My Nanny, Ohh My Future

My Nanny, Ohh My Future
11.Bertindak



Harry mengusap lengan istrinya yang gelisah di depan sebuah lukisan terbaik yang ia pernah miliki saat awal debutnya dulu.hingga kini lukisan itu menjadi sambutan paling hangat dan mendebarkan setiap manusia berjiwa seni melewati lorong galerry milik keluarga Victoria.


Sosok pemuda tampan yang mengarahkan kamera menutupi mata kanan,dan mata kirinya tetap tajam dan indah.



ilustrasi Leon dalam lukisan tangan Victoria.


Harry menuntun istrinya duduk di depan piano tua yang tergeletak di tengah ruangan sebagai pemanis hall galerry miliknya.


"Ternyata,,Ayah tidak pernah berbohong,dia masih hidup dan jika keluarga tahu,maka kita yang......"


"sayang.....tenanglah.....kita tidak boleh gegabah....."


"kita harus bertindak...."


"jangan terburu-buru,kita harus bicarakan ini semua di rumah..."


Victoria mengikuti saran suaminya,namun hatinya tetap gelisah.


David menatap sekeliling taman rumah sahabatnya dengan gundah,sosok wanita berambut ikal merebut hari-harinya kini,sejak Leon pergi,ia hanya ingin bersantai sambil mengerjakan proyek baru bersama Damar.



Dolly Marveliana


"David,dia mencarimu......"


Damar menyapa David yang tak menggubris,tanpa menolehpun ia tahu gadis nakal itu sudah berdiri menggaruk tengkuknya tanda tak sabar.


"hari ini aku sibuk,ada urusan pribadi dan aku tidak bisa meninggalkan tanggung jawabku karna menemanimu"


"baiklah....saya hanya mau pamit"


"maksudku pamit kembali ke Napoli,saya.....akan naik pesawat nanti jam 4 sore,ummn....maaf merepotkan mu....."


David terdiam,Dolly akan kembali ke tanah kelahirannya setelah kembali memporak porandakan pertahanan hatinya sejak masalah penolakan gadis itu 6 bulan lalu.suara sepatu Damar yang menjauh dari ruang tamu seirama dengan detak jantung David,dirinya paham,Damar memberi mereka ruang untuk bicara.


" Sebelum saya kemari,saya harus meminjam uang yang lumayan banyak di Russel,jadi saya harus pulang untuk kembali bekerja untuk menebus utangku,saya kesini untuk minta maaf,mungkin....saya tidak pantas mengatakan ini semua,tapi,hidup saya tidak tenang sejak kejadian itu..."


"jangan di bahas lagi,aku tidak ingin mendengar bualanmu"


"setidaknya dengarkan saya,dan saya tidak akan mengganggumu setelah ini"


David menarik nafas berat lalu menghembuskan lagi dengan pelan,gadis itu tetap berdiri di depan jendela kaca,dan kembali bicara sopan.


"saya menolak lamaranmu waktu itu,karna saya merasa tidak pantas menjadi istrimu,kamu adalah seorang actor ternama,dan di kelilingi banyak wanita.....,saya hanyalah.....anak angkat dari keluarga Marvel.....,saya membuatmu malu di depan keluarga,itu semua sudah di tanggung oleh saya,sejak saat itu.......saya...,"


Suara Dolly bergetar menahan tangis,namun ia telah berjanji tidak akan terlihat cengeng di depan mantan tunangannya.David melirik perubahan warna kulit gadis itu yang berwarna kuning keemasan seperti rambutnya,mulai memerah dan berdiri tegang.


"saya.......telah membayar perbuatan saya dengan cara melepas marga marvel,sejak kamu kemari.....ibumu menelfonku,tentu saja aku harus tanggung jawab,setelah 3 bulan saya menabung,kak Leon adalah orang yang membantuku kemari.saya ingin meminta maaf,dan jika tidak keberatan,keluarga Marvel tidak bersalah...sayalah yang bersalah...."


Hening,5 menit masih hening,David masih duduk menatap hamparan bunga tulip di dalam pot pot cantik hasil karya Sera dan Caca sebulan yang lalu.


"baiklah,saya hanya ingin menyampaikan ini saja,sekarang saya akan berkemas....,maafkan saya David" lirikan mata David yang tiba-tiba muram dan berkaca-kaca menatap langkah cepat Dolly lari ke rumah papan sebelah rumah mewah ini.gadis itu berlari naik tangga dan menjatuhkan diri di atas kasur,ia meredam suara tangisannya di kamar.di sisi lain,David menyeka sebening airmatanya yang sempat menetes,namun ia tidak bergeming dari sana,ia memilih menelfon leon.,dan terdengar suara berat pria jangkung itu berbicara tegas.


"kenapa David?"


"Bertindaklah.....sebelum semua terlambat..."


"kau bicara apa bodoh?,aku sedang sibuk"


"sebaiknya.....bertindaklah sebagai pria dewasa dan jujur.....jangn seperti pecundang yang.....yang.....lari dari kenyataan....aahhh sialan!!" Leon menatap hpnya yang ditutup sepihak setelah David mengumpat dan berlari kearah rumah papan seberang kolam.


"Ly.......Dolly......"