dan meneguk minuman bersodanya sambil memandang keluar mension yang di kelilingi hamparan salju.ia senyum miris mengingat tatapan Ariana saat terbangun dengan kondisi berantakan,bukannya gadis itu marah atau ribut,Ariana hanya menatap dingin padanya dan berlalu ke kamar mandi.


"David......sekarang apa yang kamu pikirkan?"


"aku.....bingung....Ariana terlihat biasa saja sedangkan.......kondisi tubuhnya...saat itu sudah tidak mengenakan sehelai benangpun,mungkin itu ulahku saat mabuk"


"jangan di lanjutkan..bisa-bisanya kamu seperti ini David?,kurang aku memberimu rumah pribadi di belakang mension ini?,,dan interior sesuai dengan keinginanmu,aku heran kenapa kamu masuk di loteng....itu kan di lantai 4."


"oke aku minta maaf,,aku ingin minta maaf juga padanya,tapi dia selalu menghindari ku sejak tadi...."


"minta maaflah pada Caca,kau tau.....sekarang dia sedang marah padaku.....susulah Ariana skrang sedang di Danau....."


"baiklah...aku sekalian bawakan makan siang...."


"bicarakan dengan baik-baik,karna dia adalah salah satu adik iparku sekarang...mengerti?!!,sungguh kali ini kau membuatku sangat pusing"


"ya,aku tahu dan mengerti...."


"jangan harap aku menginjinkan kamu kembali ke Milan sebelum masalah ini selesai....,aku ingin tidur kepalaku sakit sekarang"


"kenapa bisa sakit?"


"beruang kutub itu selingkuh.....dan...aku juga pusing dengan masalahmu,sadarlah....aku sekarang kepala keluarga....."


"aku baru sadar sekarang,sikap posesif mu ini luar biasa sekali,...Caca tidak selingkuh....dia bersikap dingin padamu karna salahmu sendiri"


"diam dan pergi sana....." David mengangkat bahu berlalu....sedangkan Leon menatap layar hpnya yang sepi tanpa kabar dari istrinya.belanja keperluan rumah?,ya istrinya kini suka belanja tapi bukan keperluannya.menggunakan uang Leon,istrinya itu membeli keperluan rumah dan kebutuhan Leon,jika kebutuhannya sendiri selalu ia beli dari uang pendapatannya di studio,2 bulan telah berlalu sejak liburan keluarga,kini semua telah kembali ke kegiatan masing-masing,Leon menatap sekitar mension dari rumah pohon yang baru bangunnya atas keinginan Caca,dari sana pemandangan utuh keseluruhan mensionnya terlihat,sekalipun ada pos penjagaan dan cctv di mana-mana,istrinya seorang penyendiri sejak kecil,sesekali gadis itu menggunakan bangunan ini untuk menenangkan pikirannya.leon juga menyediakan rumah kaca untuk mereka berolahraga dan bersantai di tepi danau.


Setelah mengadakan rapat tahunan,Ayahnya menyetujui keinginannya menetap di Swiss karna perusahaannya semakin berkembang lebih besar dan maju.dengan tidak lupa pengawasan Presdir yaitu ayahnya sendiri yang kali ini mengalah demi melihat seberapa besar tanggung jawab Leon pada perusahaannya,apalagi putranya kini sedang menantikan kelahiran adiknya,istrinya Queen tiba-tiba memberinya sebuah kejutan luar biasa,di usia yang terbilang relatif rentan akan susah hamil,mereka segera kembali ke Napoli karna tiba-tiba permintaan istrinya,wanita yang terbilang dulu ia nikahi di usia 15 tahun,kini mengandung lagi,di usia 40 tahun.kebahagiaan ini telah di sampaikan pada Leon yang tentu saja memutuskan akan mengunjungi ibunya dalam waktu dekat bersama Caca.


Lamunan Leon buyar saat terdengar nada dering telfon,ternyata istrinya yang masih belia itu menelfon.


"Hallo my amor....."


"loh,kamu hari ini tidak pulang makan siang?jangan lupa jadwal kuliahmu sudah tadi jam 10 ca...."


"aku ke rumah kakek"


"sekarang?,bersama siapa?"


Raut wajah Leon berubah serius,istrinya menelfon hanya ingin menyampaikan bahwa ia pergi ke rumah mendiang kakeknya,mata Leon mendapati mobil kantornya masuk,itu Damar beserta Sera.


"hallo Caca.....sayang.....ada apa sebenarnya dengan dirimu?"


"aku yang harus bertanya padamu,ada apa denganmu,,kok bisa-bisanya kamu viral di media sosial.....jangan menemuiku lagi,aku membencimu!!!!"


"hah?,hey sayang.....viral?!!,,whaatt???!!" TUUUTT,suara panggilan di tutup sepihak oleh Caca yang duduk di balik kemudi,ia mampir di rumah orangtuanya yang telah kembali ke New York kemarin.


Sera dan Damar memberitahu Leon bahwa Dion dan Diana belum bisa kembali karna sedang mampir di apertemen Ali,sedangkan Caca yang di kabarkan langsung minta di turunkan di rumah orangtuanya dengan alasan mengambil kamera lamanya,membuat emosi Leon semakin meradang.Damar langsung mengecek berita hari ini yang memang sedang panas -panasny berita kerja sama sebuah Perusahaan European internasional bagian agensi model dan juga produksi busana ternama Giorgina saat ini adalah milik orangtua Leon yang juga memiliki tambang berlian terbesar di dunia,terpampang jelas wajah Direktur yaitu Leonel dan seorang wanita cantik jelita seorang model yang juga seorang calon dokter di salah satu rumah sakit terbaik di swiss.jelas-jelas netizen yang tidak menahu kehidupan pribadi Leon yang di pasangkan dengan wanita cantik itu.hingga terlihat editan romantis di sebuah akun Instagram



David menatap Ariana yang sibuk menggambar desain sebuah kalung berlian,sejak Leon menawarkannya menjadi salah satu anak magang di perusahaan cabang leon,gadis itu yang awalnya seorang lulusan sekolah desainer mencoba memberikan salinan karyanya pada Caca yang tentu saja di sambut baik oleh adik sepupunya yang kabarnya kini sedang marah besar pada Leon.


"David.....apa ada sesuatu di wajahku?"


"tidak.....aku ingin minta maaf padamu karna kejadian semalam"


"apa yang terjadi semalam?"


"aku menidurimu..." tutur kata David di amati Ariana,pria jelmaan elf menurut kakak kembarnya Diana,pria itu meringkuk di sampingnya mengawasi mata sipit Ariana yang menatap bibir tipis yang tersenyum manis padanya.



"minta maaf saja?"


"apa yang kamu inginkan?,tentu saja aku akan tanggung jawab jika kamu tidak keberatan....."


"oh ya.....jika aku keberatan gimana?" Ariana berdiri dan melangkah gontai ke depan pintu teras rumah mungil yang terkhusus untuk Leon tidur itu.rumah yang berdiri minimalis di tepi danau belakang rumah leon.awalnya tadi pagi,Ariana duduk di taman bawah pohon apel tak jauh dari danau,di sana ada para pengelola yang sibuk membersihkan salju dan ada juga yang mengecek perkebunan milik suami adik sepupunya,tiba-tiba saja David mendatanginya dengan sekeranjang makan siang.dan mengajaknya masuk jalan setapak 500meter dari danau,di antara pohon pinus dan beberapa pohon pier berdiri sebuah rumah yang begitu privat.David mengawasi dan tidak menjawab pertanyaan Ariana yang tanpa permisi menyantap isi keranjang yang di bawanya tadi di dalam dapur tepat tak jauh dari teras belakang rumah.jadi gadis itu sedang menikmati makan siangnya sambil berkeliling mengitari aset pribadi David yang sangat privasi.


"ternyata kau adalah pria cantik dan sangat privasi ya......hmmnnn....."


"ha ha ha.....bagaimana denganmu juga sering menyendiri di antara keramaian kan,bukankah kita jodoh??!!"


"jodoh pala peangmu!,kau menelanjangiku di saat kamu mabuk,sedangkan waras gini kamu takut padaku yaa ha ha"


"takut?"


"ia.........bukannya ini makan siang ku sebagai sogokan.....ngaku saja...."


"ya mungkin....sikapmu seperti beruang kutub....makanya aku serba salah hadapi sikapmu...."


"beruang kutub????!!"


"ini buktinya" di sertai dengan raut ketakutan David akan beranjak dari meja makan saat wajah Ariana berubah dari marah seketika tersenyum lembut,sungguh menggelitik isi otak cerdas David.


"wanita bunglon......"


Leon berniat ke rumah David saat mendengar sayup-sayup berdebatan romantis di ruang tengah.pria itu ingin mengajak sepupunya ke rumah kakek Harland,namun bukan saat yang tepat menganggu.


Leon menatap pantulan dirinya di tepi Danau di awasi Damar yang berusaha menelfon Caca agar kembali ke mension.dalam waktu singkat gadis itu megangkat telfon darinya,sedangkan dari Leon,gadis itu selalu menolak panggilan suaminya.


"hallo Kak Damar......kenapa?"


"Leon sakit ca......kembalilah ke rumah,dengar dulu aku bicara,aku menelfonmu tanpa sepengetahuan Leon,bukan dia yang menyuruhku.....kau tau kan sudah 2 hari Leon di rumah,telat bangun dan selalu keluar bersamaku 1 jam....itu aku yang bersamanya kontrol penyakitnya ke dokter..."


"aku bukan orang yang dia percaya,makanya dia tidak pernah mengatakan apapun tentang masalahnya kak......aku tidak akan kembali...aku berniat ke New York....."


"ca......turunkan gengsimu....Leon mengalami sakit yang sangat serius...."