
Selama 6 bulan penuh proyek yang di kerjakan Leon tidaklah main-main,selaku atasan yang profesional,tidak ada hal kecil sedikitpun ia lewatkan tanpa protokol kesehatan dari dokter pribadinya.pekerjaan mereka cukup menyita waktu,karna ini program internasional dan Leon tidak main-main di lapangan.
"team ekspedisi sudah selesai berkemas pak,para kru kita juga sudah siap untuk kembali"
"dan bagaimana team kita mar?,oh ia Sera dan Caca kemana?"
Damar dan Leon berdiri di antara dataran gurun mencari sosok pasangan mereka masing-masing,sejak tunangan 6 bulan lalu,seperti biasa Caca tidak akan bersikap manis jika di hadapan banyak orang atau di depan team.Sera terlihat dari jauh menenteng tas ranselnya dengan tergesa-gesa,sedangkan Caca berjalan santai tidak peduli Leon sedang menatap tajam.
"Damar,bisakah kau dan Sera memimpin team agar kembali ke Swiss lebih dahulu?,aku ingin mengajak Caca beberapa hari di negara ini"
"Bisalah,apa yang tidak untukmu boss,tapi.....pemuda itu semakin lama akan semakin dekat dengan Caca"
"biarkan saja.....mungkin keramahan Caca adalah dampak positif untuk pekerjaan kita juga yg jadi cepat selesai.....'"
Leon mengawasi seorang aktor muda yang berada di dekat mereka,pemuda seusia Caca yang sejak syuting berlangsung mengawasi dan akrab bersama Caca,dia salah satu aktor perwakilan dari Dubai ini,tentu Leon harus hati-hati dalam bertindak karna Leon cukup tau sepak terjangnya untuk masuk di proyek ini banyak pengaruh besar.caca memegang kameranya dengan santai mendekati Damar.
"kak Damar.......jam berapa kita kembali ke Villa?"
"10 menit dar sekarang,kamu ikut di mobil boss saja ya,mobil team udah kepenuhan"
Caca melirik Leon yang terlihat sibuk menata peralatan ke mobilnya,serta menarik tas ransel Caca untuk masuk dalam mobil bersama orangnya yang melambai kearah Sera dan terakhir kearah Ali yang mendekat.
"Casandra....aku tunggu telfon darimu,kabari aku jika sudah sampai di hotel"
"okey.....siap boss"
Caca tersenyum menginyakan keinginan Ali Sebastian,Leon memutar bola matanya jengah langsung hidupkan mobil yang melaju tanpa aba-aba menjauhi sosok aktor muda itu yang tidak menyadari kecemburuan Leon,Caca bersidekap dada menatap keluar mobil dan kembali sibuk dengan kameranya tanpa peduli sikap ketus Leon.
"kalian kapan jadian?"
"dia hanya temanku"
"aku tidak melihat pertemanan kalian,dia menyukaimu"
"hmmnnn"
Caca hanya menjawab datar lalu menarik tali sepatunya untuk di buka,tumit kaki kirinya lecet dan memar.setelah sepatunya lepas dan di letakkan di kursi belakang,Caca mengolesi obat dan melirik Leon sambil merentangkan tangan melepas nafas penat,dalam 2 jam perjalanan dari gurun,ia sudah terlelap di samping Leon yang batal marah karna melihat wajah kelelahan Caca.setiba di Villa,Leon tidak membangunkannya,dengan hati-hati ia menggendong gadisnya naik lift ke arah kamar,Karna hari sudah mulai gelap Leon mandi setelah membaringkan Caca d kasur.setelah selesai mandi,Leon mengambil handuk dan air hangat sebakul,mulai membasuh lengan Caca yang terjaga,dan berajak duduk melihat sekitar,dengan rasa kantuk yang masih mendera,Caca bergegas mandi singkat dan di awasi Leon yang membantu mengeringkan rambutnya.caca meraih lengan kekar Leon mengecup singkat telapak pria itu dan bersandar manja sambil merajuk ingin makan.
"terima kasih,aku lapar...tapi aku juga ngantuk"
rasa kesal Leon langsung sirna,ia meraih telfon kamar hotel dan memesan makanan sambil mengusap-ngusap rambut Caca yang memeluk pinggangnya dan membenamkan wajah di sana terus memelas untuk berhenti menggosok rambut basahnya.
"aku lebih lelah ca......diamlah....biar rambutmu cepat kering"
"uummnnn aku mau tiduuurrr"
dengan malas malasan Leon menuntun Caca ke kasur dan berbaring dalam posisi menyamping agar gadis itu nyaman memeluk pinggangnya dan mengendus mencari kenyamanan untuk tidur sambil mencium aroma Leon yang sudah tau kebiasaan Caca.
"ca......kita harus bicara"
"ia bicaralah..."Caca berguman sambil memutar-mutar piyama Leon.
"Aku.......ingin pernikahan kita di laksanakan sesegera mungkin"
"ya"
"kita akan menikah besok"
"oke"
Jawaban Caca begitu santai dan terlalu singkat,Leon benar-benar di buat geram dan langsung menjauhkan diri dari rengkuhan Caca yang ternyata sudah setengah sadar dari tidurnya.dalam beberapa detik Caca mencari-cari dengan bergeser ke arah Leon yang diam-diam turun dari tempat tidur hingga mata Caca terbuka lebar dan bangun untuk duduk di tengah ranjang sambil mengucek matanya.
"uummnnh ada apa lagi?...."
"tidurlah,aku masih cek hasil kerja kita untuk terakhir kalinya"
Tanpa mengetahui kekesalan Leon,gadis itu kembali membanting tubuhnya kembali memeluk guling menuju mimpi indahnya yang sempat tertunda.
Leon melangkah berat kearah balkon kamar dan bersedekap dada di sana memandang keluar kamar hotel.menghadapi Caca lebih rumit daripada menghadapi ayahnya atau menghadapi pekerjaannya.niatnya untuk berlama-lama di Dubai tidak akan terwujud,Harry dan Victoria adalah tempat terbaik untuk meminta saran,biar gimanapun kedua orangtua Caca telah mengenalnya dari kecil.setelah memastikan gadis yang telah beranjak 19 tahun tepat 6 bulan kemarin,tidak merubah wataknya untuk lebih dewasa atau peka.dia tetaplah anak remaja yang rentan akan kesenangan bermain dan bebas berekspresi.Victoria mengangkat telfonnya beberapa menit setelah Leon pindah duduk di dapur bersama Damar dan Sera serta team dari studionya yang sibuk tugas masing-masing.
"Hallo Leon,selamat Malam.....bagaimana kabar kalian??"
Damar melirik Leon yang memijit batang hidung mancungnya dan beranjak ke arah kolam teras belakang villa.di sana ia berdiri sendirian dan mulai berbicara pada Victoria seakan itu kakaknya sendiri,padahal dia sendiri tau,Victoria adalah calon mertuanya sekarang.
"aku....sungguh ingin menikahi Caca,bisakah kalian mengajarinya untuk mencintaiku?"Leon semakin kesal mendengar suara tawa Victoria.wanita itu tentu saja tertawa dengan pemikiran Leon
"Leon,kau ingin bukti apa lagi?,Caca sudah mengabaikan kami karna mencintaimu,mulutnya tidak ucapkan cinta...tapi lihatlah....kemana kau pergi,dia mengikutimu tanpa perlu menunggu restu kami.....pembuktian apa lagi yang kau inginkan? ha ha ha....sungguh kau ini bisa juga buat kami tertawa ya Leon"
"ini tidak lucu,Caca di sini selalu menganggapku ayahnya bukan kekasihnya......dia memiliki teman pria lain di sini"
"apa???!!!!,setahuku dia akrab dengan sepupumu dan Sera bawahanmu,sekarang siapa lagi?"
"ya.....namanya Ali Bastian.....salah satu model dalam proyek ini,dan kak Victoria harus tau lagi......Caca tidak pernah dekat denganku kecuali di vila"
"ooohh Ali Qummar Bastian nama lengkapnya,dia tentu saja dekat dengan Caca,karna mereka pernah satu sekolah di Swiss,yaaa yang ku dengar dulu,Ali memang menyukai Caca,tapi Caca telah menganggapnya sahabat,apakah kau merasa tersaingi???" Victoria bicara jujur karna Caca telah menceritakan pertemuan antara Ali dan Caca pada ibunya beberapa bulan terakhir ini.kuping Leon terasa panas mendengar kisah lama bersemi kembali intinya dari pernyataan Victoria.
Rasa lapar dan haus telah mengusik tidur Caca yang beranjak ke dapur,di sana ada Sera yang duduk menikmati roti panggang bersama Erica yang menyapa lembut.
"aku sudah masakin sup jamur untukmu sayang.....dan ini adalah roti spesial kiriman dari teman kamu.....Ali...."
Caca tersenyum langsung duduk bersandar di pundak Erica,sejak mereka sering bertemu di studio dan di tempat ini,Erica dan Caca begitu dekat dan menganggap Sera adalah kakak yang menjaga mereka berdua.dari jauh Leon mengawasi Caca dan di cegat oleh David yang menariknya ke ruangan lain.
"jadi kalian tinggal satu Minggu di sini?,sepertinya Caca sangat suka tempat ini"
"tidak,aku akan mengajaknya ke Roma"
"hah?"
"dia lebih baik tinggal di rumah"
"kau akan mengurungnya?!!"
"mungkin,dan itu lebih baik"
"Leon.....aku tau arah bicaramu,tapi lihatlah sekitar,Caca butuh kebebasan......dia harus bertumbuh,ada aku....Erica dan juga karyawanmu,dia mencintaimu.....tidak perlu seperti mengurungnya agar dia paham bahwa...."
"dia tidak paham David,lihatlah....aku ingin menikahinya....dan kau tau sendiri bahwa dia alasan kuliah dan pekerjaan"
"tentu saja dia benar,dia masih terlalu muda untuk mengandung anakmu Leon!"
"Diam!,apakah kau tidak ingin aku bahagia? dan aku menikahi Caca bukan karna ingin cepat-cepat menghamilinya!!,,sampai saat inipun aku hanya sebatas sebagai pengasuhnya!!,,kadang dia tidur sama Erica"
"kau akan terluka jika kau memaksanya....karna bisa saja dia akan berubah tidak mencintaimu,aku tau kelakuannya masih kekanak kanakan Leon,di depan kamipun dia sering merajuk hanya untuk di temani tidur,apakah itu belum cukup kau menidurinya?!"
"apa maksudmu?,aku belum menidurinya,jaga kata-kata kotormu,aku........aku seperti menidurkan bayi kecil asal kau tau itulah faktanya David'"
"Caca mencintaimu dengan caranya sendiri tidak perlu pembuktian dengan hal-hal yang menurutku malah membuatnya tertekan,,ohh ia satu hal lagi....mungkin Caca masih belum melupakan tragedi di email itu,selesaikan masalah itu dengan segera....."
"aku sudah menyingkirkan wanita busuukk itu"
"sekalipun kau membunuhnya tapi jika masih ada wanita-wanita busuk yang kelakuannya sama pula.....sama saja kan Leon,apalagi jika kau merespon mereka di depan Caca......"David tidak peduli Segeran apa sahabatnya,yang jelas sering sekali para model mendekati Leon dengan alasan pekerjaan,keduanya keluar dari ruang kerja duduk berbincang di ruang tengah,seperti biasa di tengah obrolan Caca celinguk dari dapur dengan mata sayu.
"ummnn aku mencarimu,,hhhhuuuuaahh.....emmnn aku.....mw tidur"
David tersenyum melihat tingkah laku Caca yang terlihat begitu manja pada Leon jika di rumah,dia seperti anak kucing yang tidak segan pada atasannya,tanpa malu-malu ia duduk di samping Leon,menarik tangan Leon untuk mengusap kepalanya.
"aduuhhh tuh ada teman2 kerja loh ca,,ada David....ada....Erica...malu donk....kamu selalu minta di boboin....." Leon sengaja menggoda Caca yang makin memperlihatkan wajah memelasnya.
Sera terkekeh melihat wajah lucu Caca yang seperti bayi kucing tidak ingin mandi.
dan tiba-tiba ia berbalik menggigit kukunya ingin beranjak dari sana karna malu.
"udaahhh jangan ngambekk"
Leon mengusap-ngusap gemas puncak kepala Caca yang langsung girang dan berbisik.
"aku mencintaimu paman Singa"
Semua yang ada di ruangan itu tergelak terbahak-bahak karna terdengar jelas di telinga mereka.leon tersenyum merangkul pinggang Caca dan mengecup kening gadis beraroma vanilla itu.