
Leon ingin berduaan di ruangan atap bersama Caca karna semua orang di mension sibuk membuka hadiah dari Erica dan Ayanhya,malah berakhir tertidur setelah keduanya sama-sama menikmati dua botol anggur hadiah dari Ali dan Erica yang diam-diam di berikan pada pelayan saat menyiapkan makan malam romantis di atap.saat pagi hari ia hanya mendengar cerita di atas cerita semata jika Luis dan Alexa lagi-lagi bentrok hebat melibatkan si bungsu Lea,sampai kakaknya terluka di bagian lengan.leon tertegun di depan cctv saat melihat luis berlari mencegat Lexa keluar dari mension malah tiba-tiba gadis itu mengayunkan sebilah pisau entah ia dapatkan di kamar Luis atau di mana,hal itu yang tak bisa di hindari Luis,lalu sebuah suara dari ruang tengah membuat suasana semakin panas,itu suara Lea adik bungsu mereka yang kini telah remaja dan sangat tamboy serta keras kepala.
"kak Lexa......,,mengapa kau melukai kakakku??!?!!" Mrs.Queen dan Mr.Napoleon baru menyadari jika sejak awal Lea tak bergabung di meja makan tapi sibuk sendiri di ruang tengah menonton tv,saat itulah dia tak terima kakak sulungnya terluka hingga berdarah,di depan matanya penyerangan itu terjadi,secara spontan emosi Lea meledak.
"Lea.....,aku......" Lexa menjatuhkam pisaunya dan terkejut sendiri menusuk lengan Luis di depan semua orang,teriakan Leapun menggelegar marah penuh intimidasi tak berani di bantah.
"hampir satu tahun aku hanya diam melihatmu selalu bersikap aneh.....katakan apa maumu!!!!!", Lea menendang pisau itu menjauh dari pandangan Alexa yang mundur tapi di lengan kiri luis menahannya sambil mengisyaratkan Lea agar diam.
"Lea.....kak Luis akan.....bicara denganmu nanti....saat ini...." kalimat dengan penuh kelembutan sudah tidak mampan pada gadis keras kepala itu mengelak dari rangkulan ibunya,ia melangkah naik tangga dan berteriak dengan keras dari sana.
"katakan pada kami semua,kurang baik apa kami padamu????,wuuuallaah kak Luis jangan seperti sedang baik- baik sajalah......!!!,dia menahanmu karna mencintaimu dengan sungguh,kami juga,,selama dua tahun kami nyaris kehilanganmu karna sering melukai diri kan, rehabilitasi setiap hari hingga saat ini sudah membaik,lalu sekarang kak Alexa ingin pergi???!!,pergilah.....,aku sungguh sudah muakk melihat kegilaanmu hanya karna sebuah surat kaleng!!!" suara itu menggema di seluruh ruangan tamu,hingga anak-anak yang lain bengong tapi di tuntun Sera dan Damar agar masuk ke ruangan baca.seandainya ada Leon di sana mungkin Lea memilih masuk kamar dan ngomel-ngomel tak terima melihat hal ini,tapi orang yang ia segani tidak di sini,okelah ada Daddy dan mommynya,,tapi mereka bukanlah orang yang bisa menghentikan mulut Lea.
"Lea...!stop....dia kakak iparmu!"
itu kalimat keras dari Mrs.Queen tapi Lea terus menatap Lea yang nyaris berlari keluar tapi tetap di cekal oleh luis yang menuntunnya agar masuk ke kamar jangan hiraukan suara Lea,tapi Alexa meronta-ronta tak peduli darah bececeran dari lengan Luis,makin tak terimalah Lea hingga ia terus berkata keras.
"kau mau membunuh kakakku???silakan!!!,,tapi aku tidak akan membiarkanmu mati dengan mudah kak Alexa!!" serta Merta kembali turun tangga dengan tatapan tajam ingin menyerang Alexa yang terpaku di tempat,ia shock mendapat teriakan itu dari sosok Lea yang jarang bicara serius tentang masalah orang lain,gadis itu banyak belajar dan suka traveling,Alexa baru sadar bahwa Lea diam-diam mengawasi setiap perkembangan hubungan kakak-kakaknya dengan teliti.
"Lea stop!!!!" Mr.Napoleon ikut bicara tapi anak gadisnya itu tak peduli,sekalipun ayahnya sudah menekan lengannya ke bawah,
"Dad.....,stop membela orang yang tidak menyadari kesalahannya,aku tidak benci orangnya,tapi sikapnya sungguh udah buat aku kecewa!!!,,aku akan berhenti jika kak Alexa katakan yang sejujurnya apa yang dia inginkan???!!!,kau kemari untuk meminta penjelasan apa kau memang mau mengantar nyawamu pada kami......,aku tahu dengan jelas.....siapa kamu,,kamu lebih duluan hadir di keluarga ini sebelum aku lahir,tapi aku belajar menerimamu,,sekalipun,KAU ADALAH ANAK KORBAN PERANG YANG DI PUNGUT OLEH KAK LUIS DI MEDAN PERANG!!!!!!,,BUKAN DIA YANG MEMBUNUH KELUARGAMU!!!!!,,LAGI PULA KAU SUDAH MEMILIKI ANAK,,BUKAN KARNA PAKSAAN,TAPI KALIAN SUDAH MENIKAH!!!!,LALU APA SALAH KAMI HINGGA KAU TEGA MELUKAI KAK LUIS??!!!!", suara yang lantang,airmata yang berderai lalu tatapan kecewa sudah terlihat jelas dari mata Lea,Mr.Napoleon menarik putri kecilnya itu kedalam pelukan,ia sadar Lea sedang shock melihat semua drama tadi dan tidak bisa mengontrol lagi emosinya,wajarlah Luis kakak yang ia amat banggakan,terlebih lagi Lea masih remaja dan sangat labil saat ini.
"ssssstttt......stop my Dear.....stop....kau sama saja makin melukai kakak luismu....stop!" Pria paruh baya itu menuntun Lea ke Pavilium Erica,sedangkan Alexa terpaku dengan tatapan kosong hingga sempoyongan keluar dari ruangan itu di ikuti Mrs.Queen,wanita itu tak menyangka akhir pekan di rumah Leon berubah tegang seperti saat ini.
"Alexa......,jangan hiraukan adikmu...,kemarilah duduk dan....", bibir wanita itu tekatup tak melanjutkan kata-katanya saat Lea terjatuh ke tanah,dirinya jelas tidak baik-baik saja saat semua ingatannya kembali bertolak belakang dengan ucapan adik iparnya.Alexa menekan kepalanya dengan kuat hingga Mr.Napoleon dan Luis ikut panik,tanpa peduli sesakit apa sayatan di lengan,pria itu kembali menggendong Alexa yang benar- benar pucat dalam kesakitan.di saat itulah Mr.Napoleon menyadari seseorang mengawasi gerak gerik mereka dari luar pintu gerbang.
Leon terus memantau cctv dan memastikan cerita kemarin harus benar-benar selesai hari ini,ia menunggu kabar dari anak buahnya menangkap pengintai dan pelaku surat kaleng seperti yang di katakan lea.semua harus berkumpul di meja makan dan bicara sore ini,mengingat Lea dan kedua orangtuanya memiliki alibi yang belum Leon dan Luis ketahui tentang Alexa saat di rumah sakit.ia dan istrinya kini bagi tugas,Caca sedang di kamar Lea tepatnya di kastil Napoleon,adiknya itu suka menyendiri di sana padahal semua sedang berkumpul di mension,saat Leon termenung David masuk tanpa mengetuk pintu,udah kebiasaan saudaranya yang satu ini sejak kecil.
"wajarlah Chris,Ana dan Andrea suka bersama kalian,apa-apa yang mereka inginkan kamu penuhi....padahal aku hanya ingin mereka belajar mandiri.....,lihatlah sekarang Erica membelikan mereka boat,kapan mereka bisa belajar!!" David sedikit kesal saat anak-anaknya kembali ke rumah,sibuk membicarakan persediaan menjelajah danau hari ini meresmikan perahu motor mereka,padahal hari ini Minggu dan sudah buat jadwal agar David di temani ke kastil,tapi mereka bertiga menolak alasanya harus mengajak dan menjaga Zeyna,padahal David tau jelas bahwa Zeyna sudah di ajak Neneknya pergi ke rumah kaca milik keluarga Caca.
"jangan serakah,Mereka bertiga hanya punya waktu 3 hari bermain,5 hari kamu dan Ariana melebihi guru killer menekan mereka harus sekolah..." Leon berbicara dengan senyum lebar,karna anak-anaknya juga di awasi David.
"karna aku ingin mereka cerda seperti Deuz dan Zeus....." David menjawab dengan ketus dan berlalu keluar dari ruangan itu tak peduli Leon menjawab dengan tawa keras.
"ha ha ha.....!!,,putraku cerdas karna bibit bobotnya udah anak dewa.....!!!!" Leon tertawa keras dan makin tertawa saat David membanting pintu dengan keras,tapi di luar pintu adiknya itu di teriakin istrinya Ariana.
"Jangan Ribuuutt!!!!!!,,Alexa bisa bangun nanti!!!," David terkejut istrinya sedang di ruang tengah mengawasi Alexa yang terbaring di sofa dalam pengaruh obat,ia di sana sedang di dampingi dua orang dokter dan juga Luis yang bersandar di bahu Mrs.Queen,dan wanita itu mendesah saat David tak mau kalah ikut duduk di sisi kiri bersandar di bahunya juga.
"bee......,,aku tidak tau apa-apa....aku di marah....,mommy aku lapar..." David bertingkah seperti anak kecil membuat Ariana menepuk jidatnya sendiri berlalu ke dapur mengajak kembarannya ke kastil.
"Mom....biarkan David mencari makanan di meja makan,Kami mau menjemput Caca dan Lea....." kedua wanita kembaran itu di ikuti Rui dan Riu anak dari Riana dan Deviz,tapi saat akan keluar ke halaman,Leon bersuara dari depan pintu ruang kerjanya.
"kalian menjemput istriku seperti menjemput pengantin saja.....,,kalian kesana untuk ngerumpi lalu sore atau besok baru balik yaa!!" Rui dan Riu mundur tak jadi ikut,dua remaja kembaran itu mutar langkah ke arah pintu belakang mencari Zeus tak ingin jadi sasaran lebih jauh dari paman mereka.sedangkan Ariana dan Riana tidak peduli dan tetap berlalu ke arah mobil,pura-pura tuli saat Deviz yang berada di halaman ikut bicara juga.
"jangan lupa jam 12 kalian harus tiba di sini,karna.....kita harus kumpul di meja makan...." kedua wanita itu menatap sinis sesaat lalu masuk mobil.
Leon mengawasi mereka hingga mobil hilang di luar gerbang,lalu duduk di sisi Deviz dan juga dua orang dokter spesialis yang baru selesai menangani Alexa.Damar juga duduk tak jauh dari sana dengan kesibukannya di depan Labtop.
" mar.....,bagaimana?" pertanyaan loen di jawab dengan isyarat saja oleh pria super sibuk itu,dan Leon langsung berlalu di ikuti Deviz ke arah sebuah rumah yang tak jauh dari taman buatan di belakang paviliun.sosok wanita paruh baya duduk dalam pengawasan para bodyguard,dirinya ketakutan saat melihat Leon dan Deviz.
"jadi kau wanita pengirim surat kaleng itu......,,pilih mana?,mengakui segala galanya atau pria di sampingku ini menyuntikmu hingga kamu memohon agar di matisaja?",Leon berbicara tegas dengan tatapam dingin hingga Devizpun ikut merasakan aura Leon memang sangat menyeramkan jika sedang serius dan marah.tapi tugasnya memang di bidang penelitian dan telah bekerja di bawah naungan perusahaan milik Luis dan saat ini sedang bekerjasama dengan Leon mengembangkan bakat Deuz,bukan pilihan Deviz harus ikut,tapi entah mengapa hatinya tak terima melihat Luis dan Lexa berada di ambang kehancuran karna wanita di depannya ini.