My Nanny, Ohh My Future

My Nanny, Ohh My Future
115.Dewasa



Dalam waktu 6 bulan Luis dan Lexa terus berupaya menjadi orangtua utuh untuk lexa,dan 2 anak laki-laki Leon dan Caca juga jadi ikut dalam pengawasan mereka,karna sejak keduanya di Mension megah ini,sepasang suami istri pemilik sah rumah itu selalu habiskan hari hari mereka di luar,entah alasan pekerjaan ataupun Leon yang hanya ingin berduaan dengan Caca.


"kalian belum kembali juga?,sekarang Minggu....", suara kesal luis terdengar ketus di saat menelfon Leon,dan pria itu sedang berada di bawah selimut bersama istrinya yang masih terlelap,mereka menginap di hotel setelah mengantar Deuz ke sebuah fakultas ternama di London,jadi anak sulung mereka mulai melanjutkan jenjang pendidikan yang sempat tertunda,sedangkan Zeus masih di Swiss fokus untuk ujian semesternya.


"kami masih banyak pekerjaan,terutama caca,mungkin untuk sementara waktu kalian menjaga Seuz dan Zeyna hingga tahun baru,karna Caca di telfon mommy,kak Luis tau kan saat ini Mommy dan Lea sedang berada di Asia,kemungkinan kami akan menyerahkan seluruh pekerjaan pada Sera dan Damar,serta kak Luis"


"pekerjaanku sudah sangat banyak Leon,hei kau sudah dewasa untuk mengambil alih semua milikmu,okey!" Caca terjaga mendengar percakapan kakak beradik itu,mereka tidak jarang sering bertengkar tidak tau situasi,hanya para orang rumah yang tau sifat jelek mereka ini sejak ayah mertuanya melepas semua tanggung jawab pada Leon selaku anak tunggalnya,tapi Leon tidak sepenuhnya menerima posisinya sebagai Presdir,,ia tetap membebankan kakaknya Luis,dengan alasan bahwa Napoleon Company bukan semata-mata perusahaannya.


"ini sudah jam 7,saatnya kakak siapkan menu sehat untuk sarapan Zeyna.....babaaayyy..." Tut,Leon menutup pembicaraan setelah menyadari Caca terbangun,memberikan morning kiss adalah rutinitas,menatap baby facenya adalah kewajiban,berapa kali pun Leon bercinta dengan Caca,entah mengapa tidak ada kata cukup baginya,seperti saat ini,di bawah sana terjaga dan inginkan lebih,apalagi Caca beranjak dari posisi tidur,duduk memunggungi Leon hanya dengan selembar selimut menutupi pinggul dan kakinya,punggung wanita itu terlihat mempesona dengan beberapa bekas gigitan semalam.


"hubby,aku ingin membuka tirai...."namun kakinya tidak bisa berjalan ke arah jendela kaca besar itu,karna kelakuan ayah dari kedua putranya itu,memang sudah beberapa minggu Leon tidak mendapatkan haknya,dan pria itu juga tidak ingin memaksa,Caca melakukan beberapa pemotretan untuk sebuah majalah ternama,jadi Leon juga tidak ingin melakukan kontak fisik kecuali morning kiss,selebihnya Leon sibuk menangani beberapa urusan perusahaan dan menerapkan beberapa pelajaran untuk anaknya yang sulung,hingga akhirnya hari Minggu ini,ia mendapatkan beberapa kejutan menarik dari sang istri.


pelan-pelan Leon menarik tali tirai,,hingga terlihat jelas pemandangan indah di balik kaca besar ini,mereka menginap di sebuah hotel terbaik yang juga milik pribadi atas nama Leon,tapi mereka berlaku adil dengan menjadi salah satu tamu VIP di sini.


"bee,,hotel ini adalah salah satu usaha pertama mommy dan aku dulu,sebelum meninggalkan rumah di napolly,jadi maaf kalau sedikit berbeda dengan hotel2 sebelumnya kita selalu menginap free,dan kita akan mempunyai kamar khusus di sana,tapi untuk segala cabang usaha di London serta Asia,aku menerapkan beberapa sistem....."


"ya,,aku tau...Queensland Hotel,ini adalah hotel pribadi pertama hubby saat berusia 17 tahun kan....,mommy dan Daddy sudah menceritakan semuanya,okey tenang saja,sejak awal anda menikahiku karna tau bahwa aku bukanlah wanita mempermasalahkan materi.... nama hotel bak istana ini,aku sudah mendengar kisah hotel ini kok,tenang saja,aku tidak akan marah jika kita harus mengeluarkan isi dompet untuk menyewa salah satu kamar hotelmu,,,malahan aku senang jika anak-anak tau kita menerapkan sistem seperti ini juga di rumah....." Caca tersenyum mengusap wajah suaminya lalu kembali rebahan di samping pria itu yang sejak awal duduk di tepi kaca,,ada kursi panjang di sana cukup untuk dua orang berjemur.


"tidak.....,,aku tidak ingin menerapkan sistem sekeras hidupku dulu pada mereka,tidak akan pernah,kecuali untuk urusan masa depan,tentu kamu yang punya hak untuk hal itu pada anak-anak....."


Leon begitu bijak dengan urusan anak-anak,dan istrinya.tapi yang paling Caca tidak tau adalah,kedua putranya sudah mendapatkan didikan private dari pria Itali ini,dan itu adalah rahasia mereka bertiga,Leon sudah menyiapkan beberapa aset untuk jaga-jaga jika hal yang tidak di inginkan terjadi pada dirinya dan Caca,tidak lupa Zeyna sudah menjadi tanggung jawabnya juga,walaupun Luis tidak kekurangan,tapi Leon sudah menyiapkan segalanya untuk masa depan mereka.


"jika tidak keberatan,aku ingin ke Asia...." kalimat Caca mengejutkan Leon,istrinya tidak pernah meminta terlalu jauh darinya,kecuali hanya untuk ke Itali dan beberapa negara eropa.tapi tentu ia tidak lupa,wanita ini keturunan Asia,mata hazel itu menatap serius seakan-akan memohon agar Leon tidak melarangnya,tapi bibir Leon dengan tegas menjawab.


"tidak sayang.....,kecuali jadwalku tidak padat aku akan bersamamu....",Jawaban ini membuat wajah istrinya berubah warna,dari merona jadi putih kehilangan darah,ia bangkit dengan gusar menjauh ke arah kaca jendela tanpa sehelai benangpun.


"aku sudah memberimu 2 putra,1 putri,dan aku sudah di akui memimpin 1 studio besar,bagaimana hubby masih saja meragukan kedewasaan ku?", Caca terlihat kesal dengan semua usahanya seminggu ini menyiapkan kejutan demi melakukan perjalanan ke Thailand hingga ke Indonesia,dan Leon sudah mengetahui semua rencana istrinya itu dua Minggu lalu.


"siapa yang bilang kamu tidak dewasa sayang?" Leon tetap lembut dan dengan gemas menutup tubuh istri imutnya dengan piyama,mereka akhirnya kembali berdebat.


"aku ownernya,aku yang membuat semua perjalanan ini,dan.......stop mengendalikan segalanya Leon,dunia luar tidak seberbahaya pikiranmu okey.....!"


"Caca.....dengarkan aku....,"


"aku selalu mendengarkanmu....,selalu,, always Leon.....!!!!", suara kesal Caca mulai meninggi,membuat Leon menarik nafas frustasi,lalu berbalik ke arah kamar mandi dengan suara tegas.


"oke,jika kamu ingin pergi dan kembali 2 Tahun Atau 1 abad lagi,silakan,terserah!" Leon masuk di balik kamar mandi dan menutup pintu itu dengan pelan,lalu menyalakan shower berdiam di bawah guyuran air dingin meredam hawa panas di dalam pikirannya,Caca tertegun di depan pintu sesaat,lalu menatap dirinya di depan kaca meja rias,saat ini ia baru menyadari satu hal,Leon salah paham dengan keinginannya,ia segera meraih hp dan menelfon Sera.


"hallo kak Sera,apakah aku bisa menganggumu sebentar?" Caca mencari tau perihal sikap tegas suaminya,dan paling paham situasi di luar rumah adalah Damar dan Sera,mereka paling tau apa saja yang Leon lakukan di saat Caca sibuk bekerja,setelah Sera menyambungkan telfon dan mengatakan beberapa kalimat,dengan ragu-ragu wanita berkulit putih pucat itu mengetuk pintu kamar mandi,hingga suaminya melangkah keluar dari pintu itu dengan posisi tanpa sehelai benangpun,pipi Caca langsung memerah dan memalingkan wajah.


"ada apa lagi?" dengan santainya leon bertanya tanpa peduli bagaimana telinga Caca terlihat merah bak udang rebus,wanita yang dia nikahi ini memang tidak akan bisa membuat otaknya lama-lama marah,sikap polos malu-malu padahal mereka sudah belasan tahun menikah,hati Leon terasa menggelitik saat wanita itu meraih handuk ingin memberikan pada dirinya.


"sudah selesai mandi kan,t tadi aku menelfon kak Sera dan kak Damar...lalu....",Caca terbata-bata karena salah tingkah dengan penampilan suaminya,pria itu hanya memegang handuk tanpa melilitkan di pinggang ataupun berniat menutup salah satu aset paling menguras suara Caca semalaman.


"lalu?,kenapa kamu gagap begini?,tadi bukannya.....,kau ingin mencekik leherku dengan segala penjelasan bahwa....kau sudah dewasa dan ingin berpetualang?" Leon semakin gemas dan maju menekan istrinya di tembok,hingga terdengar deru nafas panik dan gugup.


"hubby .....pakai handukmu dan....hhhhhh" Caca mendesah frustasi dengan kelakuan nakal suaminya ini.


"hei.....kau sudah beribu ratus kali merasakannya,dan sampai saat ini masih saja kau malu dan deg deg an begini setiap kali melihatnya?" Leon mengangkat dagu istrinya agar mereka saling menatap,Caca menatap sesaat lalu beralih membenamkan wajahnya di bahu Leon yang akhirnya tertawa terbahak-bahak.


"aku juga tidak mengerti kenapa selalu begini,jangan tertawa hubby....kau merusak moodku...",Caca berkata jujur dengan wajah semakin panas dan merah,aroma sabun di kulit Leon membuatnya jadi semakin tidak tahan,cepat-cepat mendorong bahu pria itu dan berlari ke dalam kamar mandi,tidak lupa mengunci pintu dan berkaca dengan nafas naik turun.


"semakin dia tua dan dewasa,kenapa dia semakin......akhhh semakin tampan dan belalai itu semakin....." Caca mengigit bibirnya sesaat lalu berteriak frustasi.leon yang di luar terkekeh pelan segera bersiap keluar ke ruang tengah menyiapkan sarapan,senyum pria itu semakin lebar saat mengenang semalaman membuat istrinya berteriak keras tidak peduli orang lain mendengar,untungnya kamar ini sudah canggih.


"puuiiifffhhhh,katanya sudah dewasa,tapi melihatku selesai mandi masih saja terbirit-birit.....,"