
Leon menatap sekilas rumah kaca milik mertuanya yang melangkah menyusul ke arah Deuz yang sedang bermain bersama sepasang jaguar hitam kecil di taman khusus tempat Caca kecil dulu bermain dan berlatih bersama almarhum kakek Harland,kini tempat itu telah terawat dengan baik dan sudah di renovasi beberapa bagian ada kolam dan juga pohon-pohon sakura di tata oleh sang Ayah mertua dengan sangat baik,sekalipun Yoga dan Yuka tidak pandai beladiri,keduanya berlatih dasar bersama suami bibi Mel yang dulunya hanya tukang kebun tapi telah mengikuti Kakek Harland begitu lama,kini mereka di percaya menetap bersama mereka dan telah di beri sebuah rumah sederhana bersama istrinya tak jauh dari wilayah perumahan keluarga Harland,keluarga berdarah Asia ini telah menyatu dengan masyarakat pribumi di Swiss,hingga Leon merasa selalu tenang jika telah berada di rumah papan tua tepat di samping rumah megah orangtua Caca,rumah satu lantai yang sederhana menghadap ke arah danau,rumah peninggalan kakek Harland,tempat Leon dari kecil di sana,rasa rindu memaksanya semalaman duduk bercerita banyak hal bersama Ayah mertuanya yaitu Harry di dalam sana,mengingat kehangatan pria tua jepang itu dulu membuat dirinya mendesah rindu pada almarhum kakek kesayangan istri kecilnya sekarang,Leon tersadar dari lamunan saat sosok gadis berambut panjang,bergaun sederhana keluar dari pintu rumah menenteng keranjang kearah parkiran Sambil melambai kearah Deuz yang posisinya sedang mengawasi langkah ibunda tercintanya masuk mobil mewah sang ayahandanya leon,,menghidupkan mobil saat istrinya telah masuk dengan memegang perut rampingnya yang kini sedang mengandung muda anak kedua mereka.terlintas senyum syukur dalam hati Victoria dan Harry yang mengawasi keduanya dari taman sambil merengkuh cucu sulung mereka,
"papi.....,lihatlah anak kita telah dewasa dan mandiri sekarang,dia juga cerdas dalam mengatasi masalah dan juga lebih banyak bersama keluarga..." Victoria berbicara sambil mengusap pipi Deuz yang sibuk menyodorkan daging pada ciro,dan Harry sang kakek tersenyum mengawasi.
"belum jalan hubby?" Caca menyentuh lengan Leon yang kini terlihat mengawasi putranya dari balik kaca mobil yang akan membawa mereka ke mension,pria yang usianya jauh lebih dewasa dari Caca itu tersenyum begitu lembut membuat pipi Caca bersemu merona dan tak malu-malu mengagumi ketampanan sang suami dan berguman,"kenapa keren sekali?" Leon mendengar itu lalu tak melanjutkan untuk menjalankan mobil.
"apakah kita ke kamar saja sekarang baby?" mata hazel Caca membulat menatap ketus namun kedua pipinya merona nyaris sama warna dengan dress merah muda yang gadis 23 tahun itu kenakan.
"hubby.....,belum jalan nih?,biar aku....."
"aku apa?,mau minta di gendong ke kamar?" cup !Leon menggoda istrinya denga kecupan lalu terkekeh mengusap puncak kepala Caca sambil melajukan mobil dengan menyetir satu tangan keluar dari halaman keluarga Harland yang begini luas dengan ladang hijau di kelilingi danau indah.
"hubby,nyetirnya dua tangan......" Caca meraih lengan suaminya yang dari sibuk mengusap-ngusap rambut panjangnya,kadang mengusap perut istrinya pula,kini berpindah ke setir mobil yang melaju pelan kearah mension sepagi ini,keduanya membawa beberapa masakan untuk lexa dan Ariana,terutama Erica yang sering merajuk meminta makanan hasil masakan Victoria,karna wanita itu selain pintar dalam seni melukis,ia juga pandai membuat masakan Asia karna di ajarin Harry suaminya.
"Hubby jam berapa ke kantor?" Caca memecah kesunyian di dalam mobil saat Leon lebih asik mengawasinya diam-diam.
"untuk hari ini,waktuku untukmu saja......,selama 3 hari aku selalu di kantor jadinya kamu kurang banyak makan" Leon mengusap lengan kecil istrinya yang memang sedikit kurus sejak masalah terjadi.
" aku rutin olahraga dan makan kok,bawaan bayi mungkin....." Caca memberi penjelasan sambil membuka laporan dari studionya yang tetap di buka sekalipun ia tidak hadir di sana telah ada 3 orang karyawan kepercayaan Leon dan hasil seleksi Caca.
"hubby....nanti sore aku ingin bersama Erica ke puncak..." Caca meminta ijin sambil melirik kamera kesayangannya di samping,Leon tak segera menjawab saat melintasi perkebunan anggur,di sana ia melihat mobil David terparkir di depan kedai.hingga Leon menepi lalu melirik sekitar,
"hubby....kenapa berhenti?" Caca melirik jam yang menunjukkan sudah jam 7 pagi,Leon meraih hp lalu menelfon seseorang yaitu David.
"apakah kau serius membelinya?" pertanyaan Leon di jawab adiknya dengan antusias,Caca yang tak paham memilih meraih kamera memeriksa hasil jepretannya subuh tadi pada Deuz dan Yuka yang sedang tidur.
"kami di tepi jalan tak jauh dari kedai.....kau bersama Ariana?,what?!! baik kami akan kesana sekarang"
Leon terus berbicara lewat airphonenya sambil kembali melajukan mobil dan kini melirik Caca yang terlihat Santai dengan kameranya.
"jangan kaget ya baby ......,,kalau aku bilang saat ini Lexa dan kak Luis sendirian di rumah kita,David sedang memeriksa perkebunan ini setelah membelinya kemarin"
David&Ariana
Caca terkejut bukan main,terlepas dari masalah kakak iparnya Luis yang sengaja di tinggal sendirian mengurusi istrinya di mension,kakak ipar satunya yaitu pria yang selalu di pihaknya yaitu David telah begitu banyak berubah hingga memiliki aset tak terduga sebuah perkebuna Anggur terbaik di swiss.kini pria cantik itu sedang duduk berdua dengan Ariana yang cantik dengan memakai kimono di depan teras belakang,Leon yang mengajak Caca mampir di kedai berjumpa dengan penjual atau mantan pemilik dari perkebunan itu sedang bercengkerama dengan Erica dan Sera.Damar dan Ali seperti biasa selalu sibuk pagi-pagi dengan pekerjaan mereka di kantor.terutama Ali karna sedang di kontrak pemotretan,ia jarang bersama mereka tapi jika ada waktu ia lebih memilih bersama Deuz dan juga Dion yang kini telah menetap juga di Swiss dan memiliki sebuah klinik Anak,sepupu dari Caca itu telah mandiri tapi tak bisa jauh dari paman dan bibinya yang telah mendampingi dirinya saat sekolah hingga selesai di Newyork dulu,Harry telah mengangkat Dion jadi bagian dari keluarganya saat orangtua Dion di Jepang bercerai,tapi pria seusia Putri sulungnya itu tak jauh beda dengan karakter Caca yang diam,hingga Ali saja super aktif.
yaah begitulah,Caca di kelilingi teman dan suami yang hangat,tak sehangat tubuh lexa yang terbaring lemah di kamar menatap plafon dalam lamunan,sejak terbangun tadi pagi,dirinya telah melewati sarapan dan minum obat dalam pengawasan suaminya.
"untuk hari ini teman-temanmu tak bisa sarapan bersama kita,tak masalah nanti siang mereka akan kemari....." Luis berusaha menghibur dan menemani lexa dengan sungguh-sungguh,ingin rasanya mengajak lexa kembali ke rumah pribadi mereka,tapi dokter menganjurkan Luis agar tetap di mension adiknya ini,karna lexa terlihat lebih ada kemajuan saat berada di tengah canda tawa teman wanitanya,lexa mengalami mental down yang bisa membuat dirinya semakin tertekan jika berada di rumah yang sepi hanya di temani komputer dan juga para maid yang bersikap terlalu patuh pada perintah Luis,sedangkan di sini,para maid beraktifitas dengan ramah dan juga sering berinteraksi langsung dengan majikan mereka dalam hal apapun namun tetap terkendali.caca terlihat menghargai ke lima maidnya dan memberi mereka ruang pribadi di pavillium belakang,lexa sering di temani dan tak jarang mereka sangat suka mengajak gadis itu berdandan dan bercerita tentang masyarakat Swiss ini.luis tertunduk menatap lantai sesaat lalu kembali tegak dan menatap istrinya yang menatap layar tv sibuk menonton kartun.
"my Amora,rindu rumah tidak?,aku sudah menelfon kepala pelayan untuk merenovasi kamarmu dan beberapa ruang di tambahkan" Luis sering menyapa lexa dengan panggilan kesayangannya jika berdua seperti ini,dan Lexa menjawab lembut.
"aku ingin memancing nanti siang sambil berjemur......"
jawaban lexa membuat Luis semakin yakin jika belum saatnya mengajak gadisnya pulang ke rumah pribadi mereka,di rumah Leon ini memang terlihat lengkap dan lebih terbuka untuk umum,tapi tentu saja di jaga ketat dan terletak cukup jauh dari keramaian kota,anak tunggal yang mandiri dan cenderung bersikap dingin namun rasa kekeluargaannya yang nyata saat menetap di dalam lingkaran rumah tangga kecilnya yang unik dan hangat.
"Dad.......aku ingin ke kamar mandi....." Lexa meminta tolong dengan memanggil suaminya seperti itu tentu saja hati Luis terasa hangat,ia cepat-cepat menggendong istrinya ke kamar mandi dan menunggunya di balik tirai sambil menyeka airmatanya. sapaan "Daddy" telah lama tak terdengar setelah 3 tahun menikah di atas kertas.
"aku ingin mandi....." Lexa berjalan tertatih dari kloset ke balik tirai sambil menengadah melihat suaminya terdiam dalam lamunan,Luis menurunkan pa ndangan lalu berlutut memeluk pinggang gadis kecilnya dalam diam,kini terlihat jelas Luis sangat menyesal telah melukai dan menyiksa istri belianya beberapa hari lalu.gadis itu masih tetap polos dan mengampuni tanpa syarat,sedangkan lexa hanya terdiam mengusap kepala suaminya yang jauh di dalam lubuk hatinya sejak kecil telah mencintai sosok itu dengan caranya sendiri.
Di sisi lain Leon sedang menyetir pulang dari kedai perkebunan bersama Erica dan istrinya yang berbisik-bisik di dalam mobil tak peduli sedang di awasi mata elangnya,sedangkan David dan Ariana masih bersama Sera menyelesaikan urusan pembelian perkebunan anggur di kedai,Leon sangat bersyukur kini David telah mengubah pola pikirnya dan mulai mandiri dengan mengembangkan hobby minum anggurnya dengan memiliki lahan anggur sendiri,adiknya pria berhati mulia,sekalipun perkebunan anggur itu berpindah tangan padanya,tapi pengelolaan tetap ia percayakan kepada Menejer yang dulunya telah di kenal Leon dan juga mantan pemilik perkebunan,tapi dengan beberapa perubahan yang lebih baik lagi.
"kalian kira aku sopir??!!" bentakan Leon tak mengejutkan Caca,Erica malah tertawa dan kembali berbisik pelan lagi.
"kalian aku turunkan di tepi danau jika terus berbisik... "
" kami sedang merencanakan untuk membuka tempat pemancingan di pinggir danau!!" Caca tak tanggung-tanggung membentak balik,Leon terlihat tak setuju berhubung danau itu adalah danau buatannya yang telah ia isi dengan beberapa ikan langka.
"kalian kurang puas memiliki studio dan mendapat gaji dariku??!!,masa ikanku kalian jadikan mata pencaharian juga?"
"kami ingin mandiri hubby . apalagi Erica tidak jadi model lagi kecuali Kak Ariana membuat desain baru....."
"Yap......sebagai tempat foti-foto juga bisa.... danau kita kan tak jauh indah di bawah kaki gunung"
"honney....rumah kita bukan untuk tempat pariwisata"
"huh pelit ..." Caca dan Erica terlihat ketus turun dari mobil saat Leon berhenti tepat di depan mensionnya,yang memang berdiri megah membelakangi sebuah danau dan tak jauh dari jalur jalan kaki ke gunung Alpen. tepat di balik tembok pembatas lahan,ada jalan perkampungan untuk. jalur para pendaki dan juga pejalan kaki bagi yang ingin berolahraga.
saat Leon menyerahkan kunci mobil pada salah satu security,tak sengaja matanya melihat sangb kakak duduk termenung di bawah pohon apel tua sedikit jauh dari pekarangan,dan saat Leon menoleh kearah pintu rumah,lexa menyambut Erica dengan sangat bahagia,hingga Leon turut lega kakak ipar kecilnya itu sudah mulai sembuh,kini Leon melangkah menemui kakaknya yang amat ia banggakan sejak kecil.luis menyadari kehadiran Leon dan memperlihatkan sisi lain dari karakter dinginnya dengan menggoda Leon seperti biasa.
"rambutmu masih basah..... apakah urusan ranjangmu masih saja parah padahal dokter sedang menganjurkan jangan sering karna Caca sedang hamil"
"berhenti meledekku kakek tua,matamu merah,apakah sedang menangis sejak subuh Karna bermain solo di kamar mandi?" Leon membalas kakaknya yang tentu saja terkekeh mengeleng lirih,ya Leon tahu benar sifat kakaknya tak sehot dirinya jika soal bercinta,karna kakaknya itu memiliki sebuah trauma dan jika sedang ingin dirinya memilih bermain dengan ekslusif menyewa salah satu model milik perusahaan ayahnya tapi tanpa embel-embel membawa nama keluarga,dan hal itu telah berlaku sejak lama sekali.
"Leon.....mungkin sebelum ke Mesir aku akan menceraikan lexa" suara datar tak terbantahkan dari Luis membuat Leon melihat sekitar pohon di mana keduanya duduk,pria berdarah Italia itu harus memastikan tak ada sepasang telingapun yang mendengar pembicaraan malapetaka ini.
"kak Luis. .....jangan menyakiti dirimu sendiri,aku tahu jika kau sejak dulu sangat mencintai lexa melebihi siapapun"
"ya.....,aku mencintainya melebihi diriku sendiri,aku sadari hal itu setelah apa yang telah kulakukan akhir-akhir ini padanya.....,tapi emosiku sungguh tak bisa aku kendalikan,dia akan bahagia jika tanpa aku,benar kan Leon?"
Leon sekali lagi melihat sekitar dan melihat istrinya sedang bercengkerama dengan lexa dan Erica di tepi danau sambil memancing,jarak mereka cukup jauh dan tak dapat mendengar pembicaraan kakak beradik di bawah pohon apel yang buahnya sedang rindang.
"kak......masih ingat dengan pohon apel ini?,dulu setahun sekali Daddy dan Mommy kemari bersama kak Luis untuk menemuiku,saat itu umurku baru 12 tahun,dan kakak sudah kembali dari perang dengan beberapa luka tembakan,kakak menemuiku dengan seragam tentara muda 17 tahun sambil menggendong seorang anak kecil......,tak lain adalah lexa,saat itu....aku belajar satu hal darimu,bahwa kakakku sangat mandiri dan bertanggung jawab,di usia yang sangat muda telah memiliki seorang anak perempuan yang cantik,dan saat itu aku sudah mengerti bahwa tatapan kakak pada lexa bukan hanya semata-mata sebagai ayah yang melindunginya,tapi kakak Luis telah menyukai seorang anak yang baru berusia 1 tahun,dari situ aku juga jadi tak lagi ingin buru-buru kembali ke italia bersama kalian Karna ingin melindungi Caca....di bawah pohon ini aku merengek pada Mommy agar menjemputmu saat berusia 17 tahun saja,saat semua sudah membaik,dan juga tak membuat Mommy dan kedua orangtua kakak di Rusia kelabakan mengurusi luka kakak dan bayi kakak saat itu.....", kata-kata Leon membuat sosok Luis menyeka airmatanya yang nyaris menetes.
"aku tak mengira jika sejak saat itu pemikiranmu membawa dampak seperti saat ini,padahal saat itu.....aku terluka parah dan langsung menyusul kemari,ke kastil ini saat mendengar bahwa kau sakit,tanpa mengganti seragam dan mengajak lexa agar kau mau ikut pulang ke Italia demi mau bermain dengan bayi kecil itu" Luis menatap nanar pada istrinya yang tak menahu atas cerita ini dan tetap saja sibuk menunggu kailnya termakan ikan sambil bermain game di awasi tiga orang kakak kesayangannya yaitu Ariana yang baru tiba sambil ngemil,Erica yang selalu luluran di sana dan Caca sibuk dengan kameranya.
"saat ini kak Luis hanya takut mau mengawali dari mana untuk membuka kisah hidup dan asal usul lexa sesungguhnya,rasa takut bukan berarti kakak lari darinya,dan lagipula kakak mau lari kemana dengan ahli peretas terbaik .....yaitu lexa sendiri,dia hanya butuh komputer ataupun labtop untuk mencari keberadaanmu" Leon terkekeh sambil memberi saran pada kakaknya yang menunduk lesu.
"aku hanya tak ingin dia terluka"
"maka berhentilah mengingat masa suram itu....aku belajar mandiri Karnamu,lexa juga tak bisa tanpamu,satu hal yang kak Luis harus tahu.....saat kakak aku suruh keluar malam itu,lexalah yang memaksa aku dan Caca membuka pintu untukmu,padahal bisa saja menambahkan anak buah untuk menutup kesempatan menemui lexa atau menelfon Daddy untuk menyuruh utusannya membawa kakak ke Italia,tapi lexa menyadari bahwa dirinya tak bisa tanpa kak Luis"
Leon bicara serius lalu meraih buah apel beberapa buah untuk istrinya yang memanggil untuk makan siang.meninggalkan kakaknya di sana untuk merenung,di saat itu pula ayah angkatnya menelfon dan segera di jawab sang anak angkat yang telah di anggap sebagai anak sulung di dalam keluarga Napoleon.
"Hai Dad.......,apakah merindukanku?" Luis tak segera mendapat respon dan hanya suara Isak tangis terdengar jelas bahwa bukan hanya ayahnya di sana,ada sang ibundanya yang sejak dahulu sangat mencintai Luis,Leon dan David begitu dalam.
"mommy ingin bicara,tapi tangisanny belum reda,maka kau yang perlu bicara saat ini"
"kenapa Mommy menangis?"
"dokter pribadi Leon tak sengaja memberitahu keadaan lexa,dan kedua orangtuamu dari Rusia sedang dalam perjalanan kemari,dan kau paham kan inti dari kedatangan mereka nak....."
jemari Luis bergetar mengenggam hp dan berusaha berujar dengan bibir bergetar.
"Dad.....,aku minta maaf......tolong percayalah kali ini....dan bantu aku,please"
"mungkin juga suruhan orangtuamu sedang dalam perjalanan menjemput Lexa,jadi bersiaplah......"
"tidak....mereka tidak boleh mengambilnya dariku!!,Dad.....please bantu aku....." Luis begitu panik dan bergetar berbicara seakan-akan sedang menghadapi maut,Leon yang baru saja 6 langkah dari sana berbalik kembali ke arah Luis dan melihat mata kakaknya berkaca-kaca,dengan cepat Leon meraih hp dari tangan Luis dan meminta penjelasan dari orangtua kandungnya di sebrang sana.
"Dad......apa yang terjadi?,ini Leon......"
"ohh my son...,Paman kamu sedang murka,dan bibi kamu akan mengirim lexa ke Inggris,dia akan tinggal bersama Cleo"
Leon terpaku dan tak bisa bicara sepatah kata lagi,Luis telah berlalu dengan panik kearah lexa,
Paman dan bibi yang di maksud sang Daddy adalah kedua orangtua kandung luis,kedua orang itu sangat sangat menakutkan jika telah mengambil keputusan dan juga sangat sulit di rubah.leon ikut panik dan berlari kearah lexa bersamaan dengan deru beberapa buah mobil masuk di pintu gerbang,Leon kembali berusaha tenang dan bicara lagi pada ayahnya.
"Dad......mereka telah tiba....,Cleo tak punya hak lagi mengambil lexa...karna..."
"ada sebuah perjanjian tertulis yang telah di sepakati Luis,jika terbukti lexa mendapat perlakuan tak wajar sebagai istri,Cleo berhak mengajak lexa ke Inggris...."
"oh tidak ....,mengapa ini semua bisa terdengar di telinga Cleo?"