My Nanny, Ohh My Future

My Nanny, Ohh My Future
57.Sibuk



Caca sangat antusias membantu para pelayan di dapur menyiapkan acara bakar-bakar di tepi danau,di sana telah hadir teman suaminya,teman model Erica dan juga mertuanya dari Italia khusus datang,saat ini Victoria dan Queen sedang berbincang di bawah pohon apel tua agak jauh dari keramaian.


"kami hanya menunggu pemulihan Luis secara total agar masa pensiun Ayahnya Leon tak penuh kecemasan....,bersabarlah sebentar lagi kita akan sehari-hari menjaga cucu dan anak-anak kita di sini....."


" Amin kak,semoga semuanya lancar yaa...,aku cukup kaget mendengar cerita dari Leon bahwa keluarga kita akan semakin dekat.....,bagaimana rumahnya apakah sudah selesai?" Victoria sudah lama memanggil orangtua Leon kakaknya,dan apapun mereka selalu saling komonikasi,mata keduanya memandang kearah seberang danau,di balik perkebunan apel itu sedang ada pembangunan rumah megah milik orangtua Leon,ternyata sudah sejak lama mereka memiliki aset pribadi untuk habiskan Masa tua mereka di pinggiran kota bersama anak bungsu mereka Lea dan ingin lebih dekat lagi dengan Deuz.


"sudah sejak awal kami menikah,ayahnya Leon memiliki impian habiskan masa tuanya di Swiss.....,,,David dan Erica tidak begitu betah di Italia,Kecuali Luis,jadi kamipun memutuskan pindah di sini......" Queen wanita bersahaja dan bijak,di Italia wanita itu kesepian Karna anak-anaknya memilih lebih dekat dengan Leon,kini Victoria tersenyum lembut menatap kedepan,kearah hamparan perkebunan anggur dan beberapa pohon buah pilihan Leon,posisi rumah Leon memang agak lebih tinggi,hingga rumah Caca yang terletak di tepi danau cukup terlihat dari bangku taman ini ke bawah sana,hanya membutuhkan 15 menit jika jalan kaki atau naik perahu motor.dan di arah selatan perkebunan anggur milik David menyegarkan mata.apa lagi yang Victoria risaukan,kini mereka semua telah bahu membahu mandiri tapi memiliki rumah yang saling menjangkau dan juga tenang.


"kapan-kapan kita harus berlibur ke New York.....galeriku butuh inspirasi baru dengan karyamu....." Victoria menawarkan kerja sama,dirinya seniman berbakat,namun masih kurang jika ia lupa bessannya ini adalah penulis terkenal dan bangsawan yang memiliki perusahaan berlian ternama di Roma.


" Mommy,Mami......,lihat Deuz?" Suara lemah lembut Lea membuat keduanya terkesima,gadis kecil berusia 6 tahun itu sibuk mencari ponakannya yang saat ini sedang berada di ruang baca bersama luke,dan Derren kakak pertama Luke,ketiganya betah di sana Karna ada buku,tv dan beberapa permainan. Leon dan Mark sengaja mengalihkan perhatian anak-anak mereka ke dalam satu ruangan karna para pria sibuk dengan bakar-bakar di taman sambil membicarakan bisnis.sedangakan Erica,Ariana,Riana dan Yuka sedang menyiapkan hidanga lain Sambil di awasi Ali dan David.Damar dan Sera bersama Caca di dapur,para ayah lagi sibuk di meja catur tak jauh dari pintu ruang baca cucu mereka.


"huh.....benar-benar hari ini!...kak Yuka juga malah sibuk bersama wanita dewasa,Kak Leon juga sibuk.....,lalu aku?" Lea bersungut-sungut di bawah rimbunan bunga setelah tadi mencari Deuz di bawah pohon apel,malah ibunya dan mami Victoria hanya mengeleng lalu melanjutkan pembicaraan mereka.PLUG sesuatu yang ringan jatuh di atas kepalanya,rangkaian bunga yang berbentuk mahkota tapi berbeda jenis tertata di sana.



Lea terkesima dan menengadah ke atas,ternyata Yoga dan seorang pria dewasa berdiri mengawasinya dengan senyuaman ramah,mata sipit dan berkulit putih bersih.


"Lea.....jangan main jauh-jauh dari rumah.....di sini ada jaguar dan rusa beranak...."


Yoga mengingatkan adik dari kakak iparnya itu,dua pria ini baru keluar dari pintu besi pembatas taman dan hutan buatan kakaknya.


"kak Yoga? ummnnn....ini buatanmu?" lea bertanya tanpa menghiraukan peringatan bahwa ada peliharaan buas di balik pagar pagar besi itu,anak 6 tahun ini lebih tertarik dengan tatapan lembut seseorang,setinggi kakaknya leon namun bertubuh kurus dan manis seperti kakaknya David.


"kak Yoga mau menemaniku main?,Deuz memiliki teman baru,aku tidak yakin mereka menyukai aku...." tatapan Lea begitu polos dan menggemaskan jika memelas seperti ini.


"kami berencana akan ke rumah tukang kebun,di sana ada kelinci....,apakah kau suka?" Kali ini Dion menawarkan diri menemani anak itu ke arah pavillium milik Leon yang berjejer mewah,tempat para petugas keaamanan,maid dan juga ada kamar pribadi Erica serta kamar tukang kebun,setelah menyebrangi dapur umum,ada sebuah taman bermain milik caca yang lebih ramah lingkungan daripada hutan buatan milik leon.dua pria ini memang sering memasuki alam liar daripada harus berkecimpung bersama Leon atau David di dalam kantor.


"aku tinggal kedalam ya,mengambil makanan kelinci dulu....biar kau bisa ku ajak memberi makan kelinci saja" Yoga memang menyukai binatang dan bergegas ke arah tukang kebun.


Dion jalan beriringan dengan Lea yang terlihat mengunyah setelah seorang maid memberinya sekotak es krim,tapi bukan adik Leon namanya jika tak ingin selalu di jaga para baby sitter,malah sekarang jarinya terasa hangat dalam genggaman Dion.dari jauh Leon tak sengaja berpapasan dengan Caca,dan keduanya diam-diam memotret moment itu,karna baru kali ini Lea begitu cepat akrab dengan orang baru.


"hari ini Lea sibuk adaptasi dengan orang dewasa,,dan anak kita sibuk dengan teman barunya hingga melupakan Lea....." Caca berguman sendiri sambil menunjukkan beberapa potret anaknya bersama luke saat mengecek mereka di dalam perpustakaan keluarga.


"aku juga di acuhkan dari tadi......yang sudah selesai kuliah kini sibuk terus...." Leon bicara sambil memeluk perut istrinya dari belakang sambil menatap para tamu sedang sibuk dengan kelompok mereka masing-masing.


"untuk hari ini saja hubby....jangan sibuk memikirkan dirimu yang kurang kasih sayang....." Caca menggerutu sambil berbalik ingin meraih jus alpukat di meja tapi sudah di raih Leon,tapi tangannya yang kiri merambat turun mengelus paha jenjang istrinya yang melenguh sesaat lalu mencubit gemas.


"tanganku kenapa di cubit my wife?" Leon meringis tapi tak ingin lepas.


"bandel sih....."


"sayang...selamat atas wisudamu dan Terima kasih untuk calon bayi kita ya........apapun aku akan lakukan sayang....always love you more....." leon berbisik sambil melingkarkan sebuah kalung berlian di leher istrinya lalu sebuah kecupan hangat mendarat di sana.


"Terima kasih kembali Hubby....aku mencintaimu juga....cup cup cup.."suara kecupan dari Caca yang segera menjauh sambil menyedot isi gelas jus alpukatnya tak di ikuti Leon,pria itu memilih menyuruh seorang maid mengajak Deuz ke taman belakang karna beberapa tamu mulai berkumpul untuk pamit pulang saat matahari sore mulai menyapa.