My Nanny, Ohh My Future

My Nanny, Ohh My Future
74.Mabuk Cinta



Harry dan Victoria sedang menata kembali piring makan yang anak-anak mereka cuci di westafel bersama teman-teman sekolah mereka,sedangkan Erica seperti biasa sibuk membacakan buku dongeng untuk Lea dan Deuz di tenda yang sudah berjejer melingkari api unggun ,di sana Daddy Napoleon dan Mommy Queen sedang duduk menikmati makan malam mereka yang terlambat karna baru selesai membujuk Deuz untuk berhenti bermain,hingga sosok pria tampan yang melangkah goyah menyapa mereka.itu Ali,para maid langsung sibuk akan menyendokkan makan malam untuk suami dari nona muda mereka tapi pria itu malah duduk merapat di sisi Mrs.Queen lalu menyodorkan wajahnya dengan raut memelas,


"Duuh anak ini......,duduklah yang benar....," namanya juga seorang ibu,tanpa menunggu Ali meminta di suapi,wanita bersahaja itu menyuapi Ali dengan penuh ketenangan,Mr.Napoleon melihat sekitar takut putra tunggalnya di sana melihat ini akan menjadi kecemburuan yang tak pernah di terima,tapi syukurlah untuk hari ini Leon dan Caca di mension saja.


"Sejak siang anak ini belum makan,tambah lagi nasinya ya Mom...." Mr.Napoleon ikut menyendokkan nasi di piring istrinya yang terlihat mulai membaca situasi jika Erica dan Ali masih belum selesai marahan sejak dari kapal,itu juga beliau dengar obrolan para maid tanpa sengaja.


"Terima kasih Mommy.....,aku terharu sekali,sudah bertahun-tahun orangtuaku tidak pernah makan semeja denganku.....,Erica juga sudah sejak di kapal tidak mencintaiku lagi....." Mrs.Queen menyodorkan segelas air yang di teguk Ali dengan raut sedih,entah pengaruh alkohol atau memang Sifat Ali yang manja,kedua orangtua itu berusaha melakukan yang terbaik.setelah makan,pria itu terlihat mengantuk dan di tuntun Mr.Napoleon tidur di kamar tamu rumah orangtua Caca yang ikut menyaksikan drama mabuk dan pengakuan Ali pada mertuanya,Erica sebenarnya telah melihat adegan tadi dari balik tenda setelah memastikan Lea dan Deuz telah terlelap.tak lama kemudian Erica telah di dudukkan Mommy dan Daddy di ruang keluarga.


"ini baru awal.....mengapa tidak coba terbuka dan saling jujur.....,kalian ini seperti anak kecil saja.....belajarlah dari Caca,dia gadis kecil yang paling muda saat menikah di antara kalian.....tapi lihatlah sampai saat ini dia tidak peduli apa tanggapan orang lain,dan memilih selalu terbuka dalam hal apapun pada suaminya...." Mrs.Queen coba mengomeli sikap angkuh dan gengsi Erica yang hanya menunduk lalu tak lama kemudian meminta pembelaan pada Ayahnya,


"Daddy......,kenapa mommy membela pemabuk sialan itu?" umpatan Erica membuat Mr.Napoleon hanya bisa memberi kode agar berhenti berbicara kasar di saat ibunya berbicara.


"dia masih sadar,jika dia benar-benar mabuk dan tak membawa dirinya untuk mengadu pada kami karna sudah tidak tahan,pada siapa lagi kalau bukan kami?,seandainya dia tidak datang dan mabuk di jalanan itu lebih memalukan untuk rumah tangga kalian!,dia adalah artis,untunglah di sini tidak ada media atau orang-orang jahat yang bisa membuat berita,berhenti merajuk,sekarang ambil minyak zaitun dan segera ke kamar tamu urus suamimu.....,mommy akan benar-benar marah padamu ya jika selalu utamakan gengsi....."


Mrs.Queen beranjak bangun ke mencari minyak Zaitun di tasnya lalu menyodorkan pada Erica yang masih belum mau beranjak.


"Mommy kamu benar sayang.....,semarah apapun kamu,cukup amarah itu di bawa pergi senja,esok pagi saat matahari terbit lagi.....,jadilah bidadari Dad dan Mom....yang selalu berbakti pada suamimu....."


"ya....seharusnya kamu bersyukur Ali tidak memilih kembali ke Dubai, menetap di sana meninggalkanmu di sini,kau tau...dia pria yang tampan bukan..tentu tidak akan sulit mendapatkan gadis yang lebih menarik darimu......terus utamakan egomu dan...." Mrs.Queen berhenti bicara saat suara isakan terdengar,Erica menangis di dalam pangkuan ayahnya yang menatap hangat pada sang empunya mata indah itu untuk duduk lalu meraih kepala Erica agar berpindah dalam pangkuannya dan semakin menangis di sana.


"maafkan aku mommy...aku kesal.....dia terlalu baik pada semua wanita,play.....hmp!" Erica tak bisa melanjutkan kata-katanya saat jemari Mrs.Queen menempel di bibirnya.


"ssssttt.....,sayang...,belajar menerima semua resiko menjadi seorang istri dari seorang Ali...,bagaimana dengan dirimu?,banyak pria di luar sana yang juga temanmu ...itu semua bukan semata-mata kesalahannya.....nak,kasihan kakakmu Leon,selain dia mengurusi perusahaan,dia juga harus ekstra perhatian pada kakakmu Luis.....,jadi kalian juga seharusnya akur,agar bisa membantu Leon....,dia harus mengurusi rumah tangganya juga,tapi sampai saat ini mommy dan Daddy banyak melihat perubahan padanya,tidak banyak mengeluh.....,kecuali pada istrinya..." pemahaman Erica seketika teringat pada wajah adik iparnya yang begitu polos dan manis sekalipun kakaknya Leon sering menggerutu.


" paham kan maksud mommy kamu sayang?,berhentilah menangis......,besok pagi adikmu Lea akan menangis juga jika melihat kakak cantiknya bermata panda......" seorang Ayah berbicara lembut sambil mengusap puncak kepala Erica,wanita itu mengangguk lalu mendapat kecupan sayang dari keduanya sebelum melangkah keluar kamar.


"Mom....Dad....Terima kasih,kalian yang terbaik.....aku paham....,sekarang pergilah istirahat...,aku akan ke kamar tamu mengecek suamiku..."


Given dan Yuka sedang duduk ngobrol di depan api unggun saat sosok pria tinggi dan bukan lain adalah Luis,pria itu tak perlu banyak bertanya karna kedua gadis itu langsung menunjuk ke arah tenda di mana Alexa sedang tidur lelap.


"bolehkan kalau aku ikut menginap di tenda kalian?" Luis sempat bertanya hanya di jawab anggukan keduanya,Yoga dan beberapa teman laki-lakinya hanya bisa terdiam dan menelan ludah,niatnya tadi ingin mengajak Alexa bermain domino batal,Luis tak menunggu lama,dirinya masuk dan melihat gadisnya sudah benar-benar di alam mimpi.


"diakah ayah Lexa?" salah satu remaja laki-laki yang dari awal ikut bertenda sudah memperhatikan kecantikan Alexa bertanya pada Yoga,dan hanya di jawab dengan anggukan.


"tapi kenapa dia menutup pintu tendanya?,apakah dia akan tidur juga di sana?,"


Leon menatap istrinya yang begitu lahap makan steak dan juga masakan maminya,


"pelan-pelan.....,aku tidak akan merebut makananmu....." Leon menyeka bibir kecil istrinya yang masih mengunyah,setelah menyusui Zeus tadi,Caca merajuk di buatkan steak,Leon yang sudah tahu makanan favorit si istri di bantu bibi Mel langsung turun tangan di dapur.


"enak......,aku lapar setelah mengurusi bayi besar.....,badanku pegal sekali...." Caca tak peduli jika Bibi Mel mendengar kata-katanya Karna sedang duduk nonton sambil menimang Zeus yang selalu tidur setelah mandi dan kenyang.


"ssstt.....,anak kita sedang tidur.....,"Leon menyuapi sup kacang merah di mulut Caca yang akan bicara lagi.


"Deuz yang selalu bisa tidur kalau hanya aku atau kamu yang harus tidurkan dia,,tapi Zeus malah pada siapapun langsung tidur yang penting perutnya kenyang....." Leon sengaja mengganti topik dan caca hanya mengangguk dengan mulut penuh.


"setelah ini istirahatlah..,untuk hari ini rumah kita tak ada keresahan....,mereka sedang berjuang,jadi kamu juga fokus padaku dan Anak-anak kita saja"


"aku ingin menelfon kak Erica..."


"makan dulu,telan makananmu,masalah Erica dan Ali sudah mereka urus senriri,kak Luis juga .....,dasar pemabuk....",leon memilih menelfon Erica yang sedang menarik selimut menutupi kaki Ali yang sudah terlelap,ia cepat menjawab telfon dari kakaknya dengan perasaan campur aduk.


"hallo Erica.....,ku dengar Ali dan kak Luis di rumah papi Harry juga...."


"ia kak,saat ini aku baru saja selesai memijat kaki Ali,dia kemari tanpa mengenakan alas kaki.....telapaknya memar dalam perjalanan,mereka tidak terlalu mabuk kok,David mengabariku juga bahwa dia yang menjadi bandar saat keduanya minta minuman,kak Luis tidur di tenda bersama anak-anak lain....,lexa di sana sejak sore...."


"syukurlah.....,uruslah suamimu dengan benar...lalu putraku?"


"Deuz dan Lea sudah tidur....mami dan papi menemani mereka ...tenang saja ....",Erica menjawab pertanyaan kakaknya dengan suara serak tertahan,karna lengan Ali tiba-tiba sudah berpindah memeluk pinggangnya dari belakang karna posisi Erica yang duduk di tepi ranjang membelakangi Ali.


"baiklah ....kamu juga istirahat....selamat malam,telfon aku kalau Deuz rewel.." Leon menutup pembicaraan lalu menatap istrinya yang terlihat lega,wanita itu meneguk air putih dan menuntaskan makan malamnya dengan semangkuk jus alpukat sambil berjalan ke arah bibi Mel,di arah ruang tengah bibi Mei juga sudah kembali dari rumah papi Harry dengan sebuah rantang makanan lagi.


"bibi Mei kok kembali di sini?"Caca bertanya sambil melirik isi rantang yang di bawa wanita itu,


"ya,karna bibi tidak bisa jauh dari Zeus.....,he he ..."


"hummmn istirahatlah dulu,makan malam dulu sama bibi Mel.....,biar aku dan Leon yang menemani Zeus di kamar....." Caca menawarkan diri untuk berganti menjaga putranya,tapi kedua wanita paruh baya itu menolak lalu sama-sama ke arah tangga naik ke kamar sang bayi yang terlelap.


"kami akan menemani Zeus malam ini, non Caca dan tuan Leon silakan lanjutkan makan malamnya dulu...."