
"mengapa ini semua bisa terdengar di telinga Cleo?"
"Karna asisten Luis yang bernama Frisca mendengar percakapan Dad dan dokter Cicilia"
Leon begitu penasaran mengapa Nenek kejam itu tahu tentang lexa,tapi belum selesai rasa ingin tahunya,terdengar pertengkaran di tepi danau.ternyata orang-orang pilihan khusus yang datang menjemput Lexa,dan tentu saja membuat Ariana tak terima Karna tak tahu menahu siapa mereka kecuali Luis dan Leon.
"kalian tak bisa lebih sopan?"suara tegas Erica yang baru selesai mendandani lexa sekalian menunggu kailnya di makan ikan,
Ariana juga yang telah tiba dari perkebunan anggur saat itu sedang menemani Lexa memancing dan gadis itu terlihat tetap tenang menatap Luis yang sedang berusaha melangkah lebih cepat kearah ke 3 wanita yang duduk di tepi danau,dan nyaris melihat lengan lexa di tarik jika saja Ariana dan Caca maju dengan sigap memasang kuda-kuda siap melawan.
"berani sekali kalian padaku?!!" pria-pria berjas resmi itu langsung terkesiap dan mundur saat di gertak Luis yang telah meraih tubuh istrinya dalam rengkuhan.
"maaf tuan,kami hanya menjalankan perintah....."salah satu pengawal terbaik berusaha bersikap hormat dan menyuruh rekan-rekannya tidak melebihi batas,karna tatapan Caca dan Ariana lebih menakutkan daripada tatapan lexa yang bermata sayu keemasan sedang di tatap kuatir oleh Luis,tapi juga terpesona,karna Erica meriasnya begitu cantik siang ini.
lexa
leon yang masih dalam posisi panggilan pada ayahnya,tak menunggu lama langsung mengaktifkan Vidio call menunjukkan jika istrinya dan rekan-rekan wanita keras kepala dan tak bisa di anggap remeh sama sekali.
"Dad. ....rekam dan kirim ini pada paman dan bibi.....,kalau jangan mencari masalah dengan istriku" Leon memperingati dengan penuh intimidasi menatap para orang suruhan itu.
Mrs.Queen dan Mr.Napoleon sungguh terkejut melihat panggilan Vidio anaknya berubah jadi tontonan perdebatan 3 wanita yang di mata konglomerat seperti mereka itu adalah hal yang luar biasa hangat dan penuh cinta akan keluarga harmonis.demi membela lexa ,ke 3 nya tak gentar berdiri dengan raut tak terbaca.
"baiklah....demi dua wanita yang sedang mengandung cucu cucuku,,dan menantu kecilku yang kini sangat luar biasa di jaga,lalu anakku Erica yang sangat mandiri dan penuh kasih sayang......,wanita bar barku semua dengarkan Daddy.....kali ini Lexa tak akan di jemput paksa,kami menunggu keputusan dari lexa setelah kalian semua di sana bicarakan keputusan orangtua kandung Luis...." Mrs.Napoleon angkat bicara lewat panggilan VC dari hp Leon putra semata wayangnya.
Para anak buah suruhan orangtua Luis mundur kearah halaman mension di arahkan khusus oleh anak buah Leon yang tadinya siap ikut membantu nyonya muda mereka jika tadinya terjadi perkelahian,namun mereka tak lupa jika Leon,Luis dan David tidak bisa di lawan jika saat itu mereka belum di dahului para wanita bar bar menurut tuan besar mereka sang Napoleon.
ketika suasana telah tenang Leon mengajak semuanya duduk di ruang tengah menyampaikan maksud penjemputan itu,sebuah perjanjian tertulis telah di sepakati bersama oleh Luis dan Cleo selaku nenek kandung lexa.karna wanita itu tiba-tiba muncul 3 tahun lalu dan mengaku adalah nenek lexa dan ingin mengajak gadis berusia 15 tahun itu ke Inggris,sedangkan Luis masih melakukan perjalanan bisnis dan pekerjaannya di Antartika,hingga kedua orangtua Luis memutuskan menikahkan Luis dan Lexa di atas kertas agar melindunginya secara utuh.kini Cleo yang ternyata memiliki mata-mata di berbagai sudut ruang gerak Luis,telah membuat ancaman akan merebut cucunya secara hukum jika Luis tak menyerahkan lexa secara suka rela setelah beredar kabar penyiksaan yang telah ia dengar.singkat cerita lexa menuruti penjemputan itu dengan satu keinginan,Luis yang mengantarnya.
Luis duduk dengan rahang mengeras di dalam pesawat pribadinya saat lexa memilih mengikuti aturan keluarga kandung Luis,Karna selama 5 tahun lexa di besarkan oleh keduanya di Rusia,sejak Luis sibuk di Antartika dan di Italia,hanya 3 bulan sekali Luis menemuinya.gadis itu beralasan bahwa tak ingin membuat semua orang terlibat dalam masalah,namun di dalam ruangan pribadi ini Luis kembali berlutut di hadapan lexa dan masih membujuk.
"sayang....my amor.....my Queen.......tolong jangan tinggal kan suamimu ini"
"Daddy.....kita bicarakan ini setelah di rumah...saat ini aku ingin istirahat,dan....bolehkan aku meminta pelukan?" lexa mengangkat kedua lengannya agar Luis meraih dan memeluknya hingga tertidur,itu kebiasaan lexa di kala berusia 13 tahun,sebelum Luis ke Antartika,sebelum Luis memiliki sebuah laboratorium.lexa begitu merindukan moment itu dan membenamkan tubuhnya di dalam rengkuhan Luis yang kali ini tak bisa mengungkapkan rasa haru dan kegetirannya,lexa pura-pura tertidur dan terus mengingat sebuah pesan masuk di hpnya tadi pagi sebelum berniat memancing,itu pesan dari mami,sang ibu mertua,ibunda dari suaminya yang menginformasikan bahwa sebuah fakta lain di balik rencana mereka,Luis harus menjalani sebuah pengobatan dan untuk sementara waktu lexa harus menetap di italia melanjutkan pendidikannya yang tertunda sampai Luis pulih total.kedua orangtua Luis dan orangtua Leon sengaja membuat sebuah kesepakatan palsu agar Luis segera mengikuti lexa kembali ke Italia dan sampai di sana baru mereka mengajak Luis buat kesepakatan yang sebenar-benarnya.
setelah melakukan kesepakatan,David dan Ariana memutuskan ikut mengantar Lexa sekalian keduanya harus kembali ke rumah mereka yang berada di Italia dan juga mengurus perusahaan cabang,serta Ariana yang sampai saat ini tetaplah seorang perancang sekaligus ceo dari Depertemen busananya.
1 jam setelah lexa dan luis pergi,Caca masih di teras berdiri dengan geram pada suaminya yang sedang bicara pada kepala penjaga dan juga kepala pelayan di mensionnya ini.higga salah satu bodyguard membisikkan pada Leon bahwa istrinya di depan teras sedang menatap horor,kini di mension itu tersisa dirinya dan Caca,sedangkan Erica dan Ali seperti biasa habiskan waktu mereka dengan pergi berbelanja dan berakhir dengan menemui Dion yang pastinya tidak bisa jauh dari ponakannya Deuz yang beberapa hari ini telah menetap di rumah kedua orangtua Caca.
"berikan aku kunci motor....." Caca menyodorkan telapak tangannya pada Damar yang baru tiba setelah mengantar makan siang Sera ke studio,tentu saja pria itu tak langsung patuh karna di sana ada Leon yang memberi kode agar tak memberikan,tapi Damar terperanjat saat mata hazel Caca menatapnya dengan serius.
"kak Damar.....,jika masih ingin bersama kak Sera.....jangan buatku kesal agar beritahu kak Sera jika kak Damar pernah pergi bersama Ali nonton konser Black pink di Korea!!!,sedangkan kak Sera hanya tahu kalau saat itu.....kak Damar sedang tugas luar di Italia....." Caca bicara sambil menyilangkan kedua tangannya di dada selayaknya wanita angkuh yang tak bisa menjaga rahasia, saat Ali dan Dion selalu jujur pada Caca dalam hal apapun karna kedua pria itu adalah sahabat sejak kecil si wanita bar bar ini.Leon ikut terperanjat,apalagi Damar,sikap kekanak Kanakan dari istri atasannya mulai kambuh.
"Caca.....sekalipun aku ini asisten Leon,tapi kau tau bahwa penolakanku ini demi kesehatan bayi di...."
"aku hanya meminta kunci motor,bukan mengajak motornya berantem....."kata-kata Caca membuat Leon terkekeh dan melangkah mendekat tapi Caca malah meraih kunci motor lalu melangkah menghindari suaminya,wanita itu masuk ke dalam kamar lalu meraih hp dan juga jeket.
"honney.....stop....,ingat bayi kita sayang....,aku tau kau marah karna aku tak melakukan apapun agar lexa tetap di sini,tapi itu semua keputusan lexa tanpa paksaaan.....jadi...."
"aku akan berhati-hati di jalan dan tidak akan ngebut...,dan jangan bicara apapun Hubby,,"
"Mau kemana?"
"ya balapanlah masa berenang...."
"what?,ohhh my......"
"balapan sama kura-kura,ya aku kan tidak di larang dokter nyetir.....," Caca bicara ketus malah membuat Leon memukul jidat,setelah meraih kamera dan jeket Caca menaiki motor pribadi Leon yang sering di gunakan Damar jika sedang di buru waktu.wanita itu tak bisa di hentikan membuat Leon melirik jam lalu memberikan tugas kantor pada Damar,Keduanya mengobrol sambil mengawasi Caca keluar dari halaman mension dengan melaju cepat,sungguh keras kepala batin leon,lalu pria rupawan itu ke garasi mengecek motor lainnya yang telah terparkir dan selalu terawat di sana,ia tak ingin melepaskan istrinya begitu saja,apalagi sudah jam 2 siang.
Caca dan Leon di tepi pelabuhan.
Leon tahu jika istrinya akan kemana,dalam beberapa menit membuntuti Caca dengan motor yang berbeda dan membiarkan wanita itu duduk sendirian di sebuah pelabuhan yang sudah tidak di pergunakan kecuali para nelayan pribumi.30 menit Leon menunggu dari balik tembok gerbang,setelah suasana agak sepi segera melangkah mendekati istrinya yang awalnya terkejut,tapi kembali tenang lalu bersikap ketus lagi.
"mengapa kau kemari?" Caca duduk di atas motor sambil mengamati isi kameranya yang sulit lepas dari sisinya kecuali saat bersama Deuz.leon meraih lengan istrinya untuk di kecup serta di genggam erat,Caca memalingkan wajah dari tatapan intens Leon yang menariknya merapat di depan dadanya lalu mengelus pipi bulat sang ibu hamil muda itu.
"huuhh....cantik apa bar bar?"
"aku tidak katakan hal itu honney,Daddy tadi yang bilang jika menantunya wanita bar bar...."
"makin di perjelas pula...uuhh"
Caca meletakkan kameranya di tas lalu ia melangkah duduk di tepi dermaga tua itu sambil menarik nafas dalam lalu ia hembuskan dengan keras.leon ikut duduk dan mengusap puncak kepala istrinya yang sering sekali berubah-ubah emosinya sejak mengandung anak kedua mereka.dalam satu jam lebih Leon hanya mengawasi dan membiarkan istrinya meluapkan emosinya dengan menangis,hingga ia reda sendiri lalu berucap penuh sesal.
"Hubby.....maafkan aku yang selalu ikut campur dengan rumah tangga keluargamu..."
dan kecurigaan Leon benar,mood Caca memang selalu tak bisa di tebak,hal ini telah di perkirakan Riana sebelum dokter muda itu kembali ke Milan.
"hal itu wajar sayang ....dan Karna hal itulah aku dan keluargaku mencintaimu....udah selesai menangisnya kan syg?"
Leon menjelaskan lalu menarik punggung istrinya bersandar di bahunya,Caca menunduk lesu lalu menatap lurus kearah lautan,matahari sore mulai menyapa mereka yang hanya di temani sebotol air mineral.
"lexa dan kak Ariana baru saja pergi,tapi aku sudah merindukan mereka,Ali dan Erica juga palingan bersama anak kita sekarang..."
"aku di sini tak di rindukan?"
sikap posesif Leon membuat Caca tak pernah habis pikir,dan tanpa melihat sekitar Leon langsung mengecup kedua mata dan kedua pipi Caca dan berakhir mengecup bibir mungilnya yang sedikit meringis Karna Leon meninggalkan gigitan kecil d sana.
"Hubby.....,setelah selesai wisuda,aku ingin ke Dubai...."
"apa yang tidak buatmu sayangku.....,"
"eehhh benarkah???"
"tunggu.....!,Dubai?? what the..."
"yaa.....aku ingin ke gurun....." Caca bicara sambil mengusap-ngusap perutnya,bertanda keinginan itu berasal dari bayinya,Leon hanya bisa mengangkat alisnya lalu mengeleng takjub akan keistimewaan kaum hawa di sisinya ini.
"tidak.....aku akan ke Antartika saja...dengan kapal laut...!"
"loh?"
"ia.....aku ingin memiliki kamar VIP yang mengarah ke laut dan paling atas kapal....."
"kalau masalah itu bisa kamu minta kak Luis yang merekomendasikan.....,syukurlah jika kamu ingin travel di laut.....bukan di gurun,apalagi bersama si laki-laki Arab tengik itu...." Leon masih saja begitu tak mudah menyebut nama Ali dengan baik,Caca membulatkan matanya ketus lalu memegang dagu suaminya.
"masih saja cemburu sama Ali????hhoiiiiihh....." Caca bicara dengan penuh selidik dan seketika Leon terlihat memerah malu dan berusaha mengelak dari tuduhan.
"buat apa cemburu?,dia kalah dari segi apapun dariku....."
"dia sahabatku....."
"aku suamimu!" Leon bicara ketus ingin melepaskan wajahnya dari jari-jari Caca yang memegang dagunya dan masih menatap dengan senyum menggoda.
"lepaskan wanita bar-bar....kalau tidak,batal keliling samudera"
"ia suamiku......kau yang terkeren...." cup cup,telinga Leon memerah saat mendengar suara kecupan,dan darahnya seperti naik tiba-tiba ke otak cabulnya,terasa panas dan basah di bibirnya saat Caca mengecupnya dua kali lalu beranjak kearah motor.
sebelum Caca mengenakan helem,Leon telah menariknya kembali berbalik.
"apa lagi?,kita harus pulang ke rumah.....nanti sore aku harus siap-siap untuk ujian skripsi besok...." Caca tak pernah peka bagaimana Leon yang selalu hilang kendali jika istrinya itu memberinya sikap lebih seperti beberapa detik tadi,Leon langsung ******* habis bibir kesukaannya itu hingga yang empunya terengah-engah.
"hhh haduh Leon...ini di tempat umum...."
"ini lahan sepi,kau harus bertanggung jawab......"
Leon kembali mengecup dan ******* bibir istrinya yang kali ini menikmatinya,tak peduli gemuruh ombak dan juga angin sore yang mengusik,dadanya terasa hangat,sehangat pipinya di kecup sang suami yang selesai menuntaskan hasratnya mencium Caca di kala senja menyapa.
"ayo kita pulang....aku merindukan wanita bar barku di ranjang...."
"hentikan....!!!,,itu memalukan....!" seketika Leon melihat semburat merah merona di pipi istrinya yang masih saja grogi dan malu jika di goda seperti ini.