My Nanny, Ohh My Future

My Nanny, Ohh My Future
46.Gunting Kuku



Ini bukan drama yang berbau bawang,dimana menangis berjam-jam mungkin hal itu terakhir Leon lakukan saat Caca mengalami kecelakaan,kini Leon berdiri di balik tirai jendela kamar melihat keluar saat embun mulai menyapa dengan sejuk menusuk kulitnya saat angin di pagi hari di sertai kabut masuk melalui kaca jendela yang ia telah buka lebar-lebar.jam 5 pagi ia terjaga dan mengecek suhu tubuh istrinya yang terlelap sejak sore kemarin,diam-diam pria itu masuk ke pintu ruang kerja yang tak ia tutup demi memantau Caca yang terlelap di ranjang king size lantai satu kamar pribadi mereka di mension pribadi Leon,


Pada saat ini mereka berada di swiss dan tentu saja leon tak sabar berjumpa dengan putra mereka yang kini sedang dalam perjalanan dari italia bersama David,Deviz dan juga Erica,sesungguhnya Leon ingin lebih lama istirahat,rebah dan memeluk tubuh lelah istrinya itu,namun ada hal lain yang harus ia selesaikan di depan labtopnya.sambil mengetikkan sesuatu perintah email yang di tujukan pada Alfonso dan juga luis,Leon tak mengalihkan pengawasannya dari pintu saat Sera melambai menyapa sepagi ini untuk menengok istri dari atasannya yang mengangguk memberi ruang wanita seusia dirinya itu mengecek suhu tubuh Caca yang terjaga,sedangkan Riana dan Ariana pagi-pagi tadi telah pamit ke bandara ibukota untuk menjemput ponakan dan suami mereka masing-masing,


Leon mendengar sayup-sayup perbincangan kedua wanita itu,namun dirinya sengaja memberi ruang gerak bagi istrinya untuk lebih terbuka pada Sera yang juga merupakan asisten di studio sejak Caca menjadi Bos kecilnya di sana.


dering telfon membuyarkan pengawasan Leon,itu dari Damar.


"katakan intinya kau menelfonku pagi-pagi Damar"


"jauhkan Caca dari benda-benda tajam dulu,jika dia tiba-tiba di serang rasa panik,itu akan membahayakan dirinya,itu adalah saran dari dokter Philip saat mendengar keterangan dari Riana"


"sudah......,hanya gunting kuku yang masih dalam laci,nanti aku ingin memotong kukunya"


"apakah terjadi sesuatu?"


"tidak ada,aku hanya lupa menggunting kuku kucing betina yang kini sedang murka,ini masih pagi dan sebaiknya kau istirahat untuk menyimpan energimu nanti sore aku tak ingin mendengar alasan apapun kecuali orang itu tak lagi menganggu keluarga kita"


"baiklah,jika tidak keberatan kali ini dengarkan saranku agar hadapi Caca dengan tenang,dia akan memberimu anak lagi bukan?"


"ya,aku akan ikuti saranmu tapi selesaikan tugasmu bersama anak buah Alfonso,aku mohon"


"oke,aku tidak akan mengecewakanmu"


Melihat pergerakan istrinya bangun menutup pintu kamar setelah Sera keluar membuat Leon segera menutup pembicaraan lalu bergegas melangkah tenang meraih istrinya dalam rengkuhan tanpa penolakan dari Caca yang menundukkan kepala bersandar di dada bidangnya.leon menuntun Caca agar duduk di atas pangkuannya di atas ranjang mereka,dan meraih remot kontrol untuk menutup jendela secara otomatis,hanya tirai yang tetap di buka hingga pemandangan di pagi hari itu semakin membuat Leon betah memeluk istrinya,tak lupa menyalakan AC di dalam kamar yang begitu luas buat mereka berdua.kecupan lembut nan hangat mendarat di kening Caca yang menatap raut lelah suaminya yang menyapa parau.


"selamat pagi Sweetty,apakah sudah enakan?,katakan apa yang sakit agar aku menelfon Riana segera pulang atau memanggil dokter di kota ini untuk mengecek tubuhmu lagi"


Wanita itu mengeleng dan melingkarkan kedua lengannya memeluk leher Leon yang bingung.


"bicaralah jika ada sesuatu yang kamu inginkan" Leon tidak mendapat jawaban,malah dirinya meringis saat Caca mengusap bekas-bekas cakaranya di lengan lalu di dadanya yang memang terekspos karna hanya mengenakan piyama tidur sejak semalam,Leon paham istrinya sudah mendapat penjelasan dari Sera dan kini yang tersisa rasa penyesalan di matanya yang berwarna hazel.


"ini bukan salahmu kok,gunting kukunya nakal,pake ngumpet makanya tubuhku jadi sasaran kukumu,dasar kucing nakal"


"maafkan aku hubby"


Cup-cup-cup terdengar bunyi kecupan di saat Caca mengecup kedua pipi Leon lalu di bibir tipis pria itu yang tentu saja kaget.mata Leon melirik jam yang menunjukkan setengah 6 pagi lalu melirik tingkah lucu istrinya yang tak menyadari sesuatu sedang terbangun di beberapa detik lalu,gadis itu memilin ujung piyama Leon yang pura-pura kesal ingin menurunkan Caca dari pangkuannya.


"ck,ck,tidak perlu minta maaf....,aku yang salah sejak dulu selalu merahasiakan masalah rumit dalam rumah tangga kita,Karna sejak kecelakaan itu,aku melihat kerapuhanmu sayang,lalu aku selesaikan sendiri masalah apapun yang di sekitarmu agar kamu hanya perlu memikirkan kuliah,urus putra kita dan dirimu sendiri yang memang sudah di kasi tanggung jawab mengurus studio kita dulu,tapi ternyata kamu kini menilai rasa cintaku dalam pemahaman yang berbeda ya kan?,dan ternyata istriku ini masih tetap Casandra yang begini keras kepala dan emosian"


Leon tak peduli Caca menunduk penuh sesal,dan tak ingin kehilangan kesempatan ini dengan melepas istrinya berpikir jika terlalu cepat memaafkan perilaku kasarnya semalam.


"jawab aku,jika tidak.....maka aku merasa kedatanganku di sini tidak kamu inginkan,aku akan kembali ke Napoli dan menetap bersama Deuz berdua di sana,aku juga sakit hati dengan tingkahmu yang ngamuk semalam,dan lebih parahnya lagi,kamu tidak pernah bilang jika saat ini dirimu sedang mengandung"


"maafkan aku hubby"


"oke,salahku merahasiakan bisnis bawah tanahku dan juga pengintaianku pada penjahat yang sedang mengintaimu,itu semua karna aku sedang menunggu waktu yang tepat saja sampai kamu sembuh dari demam,tapi kamu dengan tidak sopannya memeriksa handphone suamimu dan ngamuk....."


Leon menyelesaikan kalimatnya diiringi hembusan nafas panjang,sekalipun ada sinar airmata yang sudah menetes di pipi istrinya,dan batin Leon sedang tersenyum dalam kemenganangan mengerjai istri kecilnya itu habis-habisan.


"minggir,aku akan berkemas kembali ke Italia sekarang juga,jika kamu inginkan pacaran dengan pria seusiamu,silakan....."


"apa??"


"ya,biarlah pria tuamu ini kembali ke tanah air dan....."


"chat rayuan?"


"ya.....dan berhenti menganggap diriku rapuh!!"


"tunggu,chat rayuan?itu semua tidak aku balas,apakah ada balasan dariku?,itu adalah wanita-wanita kak Luis dia meminjam handphoneku kemarin karna handphoennya di gunakan Lea main game,apalagi kak Luis memiliki istri yang lebih ekstrim darimu kok"


"sungguh?,eeeitss..apa?,kak Luis sudah menikah?,aku pikir dia bujang lapuk yang tak perlu pendamping"


"itu bukan urusanku juga bahas kak Luis lebih lanjut malah membuatku sakit kepala,karna masalah kita saja buatku sungguh tak bisa tenang"


Leon pura-pura gusar akan beranjak dari kasur saat Caca semakin merapatkan dirinya di atas pangkuan sang suami yang meledek dalam hati.


"turun,hatiku sakit.....lihatlah perbuatanmu ini"


"uuuumm tidak"


Tubuh Leon terasa semakin tegang karna tindihan Caca yang mengeliat menahan kakinya tetap posisi duduk di atas pangkuannya.


"bagaimana caranya agar hubby memaafkan aku?"


"rayu aku dengan sungguh-sungguh,buat aku melupakan kukumu yang jahat itu"


Leon tak mendapatkan jawaban,Caca mendesah lalu tiba-tiba merapatkan tubuhnya lebih dekat dan menatap sayu mata Leon yang tentu saja merasakan dadanya bergemuruh tak karuan,apalagi tiba-tiba lidah gadis itu menjilat bibir Leon,terasa basah menggelitik tapi hangat,tak berhenti di situ saja,istrinya menegakkan tubuhnya,lalu menyibak piyama Leon agar ikut turun lalu menekan dadanya tepat di wajah Leon yang benar-benar mendapatkan sebuah kejutan luar biasa,beberapa detik berikutnya Caca mundur lalu menatap malu-malu pada Leon yang sudah menelan Liur dan tak tenang.


"itu....tadi apakah hubby dengar detak jantungku?,kalau aku mencintaimu?"


"siapa yang mengajarimu lakukan ini?"


"tidak ada,aku membaca di novel jika jam istirahat di kampus"


Manisnya batin Leon,usia Caca memang saatnya mencari tahu banyak hal dan ini malah membuat Leon melupakan niatnya yang tadi ingin mengambil gunting kuku yang telah di raih istrinya,sambil bertanya tanpa menaikkan piyama Leon.


"hubby......,gunting kuku ini saksinya"


"saksi untuk apa?"


"guntinglah kukuku di kamar ini sekarang"


Leon telah membayangkan percintaan panas yang ia sangat rindukan,namun istrinya itu sudah turun dari atas pangkuan meraih kotak obat,lalu mengikat lagi piyamanya sambil berbisik pelan saat kembali duduk di samping suaminya yang dari awal tak berhenti menatap kegiatan istrinya itu.


"sssssttt.....jangan melihatku saja,lakukan"


"lakukan apa?,buka piyamamu"


"gunting kukuku!!,selagi aku mengolesimu obat,otak hubby udah liar pagi-pagi!"


"hhhhh....."


Leo menghembuskan nafas panjang lalu membiarkan tangan telaten istrinya mengolesi luka2 cakaran di tubuhnya yang terlihat menggoda,namun istrinya itu tak ingin melampui batas sepagi ini karna tubuhnya masih lumayan lemah karna demam semalaman,dan sang dewa rupawan itu hanya bisa memandang dan memuja dalam hati dan mulai berpikir bahwa selama ini Leon tidak terlalu memperhatikan setiap inci perubahan titik tubuh istrinya,otaknya tidak ingin sabar lagi dan ingin merobek paksa piyama tidur istrinya yang memekik saat dengan sengaja mencubit paha mulus Caca yang ingin mencakar namun Leon meraih pergelangan tangannya dan mulai menggunting kuku-kuku dari jari lentik istrinya sekalipu kepala Leon berdenyut-denyut saat sesuatu yang lembut menyetuh bibirnya,Caca mengecup sekilas lalu menarik diri duduk dengan senyum polosnya menyodorkan kakinya meminta kuku dari kaki mulusnya itu di gunting juga.


Leon menggunting kuku kaki Caca yang meraih kamera lalu memotret moment di mana pria pujaannya itu terlihat manis dan fokus menggunting setiap kukunya ekspresi gemas lalu tiba-tiba tanpa peringatan leon beranjak dari duduk bersilanya memeluk tubuh indah istrinya dari belakang lalu menekan dan menarik salah satu dasi di laci mengikat cepat kedua tangan gadis itu ke belakang tubuhnya dan menutup matanya juga,dan pagi itu Leon menagih jatah jasa gunting kuku istrinya tanpa peduli penolakan hingga istrinya kewalahan dan membiarkan hak suaminya itu berjalan dengan romantis serta tanpa permisi menerobos masuk menyapa rindu.