My Nanny, Ohh My Future

My Nanny, Ohh My Future
45.Murka



PRANG.....!!!!!,,BUK BAK DUK...!!!!,suara itu terdengar jelas dari kamar Leon dan Caca,Ariana dan Riana ingin berlari menerobos masuk tapi Sera memegang kedua lengan mereka untuk tenang.


"KENAPA?????!!!!,,AKU TIDAK MERASA TERGANGGU DENGAN POSTINGAN ITU,KENAPA INI MALAH MENYAKITKAN BUATKU???,,APA SALAHKU????!!!,,BUKANKAH ITU HANYA SEBUAH IKLAN,,SEMUA YANG KULAKUKAN TIDAK PERNAH BENAR!!!!!,,AKU JUGA INGIN SEPERTI YANG LAIN,DI PAHAMI TAPI KENAPA KAK LEON TIDAK PERNAH MELIHAT DALAM SUDUT PANDANG YANG BERBEDA??????? KENAPA?????!!!!!! KYAAAAAAAAAAAAA.....!!!!"


Riana menutup mulutnya melihat raut wajah Caca penuh airmata dan jari-jarinya telah di lumuri darah,wajah murka dan emosinya meluap begitu tak terkendali,sedangkan Leon hanya bisa menerima cakaran dan lemparan berbagai benda di tubuhnya,awalnya dari meja makan Leon rapi dan modis,kini hanya ada tubuh yang kemejanya telah robek dan darah cakaran di lengan dan dadanya,ini bukan lagi emosi semata.Riana segera berlari ke kamar mengambil alat medisnya.


"jawab aku,kenapa?????,,KENAPA??????!!!!!!!!,menikah,oke!!,anak,oke semua aku turuti......,aku di kawal,oke!!,tapi kenapa aku seperti jadi biang dari masalah???!!!!!!,,lalu dengan entengnya karna anak bangsawan,kak Leon datang Minta maaf???,,again.......,lalu.....tanpa perubahan sikap????!!!!,,"


Sera tak bisa membiarkan ini berlanjut,hal yang ia takutkan bisa saja terjadi.leon bisa saja memukul istrinya,karna hal itu hanya kesalahan pahaman dari Caca yang merasa tertekan.


"Caca.......kendalikan emosimu.....,kepalamu bisa tambah sakit sayang" ucapan Leon tetap lembut,sambil menahan lengan istrinya yang ingin meronta-ronta ingin keluar kamar;tebakan Sera salah,pria itu tetaplah seorang sosok cerdas hadapi kerumitan otak istrinya itu.


"lepas....,!!!!!,aku ingin pulang ke Itali dan mengajak Deuz bersamaku saja,biarlah kami berdua saja,kamu tidak butuh kami kan,makanya sampai saat ini segala sesuatu selalu kamu lakukan tanpa perlu aku ketahui"


"tenanglah......,,okey aku bisa jelaskan,kumohon sayang kendalikan dirimu"


"berapa banyak rahasia yang kau sembunyikan????!!!,kenapa aku tidak kau beritahu?????!!,,padahal ini karna aku!!!!"


Ariana akan menyuntikkan obat penenang pada Caca tapi Leon memberi kode agar tidak perlu melakukannya,hatinya tidak pernah tega melihat istrinya makin terkulai lemas,saat ini saja airmata gadis itu malah membuat tubuhnya bergetar menahan gejolak rasa sedih dan sakit hati.meliahat Ariana dan Riana serta Sera masuk,gadis itu meredakan emosinya dan menangis dalam pelukan Leon yang memberi isyarat agar ke 3 wanita itu tidak perlu mencemaskan apapun.


"tenanglah,,lihat......kak Sera dan kedua kakak kembarmy kuatir....apa kau ingin di suntik?,menangislah jika ingin menangis tapi jangan pergi dari sini,tidak akan aku lepaskan"


"tidak!!,aku bukan sakit.....aku ingin bertemu Deuz anakku....anakku....di mana?


"Ca?,tenanglah.....,kamu lagi sakit,badanmu masih panas tinggi gini sayang"


tiba-tiba mata Leon menangkap gelagat buruk dari reaksi tubuh Caca yang tadinya mengebu-ngebu dan berontak,skarang mengigil dan melemah.


"Caca....!,hei.. .sayang....."


Dan hening,dia pingsan dalam pelukan suaminya yang berusaha tenang membawanya ke atas tempat tidur,Riana memeriksanya dengan telaten lalu bicara parau.


"aku sudah ingatkan,lebih baik memberitahunya,sekarang kami harus gimana membantumu?,kini Caca sangat murka padamu"


"telfon kak Luis,minta dia perketat penjagaan di rumah orangtuaku dan juga di sini"


"itu sudah di perketat sejak pria tua itu di kabarkan hanya tahanan kota"


"aku butuh obat juga.....kepalaku pusing"


"ya....lihatlah dirimu,apa perlu aku bersihkan luka-luka cakaran itu?"


"tidak .....,Riana,simpan saja kotak obatnya di meja dan kalian silakan istirahat saja"


"apakah kau baik-baik saja,aku harus menggunting kuku Caca,dan minta tolong pada salah satu maid di sini untuk menyembunyikan samurai Caca"


"ya,kalian atur saja yang terbaik,apakah kandungan Caca baik-baik saja RI?"


"semua baik-baik saja kak Leon yang harus di cek sekarang,wajahmu pucat"


"tidak apa-apa,aku tidak akan pingsan Karna istriku murka,dan aku bersyukur dia marah di hadapanku seperti ini"


Riana dan Ariana terharu mendengar ungkapan pria tampan itu,Sera menepuk bahu Leon yang menarik nafas lega.


"setidaknya,segala yang berkecamuk di dalam otaknya keluar,daripada dia diam dan menyimpan rasa sakit dan kecewa itu sendirian malah hal itu akan lebih menyedihkan bukan?"


Serta merta mengusap-ngusap kaki Caca yang masih terbaring kelelahan Leon berusaha menunjukkan sisi pria tegasmya di hadapan 3 wanita yang kini selalu bersama istrinya dalam kondisi apapun.


"aku akan menelfon kalian jika terjadi sesuatu nanti,sekarang udah jam 9 malam,sebaiknya kalian juga istirahat"


3 wanita itu segera berlalu dari hadapan Leon yang meraih telfon gengammnya dan memeriksa beberapa panggilan tak terjawab dari Luis dan juga David.