
Sejak Caca selesai wisuda,dan mengantar berkas terakhirnya di kampus,sejak saat itu pula studionya sibuk dengan beberapa program baru yang wanita itu luncurkan.mulai dari wedding,travel dan juga bisnis.hingga kadang Deuz di ajak wanita itu seharian di studio menemaninya kerja.
"Caca.....,,tadi hp kamu berdering terus,apakah jeda dulu pekerjaanmu saat ini?"
Erica mengingatkan Caca,karna dari tadi Wanita itu sangat fokus mengecek katalog baru dan beberapa iklan yang dirinya akan luncurkan.
"tidak.....team kita harus berangkat besok.....kak Erica tahu kan kalau proyek ini sangat lama kunantikan?"
Caca menjawab Erica yang sedang sibuk menyeka makeup di wajahnya setelah melakukan beberapa kali pemotretan khusus untuk tabloit majalah baru yang isinya adalah biografi dirinya sendiri.
"Mommy.....,aku ingin tidur...." Deuz memasuki ruangan kerja pribadi Ibunya yang mengangkat wajah lalu meraih putranya dalam gendongan dan mulai merapatkan kepala anaknya di dada agar segera terbuai.,tidak lupa suami tampannya yang baru tiba dari kantor berdiri di depan pintu dengan tatapan serius.pria itu melirik jam sudah melewati makan siang dan istrinya terlihat begitu keras kepala tetap berada di dalam kantor.tak ingin menganggu putranya yang mulai terlelap,Leon berjalan pelan tanpa suara ke arah balik pintu ruang istirahat,menyiapkan makan siang di sana bersama Erica,dan saat semua sudah tersaji,Erica undur diri menggendong Deuz ke kamar atas.
"saat ini aku tidak lapar.....aku ingin tidur saja dulu kakiku sakit.....Aku akan temani ponakan tampanku sekarang. .." Erica menggendong Deuz yang telah terlelap,sekalipun berulang kali bibinya itu mengecup-ngecup pipi gembulnya.caca mengangguk dan menatap Erica yang menghilang di balik pintu kantornya.
"princess.....,,mari makan malam...." Leon mengulurkan tangan untuk mengajak Caca ke dalam ruangan pribadi keduanya,tapi wanita itu malah membenahi berkas di atas meja sambil berbicara pelan.
"saat ini aku ingin berendam.....jika Hubby lapar,,silakan makan lebih dulu...." bukannya menolak,pikiran Caca sedang panas dengan pekerjaan,dan dirinya tak ingin berhenti di tengah jalan hanya karna kondisinya sedang hamil.
"jangan pikirkan dirimu saja,bayiku di sini harus makan sayangku....",Leon mengusap perut Caca yang terlihat mulai bundar di balik dress cream yang ia kenakan,sepadan dengan slop yang terlepas saat Leon mengangkat tubuh istrinya dengan enteng ke ruangan istirahat,di mana sudah tersaji makan siang di meja dekat jendela.leon mendudukkan istri kecilnya di atas meja dan mulai berganti profesi seperti pengasuh yang menyuapi anak kecil,Caca tak banyak membantah,dirinya tau jika hari hari suaminyapun sibuk dengan pekerjaan di kantor,apalagi perusahaan yang di Swiss terbilang sangat besar sama seperti perusahaan di Italia.
"kali ini kau mengidam apa?" Leon menyeka bibir istrinya yang masih mengunyah dengan lahap,hingga tak segera menjawab.ia meraih sebuah kentang panggang dan menyodorkan di mulut suaminya.
"aku mengidam kerja setiap hari,,kau jadi pengasuhku saja...." Leon melahap kentang itu dengan senyuman lucu,lalu cepat-cepat meneguk air.
"apa bayarannya jika aku jadi pengasuhmu?" Leon bertanya sambil mengecup pipi merona malu istrinya.caca masih saja malu jika Leon menggodanya terlalu dalam,
"ayo jawab ...hmmnn?" Leon menggesek hidung mancungnya di punggung kecil dan lembut milik istri yang amat dia jaga melebihi dirinya sendiri,hanya saja kadang otak dan hatinya kesal dan cepat sakit jika melihat tingkah gegabah si pemilik mata hazel ini.
"aku akan memberikanmu anak laki-laki lagi agar Deuz tak sendirian bertengkar denganmu......,dan......mengecupmu setiap pagi dan malam..." Leon melebarkan matanya saat mendengar penuturan polos istrinya yang berjinjit mengecup sudut bibirnya dengan malu-malu lalu berlari kecil ke kamar mandi berniat menyembunyikan pipi meronanya karna malu sendiri.
"hubby.....jangan serius menanggapi ku,pergi cek Deuz saja apakah dia benar-benar tidur...." Caca terlihat malu-malu berbicara,tapi Leon tetap duduk di tepi bak mandi mewah itu dan memijat kaki istrinya,sambil berbisik.
"jangan sering bercanda dengan kata-katamu.....kadang aku tidak bisa seserius ini melayanimu tuan putri...." Leon membuat kedua mata Caca berkaca-kaca saat tiba-tiba bibir pria itu mengecup pergelangan kakinya bergantian.
"kak Leon....!,aku jadi tidak fokus....." Leon melihat Caca terlihat mengigit bibir saat bibirnya semakin gencar mengecup betis hingga ke paha wanita kecil itu.
"fokus?,jadi sebelum aku masuk.....kau beraninya fokus memikirkan pria lain?hmmnnn?" Leon menggigit kecil di sisi lain yang lebih sensitif hingga Caca tak segan mendorong kepala suaminya lalu berucap jujur.
"aku bukan memikirkan pria lain,aku fokus dengan pekerjaanku,kau tau kan kalau bulan depan harus naik kapal....aku tidak ingin proyek ini tertunda...." Leon tersenyum mendengar pengakuan istrinya,lalu pelan-pelan memijat kepala istrinya setelah busa sampho membuat suasana kamar mandi penuh dengan aroma menyegarkan.
"sebegini takutnya kau kehilangan kesempatan?" Leon tau benar proyek yang di ambil istrinya termasuk besar,studionya mendapat tawaran film pendek di atas kapal pesiar terbesar untuk seluruh dunia.
"ya.....aku akan buktikan,jika pengasuhku ini tak sia sia mengajariku banyak hal...." Terlihat lesung pipi dan gigi putih istrinya tertawa saat bicara sambil menengadah menatap suaminya yang sungguh terpesona dan berhenti memijat,jemarinya menarik punggung istrinya agar sedikit tegak dan Leon masuk duduk memangku tubuh istrinya yang baru menyadari jika pengasuhnya ini sudah tergoda.
"hubby.....!,kapan kita makan siang?" Caca merasakan lengan suaminya merambat memeluk pinggangnya erat lalu beralih mengusap perutnya yang bundar namun tetap terlihat seksi.
"fokuslah pada bayi kita ini,agar sehat dan segera menyapaku.....,proyekmu tidak akan tertunda sekalipun kamu di rumah,karna aku tidak akan tinggal diam..." Leon tak bisa melanjutkan kata-katanya langsung mengecup kening istrinya yang berbisik lagi.
"segera menyapamu?,,bukannya setiap hari hubby menyapanya,sampai aku kelelahan.....,uuhh" tentu saja Leon mendengar Omelan itu tapi pria ini tak bisa di bantah,apalagi dengan tangannya yang selalu tau di mana letak area sensitif isrinya hanya bisa mengigit bibir atau menjerit pelan.
"hubby....ini di kantor.....pelan-pelanlah...." Caca tak bisa mengimbangi suaminya dalam hal berhubungan suami istri,entah sejak kapan benda pusaka itu telah masuk dan mengusik istrinya.
"setelah ini kamu akan lebih fokus.....," Caca menutup mata dan menengadah ke atas saat suaminya terus saja menggoda dan bermain di bawah sana,hingga pikirannya hanya melayang,tak terasa airmatanya menetes saking tak bisa menahan keindahan yang suaminya berikan siang ini.
"apa yang kau inginkan sayangku?,tahta?,harta dan cinta?" leon suka sekali menggoda istrinya jika sedang melambung begini.
"aku hanya ingin tidur dan berharap ini hanya mimpi....!" Caca sering mengalami kesulitan sejak kecil,hingga kadang membuatnya memilih diam dan sibuk berlatih bela diri agar emosinya terkontrol.hingga bertemu Leon dan sering hilang konsentrasi jika berada dalam sentuhannya.