
Caca merasakan perasaan familiar melihat potret suaminya tadi,ia bergegas duduk menatap gambaran raut wajah suaminya yang sampai saat ini tetap saja awet,padahal mereka terpaut usia jauh,suaminya sudah berusia 49 tahun🤭,
"kenapa.......tiba-tiba ingin turun menemui anak2,mengapa kamu menatapku terus menerus??,,kurang puass,biar kita lanjutkan lagi yang tadi"
"stop bercanda,kau tau apa maksud tatapanku Hubby......aku seperti familiar dengan posemu yang ini.....dan......"
"entahlah......kau mungkin memiliki memori yang pendek saat berusia 6 tahun,tapi aku masih ingat...."
"6 tahun? Aku?"
"yaaaa .....kau masih kecil dan berani masuk di kamarku,waktu itu kau masih anak ingusan,memegang kamerapun sampai tanganmu gemetar ....tapi....niatmu yang kuat berusaha memotretku di saat aku sedang....kelelahan bekerja Sambil sekolah,kau datang menggangguku lalu aku membalasmu dengan umpatan bocah tengil....pendek dah kucel,kau marah dan memotretku lalu bilang......,lalu kau bilang apa setelah selesai memotretku?semoga ini awal yang baik kau bisa ingat hal itu caaa"
"a aku bilang apa?" Caca ingat moment itu,samar-samar Caca ingat,anak berusia 6 tahun,menembak seorang pria dengan berani waktu itu,mata Caca berkaca-kaca sekarang ,ia tersenyum malu tapi juga specles dengan ingatan ini,moment yang membuat Leon jatuh hati pada seorang bocah kala itu,ia memotret Caca tanpa ijin,lalu Caca juga merebut dan sedikit ada drama perdebatan hingga kamera itu berhasil di tangan kecilnya,Leon ingat dengan sikap mengalahnya takut anak kecil yang menjadi istrinya itu menangis.
" apa kau lupa kalimat konyolmu itu Casandra?" Leon bertanya sambil meraih kamera dan meletakkan benda itu di meja lalu menuntun istrinya yang merasakan getaran pada setiap sentuhan suaminya ini,mengapa dia bisa lupa pria ini?jelas sekali Caca ingat ucapanya sendiri.
Leon saat remaja
Caca memeluk leher suaminya dengan erat,ia tentu saja terkagum-kagum dengan manusia jelmaan dewa ini batinnya,ia terharu dan tidak pernah lupa lagi setiap langkahnya dulu adalah dunia untuk Leon,ya.....ia di asingkan di negara ini,belajar hidup mandiri dan tawa seorang bocah nakal adalah langkah terburu-buru Leon pulang sekolah demi anak kecil perempuan yang nakal tapi mencintainya.
"kau selalu berteriak memanggilku.....,pria tampan,aku mencintaimu.....sangat....sungguh sangat mencintaimu !!!,lalu kau bergelayut kayak kera di leherku ini.....lalu tangan-tanganmu yang masih pendek gemuk menunjuk-nunjuk sungguh berani mengancam orang dewasa.....,kau lupa?" Leon bercerita Sambil matanya berbinar-binar mengingat moment itu,istrinya menutup wajah yang sudah bersemu merah karna malu.
"rasa malu yang terlambat di saat kita sudah memiliki 2 anak yang dewasa sayang....." Leon mengangkat tubuh istrinya keluar dari sana,menuju lift turun ke kamar pribadi mereka,tidak lupa di sepanjang dalam lift,Caca mengap-mengap karna kewalahan dengan service suaminya di bibir dan di leher,mereka tidak lelahnya bercinta sampai di depan pintu kamarpun masih saja hingga Caca menarik diri dari cumbuan suaminya saat mendengar dengkur halus anak sulung mereka di tempat tidur.
"ssssst....ada Deuz ....."
"dia sudah dari awal di sini sayang"Leon menarik selimut menyelimuti tubuh anak sulungnya lalu duduk sejenak di depan balkon.