
Saat Leon masuk ke kamar,istrinya sudah di sana,entah sejak kapan gadis itu terlelap dengan posisi tubuh tengkurap dengan sendal talinya masih nyantol di kaki dan juga kamera tak jauh dari lengannya.leon mendesah panjang sambil membuka sendal di kaki berpasir istrinya,mengambil handuk yang ia basahi dengan air hangat lalu mulai membersihkan kaki dan juga tangan Caca yang benar-benar tidur lelap.
"kebiasaan buruk menangis sambil tidurr..sungguh konyol,bagaimana jika bukan manusia bijak sepertiku yang jadi suamimu??,,bisa saja kamu ini di buang seperti kucing liar" leon berguman pelan,meletakkan handuk di keranjang dan kembali meraih tisu basah,menyeka sisa-sisa airmata istrinya yang terjaga dan mengeliat bangun.
"hubby......" Caca benar-benar terkejut melihat tisu di tangan Leon,lalu kakinya yang terasa lembab tapi segar,bisa di tebak Leon diam-diam membasuh kakinya.
"huuubby....." bugh....bunyi punggung Leon yang terbentur dinding kayu pembatas kamar mandi Karna Caca langsung menerjangnya dengan pelukan,Leon ambruk ke lantai karna tiba-tiba anak dari seniornya dulu itu terlihat kembali bersikap normal selayaknya gadis merajuk dan manja padanya,dan hal ini hanya pada Leon semata, menahan nyeri di punggung dan terdiam di dalam posisi tertindih si pemilik mata hazel kesayangan ini.menarik nafas lega mendengar suara isakan lalu pelan-pelan jemari Leon mengusap punggung istrinya,berbisik lembut penuh kasih sayang.
"anak kucingku yang galak.....,sudah makan malam?,apa aku masakin skarang?" Leon bertanya sambil menatap istrinya yang masih menangis dan duduk seperti bayi kecil di atas perutnya,kalau saja Leon tidak rutin olahraga mungkin dia tidak sesantai sekarang melihat tingkah Caca yang begitu menggemaskan sekali,hidung yang merah,mata sembab yang bulat lalu bibirnya yang kemerahan,sungguh mahkluk Tuhan paling sempurna batin Leon.
"Hubby......aku bukan anak kucing...." Caca tak terima di sebut kucing,tapi Leon memutar bola matanya dan tersenyum beranjak duduk sambil tetap memapah istrinya yang sungguh lucu ini.
"peluk aku......karna hari ini anak-anak tidak menyusahkanmu bukan?" Leon tak mendapat jawaban,hanya lingkaran lengan di leher,lalu kecupan basah dari bibir mungil istrinya adalah bukti bahwa semua haknya telah kembali.
"Terima kasih hubby,,tapi aku masih sakit hati jika teringat bentakanmu waktu itu....." Caca menunduk meletakkan kepalanya di bahu bidang Leon yang menengadah ke plafon villa mengingat sikapnya saat itu,menutup mata penuh penyesalan lalu kembali mengecup puncak kepala istrinya.
"ia maafkan aku sayang.....istirahatlah....besok kita akan bahas sesuatu yang lumayan rumit...."Leon mengusap punggung istrinya lalu menuntun wanita itu naik dengan patuh di tempat tidur untuk istirahat.
"aku akan tidur....tapi setelah makan masakanmu....." Caca tiba-tiba meminta sesuatu yang memang sering Leon lakukan saat berada di rumah mereka,hanya Tuhan yang tahu bagaimana pria itu kembali berdiri dengan nafas panjang lalu berniat ke dapur.
"hubby.....aku akan berendam sambil menunggu masakanmu....." Caca yang tadinya sudah susah payah di tuntun untuk naik ke kasur malah dengan enteng turun tanpa memikirkan kerja keras Leon sudah menuntunnya ke tempat tidur tadi,pria rupawan tak tertandingi itu hanya bisa menatap punggung mulus si wanita keras kepala dan hanya dirinyalah yang berani bertingkah mengobrak abrik pendirian Leon,dia berjalan dengan gontai sambil melepas pakaiannya ke kamar mandi,tak ingin berakhir membantai kucing tak tau diri itu di kasur,Leon berbalik lalu bergegas ke dapur sambil menelfon Damar.
"kalian di mana?" Leon sengaja menelfon Damar hanya untuk sekedar ngobrol,sambil memasak pasta ,tidak lupa steak kesukaan istrinya yang ternyata menyusul ke dapur setelah 15 menit kemudian,tidak lupa kameranya sesekali memotret moment di mana suaminya terlihat maskulin di hadapan kompor dan memegang pisau dapur.memeluknya dari belakang hingga Leon terdiam sebentar dari aktifitas menyiapkan piring.
"honney.....jangan memancingku...."Leon tak ingin makan malam istrinya rusak dan berbalik akan menyantap tubuh yang menempel harum di balik punggungnya ini.
"bukankah hubby meminta pelukan jika berhasil menjadi diriku untuk hari ini saja?,saat ini aku sudah melunasinya....." Caca menjelaskan dengan senyum manis lalu bergeser ke samping,menyendok sepiring nasi lalu berlari kecil ke meja makan mengekori Leon yang sudah meletakkan hidangan di sana.pria berdarah Itali itu menukikkan alisnya saat Caca bukan duduk di kursi yang tersedia malah berani sekali naik di atas pangkuannya saat ini.
"tanganku lelah memegang kamera....." Caca begitu menggemaskan meminta sesuatu yang mengejutkan batin Leon,mau tak mau ia tetap menuruti kemauan istrinya untuk di suapin sampai selesai.
"Hubby.....aku ingin pembicaraan yang tadinya kamu bilang besok...kita bicarakan saja sekarang....." Caca menyimpan rasa penasarannya sejak di mendengar bujukan suaminya di kamar tadi,kali ini ia terlihat ngotot dengan tatapan tajamnya,Leon mendesah frustasi lalu bangkit ke kamar anak-anak,Caca membuntuti dengan memegang piyama suaminya.
"kebiasaan mu seperti anak-anak suka memegang piyama ku ini bisa di kurangi bee?" Leon menggerutu ketus sambil meraih pinggang Caca agar melangkah beriringan ke balkon kamar,anak-anak terlihat lelap di dalam sana bersama bibi mei.dengan hati-hati Leon memberitahu isi chat dari Erica dan juga alasannya baru malam ini hp Caca di kembalikan.
"Ali sungguh keterlaluan......!,kita harus melakukan sesuatu kan hubby?" Caca geram dan berusaha menghubungi sahabatnya yang kini telah melukai perasaan kakak iparnya yaitu Erica.tapi pria itu benar-benar tidak bisa di hubungi.leon terlihat tenang dan menepuk pundak istrinya yang merasa tidak bisa menjelaskan dengan baik jika dirinya saat ini serba salah.
"Ali pasti akan kembali.....dan soal wasiat itu kurasa karna aset yang dia miliki di sini atas kerja keras kamu bersama dirinya....kamu yang harus memutuskan sesuatu dengan bijak saat ini sayang....." Leon berbicara dengan sangat tenang,membuat hati wanita kecil itu lega tapi bibirnya tetap bertanya juga.
"apa aku harus membunuhnya?" jawaban Leon terdengar geram dengan nafas memburu tak ingin berhenti di bibir usil saja,gadis itu merengut dengan setengah menangis menahan perih,hukuman yang romantis tapi sakit jiwa batin Caca,bibirnya di gigit hingga berdarah.
"ohh my......,,hubby menggigitku??!!!,hanya karna wasiat suami orang??!!", Caca berteriak menjauh ke arah kaca yang terletak pojok ruangan,ada mini bar di sana.
"jangan kemari,tidak romantis!,beruang kutub sialan!!"
Caca sekali lagi mengumpat ketika suaminya berlari ke arahnya lalu menggendongnya kembali ke kamar.
"wasiat sialan.....!!,,teman bangsat....!,bisakah aku yang tidak tau apa-apa tidak di jadikan sasaran??!!" Leon membiarkan istrinya terus mengumpat hingga berhenti sendiri saat bibirnya merasakan gigitan lagi dan kali ini tidak selesai dengan gigitan saja.tidak bisa berkata apa-apapun lagi saat suaminya menutup mata lalu menikmati sesi bercinta sedikit tergesa-gesa seakan tidak mendapat jatah beberapa bulan.
"hubby....tidak ada yang mengambil jatahmu,anak-anak sedang tidur.....jangan terburu-buru....!" Caca berbalik masuk ke dalam selimut tak bisa mengimbangi sikap agresif suaminya yang menatap penuh harap.
"aku tidak terima penolakan baby....!,ini bulan madu kedua kita okey....." Leon menarik selimut dan membuangnya ke lantai,membuka tirai kamar hingga suasana di luar terlihat jelas sedang terjadi bulan purnama.
"tutup tirainya hubby...." Caca tidak ingin siapapun melihat adegan dewasa ini,apalagi tubuhnya.tapi,Leon tak menggubris karna dirinya tau kaca itu tidak akan berpengaruh dari luar,orang-orang tak akan melihat apapun,dan saat ini hanya penjaga villa dan bodyguard yang berjaga di gazebo pantai,tak akan bisa mereka melihat interaksi di dalam kamar pribadi bosnya karna kaca itu terbuat dari bahan khusus yang di rancang kakaknya Luis.
"udah selesai ngomongnya?"Leon bertanya sambil berpose malas di sana,tatapan redup,tangan kanan menopang kepala pusingnya dan bersandar lelah menatap si istri yang takjub,gaya natural Leon saat kelelahan saja sudah membuatnya berdebar,ada yang berkedut di bawah sana saat bibir Leon sedikit terbuka menghembuskan nafas lelah,mataya menyimpan kecurangan tentunya.dia tertawa di dalam otak liciknya saat melihat Caca menggigit bibir menahan sesuatu,pipinya telah merona merah dan terus berusaha menyembunyikan hasrat yang entah sejak kapan sulit terkendali.sebutir pil yang di hancurkan Leon telah masuk ke dalam tenggorokan Caca saat menikmati jus alpukat minuman penutup makan malamnya.
"yang penting saat ini wasiat suami orang atau aset suamimu?",Leon pura-pura bertanya sambil mundur ke arah pojok kamar,akan menarik tirai penutup balkon kamar.
"hubby......jangan buka semua tirainya,oke kita bicarakan aset darimu saja!!,apa saja lalu sebutkan sekarang" gadis polos itu sudah turun menahan lengan suaminya dengan tatapan memelas.leon menyugar rambutnya dengan tatapan berkabut,membelai bibir merekah,lalu menarik turun selimut yang di pegang Caca hingga jatuh dari tubuh polos mungil itu,sampai saat ini dirinya terkejut.
"asetku adalah ini dan ini....dan.."kaki Caca terasa lemas dengan jari-jari suaminya menyentil bagian-bagian dari titik sensitif dirinya sambil membawanya di dalam pelukan hangat dari arah belakang,dirinya terbenam di dalam piyama putih polos Leon yang mendorongnya mendekati kaca jendela.
"lihatlah bulannya baby....,sampai dia menghilang dari pandanganmu baru aku berhenti menghitung aset pribadiku......"serta Merta menyentuh wajah Caca yang sudah mendesah tidak karuan karna suhu tubuhnya semakin panas di dalam kuasa pria arogan dan penuh kecemburuan ini.
"hubby.....ini tidak lucu.....kau terlalu cemburu sekarang...."
"tentu saja....beraninya dia memberimu surat wasiat yang bisa kuberikan dalam waktu sehari bisa kuberikan,,hanya sebuah rumah papan dan juga yayasan yang dia miliki saat bekerja di bawahku juga,tidak seberapa dengan aset yang sudah aku atas namakan kamu......!!!,semua ini milikku.....hanya milikku....." Leon menekankan kalimat terakhirnya sambil mengendus leher istrinya yang hanya bisa melengkungkan tubunya mengumpat didalam hati hari ini suaminya berbuat curang;hanya karna surat wasiat yang bisa kapan saja Caca robek tak berarti.
BERIKAN KOMENTAR DAN SARAN UNTUK PENULISππ½ππ½ππ½πππβοΈβοΈ