
Dentum bunyi musik menggema memekakkan telinga Setiap pengunjung,tapi di sana ada sosok yang tidak merasakan meriahnya party,bukan lain adalah Caca,wanita itu duduk paling pojok ruangan,sore ini Riana dan Ariana mengundangnya di acara ulang tahun Chris,putra sulung mereka,Deuz juga sudah kembali dan sedang bergabung dengan teman-teman seusianya,
.sedangkan di sisi lain,sang suami sibuk mengawasi anak-anak dalam perjalanan ke Napolly,setelah memastikan Deuz telah tiba dan memberikan kabar sembunyi-sembunyi keadaan mommy mereka,Leon mendapatkan ijin dari sang Ayah serta mertua agar harus mengajak dua anak mereka ke tanah kelahiran dirinya,tepatnya di rumah lama di mana istri dan adik iparnya menetap,setelah dua Minggu sibuk dengan pekerjaan,Leon akhirnya menyusul bersama dua anaknya Zeus dan Zeyna yang saat ini sedang sibuk menonton video musik korea lewat iPad kesayangannya.
"Dad....,aku merindukan Mommy...bisakah musiknya di besarkan lagi?", tatapan mata puppies Zeyna membuat Leon kewalahan di pesawat,anak itu memang memiliki karakter agak berbeda,jika emosinya meningkat,musik adalah salah satu pelariannya.untung saja ia memiliki pesawat pribadi,hingga anak-anaknya bebas bertingkah,kali ini Mr.Napoleon dan Mrs.Queen ikut serta kembali ke Negara Roma,tepatnya di Napoli Italia.tiba-tiba saja sang Ayah menerima kabar bahwa perusahaan utama mengalami masalah serius,tak bisa di kendalikan Erica,mendadak pindah sudah bukan hal baru untuk Mrs.Queen,lagi pula ke 3 cucunya kini akan berada di dekat mereka.
"Daddy.....!",Suara Zeyna membuyarkan lamunan Leon,dan pria itu memeluk putri bungsunya dengan erat sambil berbisik lembut.
"2 jam lagi kita akan tiba,,Zeyna tidak boleh kelelahan,mommy sedih nanti,jadi volume musiknya di kecilnya saja,lalu tutup matamu,Daddy akan bangunkan jika sudah akan tiba..." Leon mengusap ngusap rambut anak itu yang merapat penuh penurut.
"okey,promise? ya ..mommy suka sedih jika Zeyna sakit atau lelah...."
"yes,i am promise dear....,mau tidur di sini apa di kamarmu?"di balik kabin ini,ada kamar pribadi tempat nenek dari anak-anaknya sedang duduk bersantai menulis tentunya.
"Zey ingin di pelukan Nonna*(nenek),tapi Daddy harus membangunkan Zeyna nanti",Permintaan Zeyna sesimple anggukan penuh kasih Leon,pria itu memberikan kode pada bi Mei agar menggendong anak itu ke tempat neneknya,lalu pria itu merenggangkan otot,meraih handphone lalu membuka sebuah pesan yang sejak dari Mension Swiss, belum sempat dirinya baca.lalu setelah itu Leon melirik putra keduanya yang terlihat tidur lelap tepat di samping kanan tak jauh dari jendela pesawat,diam-diam Leon meraih selimut lalu menutup sebagian kaki serta dada Zeus,anak ini semakin hari semakin terlihat begitu mirip Caca,mulai dari kulitnya yang lebih cerah daripada Deuz lalu sifat sensitif terkadang membuat Leon selalu tak tega memarahi akan kenakalannya.berbeda dengan Deuz putra sulung adalah duplikat dirinya,terkadang Caca harus menjadi penengah jika mereka sering kali sama-sama egois dan ribut di Mension,tapi untuk kali ini,Deuz langsung kembali dari healing panjangnya setelah Leon menelfon mengabarkan dengan jujur bahwa sang ibunya sedang marah besar pada sang ayah atas sebuah berita palsu perselingkuhannya dengan seorang model dari Rusia,mendukung saat kejadian Leon berada di hotel yang sama membahas pekerjaan di negara Asia tepatnya di korea.entah siapa yang ingin merusak rumah tangga Leon,beredar berita di media sosial potretan Leon jalan beriringan dgn wanita itu masuk sebuah lift,bertepatan hari dan jam saat Leon tidak mempedulikan keberangkatan Caca ke Napoly Minggu lalu,setelah dua hari menunggu penjelasan tapi tidak mendapat tanggapan apapun dari Leon karna benar-benar tidak melakukan hal negatif seperti yang beredar di berita.diam-diam kedua orangtua Leon ikut mengawasi dan memutuskan harus ikut ambil bagian dengan masalah ini,apalagi jalan dinas yang di lakukan Leon atas perintah sang komisaris atau pemegang kekuasaan tertinggi dari Napoleon Group selain Luis yang kali ini tidak ikut karna mengurus rumah tangganya juga yang sama-sama terancam akan berakhir.
"Setelah anak-anak di pastikan betah,kalian harus segera melanjutkan perjalanan sesuai arahan mommy....." pesan Daddy Napoleon saat berbincang di kantor beberapa hari lalu,saat ini orangtuanya sibuk di kabin sebelah mengurus pekerjaan via virtual.ingin rasanya Leon kesana hanya untuk mengeluh atau berdebat dengan sang ayah,tapi dirinya paham benar saat ini semua harus di selesaikan dengan sangat bijak,rasa lelah menuntut mata Leon istirahat sebentar,Sera dan David juga sudah tidak menghubunginya lagi,kecuali Ayah mertua dan ibu mertuanya mengirimkan pesan bahwa mereka sudah menyiapkan hotel terbaik untuk liburan Leon dan Caca,beginilah keluarga Caca dan dirinya,jika masalah sudah tidak bisa di selesaikan,orangtua kedua belah pihak akan membantu dengan cara paling mengesankan rumah tangga kecil,kedua belah pihak saling kompak akan merekomendasikan hal paling baik dan terbaik demi kebahagiaan Leon dan Caca,apalagi kedua pasangan ini jika sudah sama-sama merasa paling benar,Leon sejujurnya sedikit kesal dan lelah akan tingkah konyol Caca,menurutnya konyol jika langsung memutuskan komonikasi lebih dahulu sebelum mendengar penjelasan dari dirinya,tapi rasa lelah itu sirna mengingat anak dan juga kerja keras istrinya itu selama belasan tahun,apalagi memiliki mertua dan juga orang tua yang sama-sama seimbang mengawasi mereka dengan sangat bijak,lamunan Leon buyar saat seseorang menyentuh punggungnya,itu sang ibunda tercinta.
"mommy....."
"kau terjaga dan belum tidur sama sekali,anak-anak sudah tidur, istirahatlah....." Mrs.Queen mengusap punggung putra tunggalnya itu dan berniat ke arah kabin sebelah,di mana suaminya bekerja,tapi Leon mendaratkan kepalanya di lengan sang ibu sambil berguman.
"sebentar saja mom..." Mrs.Queen menahan air matanya melihat Leon seperti anak kecil yang merindukan pelukan,dengan hati-hati beliau mengusap punggung Leon yang membenamkan wajah kusutnya di dalam pelukan paling damai ini.sang ibu terus menenangkan putranya,tapi bukan berarti tak marah pada Mr.Napoleon,sejak berita itu tersebar,dua Minggu Leon benar-benar berusaha sabar dan diam,bungkam serta pura-pura baik-baik saja.lelah bekerja,lelah mengurus kedua anaknya,lelah dengan pikirannya sendiri apalagi lelah berusaha mencari cara membujuk Caca; Mrs.Queen akhirnya memarahi suaminya jika hal buruk menimpa keluarga putra tunggalnya,tidak bisa menyalahkan si menantu keras kepala,terlalu banyak foto kebersamaan Leon dan wanita Rusia itu beredar seakan-akan itu adalah fakta perselingkuhan,masih mending Caca tetap melanjutkan projek yang ia kerjakan sekalipun hatinya telah kecewa dan terluka,dan satu sisi hal yang paling di takutkan mrs.queen adalah keputusan Leon suatu saat nanti,wanita ini trauma dengan kepergian Leon 20 tahun lalu karna ulah ayahnya,kini beliau di hantui hal itu lagi,dan rasanya sangat tidak sanggup jika sampai Leon melakukan tindakan itu lagi,bagaimana dengan Deuz,Zeus dan Zeyna,ke 3 cucunya ini bisa saja miskin kasih sayang,jika kedua suami istri itu sama-sama mengambil keputusan egois.
"Mommy,kenapa menangis?,Leon hanya ingin di peluk sebentar....i am fine mom...." Leon terkejut dan bertanya setelah melihat ibunya menangis sambil memeluknya,dan ikut terkejut mendapati pipinya basah oleh airmata kenangan kelam dulu.
"pergilah ke Korea nanti malam....,anak-anak kami akan urus sampai masalah kalian selesai sesuai yang mommy dan Dad harapkan.....,mommy sedih jika sampai kau berani meninggalkan anak-anakmu hanya Karna masalah ini....." lebih baik jujur akan pikirannya yang kalut pada Leon,tapi pria tampan pewaris tunggal Leon company itu malah salah paham.
"Korea.....,lalu meninggalkan anak-anak....,,apa apaan ini semua?,,Mom.....please....aku tidak melakukan apapun.....,semua itu hanyalah berita omong kosong.....!", Leon beranjak dari sana berkemas setelah mendengar bahwa sebentar lagi pesawat akan tiba di Italia,betapa pusing kepala pria itu memikirkan semua hal,hingga akhirnya semua jadi salah di matanya.
"Leon ,maksud mommy dan Dad....." Mr.Napoleon ingin menjadi penengah tapi Leon berlalu ke arah ruangan Zeyna,sebelum sosok itu menghilang dari pandangan kedua orangtuanya,ada suara rendah namun dingin menusuk.
"Korea Korea dan Korea.....!!!,,dari sanalah aku mendapatkan Masalah,lalu nanti malam aku akan menutup masalah itu dengan mengakhiri hidup seorang spikopat!" perkataan itu membuat tubuh Mrs.Queen kaku tak bergeming sesaat sebelum sadar dari pengaruh ucapan itu lalu kembali membenahi emosinya di rangkul sang suami tercinta,menuntun wanita itu duduk sesaat sebelum ikut berbenah untuk turun dari peswat pribadi ini.
Leon duduk bersandar sebentar di balik pintu,menengadah menekan puncak kepalanya sendiri sambil menatap sendu pada Zeyna yang masih terlelap,ia benar-benar sudah kalut dan malah memarahi ibunya tadi,dengan hati-hati Leon bangun dari posisi duduk jongkoknya menggendong anak kecil itu keluar dari sana,saat akan turun tangga pesawat,ia berpapasan dengan ibunya yang menggandeng Zeus.
"mom....i am sorry ...."setelah berkata tanpa menunggu balasan dari ibunya,Leon melangkah mendahului mereka ke arah mobil yang menunggu,di sana sudah ada sopir pribadi dan Erica yang menjemput dengan mobil mewah limousine,mobil ini adalah hadiah Leon untuk Caca,tapi saat menetap di Swiss,wanita itu tak ingin membawa satupun pemberian leon,dengan beralasan bahwa nuansa di Swiss lebih ramah lingkungan dan tak membutuhkan harus mobil mewah,dan sudah perjanjian awal,jika anak-anak sudah mulai dewasa,Caca harus ikut ke Napolly dan menetap di sini sebagai nyonya Lionel,namun semua itu hanyalah harapan yang masih abu -abu saat ini, hatinya sangat sakit jika mengingat tingkah Caca dua Minggu terakhir.
"istriku kemana?" pertanyaan itu membuyarkan lamunan semua penumpang Limousine putih ini saat Leon akan masuk ke kursi depan samping driver.tanpa beban,si sopir pribadi yang tak tahu menahu mengatakan bahwa
"maaf tuan Leon,Nyonya tadi sudah cek in ke Korea ...." Berada ada Setumpuk salju yang menyebar di dalam darah,emosi loen benar-benar di luar batas sekarang.
"Mom....Dad....,aku titip anak-anak....." Leon keluar dari mobil serba mewah itu dan menyuruh sopir menjalankan kendaraan itu segera,Zeus yang berada di samping bibi cantiknya Erica langsung berteriak memanggil.
" Daddy......!, no ....no....!" Zeus memang merindukan ibunya,tapi melihat ayahnya tak ikut ke dalam mobil,ia begitu sedih dan akan lompat dari sana di ikuti Zeyna yang terjaga serta ikut berteriak di ikuti air mata yang membuat semua yang ada di dalam mobil itu tak bisa berdiam diri.
"hentikan mobilnya!!...." Sopir itu cepat-cepat menepi dan di liputi rasa bersalah sebagai orang biasa yang tak tau apapun kini ikut sedih,melihat kedua anak itu berlari keluar mengejutkan Leon yang dari awal sudah begitu emosi berlalu kembali ke arah pesawat,memberi perintah agar membuat jadwal penerbangan lebih cepat,emosinya surut seketika saat berbalik dan mendengar suara teriakan kedua anaknya,belum lagi ada suara lain yang lebih nyaring,itu putra sulungnya Deuz yang baru tiba dengan motor bersama Paman Yoga,parkiran bandara kini di liputi kesedihan,Leon menengadah ke atas langit sesaat seakan-akan bisa memasukkan kembali airmatanya yang sudah menggenang,bagaimana hatinya tak sedih dan haru,di moment ini pria itu kembali bertemu langsung lagi dengan anak sulungnya yang sudah beranjak dewasa setelah perjalanan panjangnya nyaris 1 tahun ,belum lagi ia hampir melupakan kedua anaknya di dalam mobil hanya Karna kecewa,marah pada Caca yang di kabarkan ke Korea tanpa menunggunya dan anak-anak,apalagi minta persetujuan Leon selaku suami,ingin rasanya ia segera tiba di Korea dan menyeret Caca kembali ke rumah. hidung Zeus kembang kempis antara lelah berlari sambil menangis,dengan sigap Deuz langsung menggendong adik kecilnya sudah berhenti menangis sesaat,Karna terkejut dan panik ada seorang pria yang menggendongnya tiba-tiba,lalu gadis kecil itu kembali menangis karna sudah tak mengenali kakak sulungnya.
"Daddy.......! please help me ...!", Suara anak cilik itu membuat Leon hampir berteriak menangis di depan orang banyak,tapi berusaha ia tahan dan langsung memeluk putra sulungnya sambil menepuk nepuk Zeyna lalu Zeus.
"Hei......Deuz .., Zeyna ......itu kakakmu Deuz.....,jangan takut.....Daddy di sini,kemarilah...." Leon menyeka airmata Zeyna yang langsung berontak ingin lepas dari Deuz yang tak peduli dan semakin menggodanya dengan ciuman ciuman kecil.
"sudah....,hei jangan menganggu adikmu...." Leon mengambil alih anak itu dari kegemasan si sulung,lalu tangan kirinya menuntun Zeus agar merapat di sisinya sambil berbisik.
"maafkan Daddy nak,....,maaf....." Leon mengusap- ngusap punggung Zeus yang memeluk pinggul ayahnya seakan-anak takut pria itu pergi,tak peduli ujung kemeja mahal ayahnya basah Karna airmata dan ingus mewek,intinya ia tak ingin lagi di tinggalkan salah satu orangtuanya,lalu Deuz yang merenggangkan pelukan,ikut menenangkan Zeus,lalu menghembuskan nafas lega memberi kode agar mereka duduk dulu,si sulung lebih pintar menguasai keadaan,sekalipun ada rasa haru dan sedih melihat emosi ayahnya hanya Karna sebutan "Korea", lalu tak jauh dari sana,di balik kaca,sepasang mata hazel terus mengawasi dengan tubuh bergetar,dia adalah Caca. wanita itu merenggut tiket dalam genggamannya dengan tatapan nanar,pemandangan di kursi lobby itu membuatnya sesak nafas dan tak bisa bicara apapun,hanya airmata yang menetes deras di sertai langkah mundur kembali ke tempat duduk menjauhi kaca,ya dari tempat boarding pass,semuanya jelas terlihat sejak awal Leon emosi hingga akhirnya pria itu memilih meredam emosinya demi anak-anak.
" i am cooming korea....." Caca mendesah dalam getir sambil membaca tujuan penerbangannya yang tanpa pamit pada suami maupun anak-anak apalagi keluarga besarnya,entah mengapa dirinya tiba-tiba meminta sopir pribadi pagi-pagi mengantarnya ke bandara,semalaman Caca bergelut dengan pikiran kacau lalu memesa tiket.