
Ariana menyeka sisa bubur di sudut bibir keponakannya yang selesai makan,sesekali balita tampan itu tersenyum lalu berlanjut dengan pelukan hangat dari pamannya David.kedua suami istri itu sangat memperhatikan dan mengasihi baby Deuz,sedangkan orangtuanya kini sedang menghabiskan malam di luar rumah demi menstabilkan emosi Caca yang cenderung di bawah tekanan karna perubahan hormon.keduanya tahu gimana Leon berjuang untuk menyembuhkan istri kecilnya yang kini malah kecewa dan salah paham akan sikapnya.
"jika kamu ingin sendirian....aku akan ke atas sebentar untuk membeli beberapa keperluan hingga esok pagi...."
Caca tidak menjawab....,ia sibuk menatap handphonenya melihat album foto putranya.
"honey......apakah kau masih marah?"
"aku ingin kembali...."
"besok pagi kita akan kembali......baby Deuz sudah selesai makan malam...dan....."
"intinya aku ingin kembali!!!"
leon tidak menggubris teriakan Caca,pria itu hilang ke balik pintu sambil membawa kunci kamar yang ia sudah kunci dari luar.saat masuk lift,dering telfon ia sambut dengan cepat,itu dari David.
"ada apa?,Deuz baik-baik saja kan?,aku sedang d lift"
"ya....dia sekarang sudah di tidurkan istriku.....ini sudah jam makan malam....apakah kalian berdua ingin makan di luar?"
"aku sendirian.....aku pusing...,segala cara telah aku lakukan.....rupanya dia tidak paham sama sekali...."
Leon menekan pelipisnya keluar lift menuju atap hotel,ia duduk di sana bersama pemilik hotel yang kebetulan sering berada di atap di mana ada tempat pribadi untuk dirinya sendiri,kecuali Leon tentu bebas masuk di sana.
"aku tidak akan menawarkan wine kali ini....maaf...ini demi istrimu....aku tidak ingin seorang gadis malam ini menangis....."
Alfonso tidak mendapat respon,sahabatnya itu meneguk segelas bir dan akan membakar rokoknya saat lengannya di tepuk.
"kau memang tamuku di sini.....tapi jangan lupakan kau bersama istrimu....."
"ahh biarkan aku senang sebentar...."
Caca sedang menikmati kesendiriannya di atas tempat tidur dengan main game saat Ariana menelfon.
"kak Ari......ada apa?"
"sudah makan?,bayimu baik-baik saja....dia sudah tidur pulas bersama neneknya,kakeknya dan pamannya sedang main catur di balkon kamar....jadi Deuz selalu dalam pengawasan kami...aku saja yang sedang di dapur.....pamannya Luis sedang keluar entah kemana"
"baiklah kak....Terima kasih....aku sudah makan tadi...."
"ca......bisakah aku bicara serius padamu?"
"bicara apa?"
"David menceritakan semua yang terjadi tadi dan membuat kak Leon keluar meninggalkanmu di kamar...."
"lalu?"
"bukannya aku ikut campur....aku kakakmu....bisakah kamu memaafkan kak Leon?,ini Itali ca.....wajar jika dia begitu ketat mengawasimu.....ada banyak hal yang dia kuatirkan....,,ketahuilah....dia mengajakmu hari ini karna ingin kamu sedikit tenangkan pikiran dari segala kesibukanmu sebagai ibu muda.....,,dia seharusnya ke Swiss 3 hari terakhir ini...tapi demi dirimu....dia buang waktunya karna memikirkan istrinya.....,"
"baiklah....aku akan minta maaf"
"percayalah....kak Leon pasti kewalahan juga dengan emosimu yang turun naik....."
"lalu apa yang harus aku lakukan sekarang?,aku ingin menyusulnya tapi dia pergi dengan mengunciku dari luar...."
"ha ha ha.....baiklaah....telfon dia ajak dia kembali ke kamar....sudah ya...aku harus membawa kopi untuk suami dan ayah mertuamu"
"diam...jangan menertawakan aku"
Caca menutup telfon dan mencari nomor telfon suaminya yang sedang di cegat Alfonso agar tidak menyalakan api rokoknya.
"tuhh istrimu telfon"
Leon tidak segera menjawab,ia harus membuang rokok yang tidak satupun di ijinkan Alfonso untuk ia nikmati sebentar.hanya segelas bir.
saat mengangkat,Leon terbelalak dan menjauhkan dirinya dari Alfonso,karna Caca sedang membuka kancing piyamanya sambil video call.
"hubby...aku kepanasan....remot AC nya di mana?,kembalilah ke kamar....aku juga lapar...."
"remotnya ada di bawah bantal.....ingin makan apa?"
"aku ingin steak....bisakah kau dapatkan itu sekarang?"
"tentu.....sayang..."
"hubby...kau di mana?"
"aku sedang bersama paman Alfonso di kamar pribadinya......"
Leon mendapatkan bogem di punggungnya saat di Katai'paman',Alfonso ingin menunjukkan tempat sampah dimana rokok-rokok Leon di buang tadi,tapi gadis itu lebih cermat.
"aku tidak ingin seranjang denganmu jika nanti aku mencium aroma rokok atau...."
"tidak sayang....sudah ya...aku akan memesan makanan di restoran paman Alfonso"
saat Leon menutup pembicaraan,pundaknya mendapat tinju berulang kali oleh sahabatnya itu.
"ya....tolong rekomendasikan makan malam untuk kami di bawah,cacaku memang manis,tapi......sesekali dia perlu di hukum....kau pikir tidak. capek menggoda,,mengajarinya dan membuatnya jatuh cinta padaku?"
"setidaknya istrimu itu punya caranya sendiri untuk mencintaimu bukan?"
"kau benar......terkadang aku bingung juga sikapnya yang kekanakan itu selalu buatku kesal,tapi tidak bisa aku abaikan...."
"cinta tak butuh alasan...."
Leon tersenyum menarik pintu untuk keluar,sebelum ia benar-benar menemui istrinya tidak lupa mengucapkan saran untuk Alfonso yang sedang menatap layar labtopnya.
"kau juga kembalilah pada mantan istrimu,jika benar cinta tak butuh alasan"
seketika Alfonso menatap dingin lalu mengeleng tegas dan kembali tersenyum lalu mengucapkan kalimat tegas.
"aku sudah pernah kembali,tapi dia bukan istri yang manis....lupakan,jangan bahas masalaluku.....aku kini memiliki masa depan yang nanti kau orang pertama yang kuberitahu"
"syukurlah.....aku ke kamar dulu,ku tunggu request makanan darimu"
saat Leon membuka pintu kamar dan menguncinya lagi dari dalam,ia tak mendapati istrinya di tempat tidur.gadis itu sedang berada di balik tirai lorong ke kamar ganti,aroma sampo dan sabun mandi menyegarkan hidung mancung Leon yang duduk di atas sofa pojok ruangan sambil membuka DVD,ia suka menonton film dokumenter tentang laut,sebelum istrinya selesai mandi,makan malam telah datang di antar maid utusan Alfonso.tentu saja Leon segera menyusul istrinya ke kamar ganti dan mendapati Caca sedang bermain tiktok di sana dengan hanya mengenakan piyama tipis.
"buat pengaturan privat dan kirim padaku saja ya......kemarilah....aku kira kau sedang ganti,rupanya sedang main tiktok"
Leon meraih mantel dan mengenakan pada istrinya yang di gandeng ke meja makan.
"makan malam sudah siap....."
saat Leon akan duduk,Caca memeluk dan menengadah menatap mata suaminya yang terpana.
"kak Leon......"
"hmmnn?"
"hubby....."
"iya,ada apa sayang?"
"beruang kutub..."
"ya semaumu sajalah...."
"aku ngantuk....."
"makan dulu...."
Leon paham maksud istrinya yang ingin di manja,ia segera mendudukkan Caca di atas pangkuannya dan menyuapinya dengan sabar hingga keduanya makan bersama.
"sikat gigi dulu baru tidur....."
Leon kembali duduk di depan layar televisi dan menonton setelah kembali dari kamar mandi.ia terkejut saat Caca kembali dari kamar mandi dengan dress tipis dan duduk di atas pangkuannya.
"waaw......beritahu saja jika istriku ini inginkan sesuatu?"
"aku ingin esok pagi-pagi bisa memotret matahari pagi...."
"tentu saja.....bayarannya harus lunas malam ini"
Caca tersenyum berinisiatif membuka piyama suaminya yang menahan diri,ingin melihat sampai di mana istrinya belajar bercinta.dan senyuman itu adalah kenangan palingan Manis yang di telan oleh kecelakaan yang menimpa istrinya di pagi hari.tanpa membangunkan Leon,Caca bangun pagi-pagi ke belakang hotel,di mana ada taman yang di buat secara khusus untuk tamu duduk dan melihat matahari yang akan terbit,Leon bergegas lari keluar kamar karna baru ingat jika area itu sangat berbahaya tanpa pengawasan sepagi ini.saat keluar lift,ia berpapasan dengan Alfonso dan Menejernya.
"ada apa Leon?,,kenapa buru-buru sekali....."
"apakah kalian melihat Caca?,semalam dia merengek ingin memotret matahari terbit..."
"jangan bilang kau mengijinkan dia ke jurang larangan??!!!,,area itu berkabut jika sepagi ini....di...."
"ohh my....."
"seseorang tolong cek cctv hotel ini"
Alfonso bukan hanya secemas Leon,tapi ia ingat tempat itu terlalu berbahaya jika sedang hujan.,jurang itu langsung mengarah ke arah aquarium besar sepanjang lorong hotel yang langsung terhubung ke laut lepas.kedua pria itu berlari ke arah lorong belakang,di mana terbentang kaca yang di lewati,saat Leon akan naik tangga ke arah pembatas jurang,saat itulah dirinya tidak bisa menahan diri untuk terpaku mendengar sebuah kamer jatuh dari balik kaca besar itu lalu sosok tubuh gadis berambut panjang bergaun putih bukan lain adalah istrinya.
Saat Caca terjatuh,kepalanya tentu sudah lebih dulu terkena benturan hingga bisa di lihat gadis itu tidak terlihat berusaha berenang atau naik ke permukaan.Alfon menekan tanda darurat dan Leon berlari ke arah pintu darurat akurium segera menyelam menyelamatkan Caca.
"kumohon.....kembalilah....."
Alfonso melihat kepanikan Leon saat memeluk sosok istrinya yang tidak sadarkan diri dengan luka di kepala dan suhu tubuhnya semakin dingin.
"Leon....tenanglah.....kita akan segera sampai di rumah sakit" Alfonso yang tidak mungkin tinggal diam,langsung menyetir mobil dan menambah kecepatan sambil melihat ke arah Leon yang telah meneteskan airmata penuh sesal.
"tidak seharusnya aku mengijinkannya semalam.....lebih cepat lagi Fonso.....!,aku mohon ca......kembalilah sadar.....Ya Tuhan.....bagaimana ini???!!!"