
✍️✍️"Selamat menjalankan ibadah puasa bagi reader muslim🙏🏼🙏🏼,semoga lancar dan terhibur bagi reader setiaku,mohon like,komen dan vote untuk mendukung penulis,karna karya ini tetap berlanjut berkat dukungan para reader terhormat juga 🥺🥺🥺🥺" TERIMA KASIH💝💝💝💝💝
Detak jantung Leon terdengar jelas saat Caca masuk dalam pelukannya dan merapatkan telinganya di dada kiri sang suami yang tertidur pulas di sofa ruang kerjanya setelah selesai mengecek laporan dan selesai mengadakan meeting online menurut Damar dua jam yang lalu.caca masih ingat percakapan Damar dan Sera bersamanya di kamar kak Luis,bahwa suaminya sedang mengalami rasa cemas berlebihan saja hingga bertindak terlalu posesif lagi tadi siang hingga sore.setelah Caca menenangkan diri dan belajar untuk besok,ia melirik jam sudah saatnya ke rumah kedua orangtuanya untuk menemani Putra sulung mereka tidur,tapi saat Caca berniat meminta maaf ke ruang kerja sang suami,malah melihat sosok berbeda dan polos Leon saat tertidur masih saja tetap rupawan,Caca menguncang-guncang pipi suaminya sambil masuk di dalam pelukannya hingga Leon terjaga.
"hubby......" suara lembut istrinya terdengar jelas di telinga Leon yang melihat sekitar ternyata ketiduran di sofa saat tadi berniat hanya sekedar duduk minum kopi bersama Damar yang kini entah kemana.malah istrinya yang tadi sore memaki-makinya sekarang telah masuk di balik jasnya dan terdiam di sana mendengar detak jantungnya yang tak karuan Karna masih terbawa mimpi yang sekejap terlupakan karna kehadiran istrinya.
"Hubby....maafkan aku....."suara Caca memelas sambil mengecup-ngecup dada Leon yang tersenyum melirik jam.
"Sudah selesai ngidam dan marah-marahnya?,Damar kemana?"
wanita itu mengeleng sesaat lalu bergeser duduk di atas perut suaminya yang merasa geli dengan ujung rambut istrinya yang terselip di antara telinganya tadi,kini ada semburat tersenyum tipis di wajah sang kekasih pujaannya itu.
"kak Damar pamit keluar untuk dinner bersama kak Sera....,hubby....aku masih marah...." Caca berguman pelan nyaris tak terdengar di telinga Leon yang beranjak duduk dan memposisikan letak duduk istrinya agar nyaman di atas pangkuannya lalu sebuah kecupan lembut mendarat di kening Caca yang kembali memeluk leher suaminya.
"lalu apa yang harus aku lakukan agar kamu tak marah lagi sweety?" Leon tau istrinya mendapat pencerahan dari Damar dan Sera serta dokter cicil atau biasa di sapa Cecilia pasti datang menenangkannya tadi.
"besok selesai ujian aku ingin bermain di sana...." Caca bicara lalu menunjuk di balik jendela di mana gunung alphen berdiri angkuh di sana memamerkan keagungan Tuhan atas ciptaanya yang termegah sepanjang abad.
"aku sudah meminta ijin dokter cicil tadi,katanya boleh......tapi jangan sampai 3 jam ,cukup di restorannya saja bersama teman-teman kuliahku...."
"ohh syukurlah ...oke....aku akan kesana mengantar dan menjemputmu....." Leon masih saja tak bisa melepaskan Caca pergi sendirian,dan kali ini sang istri tak menolak,sedangkan Leon berpikir keras agar hari ini tak meminta jatahnya,mengingat besok istrinya tak boleh kelelahan.
"ughh...." membayangkan saja jiwa Leon meronta-ronta ingin melahap istrinya saat ini juga.
"hubby kenapa?" Caca bertanya penuh kecemasan hingga dengan teliti menatap raut bergairah suaminya yang menahan diri.
"aku ke kamar mandi dulu...."
Leon akan memindahkan Caca ke arah sofa saat kaki wanita itu rapat melingkari pinggang Leon yang terkekeh.
"honney jangan menggodaku...." Leon mengigit bibirnya tak bisa menahan lebih lama,apalagi wanitanya itu sedang berusaha tak melepaskan diri karna paham ada yang ingin di tuntaskan.
"jika ingin menyapa adik Deuz,boleh.....asal jangan keras-keras..," Caca bicara setengah berbisik dengan raut wajah merona ibaratkan udang rebus,membuat suaminya semakin gemas dan terkekeh sebelum melahap bibir merah bak buah cerry itu tak bisa menganggur lama-lama jika Leon sudah berhasrat.setelah mencium hingga istrinya mengap-mengap dan menunduk malu.
"besok berikan aku hadiah terbaik ya,sekarang kamu perlu mandi dan istirahat,kita tidak bisa tidur di sana malam ini Deuz akan kembali di sini bersama Erica dan Ali"
"ummn?,kenapa tidak bisa tidur di sana?" Caca bingung mengapa suaminya malah menuntunya ke kamar utama untuk mandi.
"aku ingin bersama Deuz mendampingi besok.....sekarang ayo mandi" mata Caca berkaca-kaca lalu tertawa bergelayut di leher suaminya yang kini terlihat kembali romantis.
"Terima kasih Hubby....." Leon mengangguk membiarkan istrinya ke kamar mandi,dirinya masih menelfon Ali yang saat itu sedang berbincang-bincang dengan Dion di teras rumah keluarga Caca.
"hallo,ada apa?" Ali tak bisa basa basi menjawab Leon yang kali ini terlihat santai menjawab.
"setelah selesai dengan urusanmu,ajak putraku dan adikku kembali ke mension...." Tut bunyi panggilan di matikan sepihak oleh Leon yang kembali menelfon mertuanya agar mengijinkan putranya tak menginap malam ini.Dion terkekeh saat Ali masih saja kesal dengan sikap Leon padanya.
"pria itu sungguh menyebalkan.....tidak seharusnya Caca mencintainya...!" Ali mengerutu sambil membuang pandangan ke arah Erica yang dari awal sedang berada di balik dinding kaca rumah sebelah,wanita cantik itu kini menjadi kekasih Ali,walaupun beberapa kali Erica menolak karna masih belum percaya dirinya telah move on dari Caca.
"parahnya wanita yang akan kunikahi adalah adiknya pula....." Ali masih saja bicara penuh kesal dan Dion sebagai penengah selalu menenangkannya.
"pastikan jika kau belum terlambat saat ini untuk berubah pikiran Li,kau tau kan Erica bukan wanita mudah percaya....,aku tau dia sungguh mencintaimu....tapi jangan kau miliki dia dengan setengah hati...."
"jika aku setengah-tengah...untuk apa aku beljar bisnis dan mau terikat kontrak dengan kakaknya yang angkuh itu?,aku pernah mencintai saudarimu Caca....tapi itu ternyata dulu.....kini Erica sering membuatku lebih berarti"
"baiklah Sultan Dubai...aku juga lagi membuka sebuah bisnis kecil di new York....tapi mungkin ini sedikit mengalami kemacetan....karna aku masih ingin bersama Paman dan bibiku di sini...."
"ya...apapun itu bro....!,aku ke dalam dulu meminta ijin Untuk mengajak ponakanmu kembali ke rumah ayahnya yang super culas itu....terlalu menyebalkan jika ku pikir-pikir" Ali terlihat dongkol jika bahas Leon.
"he he ....besok Caca ujian ...mungkin dia ingin mendampingi istrinya bersama Deuz,kau tau sendiri kan,biarpun anak dan ayah itu sering berdebat,Leon sangat menyayanginya.....besok aku akan nyusul ke sana kok,"
Dion memberi arahan agar Ali berhenti gusar pada Leon yang aslinya memang sangat tak bisa ramah pada Ali.tapi Ali tak bisa menjauh dari sosok pria Itali itu karna terjalin kontrak kerja sama dan juga demi Erica.
Deuz duduk di kursi belakang dengan buku bacaanya di tangan,suara kecupan dari bibir Ali yang selesai mengecup kening Erica membuat anak 3 tahun itu kesal persis ayahnya.
Suara tegas balita itu membuat Ali memutar bola matanya segera melajukan mobil kearah kaki gunung Alpen melewati perkebunan anggur yang kini telah menjadi milik David,hanya 15 menit saja dari rumah orangtua Caca.
"kita sampai anak jaguarku...." Ali membuka pintu mobil cepat turun,di ikuti Erica lalu keduanya membuka pintu mobil belakang meraih Deuz dalam gendongan Ali yang tetap menyukai aroma manis dari tubuh bayi laki-laki itu.
"Zio ada pesan rahasia untukmu....." Ali berbisik sambil berjalan pelan mengikuti langkah Erica yang gemulai.
" rahasia apa Zio Ali?"
"jangan katakan jika Zio suka mencium Zia Erica di jalan....."
"Deuz hanya bertanya ke Mommy apa boleh Zio Ali mencium Zia Erica sambil nyetir?" Deus bicara polos membuat Ali ingin membungkam mulut anak itu,tapi ia tak sunguh-sungguh lakukan Karna hatinya tak Setega itu meladeni anak Leon yang memang tak bisa di ajak kompromi.
saat masuk ke dalam rumah,terasa sepi awalnya hingga Erica tak sengaja mendorong pintu kamar kakakny,namun masih saja sepi,tapi Ali dan Erica saling pandang sesaat lalu cepat berbalik ke arah pintu kamar sambil menutup telinga Deuz ,Ali menggendong anak itu masuk ke ruang tengah.
"Mengapa telingaku di tutup?,tadi kan itu kamar Daddy dan Mommy..." Deuz bertanya dengan polos pada Ali dan Erica yang memastikan pintu kamar kakaknya leon telah tertutup rapat,Ali mengerutu dengan telinga merah Karna tentu saja mendegar suara desahan di kamar mandi tadi saat keduanya tak sengaja masuk berniat memberi kejutan pada Caca dan Leon.
"Deuz....katakan pada Daddymu nanti malam....kalau kamar mandi harus di perbaiki...." Ali bicara ketus lagi,Erica jadi bingung.
"di perbaiki?" Kali ini Erica yang kurang paham,Ali bebisik pelan pada Erica.
"yaa ...katakan pada kakakmu itu agar merenovasi kamar mandinya biar di lengkapi peredam ruangan....,seperti kamar mandi kita di apertemen...."
bisikan Ali membuat pipi Erica merona dan menjewer telinga kekasihnya itu,sedangkan Deuz menatap kedua paman dan bibinya itu bergantian.
"bisakah aku mencari Mommy dan Daddy sekarang?" Deuz tak sabaran membuat otak Ali berotasi tak karuan.
"nanti saja.....,,Mommy dan Daddy kamu sedang belajar,belajar menyapa adik kamu nak....uuuhh" Erica mengigit bibirnya lucu saat mendengar jawaban Ali pada anak kecil.
"belajar?,Daddy dan Mommy sekolah tengah malam gitu ya Zio Ali?" semakin panjang saja pertanyaan Deuz jika di jawab,Ali mengecup pipi gembul Deuz yang terkekeh geli karna pria itu memiliki bulu jenggot.
"uuhh anak ini....,,ha ha ha....yuk kita makan...."
"tidaaakk .. aku ingin bertemu mommy dan Daddy...." Deuz membuat Ali beranjak meraih anak itu kedalam gendongan kembali lalu berbisik lembut.
"yuk kita ketuk kamarnya lagi......" Ali akan melangkah kembali ke arah kamar di tahan oleh Erica yang terlihat lebih tenang.
"sayang ...Daddy dan Mommy masih mandi...."
"ia mandi plus plus....!" Ali terus mengoceh lalu di ikuti Deuz yang tertawa tanpa paham apa maksud kedua orang yang bersamany itu.
"mandi plus?"
Erica tertawa terbahak-bahak tak bisa menahan tawanya lagi.hingga terdengar suara batuk dari balik punggung Ali.
" Daddy.....!!!" anak itu melebarkan lengannya di sambut Leon segera meraih putranya dalam pelukan dan duduk selonjor di samping Erica yang berusaha menahan tawa.
"mommy di mana Dad?"
"mommy sedang belajar.....tunggu sebentar lagi....sekarang saatnya makan malam...." Leon menjelaskan tanpa tahu situasi.
"belajar di kamar mandi ya kan Erica...." alis leon menukik saat Ali bicara sambil berlari kecil ke arah dapur,Erica akhirnya tertawa lalu ngekor ke arah Ali sambil bicara keras.
" Baby Deuz juga dengar....ya kan sayang" Erica mencibir lalu kembali tertawa membuat Leon tersadar dan paham.tapi kali ini pria itu terlihat tersenyum apalagi melihat Caca keluar dari kamar dengan tawa menyambut putranya yang telah merangkak naik di atas punggung ayahanda berteriak keras pada Ali dan Erica yang bergidik.
"itu berlaku pada pasangan yang sudah menikah ya anak-anak di dapur!!!,aku belum selesai dengan kalian...."Leon memperingati lalu berjalan dengan putranya masih di atas bahu kearah dapur di ikuti Caca yang tak paham.sedangkan Ali dan Erica pura-pura menikmati es krim di jam 8 malam.
leonel dan Baby Deuz.
SILAKAN LIKE DAN KOMEN DONK PARA READERS SETII🙏🏼🙏🏼,