
Leon belum selesai menggoda Caca yang mulai meminta lebih,jari-jari mungilnya mengusap setiap jengkal wajah Leon dan ia tiba-tiba mengambil posisi duduk di atas perut sixpack pria dewasa yang menunjukkan kekuasaannya dengan meninggalkan bekas merah di dada gadis itu.
"uuungghhh....Leon.....kau tidak boleh begini"
"lalu aku harus bagaimana?,oh ia Caca.....jangan kau lupakan pernyataan ku 2 hari yang lalu,saat itu kamu hanya menangis,kamu mengerti kan apa yang aku maksud?"
Mata Caca melebar bundar,tentu saja dirinya belum lupa,Leon mengungkapkan cinta pada Caca saat mereka kembali dari pemotretan di lembah,saat itu Leon mengatakan cinta di tepi pantai(baca episode 14)
"nikahi aku!!!!,jika kau mencintaiku,aku tidak ingin habiskan waktuku dengan pacaran tanpa tujuan,kau tahu kan bahwa aku belum punya pacar,tapi ada beberap teman laki-laki di kampus sedang serius mengajakku berkencan,aku.....selalu kau suruh kerja jadi aku belum ada waktu menjelajahi arti dari pacaran",Leon mendengar hal itu,menjadi gelisah dan tentu saja cemburu,lagi-lagi hanya hukuman kecil yang membuat mulut Caca terbungkam oleh ciuman obsesinya.
Senyum Leon berubah lebih lebar melihat kedongkolan Caca yang berulang kali kehabisan tenaga mendesah kenikmatan atas perbuatan Leon di bagian pinggul keatas,gadis itu telah basah,dan Leon tidak berniat menodainya lebih dalam setelah memeriksa kejujuran Caca yang begitu menjaga kesuciannya.
"baiklah.......,cepatlah dewasa"
"jika aku tidak dewasa...mengapa aku di perlakukan seperti iiiiinniiiiihhh aaahhh...kau selalu bilang,aku ini bocah."
Sekali lagi untuk kesekian kalinya Caca melenguh tidak terkontrol saat Leon menggelitik punggungnya dan turun mengusap area sensitif gadis itu.leon menarik gadis itu kesamping tubuhnya dan menarik selimut.dirinya mengakhiri kenakalannya,cacian David selalu terngiang-ngiang mengatakan jika dirinya bisa saja seperti sugar Daddy,atau predator anak.
"menikahlah denganku Casandra Alexiandra......"
Caca mengerjap ngerjap kan mata bulatnya dan melihat Leon meraih sesuatu dalam laci.pria itu memasangkan cincin permata berwarna hazel di jari manisnya.
"seriusssssssss??"
"hhhhmmnn ya sayang.....aku sedang melamarmu sekarang,kamu yang tidak serius"
"sungguh?"
Leon langsung mengigit kuping Caca yang memekik kesakitan saat itu juga.Leon sekali lagi menggigit jarijari kecil gadisnya yang mendorong dada Leon untuk memberinya ruang untuk ke kamar mandi.jakun pria arogant itu naik turun saat melihat mahkluk mungil nan ranum seperti Caca melangkah polos ke arah kamar mandi,tubuhnya seperti peri yang tidak takut di lahap serigala atau bintang buas lainnya.diam-diam Leon meraih kamera dan membuntutinya ke kamar mandi,untuk kesekian kalinya rasa lapar dan serakah Leon mulai berfantasi liar di otaknya.gadis itu kembali dari kamar mandi dengan mengenakan jubah tidur Leon.
"dasar yakusa kecil yang liar"
"foto aku,apakah aku sudah cocok jadi istrimu jika keluar dari kamar mandi dengan begini"
"berhentilah menggodaku Caca,aku bisa saja melahapmu sebelum janji suci de hadapan altar Tuhan......oooohhhh sungguh iblis kecil"
Leon menahan gelora jiwa jantannya dengan bergegas ke ruang ganti,tidak peduli kekehan Caca yang sengaja menggodanya,gadis itu berdiri di depan cermin dan berguman dalam hati.
"sebesar apapun kau marah dan merubah hidupku,aku percaya kau tidak akan menodaiku Leon,yaaahh sekalipun kulit luarku jadi korban,,dasar paman mesum"
Harry dan Victoria membereskan koper Yuka dan Yoga di temani dua orang asisten keluarga mereka saat deru mobil Ferrari Leon masuk pekarangan,pria itu datang sendirian dengan pakaian santai,setelah memastikan Caca sudah tenang dan memberinya waktu sendirian,siangnya ia memutuskan ke rumah orangtua caca,ternyata kedatangannya memang telah di nantikan.
"Caca sedang tidur siang di studio,aku kesini bukan untuk membahas keluarga kalian......,aku ingin membahas keluargaku....."
ruang tengah,
.
Matanya berubah menatap serius seakan menghipnotis kedua orangtua Caca untuk patuh dan bergegas meninggalkan kesibukan mereka sesaat.
"Leon.....kita bicarakan ini di meja makan....."
"aku kemari bukan sebagai Leon Concetta,ataupun adik angkat kalian 18 tahun lalu....."
"apa yang ingin kamu katakan Leon?"
Pria berusia 30 tahun itu melirik jam tangannya sesaat lalu memutar tubuhnya membelakangi kedua orangtua Caca sesaat,lalu kembali memutar tubuhnya dan melangkah lebih dekat lagi ke arah Harry yang sedang duduk di atas sofa ruang tengah menunggu jawaban.dengan suara beratnya dan terdengar tegas,Leon bicara dengan senyum penuh arti.
"Aku telah menelfon Pria yang kalian sebut ayahku,dan aku akan kembali ke Napoli setelah melamar Casandra Alexiandra Herland yang sekarang telah berusia 18 tahun,putri sulung dari Harry Herland dan Victoria Herland......cucu dari Almarhum Firdaus Herland......,,aku menunggu restu dari kalian.",
Harry dan Victoria tidak bergeming,Leon melihat sekitar ruangan sambil tersenyum.
"Aku akan menjaga Caca seperti kalian menjaganya,ini bukan semata-mata karna kakek Herland.......aku ingin memiliki keluarga juga....impian ku memank bisa menikahi putri kalian sejak dia merubah hidupku.......sesungguhnya.....bukan aku yang merubah hidup Caca.....lihatlah faktanya,,aku yang di sini.....aku yang mengejar Caca.....,,aku mencoba berkeliling dunia dan berakhir di sini,seandainya kakek Harland tidak menulis suratpun,aku akan tetap mencari Caca....hanya saat kakek meninggal aku tidak berada di kota ini karna ibuku koma,seminggu setelah ibuku sadar...makanya aku berniat kemari,namun aku telah terlambat....aku hanya menerima surat wasiat"
Leon menyodorkan selembar amplop usang dan lusuh di tangan Harry,dengan airmata berderai ia membaca lembaran2 fax email yang di kirim Almarhum Ayahnya kepada Leon.isinya mengharukan,beliau merindukan leon dan menginginkan Caca aman bersama leon.
"fax itu selalu datang padaku setiap bulan sejak aku memberinya kabar akan kembali ke Swiss jika perusahaanku telah selesai aku dirikan,dan......satu hal lagi.....Almarhum Kakek.....memberiku hak penuh menjadi wali Caca,itu saja yang ingin aku sampaikan.....dan sekarang aku harus pergi,nanti malam aku akan mengantar Caca kembali sekalian mendapatkan jawaban lamaranku"
Leon menunduk memberi hormat,sebelum mundur untuk ke kantor.
Di satu sisi Caca sedang terjaga dari tidur siangnya saat bunyi notifikasi email masuk secara beruntun.dirinya mengerjap bangun,mengucak matanya ke kamar mandi, untuk membasuh wajahnya dan meraih segelas air putih sambil membaca nota pesanan Leon di dekat labtop atas meja.ternyata dirinya masih di kamar Leon,Caca terganggu akan suara notifikasi email yang tanpa sengaja mengusik rasa penasaran Caca,perlahan ia membuka email pemberitahuan Beberapa tagihan rekening belanja atas nama Leon,dari beberapa laporan-laporan pekerjaan,ada sebuah pesan yang menguras airmata,namun airmata caca tidak menetes,hanya hatinya yang terasa ngilu melihat sebuah foto.
email dari Elisabet
Sera terbelalak melihat Caca berada di kamar Leon dan sedang duduk menatap layar laptop dengan mengepalkan jari-jari putihnya yang berubah merah,Sera menerima perintah dari Leon agar membeli dua set baju wanita,untuk di antar ke studio,namun Sera sebagai orang dewasa sekalipun akan salah paham saat melihat kemeja Leon yang di kenakan Caca,beberapa memar Masi membekas di lengan dan dada gadis itu,Sera mendekat dengan pelan.namun lebih terkejut lagi saat melihat apa yang di pandangi Caca hingga gadis itu terlihat sangat terpukul,dan menunduk saat menyadari kedatangan Sera.Damar mundur dari ambang pintu saat ia sudah membaca situasi,ia bergegas mencari komputer dalam kantor pribadi Leon dan membuka email Bos besarnya.tanpa menunggu lama,Damar meneruskan kiriman dari mantan kekasih leon ke nomor Whatsap Leon sendiri dengan kalimat cacian dan penuh amarah.sera bertugas menenangkan Caca yang terguncang akan pemandangan yang telah membuatnya merasa menyesal telah di jamah oleh tangan pria arogan dan tampan itu,sebelum airmatanya jatuh di depan Sera,Caca bergegas ke kamar mandi dan mengunci diri di sana,ia menutup mata mengenang kejadian yang begitu indah beberapa jam lalu,masih terngiang lamaran Leon.
Di sisi lain,Leon mengecek keberadaan Caca lewat ponselnya,laki-laki yang tadinya sedang sibuk mengurus pertemuan bisnis pentingnya 15 menit lagi,kini ia batalkan melalui sekretarisnya saat melihat sosok Caca melalui cctv di layar hpnya,sudah menjadi rutinitas Leon jika sudah sibuk di luar rumah sesekali ia mengecek monitor cctv lewat handphonenya,seperti saat ini,Caca terlihat ceuk dan bersikap dingin saja saat Sera menggedor pintu kamar mandi karna cemas,gadis itu berganti busana seperti awal ia lari dari pertengkaran orangtuanya,,Caca mengenakan kembali kimono samurainya,dan ke ruang privat mengambil tas ranselnya serta samurainya.memang apa sih yang tidak bisa di lakukan leon??,segala akses dia miliki. lari keluar kamar mewah Leon entah kemana,dan tentu saja kali ini tidak akan ada yang berani mencegahnya.selain Leon yang sudah mengenal identitas Caca,sejak awal Damar dan seluruh staff Studio sudah di beri informasi secara rinci tentang rahasia di balik gadis polos yang hobby memegang kamera itu adalah gadis berbahaya jika berada di titik puncak amarah seperti saat ini,,tentu saja dia bukan gadis lainnya yang berteriak marah atau histeris jika di hadapkan masalah.....dia melangkah dengan mengepalkan tangan dan menatap nyalang ke satu arah.David dan Erica yang baru tiba ikut terkejut,terutama Erica,gadis keturunan Belgia yang 2 tahun lebih dewasa dari Caca ikut merasa sedikit minder saat melihat secara langsung gadis yang sering David bangga-banggakan,matanya hanya sesaat menatap Erica,David di kejutkan saat Caca menyapanya datar....
Bersambung.....
Hallo pembaca yang Budiman....apakah ingin di lanjutkan lagi?,kisah ini akan segera tamat loh.....mohon dukungannya yaππΌππΌππΌ