My Nanny, Ohh My Future

My Nanny, Ohh My Future
50.Mr.Leonel Marah



Luis terlihat cemas saat masuk di ruang keluarga,hentakkan tubuh di samping orangtua angkatnya yang sedang duduk di sofa sambil mengawasi Lea Nonton,sang Ayah seperti biasa sibuk dengan laptop di mana pekerjaannya sebagai Presiden Direktur untuk Napoleon Company yang di beberapa wilayah telah mendirikan bisnis dan Depertemen sesuai bidang dan industri yang di kembangkan oleh anak-anaknya,sampai luispun tak di beri ijin untuk jauh-jauh darinya dan tak peduli segelisah apa anak angkat sulungnya itu telah ia anggap anak kandung, saat dua hari ini Caca mengirim beberapa foto,dan semakin membuat gelisah adalah lexa tak kembali ke rumah dan masih bersama Caca dan Leon di Swiss,dengan alasan mengidam.


"Luis......kau kenapa?,Jangan buat aku pusing dengan tingkahmu dua hari ini"Mrs.Queen bertanya sambil mengusap lengan Luis agar duduk tenang di sampingnya karna sang kepala keluarga yang berada di sebelah meja mulai menurunkan kacamatanya memberi kode pada sang istri bahwa tingkah Luis sangat mengganggu konsentrasi.


"mom.....aku ingin ke Swiss jam ini juga,tapi Dad menahan langkahku karna pekerjaan di sini,,huuuffh" Luis mengadu pada ibu dan sang Ayah malah pura-pura kembali menatap pekerjaannya.


"ada apa nak?" Mrs.Queen menjadi tempat curhat Luis jika sudah seperti ini.


Luis menggigit bibir dan duduk bersandar dan menyodorkan hp di mana terlihat jelas chat dari menantu keduanya bersama Lexa di tepi danau belakang mension sepagi ini.


"oohhh tidaakk......lexa secantik ini di sana???"


"mommy punya menantu fotografer Caca,,si kembar Riana dan Ariana,anak angkat Erica yang semuanya pandai berdandan.....istriku jadi korban karya mereka" Luis bicara dengan wajah Kelu dan resah tapi ibu angkatnya itu malah tersenyum sinis mencubit telinga putra sulungnya itu agar tersadar dari sikap merajuknya yang terlalu kekanak-kanakan.


"lexa sudah tumbuh jadi gadis cantik,apa salahnya dia di jaga dan di rawat oleh putri-putriku yang semuanya berhati baik dan cantik....,ohhh anak-anak cerdass.....,,daripada kamu?,malah jadikan lexa tempat percobaan lab kamu....itu kan lebih menyedihkan!!"



lexa versi nyata.


"Luis.....berapa umur menantu sulungku saat ini?"


"17 tahun mom....dan baru kali ini aku cemas"


"apa yang kau cemaskan??!!,,dia bersama adikmu,hei ada apa denganmu Luis?"


"aku tidak iklas jika istriku di goda salah satu aktor dari studio Leon.....Tidakkkkk!!,mom....tolong aku bujuk Caca agar mengembalikan istri kecilku...."


"di goda siapa?,mereka tentu semua tau jika lexa telah jadi milikmu"


"tapi istriku masih perawan....bagaimana jika dia tidur bersama pria-pria di...."


"Luisioner Alexander.....!!,apa yang kami lewatkan hingga baru tahu jika istrimu sampai saat ini masihh....."


"masih suci mom.....karna aku takut dia hamil di saat usianya masih terlalu belia....dan aku masih ingin dia jadi sample di lab-"


"what the hell?"


Mrs.Queen mengelus dada menenangkan emosi agar tak membuat dirinya langsung memukul Luis yang saat ini karna tidak menyangka dan belum percaya apa yang baru saja dia dengar dari mulut Luis,sedangkan siapapun di lingkungan keluarga tahu senakal apa anak dari bangsawan berdarah prancis dan Rusia itu.dan saat ini Luis sedang cemburu atas karmanya sendiri yang selalu sibuk kerja dan bertahun-tahun mengabaikan lexa secara lahir batin kecuali dalam hal pendidikan dan pekerjaan,Luis menjamin semua dengan sangat baik.


"kini istrimu kan hanya simbol"


"itu dulu mom...."


"sekarang?"


"aku merindukannya"


"jika lexa yang tak ingin kembali bagaimana?"


"maka mommy ingin aku mati"


"jangan konyol....!!,,lalu.....apa yang kamu inginkan sekarang? mom akan bicarakan hal ini dengan kedua orangtuamu..."


"minta tolong mommy menelfon Caca agar lexa segera kembali....buat apa bicarakan ini dengan Ayah dan ibuku yang durhaka itu??! huuhhh." Luis beranjak pergi dengan raut kesal jika membicarakan kedua orangtuanya yang lebih parah sibuk daripada kedua orangtua angkatnya di Italia,kedua orangtua Luis berada di belahan benua jauh darinya,dan sibuk degan hobby mereka yang berpetualangan.


sedangkan Gadis yang di bicarakan sedang duduk menatap kearah danau dengan tangan yang memegang pancing,sudah dua bulan dirinya di Swiss,atas ajakan Caca yang mengidam mendengar musik klasik bersama Ariana yang saat ini keduanya sedang hamil muda. dan sejak saat itu pula jemarinya tidak menyentuh komputer,hanphone atau barang elektrik semacamnya.di wilayah yang tenang dan hijau ini Lexa sedang di ajarkan berada di luar rumah,di kenalkan alat-alat dapur,serta kegiatan wanita sewajarnya.dan dua pasang mata sedang mengawasi semua gerak geriknya dari lantai dua mension yang tak terlalu jauh dari danau.


" Sudah berapa ekor ikan yang dia dapat?"


"kurasa cukup untuk makan siang...he he..."


"segeralah kembali ke sana biar dia tidak kesepian....Baby Deus juga sudah tidur setelah makan dan capek bermain...."


"lalu bagaimana denganmu?,apakah sudah bosan denganku?" Caca bertanya sambil memanyunkan bibirnya dan mendapat kecupan singkat di bibir lalu punggungnya di dorong kearah pintu oleh suaminya sendiri yang kembali duduk di depan labtop mengurusi pekerjaannya.


"lexa......ummnn aku bawakan juss alpukat. ...." Caca menyodorkan juss dan duduk di sisi gadis cantik itu lalu melirik raut kaku lexa yang berusaha tersenyum dan mencicipi apa yang di berikan lalu mengucapkan sebuah kalimat.


"terima kasih......kak Caca,bolehkah aku bertanya?"


"tanya apa?"


"hummnn ramai dengan teman-teman dan juga di sana aku bisa belajar dengan bebas...."


"bolehkah aku ikut kak Caca kesana?"


"boleh....besok aku ada jadwal..."


"sungguh boleh?"


"tidak boleh" Caca dan Lexa sama-sama terkejut mendengar suara dingin di balik punggung mereka,entah dari kapan Luis di sana berdiri dengan angkuh menatap mata lexa yang tak bereaksi banyak tak seperti Caca yang begitu spektakuler kedatangan pria tampan dan cool itu.


"kak Luiiissss????!!!!,,,wuuuaaahh.....aku hampir terjun ke danau saking aku terkejut...." Caca menarik lengan kakak dari suaminya itu duduk di samping lexa dan beranjak memanggil Leon dari taman di bantu seorang maid.


"duduk dulu di sini aku ingin mengambil kameraku...."


Leon keluar ke halaman dan menyapa Luis yang memang sulit di tebak dan muncul di Swiss dengan transportasi kereta,entah itu benar atau tidak ada hal yang tak terbaca dari raut lelah Luis,matanya terus menatap perubahan istrinya sejak tiba dan sampai sore hari,ia di balik tirai mengawasi lexa yang sedang tertawa bersama Deuz dan juga Caca di taman.



lexa yang Natural


Luis sekali lagi tak bisa di tebak saat mengunci lexa di kamar mandi tepat di jam Caca akan keluar ke kampus mengantar skripsinya yang sudah selesai.karna tak ingin berdebat Leon mengantar Caca dan menenangkan istrinya di jalan bahwa Luis mungkin sedang ingin berdua bersama Lexa,namun saat kembali dari mengantar Caca,Leon malah mendapat laporan dari David bahwa mendengar isakan Lexa di kamar hingga terjadi pertengkaran antara David dan Luis karna David tahu apa yang pria dewasa itu perbuat pada lexa.


"kak Luis kita harus bicara...."


Leon berusaha lunak membujuk Luis untuk masuk di ruang kerja dan kedua pria itu menjumpai David juga menunggu di depan meja kerja Leon menutup pintu dan menguncinya dari dalam tak ingin siapapun mendengar percakapan 3 pria itu.


"jangan lakukan lagi kak.....dia tetap istrimu...."


"jangan ikut campur.....aku tau dia harus di perlakukan seperti apa..."


"maka ceraikan dia kak"


Keputusan Leon tentu tak di terima Luis,malah terlihat jelas jika ia benar-benar tak bisa di beri arahan oleh kedua adiknya,sekalipun dengan bukti cctv kamar tamu yang di pasang Leon lupa ia matikan.


"kak Luis.....tidak mencintainya.....,lepaslah dia kak...." itu kata-kata David yang terlihat berusaha mengatur emosinya karna sejak melihat sendiri penyiksaan yang di alami lexa tadi,entah kenapa rasa kesal pada Luis tak dapat ia sembunyikan.


"kalian tak ada hak mengatur hidupku!!,buka pintunya sebelum aku dobrak....!,apa yang gadis itu katakan pada kalian hingga berani sekali hari ini ada yang..."


"kak Luis!!!!,,kami berani bicara Karna hal yang kakak perbuat sudah kelewat batas....kita adalah keluarga!!!!,,bagaimana jika Caca ataupun Riana yang melihat fakta ini,tentu mereka akan menjadikan patokan negatif padamu yang sebenarnya sudah masuk dalam hati mereka sebagai kakak yang baik dan juga jadi pedoman hidup mereka bahwa kita keluarga baik-baik"


"ahhhh bulsyiiiitt aku kesal lexa tak ingin kembali malah diam diam memiliki kebiasaan buruk ingin tidur di kamar tamu padahal aku ingin tidur di kamar atas,jadinya aku hanya ingin dia tidur lalu membawanya ke kamar atas...."


"dengan cara memaksanya minum obat lalu memukulnya dengan sabukkkk???!!!!" David adalah pria sensitif jika membahas seorang wanita yang terluka,apalagi selama dua bulan ini Lexa sangat menyita perhatian istrinya dan Caca lebih berlaku positif karna sibuk mengajarinya berbagai hal tentang kewajiban perempuan tanpa tahu menahu Luis sering menyiksanya jika tak patuh.


"jika itu adalah pilihan kakak.....sekarang juga keluar dari rumah ini tanpa membawa siapapun ataupun apapun!"


David terpaku mendengar suara Leon menggelegar di ruangan kedap suara itu,Luis memang kejam dalam ekperimen,tapi ia tak dapat menandingi sekejam apa Leon jika marah,tubuhnya bergetar menatap tajam pada mata perak kakaknya yang tak dapat beranjak berdiri,tubuhnya malah lemas saat Leon membuka pintu untuk menyuruh Luis keluar dari sana bertepatan dengan sosok dua wanita yang berdiri memapah seorang gadis lemah tak berdata yang dressnya telah terkoyak karna sebuah penyiksaan yang mereka lewatkan karna sibuk.entah pertanda apa,Caca tiba-tiba kembali dengan taxi ke rumah tak lama setelah ia turun di antar Leon,karna wanita itu melupakan sebuah buku,dan tuba di ruang tamu melewati kamar tamu yang terbuka di mana Ariana sedang memeluk lexa yang menangis tak berdaya di atas lantai dingin yang berserakan butiran obat tidur.


kini Caca telah mengetahui dan hatinya sangat hancur melihat sisa-sisa penyiksaan Luis pada tubuh lexa di kamar mandi,beberapa memar dan juga cambukan di punggungnya nyata membekas di sekujur tubuh lexa.pantas gadis itu selalu menolak untuk berganti pakian di depannya karna bekas luka tertinggal di setiap garis tulang belakangnya,terkadang lexa menyakiti dirinya sendiri Karna pengaruh obat yang terjadi 3 tahun lalu,kini terulang lagi sikap tak berahlak luis dan lebih parahnya dirinya tahu sebuah fakta meyayat hati,lexa adalah sample laboratorium besar Luis sejak gadis itu masuk dalam hidup pria berwajah tampan namun menyimpan kekejaman di meja lab,lebih tepatnya saat luis memungut lexa di medan perang,ia adalah bayi yang menangis di tengah asap mesiu dan merahnya darah.


"kak Caca....buka saja pintunya...."


lexa terbangun di tengah malam karna gedoran dari luar,Luis di depan pintu tak di beri masuk oleh Leon setelah ia sendiri melihat lexa lemas pengaruh obat dan juga cambukan,Caca ikut duduk menatap lexa lalu mengenggam tangan untuk beberapa menit,lalu mengusap lembut pipi gadis bersurai silver itu,yang sesungguhnya ia memiliki paras cantik,berkulit exotik,berambut hitam dan memiliki bola mata hijau keemasan.gadis Mesir yang kini persis peri karya tangan Luis,berambut putih keabuan,kulit pucat dengan mata kelabunya yang terkesan dingin tanpa ekspresi lebih.


"kak.....aku tidak bisa melibatkan kakak di rumah ini,aku....sudah memilih jalanku seperti ini kok...,sudah 10 jam dia ribut di luar,kasihan Baby Deuz jika ikut terjaga"


entah keberanian darimana Leon mendengar kata-kata itu dari bibir kecil lexa yang memiliki otak luar biasa cerdas di atas rata-rata tapi karakter dingin karna mentalnya telah dilukai sikap dan obsesi Luis di luar sana sedang menunjukkan kekuatannya melawan bodyguard Leon agar menerobos pintu.


"biarkan aku keluar kak.....,nanti orang-orang kakak terluka sia-sia"


"baiklah.....tapi berjanjilah satu hal,beritahu aku jika kamu butuh pertolongan...."


Leon membuka pintu kamarnya lalu menyalakan lampu ruang tamu serta memerintahkan anak buahnya membuka pintu depan.


Caca mencengkram lengan suaminya saat melihat lexa begitu tenang berdiri di ruangan tengah tepat di bawah tangga di saksikan Leon,Caca,David dan Ariana,serta para maid menutup mulut mereka saat Luis menerjang masuk seakan-akan ingin memukul lexa,dan di detik terakhir pria itu malah tersungkur memeluk tubuh kecil istrinya yang diam tak bergeming hanya bulir airmata menetes di kedua pipinya menatap lurus keluar pintu,di mana hujan sedang turun dengan derasnya,sebasah tubuh Luis memeluknya penuh penyesalan kini perbuatannya telah di ketahui adik-adiknya dan kemungkinan besok ia akan mendapat sanksi luar biasa dari ke dua orangtuanya.Namun yang ia pedulikan saat ini gimana harus meminta pengampunan dari lexa yang hanya menangis sesugukan di depan semua keluarga Luis sambi bicara.


"aku lebih baik kembali di mana aku di temukan,di mana aku di pungut,biar aku di sana mati membusuk daripada harus busuk di tangan orang yang aku cintai",