
Caca terlihat lelap dan mendengkur,sedangkan Leon baru saja menuntaskan mandi tengah malamnya setelah pelepasan di kamar mandi,sekalipun sempat ia melucuti baju Caca,namun hanya sebatas mencium kulit gadis itu dan berakhir ia bemain dengan sabun mandi.sedangkan caca bermimpi di peluk dan di kecup Leon dari kaki hingga ujung rambutnya,namun hal itu malah membuat Caca makin tertidur karna lelah.
Pagi-pagi mereka kembali ke rumah orangtua Caca dan terjadilah moment serius di meja makan saat sarapan.
"temui Ayahmu,entah kau menyukainya atau tidak.....pikirkan masa depanmu nanti saat beliau tidak lagi di dunia ini"
"dia akan memaksaku kembali ke Itali"
"maka kembalilah dulu,selesaikan semuanya dengan benar......daripada kalian perang dingin seperti ini,yang jadi korban adalah ibumu"
Leon tercengang akan pernyataan ayahnya Caca,namun hal itu menyadarkan Leon bahwa semua yang di katakan Harry adalah benar.
Caca sibuk di tempat latihan samurainya,jadi dia tidak ikut sarapan,dan hal ini mempermudah orangtuanya berbicara kepada Leon tanpa harus canggung di hadapan putri sulung mereka.leon menyelesaikan sarapannya dengan cepat dan kembali berbicara sambil mengusap punggung Yuka yang dari awal sedang bermanja-manja di pangkuannya.
"Saya sungguh mohon maaf atas ketidak nyamanan yang di alami keluarga ini untuk kesekian kalinya,seharusnya semua ini berakhir saat saya pergi 5 tahun lalu"
"Nak Leon.....kami sungguh tidak permasalahkan ini semua,kami adalah bagian dari hidup Ayahku,tentu kami tidak melupakan tugas kami untuk terus mendampingimu,seharusnya kami yang minta maaf....karna situasi ini tidak dapat kami kendalikan,seandainya Ayahku masih hidup,mungkin tidak dengan cara seperti ini Ayahmu datang,karena........Ayah memiliki sistem khusus jika melakukan pertemuan dalam tugasnya,kami sudah menganggapmu keluarga,jadi saat Ayahmu tiba kami tidak berusaha untuk mencegahnya..."
"Aku juga minta maaf karna sempat menentangmu saat awal bertemu,itu semua karna naluri kekuatiran seorang ibu....mungkin aku akan membujuk Caca fokus kuliah dulu saat kamu ke itali,agar kamu tidak terbebani" Victoria dan Harry terlihat menyesal dan berusaha menyampaikan isi hati mereka pada Leon,namun ada seseorang yang lebih kecewa di balik percakapan mereka,sosok gadis yang 5 menit lalu terdiam di balik lemari dapur dekat meja makan,ia mendengar penuturan Leon minta maaf,dan juga timbal balik dari orangtuanya yang ternyata punya percakapan rahasia antara pria yang telah merebut perhatiannya.ia menutup mata menahan kecewa dan beranjak pergi dari sana ke halaman belakang,tanpa mendengar kelanjutan percakapan Leon lagi.hatinya tidak tahan mendengar kata-kata merendah dari pria yang dulunya di kenal kejam dan selalu konsisten itu,entah mengapa Caca merasakan sakit dengan perubahan Leon sekarang jika di belakang dirinya.
"He he tidak usah minta maaf,aku.....ahh maksud saya......kalian sudah saya anggap orangtua sendiri juga,apalagi kalian dari awal yang lebih tau proses hidup saya tanpa Caca ketahui,kalian sudah saya anggap kakak2 dari awal"
"berhentilah merendah Leon,kami menyayangimu,namun kejamnya Ayahmu setiap kali menyerangmu dengan caranya dulu,buatku kuatir berdampak pada Caca,karna dia sungguh-sungguh membuatku terpukul sejak kecelakaan itu,kami datang untuk mengajaknya ke Amerika,dan kamu bisa kapanpun menemuinya di sana"
Leon berusaha tenang menghapi ketegasan Victoria,ia hanya mengangguk dan beranjak dari kursi setelah Yuka terlihat lelap di pundaknya,perempuan kecil dalam rengkuhannya itu persis seperti Caca saat masih anak-anak.tanpa bicara sepatah katapun,Leon menaiki tangga kayu ke lantai dua menuju ke kamar Caca,ia menidurkan Yuka dan menepuk-nepuk bahu gadis itu sebelum keluar kamar,ia akan melangkah keluar saat matanya menangkap sosok Caca di taman belakang,dia melakukan ritualnya yang sudah lama Leon tidak pernah lihat dari sosok perempuan manapun yang dia pernah kenal
Casandra versi samurai.
Leon berdiri di balik jendela kamar mengawasi gerak gerik Caca berlatih samurai,berkat didikan kakek Harland,gadis itu tidak peduli dimana ia berasal,sekalipun ini di negara Swiss,ia tetap menerima didikan bela diri dari Jepang yang di turunkan oleh kakeknya.mungkin karna kegiatan inilah,Caca tidak pandai dalam hal asmara,apalgi untuk bermanja-manja seperti gadis seusianya,Leon tidak menemukan sosok merengeknya seperti dulu,hanya tatapan polos lugu dan terlihat tegas jika ada yang mengusik perasaannya tidak peduli itu siapa,karna kakek Harland tinggal berdua dengannya di pinggiran kota nan tenang ini.wajahnya tetap terlihat manis,namun mata sayu hazelnya sungguh memabukkan Leon,di balik keluguan gadis itu tersimpan potensi besar yang Leon ingin bangkitkan.karya-karya tangan dan prestasi Caca terlihat di setiap sudut ruangan kamar Caca saat ini,Leon bergeser melihat kamera lama peninggalan kakek Harland,pelan-pelan Leon mengecek hasil potretan Caca dan tiba-tiba Leon terkejut melihat ada fotonya di sana.
Leon tidak menyangka Caca memiliki sisi misterius yang mengaguminya diam-diam,ada juga foto Leon yang telah ia coret-coret dengan spidol,ada juga catatan harian gadis itu yang ungkapkan bahwa ia sebenarnya telah termotivasi untuk jadi fotografer karna ajaran keras leon.hati siapa yang rela meninggalkan gadis itu jika sekarang Leon tahu kenyataannya?,,ia mengepalkan tangan berlalu dari kamar turun ke lantai dasar,Leon masuk ke kamar tamu tempat ia biasa tidur.di sana ia duduk merenung sejenak larut dalam kekalutan sendiri saat mendengar keributan di ruang tengah.
"Caca.....!!,,dengarkan mami,kau harus ikut kami ke Amerika,lihat adikmu....mereka ingin mempunyai kakak dan keluarga yang sempurna di rumah kita di sana"
"mami jangan mengajakku bertengkar pagi-pagi,aku baru selesai latihan,aku harus mandi"
Dari pintu kamar yang sedikit terbuka Leon melihat Caca menghindari ibunya dengan menaiki tangga akan ke kamar,namun ia berhenti di tengah tangga saat Victoria bicara tanpa memikirkan resikonya.
" jika kau tidak ikut ke Amerika,mami akan menyuruh papi menjual tanah kakek di desa,dan juga rumah kita di kota ini,mami berencana akan...."
"Jual saja.....aku bisa tinggal di studio milik Leon,aku ingin bekerja dan kuliah di sini"
"jangan tidak tahu malu,Leon tidak akan mengurusmu,dia bukan pengasuhmu,,sesungguhnya kakekmulah yang menjaganya,dulu kakekmu bodyguard pribadinya leon.asal kau tahu saja,Leon tidak menganggapmu lebih dari cucu pengasuhnya dulu,dia hanya kasian padamu,dia sudah memiliki kekasih di Napoli,tepatnya di roma.dia bukan saja putra tunggal seorang bangsawan,dia juga seorang Direktur di kota ini,dan usahanya di sini hanya pekerjaan sambil lalunya,di negaranya,dia adalah seorang bintang dan deretan miliader terkaya,kau......"
"aku tidak peduli siapa Leon di luar sana,aku sudah mengingat masalaluku 3 hari yang lalu.....pakah mami akan mengurusku sebaik Leon??!!!,,apakah mami akan mengurusku sebaik kakek????!!!,,apakah kurang cukup aku menuruti mami yang menyuruhku tinggal di sini???!!!,,apapun yang mami inginkan aku turuti,setidaknya sekarang mami juga harus lihat keinginanku!!!!,,asal mami tahu saja,aku tidak pernah ingin atau tidak pernah minta di lahirkan.......dan hidup seperti ini....,,oh ia...saat aku merindukan keluarga sempurna papi mami kemana?????,,kenapa harus Yuka dan Yuga yang merindukan keluarga sempurna?,,gimna dengan papi mami???."
"Caca.......,sejak kapan kamu membantah dan bicara seperti ini pada kami?....."
"sejak aku tahu orangtuaku masih hidup dan memiliki segalanya tapi aku hidup bersama kakek di negara berbeda,sampai saat ini aku belum dapat jawaban dari pertanyaan dalam diriku bahwa aku salah apa sampai di sini sendirian dari kecil hanya kakek dan leon yang peduli padaku"
" Casandra......!maafkan papi mami,tenanglah.....kita bicarakan ini baik2 nak...sstt,",suara bariton Mr.Harry yang baru masuk dari teras depan tidak menyurutkan airmata dan emosi gadis malang itu,dia terlihat tidak bisa menahan kecewa dan sakit hatinya selama ini.Harry berusaha lunakkan suasana dengan melangkah kearah tangga,namun Caca malah berlari melewatinya keluar rumah.Victoria menutup mulutnya dengan mata berkaca-kaca,,Harry ingin mengejar di cegat Leon yang langsung keluar dari persembunyiannya dengan wajah kembali datar.
"inilah yang kakek Harland kuatirkan......kalian menyakitinya......,biarkan aku yang selesaikan ini"
"Leon.....dia adalah putri kami...jadi"
"aku akan kabari di mana dia hari ini jika kalian kuatir....bwrkan dia tenang dulu,dan jangan pernah menyakitinya lebih dari ini"
Mata nyalang Leon mencegat lidah Victoria untuk bicara lebih lanjut.leon menatap Harry &Victoria penuh hormat,namun ada tersirat bahwa kata-katanya tidak bisa di bantah.
TERKHUSUS PARA PEMBACA BUDIMAN DAN TERMANIS,SUNGGUH TERIMA KASIHππΌππΌππΌππΌ TELAH MAMPIR DALAM CERITAKU,SEMAKIN BANYAK JEMPOL,DAN KOMENTAR,SAYA SEMAKIN TERMOTIVASI UNTUK BERKARYA.π₯°π₯°π₯°π₯°