
Semua butuh proses yang tidak singkat untuk tiba di tempat kejadian,Leon dan David secara khusus lebih duluan ke tempat kejadian menghilangnya Zeyna,lalu di susul Caca bersama dua sepupu kembarnya Ariana dan Riana,tidak butuh waktu lama untuk bicara langsung dengan polisi dan beberapa pengawal Luis,Selama 24 jam Caca tidak bisa tenang bersama suaminya sibuk mengurus masalah yang terjadi hingga mereka menyadari bahwa tubuh mereka lelah,apalgi cuaca di Italia saat ini lumayan dingin,tapi pikiran mereka terus di buru waktu.malam sudah larut saat keduanya pergi menjenguk Luis dan Lexa,keduanya sama2 mengalami hal tragis,bersyukurnya mereka selamat ,dari rekaman cctv mobil,Zeyna keluar dari mobil setelah kecelakaan,kedua orangtuanya pingsan dan terjebak di dalam mobil yang saat itu sengaja di tabrak sebuah mobil lain yang saat ini sedang dalam pengejaran dan pencarian polisi sebagai tersangka.
"bagaimana dia makan,bagaimana jika dia di culik?,lexa bangunlah.....,setidaknya bicara padaku agar aku tau Zeyna sebenarnya keluar dari mobil untuk mencari bantuan atau ......dia di culik setelah keluar dari sana?,ini sudah terlalu lama.....!"
Suara Caca tentu tidak bisa di jawab lexa yang dalam kondisi koma di ranjang pesakitan, pertanyaan dan kalimat penyesalan yang keluar dari tangisan Caca tidak membuat seseorang kasihan,apalgi sekedar menenangkan wanita cantik itu,seseorang masuk ke dalam ruangan rawat di mana Lexa ibu biologis dari Zeyna juga di sana bersama caca,wanita itu mengalami masa kritis,dan tanpa permisi atau mengetuk pintu ia masuk,bukan lain putra sulung dari Caca dan Leon,ia baru kembali dari ruangan pamannya Luis yang sudah siuman tapi belum bisa bergerak Karna kakinya cidera parah yang saat ini akan di operasi.
"nak.....,apa yang kau cari?" Caca bertanya setelah menyeka air matanya,melihat Deuz membuka tutup laci dan menarik selimut dari atas tubuh bibinya yang belum sadarkan diri,Caca tidak peduli jika Deuz terus melampiaskan emosi pada leon dan dirinya,tapi sikap dingin ini sungguh membuat harga diri seorang ibu tercabik-cabik.Deuz terlihat kelelahan juga,tapi laki-laki yang masih muda namun telah dewasa sebelum waktunya itu tidak seputus asa Caca,cenderung emosi dan tidak mau menoleh,menjawab tanpa melihat lawan bicara adalah ciri khas Deuz jika sudah marah pada ibunya,karakter ini sudah ia miliki sejak kecil.
" bibi Alexa sempat sadar di tempat kejadian,dia mengirim panggilan darurat ke anak buahnya menggunakan hp,dan......di mana benda itu??,kenapa dia sibuk dengan hpnya,bukan bangun dari dalam mobil mencari adikku? ",Deuz terlihat serius mencari benda itu sambil mengomeli bibi lexa yang jelas masih koma, tanpa peduli bagaimana sosok wanita yang Terbaring itu berantakan,ia bukan ayah dan ibunya yang terlalu meredam segala jenis masalah yang Luis dan Lexa perbuat pada Zeyna.
"jangan bersikap tidak sopan pada orangtua!,jelas lexa tetap bibimu....!"
"jika dia orangtua,tidak seharusnya hal ini terjadi...!,dan aku belum saatnya bicara juga pada mommy,atau sekarang saja aku bertanya,kenapa adikku di kembalikan pada perempuan labil ini!" haruskah Leon mendengar dan melihat putranya melawan pada ibu dan mengumpat pada orang sekarat?Leon akan masuk,tapi kakinya tertahan di depan pintu VIP itu saat mendengar dengan jelas di balik pintu setengah terbuka itu,putra sulungnya sedang marah-marah sambil membongkar isi tas lexa yang di letakkan perawat di atas lemari pasien.
"mommy minta maaf jika semua ini karna mommy,tapi tidak baik mengumpat pada orang sakit....,marahlah padaku,pada ibumu ini,dan jelas bukan di rumah sakit!"
"apakah aku harus marah di atas nisan adikku?,itu yang mommy bilang baik?!,mommy stop crying dan membuatku semakin benci situasi ini....!,Zeyna tidak pernah minta harus berada di rumah mereka,kecuali mommy dan Daddy yang mengi......" Leon membuka pintu menatap tajam pada putranya,dan bibir putranya terlihat bergetar menahan luapan kalimat yang sudah ia tahan-tahan sejak awal Zeyna pindah di mension keluarga Luis,ia cuman bisa terpaksa memberikan persetujuan.leon memeluk Caca yang tidak menyangka putranya bicara lancang dan semakin membuat suasana runyam,mata Deuz tidak redup sedikitpun saat di tatap ayahnya,malah makin terlihat hitam kelam dan berkobar mengibarkan bendera perang antara ayah dan anak.
"bagaimana kabar terbaru saat ini sudah lewat dari 24 jam.....,jangan menyakiti perasaan ibumu...." Leon berhenti menatap Deuz,karna ia rasa percuma juga melototi si sulung,dan berbicara dengan suara pelan memberi kode agar suara Deuz juga ikut di pelankan karna mereka saat ini berada di rumah sakit.
"ada jejak kaki yang baru di temukan di hutan....aku harus ikut mencari karna hp yang aku berikan pada Zeyna terlacak di area hutan yang tidak jauh dari jalan pendaki Gunung.....,tapi yang terpenting saat ini,perempuan ini harus di bangunkan.....!" Deuz masih saja kesal dan melototi lexa dengan emosi.
"Deuuuuuzzz.....jangan bertindak keterlaluan!" Leon akhirnya melepas pelukan dari pinggang Caca dan menyeret putranya dalam rangkulan ke ruang tamu ruang VIP ini jelas luas,Leon tidak mau anaknya terus mengoceh tidak jelas pada lexa yang belum juga siuman,sekalipun sudah di pindahkan dari UGD.caca berguman pelan pada Deuz yang masih mencari-cari sambil mengumpat kesal,Lea,yoga,Yuki,Given dan Lexa adalah orang-orang yang seharusnya di segani Deuz,karna mereka adalah paman dan bibi dari pihak ayah dan ibunya,tapi karna Deuz lahir tidak jauh di bawah usia mereka dan merekalah yang bermain dan terus membiasakan anak itu untuk tidak menganggap mereka orangtua,jadilah kondisi mulutnya yang tidak peduli sekritis apa situasi Lexa.
"beri mommy kepercayaan untuk menemukan benda itu,sekarang kamu tunggu mommy di luar..."
"Deuz tidak akan keluar dari sini,sampai handphone itu aku temukan!"
"haduuhhh.....sekeras ini kamu padahal kita sama-sama capek,sana istirahat "
"tidak"
Caca terlihat tegar menyuruh anaknya untuk menunggu di luar,tapi si anak tetap mencari dengan tetap terlihat kesal,dan terus mendumel tidak jelas pada lexa,dari sakit hati dapat Omelan,Caca malah kasihan melihat sisi lain dari anak kandungnya itu,tadinya saat Deuz melawan ,ingin lima jari lentik itu menempel di mulut atau di pipi Deuz,ingin menampar ketidak sopanan mahasiswa jenius alias anak kandungnya ini.tapi apa yang di katakan mulut itu benar adanya,hati kecilnya sudah sangat menyesali keputusan yang ia buat beberapa bulan lalu,Deuz tidak berhenti mencari dengan jari jari panjang dan gemetar dan rahang mengeras,Caca berdiri mendekati pembaringan,menutup kembali tubuh bagian bawah hingga dada Alexa dengan selimut,dan berharap tidak menangis lagi karna Leon di sana mengawasi keduanya untuk tidak berdebat malah buat kepalanya jadi ikut pusing.
Caca mendekat dan berniat mengusap punggung putranya yang mundur menunjukkan sikap gusar pada induknya yang cenderung memberikan apa saja apa yang di inginkan bibi lexa.ia membuka pintu tanpa menoleh sekalipun kepada ibunya,apalagi pada ayahnya yang memijit pelipis menyumpahi dirinya sendiri mengapa memiliki sifat jelek seperti yang telah di lakukan putranya saat ini adalah Leon kecil dulu.saat ini Deuz sungguh-sungguh melawan pada Caca dan Leon,tidak ingin di mension Luis,dan juga tidak terlibat dengan aparat hukum yang membantu mencari,ia memutuskan ijin dari kuliah dan melakukan perjalanan lebih cepat daripada kedua orangtuanya dan lebih duluan tiba di tempat kejadian.
Deuz berdiri menatap tajam ke arah hutan dan juga tepi laut tak jauh dari tempat kecelakaan paman,bibi dan Zeyna yang kini sudah hampir 2 hari anak itu belum di temukan,di tempat itu memang sepi,jauh dari pemukiman masyarakat dan tidak ada jejak penculikan,sudah hampir 1 tahun sejak ia kuliah,Deuz belum bertemu dan bermain dengan Zeyna.
"pastikan dirimu punya harapan bahwa aku di sini Zeyna....." Deuz bergegas turun menjauhi kerumunan ke arah pesisir sungai,di sana ada jalan kecil para pendaki biasa istirahat jika lelah,sambil mengajak salah satu anjing peliharaan Zeus adiknya,jadi 2 jam yang lalu saat selesai berdebat dengan mommy,Deuz kembali ke tempat kejadian ini dengan buru-buru karna mendapatkan laporan jika adik keduanya telah pergi ke hutan bersama paman kecilnya yoga dan Dion,dan mereka jalan berpencar,berjanji akan bertemu di pos terakhir para pendaki.
Leon dan Caca saja sungguh kaget mendengarkan laporan jika Zeus bersama dua orang pamannya menerobos malam yang dingin berkilp kilo meter ke tempat kejadian yang memang jauh dari pemukiman masyarakat. pria menatap jam,sudah jam 3 subuh,dan ia cuman 30 menit mencoba terlelap,tapi tawa dan senyum Zeyna terus membuat hatinya tidak tenang di rumah sakit.caca tidak tidur sama sekali,ia terus saja meminta Leon bersama dirinya pergi lagi ke tempat kejadian itu,tapi tim pencari meminta keduanya kembali sore tadi.dan saat ini sudah hmpir mau masuk 2 hari lebih jika matahari terbit.
"ca...." Leon beranikan diri untuk menyebut nama istrinya yang dari tadi duduk di tepi jendela menatap ke parkiran dari lantai atas rumah sakit,ia terus menatap keluar sesekali menyeka airmatanya.
"anak-anak sudah masuk di hutan terlarang bersama Yoga dan Dion...." mata wanita itu terbelalak terkejut,dan langsung beranjak bangun mengambil selimut di sofa ingin keluar pintu sambil menenteng termos.
"sayang.....tenanglah....,kau harus istirahat ca" Leon tau persis,Caca tidak bisa berlama-lama bersedih,ia ingin melakukan sesuatu sejak tiba,ia tidak tenang di rumah sakit,leonpun ikut keluar mengejar langkah istrinya ke arah lobby,menelfon anak buahnya untuk menambah penjagaan ketat di rumah sakit.
"Leon .....!" suara panggilan Luis membuat Caca dan Leon sama-sama kaget,pria itu sedang berusaha kabur dari penjagaan ketat bodyguard suruhan Mr.Napoleon,dan dia susah payah ingin masuk lift bersama Caca dan juga leon yang akan kembali ke tempat kecelakaan terjadi.
"kak...Luis kembali ke kamar rawatmu...." suara Leon tidak di gubris Luis,ia bersusah payah dari awal untuk keluar malah di suruh masuk kembali.hingga akhirnya Caca dan Leon menuntun kursi roda yang digunakan luis kembali ke ruangan rawat dan terkejut melihat bodyguard yang menjaga pintu itu setengah sadar karna pukulan Luis beberapa menit yang lalu.
Leon terus mendorong kursi roda Luis ke arah ruangan rawat lexa,lalu menutup pintu,memberi kode pada Caca untuk memanggil dokter selagi Leon bicara pada kakaknya.
"kau mau kemana dengan kaki kananmu yang parah bgini?,dan lihat ruangan ini,lihat seberapa berantakan ini semua karena ulah Deuz,apakah kau ingin babak belur juga atau anakku yang harus kW bunuh???,atau kalian saling perang hingga aku dan istriku serba salah?!!!" emosi Leon akhirnya tidak bisa ia redam,sekalipun Luis punya hak kuatir dan punya hak untuk pergi mencari,tapi mengingat kejadian dua jam yang lalu saat Deuz berada di ruangan ini,sudah jelas bahwa anak itu sedang tidak bisa di ajak berdamai.
"apa maksudmu?,Anak anak sudah tau jika Zeyna......" Luis menatap nanar pada Leon yang terlihat serius ,membuka tirai menunjuk situasi Lexa yang belum sadar lalu mendorong kursi roda Luis ke tepi jendela di mana itu ruangan tamu atau ruangan tunggu untuk pihak keluarga yang menjaga lexa,di sana ada perawat yang tau situasi segera memberi ruang untuk dua pria dewasa ini bicara.
"Pendidikan Deuz yang jauh dari rumah,kami yang kerja di luar kota Swiss,hingga ke Asia,lalu kw London ,penukaran beberapa maid di mensionku,wajib militer,cabang projeck untuk Caca,dan juga aku yang harus mengurus beberapa masalah serius di luar kota 2 tahun terakhir,adalah skenario yang kak Luis sudah rancang sesempurna mungkin,demi menjauhkan aku,Caca dan Deuz dari pandangan Zeyna agar anak itu mengakuimu.....,semua sudah aku tau dari awal,aku dan Caca sudah mencium aroma kelicikan yang sangat rapi.....,tapi kami berdua terus mencoba tidak melawan skenario itu,melakukan apa yang sudah kak Luis rancang,menyelesaikan satu demi satu masalah pekerjaan,......,demi melihat kepuasan dan rasa bahagia yang kak Luis impikan dari cara ini.....,lalu.....sekarang lihat.....bukan hanya kau yang merasakan sia sia dengan semua rencana busukmu itu,kami juga akan kehilangan anak-anak kami,karna kami sudah buruk di mata mereka,,kami gagal jadi ibu dan ayah yang mereka inginkan!!!,," Luis menatap adiknya,adik yang mengangkatnya jadi seorang kakak,jadi pemimpin dalam perusahaan,berbagi kasih sayang orangtuanya,yang ia tidak dapatkan seperti yang ia mau dari kedua orangtua kandungnya.mata hitam rupawan itu terlihat kecewa,jadi apa yang ia rencanakan sejak awal sudah Leon ketahui,Luis bergeming,menunduk malu,rasa sesal dan juga hancur melihat istrinya saat ini terkapar untuk kesekian kalinya,lalu parahnya ponakan sulung di keluarga Napoleon ini,sedang mengibarkan bendera perang karna kecelakaan ini yang terjadi tanpa ia sengaja ciptakan dalam skenario yang sudah ia buat demi mendapatkan Zeyna,demi mendapatkan pengakuan lexa,demi keluarga yang utuh.malah,putrinya hilang di hutan terlarang di mana ia mengalami tabrakan maut.
Caca yang berada di balik tirai menyeka wajahnya,tapi rasa bersalah itu terus membuat dirinya tidak bisa sekedar mendengar obrolan itu,ia berlalu ke parkiran dan menerobos penjagaan dari pihak mertuanya agar Caca jangan keluar sendirian,untungnya Leon segera mendapatkan laporan.
"lihatlah sekarang...,anak anak melawan istriku,melawan aku,karna mereka tidak bodoh!,dan parahnya saat ini mereka menerobos masuk mencari Zeyna di hutan terlarang,,lalu saat ini Caca....,,belum puasss?" pertanyaan Leon hanya bisa di jawab dengan airmata penyesalan,dua pria dewasa itu akhirnya sama-sama bersedih,kalut dan bingung jika sudah menyangkut keluarga.