
Leon dan Damar terlihat kewalahan mengurusi Deuz,anak itu ingin ibunya.berbeda dengan Zeus,bayi montok itu sibuk bermain dengan dunianya sendiri dalam pengawasan Damar.
"kurasa Harus menelfon ibunya saja...." Leon berbisik pada Damar yang melotot tak mengijinkan.
"biarkan ibunya tenang sedikit,,ini baru jam 8,biar gimanapun dia juga seorang gadis biasa.....,"
Leon terlihat cemberut dan meringis kelelahan terus menggosok punggung Deuz agar segera tidur.
"ya aku tau,dia anak kecil yang aku urus juga dulu,,gadis pembangkang!" Leon berguman kesal melirik lembut pada putra sulungnya.
"Dad.....,,Deuz ingin mommy...bisakah kita menemuinya?" Mata indah milik putranya menatap penuh permohonan,lalu gimana dengan Zeus jika Leon mengajak Deuz?,Damar terpaksa menelfon Sera menanyakan emosi caca,setelah itu sahabat Leon itu menunjukkan senyum sumringahnya.
"kurasa kita hanya perlu menyiapkan peralatan hangat untuk bayi kecil ini dan menyusul Mereka ke depan....."
"kedepan?" Leon yang terkantuk-kantuk bertanya pada Damar yang telaten menggosok minyak telon di kaki dan punggung Zeus,lalu memakaikan Jeket,juga pada Deuz,sedangkan Leon sibuk memakaikan kaos kaki lalu syal untuk putra sulungnya,,lalu menata keperluan putranya keduanya,terutama stock asi.
"aku ke kamarku sebentar saja awasi anak-anak....." Leon bergegas ke kamar dirinya dan Caca,pria itu mendesah sambil meraih syal krim milik istrinya yang dulu adalah hadiah ulang tahun ke 20 dan merupakan syal kesukaan si gadis pembangkang itu batin Leon yang bergegas kembali ke kamar anak-anak mendapati Damar telah menuntun Deuz dan menggendong Zeus yang segera di raih Leon menuruni tangga villa tak lupa di ikuti Seorang maid pengurus di sana.
Melewati parkiran lalu pagar batu alam pembatas villa dan pantai,ada sebuah gazebo yang berdampingan dengan pos jaga keamanan villa telah di jelma Sera sebagai tempat bersantai,di sana Caca sibuk memanggang ikan bersama bibi Mei,sedangak Sera di dipan gazebo menata makan malam dengan wajah senang. dan di pojok gazebo para pengawal
"yeeeyyy....Mommy...!!" Teriakan Deuz mengejutkan Caca yang sibuk di depan panggangan,anak kecil itu meronta melepaskan diri dari genggaman tangan Damar,berlari dengan tangan di rentangkan ke arah ibunya.
"uuuhhh sayang.....udah bangun??,,di sini dingin" Caca memeluk putranya dengan mata berkaca-kaca di amati Sera,wanita itu ternyata masih menyimpan kecewa pada Leon yang mendekat,Caca berdiri lalu mengecup pipi putra keduanya tapi saat Leon akan mengecup keningnya,sosok wanita mungil itu berpaling dan berpura-pura ke arah Sera.
"Zeus sayang.....sebentar yaa....mommy bersihkan tangan dulu.....,,setelah itu Asi yaah....,kak Sera tolong ambil putraku dari ayahnya....." Caca berucap pelan ke arah Sera,bulu kuduk Sera berdiri saat melihat mata Leon yang penuh intimidasi,namun pria itu mengalah demi mental anak-anaknya.saat Sera mengambil alih Zeus ke arah Gazebo,ia tak lupa berbisik mengingatkan.
"kendalikan emosimu...demi Deuz dan Zeus....." Sera berlalu dengan harapan tidak melihat drama menyedihkan di depan kran tepi pembatas villa dan pantai,Caca disana berjongkok dengan memeluk kepalanya dan sesugukan,Damar mendesah lalu mendahului Leon yang akan kesana.tapi Deuz lebih dahulu berlari kencang dengan wajah di penuhi airmata,anak sulung mereka memang baru 5 tahun,tapi dirinya sudah sangat cerdas sejak berusia 3 tahun.
"mommy kenapa?,siapa yang membuat airmata mommyku menetes?"
Deuz tak mendapat jawaban,anak itu terdiam saat ibunya memeluknya erat lalu berkata.
"Deuz......,,mommy dingin.....maukah Deuz memeluk mommy sebentar saja?" Caca mendapatkan apa yang ia minta dari putranya,beberapa langkah dari sana Leon terpaku dengan perasaan tak menentu,beginikah memiliki anak laki-laki yang begitu mencintai ibu mereka?,sama seperti dirinya dulu sangat membenci ayahnya jika ibunya menangis.tapi Leon dulu tak bisa bertindak impulsif seperti putranya ini,,anak itu terlihat dingin menatap ayah kandungnya dengan sisa airmata di sudut bola mata hitam kelam warisan milik Leon.
Caca menyadari sikap diam putranya lalu buru- buru menyeka airmata.
"pergilah ke gazebo.....,Nenek Mei akan menyuapimu makan malam...,mommy harus menidurka. adikmu....." Caca memerintah Deuz yang terlihat hembuskan nafas lalu menarik jemari ibunya untuk ikut kembali ke gazebo,di sana adiknya sudah menunggu untuk menerima pelukan.
Leon terhenyak di atas dipan Gazebo yang tempat Caca menaruh pancingannya,di sana para pengawal undur diri mengurus tugas lain,terutama keamanan wilayah itu.apalagi di saat mood tuan besar mereka sedang tidak beres,mereka harus ekstra waspada.
"aku lelah sekali......," Leon menarik selembar selimut dan menyalakan obat nyamuk sebelum benar-benar lelap.dirinya sengaja menjauh demi menjaga emosi istrinya,walau ada kerinduannya untuk di manja dan di urus Caca di saat lelah seperti ini.
"biar kami yang menemani Zeus tidur....,,ini sudah jam 10 malam,kata pengawal,suamimu diam di tempat kita mancing tadi," sera berbicara sambil mengikuti Caca naik tangga ke arah kamar anak-anak,tapi wanita itu tetap rebah di sisi putra keduanya tak peduli kata-kata Sera.
"ca....." Sera meraih jemari gadis itu agar menyentuh perut rampingnya lalu berbicara pelan.
"ajaklah Leon makan malam,jika dia sakit.....,Kita semua akan repot....dan demi bayiku.....,bisakah untuk kali ini saja jangan membuat Leon mencari sasaran dengan hal-hal yang merugikan,kau tau gimana sibuknya Damar dan aku jika dia sudah berulah.....", setitik airmata di pelupuk mata Sera di hapus jemari Caca,gadis itu paham gimana lelahnya Sera dan Damar dulu setiap kali Suaminya berulah.
" Maafkan aku kak,....dan selamat yaah....aku sekalian bicarakan ini dengannya....." Caca menarik selimut agar menutup kaki Sera,lalu tidak lupa mengecup pipi putra2nya yang sudah kembali terlelap di sisi wanita seusia suaminya itu.
Caca berdiri pamit untuk menemui suaminya,tak lupa menyediakan kopi dan membawa kameranya.
Leon terlihat begitu lelap saat Caca berdiri mengamati wajah suaminya,para pengawal yang tak jauh dari sana sibuk menikmati makan malam bersama Damar,pria itu tak bisa membiarkan suami istri itu berduaan,mereka takut terjadi keributan seperti yang pernah terjadi sebelumnya,Caca tak jarang menyerang tanpa terduga.
melihat Leon lelap,Caca memilih duduk di atas bangku panjang yang berada di samping gazebo,Caca membuka hpnya dan menelfon Ariana,kakak sepupunya yang juga melahirkan bayi laki-laki bernama Christofel.
"suaramu serak.....apa kau batuk? atau sedang menangis,bukannya kau dan Leon sedang liburan?"
Caca mendesah dengan bulir airmata di sudut matanya lalu menjawab pertanyaan kakak sepupunya dengan getir.
"aku ingin cerita banyak hal,tapi sebelum itu,aku ingin bertanya satu hal saja dan tolong jawab dengan jujur .....,ba bagaimana kalau suamimu dekat dengan wanita lain,alasan teman lamanya,lalu suamimu tidak pernah menceritakan kedekatan itu sebelum kamu yang melihatnya sendiri semanis apa senyuman suamimu untuk wanita lain?" Kata-kata itu terdengar semakin pelan dan semakin menyesakkan dada kakak sepupunya,wanita itu melirik David yang sejak awal sudah pulas bersama Baby Chris.
"jika kau bertanya bagaimana perasaanku seandainya David melakukan hal itu,tentu aku akan sangat kesal,tapi kurasa hal itu bisa di bicarakan sayang.....,hei.....Leon tidak akan pernah menghianatimu,percayalah....,jangan lupakan Deuz dan Zeus,lalu mami papi.....,gimana sedihnya mereka jika mengetahui liburanmu malah di penuhi kesedihan??,ajaklah Leon bicara baik-baik....." Ariana sudah mendengar masalah adiknya ini sejak beberapa jam yang lalu Karna Leon meminta David mengurus dalang dari penulis artikel itu.
"sekarang aku paham seorang istri selalu memaafkan kesalahan suaminya bukan semata-mata karna cinta,tapi demi menjaga perasaan orangtua dan anak-anaknya.....,seorang istri rela menanggung kesedihan itu sendiri semasa hidupnya......" suara getir Caca membuat Leon berkaca-kaca,pria itu terjaga dan mendengar curahan hati istrinya bersama Ariana lewat komonikasi virtual saat ini.
"ca....,berhenti menangis.....,berhenti berasumsi dengan pikiranmu sendiri.....,kau di mana sekarang??,jika tak ada siapapun yang menemanimu saat ini biar aku menelfon Sera....lalu...." Ariana terdengar panik saat bertanya,dan suaranya terputus oleh jawaban suara berat Leon yang merampas hp di tangan Caca.
"aku akan menelfonmu besok pagi.....,aku bersamanya....tenanglah semua akan baik-baik saja dan istirahatlah ..." Tut,Leon menutup pembicaraan sepihak tanpa menunggu persetujuan Ariana.
Leon melempar hp milik Caca di atas kasur tepat di dalam gazebo,pria itu berdiri dengan raut wajah dinginnya.
"Casandra Harland Napoleon....,dengarkan aku baik-baik,aku tidak akan mengulangi kata-kataku ini...." tutur kata penuh intimidasi lalu mencengkeram lengan Caca yang terpaku penuh keterkejutan sejak tahu percakapannya di dengar langsung sang suami.
"jika kamu marah padaku....,marah saja padaku,jika kamu ingin penjelasan,aku sedang bersabar sejak tadi....,tapi tolong jangan pernah kamu berbicara seakan-akan aku tidak minta maaf,dan juga tidak menjelaskan!!"
"Hubby....aku hanya ingin mengantarkan kopi dan membangunkanmu...." Caca melepaskan diri tapi Leon masih tak bergeming menekan punggungnya dengan nafas memburu,terlihat jelas Leon tak peduli jika dari balik mobil Damar mengawasi.
"lalu apa yang kau inginkan jika sikapmu seperti saat ini???!!,,kamu pikir aku bisa tenang melihatmu mengadu pada putra kita,,pada Sera,pada siapapun di sini dan parahnya pada Ariana....hei......."
"aku bukan mengadu!!" Caca berusaha melawan rasa gelisahnya yang menyadari jika Leon sedang marah kali ini.