My Nanny, Ohh My Future

My Nanny, Ohh My Future
121. Beban



Deuz membuka pintu kamar adiknya Zeus tanpa mengetuk saat mendengar suara Zeyna berteriak menangis di sana,pagi-pagi sudah ada keributan,dan bukan hanya dirinya yang panik,neneknya juga Mrs.Queen yang sedang menyiapkan sarapan ikut tergopoh-gopoh masuk.cucu keduanya itu cenderung suka menjahili si bungsu,tapi kali ini berbeda,Deuz di sana mengguncang-guncang punggung adiknya Zeus,dan Zeyna yang segera di gendong maid untuk pergi dari sana.


"ada apa ini?,Deuz....Zeus.....!,astagaa!...." Mrs.Queen gemetaran ikut naik ke ranjang memeriksa kondisi cucu keduanya yang bersimbah darah di kepala dan luka-luka di bagian punggungnya,dalam keadaan sudah tidak sadarkan diri.


"Zeus.......!,jangan menakutiku....buka matamu!,,hei....!, Grandma.....!,telfon ambulance!" Deuz memeriksa denyut nadi adiknya yang masih berdetak,ia cepat-cepat berlari keluar dengan menggendong tubuh Zeus,rupanya adiknya itu mengalami kecelakaan saat bermain motor,terbukti saat Deus melewati garasi dan melihat moge adiknya ringsek di beberapa posisi,bodohnya Zeus menyelinap diam-diam di kamar tanpa memberitahu siapapun keadaannya.


Caca terbangun dari mimpi buruknya dan membuat leon yang masih tertidur ikut terbangun,karna dering telepon di kamar studio di mana mereka menginap,raut wajahnya berubah pucat menatap istrinya yang masih setengah mengantuk.


"pakai bajumu.....,kita harus ke rumah sakit sekarang....!"


"ada apa?" Caca curiga dengan rahang Leon mengeras menahan kesedihannya.hingga akhirnya,tangis wanita itu berganti bisu dan tatapan sedih setelah melihat chat dari ibu mertuanya untuk segera menyusul ke rumah sakit keluarga.


sepanjang hari Leon menenangkan perasaan Caca,wanita itu merasa bersalah sudah mengutamakan emosinya,sampai anak bungsu laki-lakinya itu melontarkan kata-kata lembut tapi menusuk di hati kedua orangtuanya,dan itu tidak seharusnya Leon dan Caca dengar,karna pembicaraan itu berlangsung antara si sulung dan anak itu,tanpa mereka sadari orangtua mereka berada di luar kamar inap berniat masuk.


"lain kali bilang padaku atau pada pengasuhmu jika ada kejadian seperti ini,bagaimana jika Daddy dan mommy bisa tenang kalau kita selalu membuat mereka kuatir......"


"karna aku tidak mau menjadi beban di saat mommy dan Daddy sedang sibuk bekerja dan juga kasian Mommy kalau tau aku......"


"malah seperti ini akan membuat mommy makin sedih....tapi sudahlah....,mereka sedang dalam perjalanan kemari....." Deuz mengusap puncak kepala adiknya yang demam karna memar-memar di beberapa titik vitalnya.


"harusnya tidak usah bilang mommy,nanti mommy marah pada Daddy.....kan Daddy juga tidak salah.....,kasian mereka....makanya aku pikir kecelakaanku ini tidak begitu penting untuk di urus.......tapi....."


"tapi kamu pingsan karna tidak mendapatkan penanganan pertama,sok kuat kan!"


"berhenti memarahi orang sakit...." Deuz terdiam dengan keluhan adiknya yang berbalik berniat merajuk dari tatapan kakaknya,malah erangan kesakitan karna tulang rusuknya cukup bermasalah sekarang.


Leon dan Caca masuk membuat kedua anak itu bergeming,menunggu akan di marahi,tapi kedua orang itu sama-sama duduk di kedua sisi pembaringan Zeus,menatap sedih dan penuh kuatir bertanya apa saja yang sakit.


"mommy minta maaf padamu dan juga pada kak Deuz ....,hal ini tidak akan terjadi lagi,,mommy janji🙏🥺" Caca menahan airmatanya agar tidak jatuh,Leon di sana mengusap punggungnya dengan lemah lembut,Deuz tersenyum geli dengan sikap ibunya,apalagi terlalu mencemaskan kondisi mereka yang sudah segede ini.


"maksud mommy ....,selama ini emosi yang tidak stabil dari orangtuamu ini,hingga akhirnya kamu jadi kurang perhatian dan merasa harus selesaikan masalah kalian sendirian.....,padahal sikap ini tidak boleh kalian lihat dan dampaknya jadi.... " Caca memeluk putra keduanya yang akhir-akhir ini suka bermain di luar mansion dan juga punya beberapa teman dekat atau geng geng motor.


"mom.....stop.....,aku bukan bayi atau masih seperti Zeyna......please stop berpikir bahwa segalanya tanggung jawab mommy...." Zeus menjelaskan dengan benar karna ia sudah curiga jika kedua orangtuanya ini mendengar percakapan antara ia dan kak Deuz,pria tampan itu sedang bersandar di jendela kamar inap menatap keluar dengan tatapan tajam,melihat adik mereka bermain dengan maid di taman dan tentu dengawalan ketat.


"sejak kapan anak mommy sedewasa ini humnnn?" Leon mengacak-ngacak rambut hitam kecoklatan milik putra keduanya,semakin dewasa,anak itu terlihat mewarisi genetik Caca,kulit yang lebih cerah dan lebih lembut,rambut hitam yang agak coklat dengan mata dominasi kehijauan seindah mata istrinya,tubuhnya hampir menyamai tinggi Deuz,dengan lekuk profesional atlet,anak-anaknya tidak pernah absen berolahraga jika sedang di rumah.


"Baiklah....kalian boleh keluar,aku ingin nikmati tidurku.....,jika aku mau di hukum karna beberapa kali melanggar aturan jam pulang dan juga aku bermain dengan anak-anak nakal,oke aku akan terima saat sudah kembali di rumah....." Zeus menarik selimut ingin menikmati istirahatnya,Caca tersenyum gemas mengecup pipi putranya yang mulai terlihat risih karna merasa sudah dewasa.


" mommy,stop,jangan memprovokasi Daddy .....,kami tidak lupa dia pria yang sangat cemburu,okey....." Leon mendengar hal itu cuman terkekeh bergegas keluar dari kamar inap bersama Deuz,Caca masih di sana sebentar mengecek apa saja yang belum tersedia di kamar itu,sekedar mencari tahu isi handphone anak keduanya yang memang bergaul dengan beberapa anak-anak remaja lokal,bukan anak nakal yang di bayangkan orang dewasa,mereka seperti anak remaja pada umumnya sedang masa pubertas,punya tempat bermain dan bercerita bareng bersama serta membuat beberapa jadwal untuk pendakian Alpen.


"mommy akan pulang dulu di rumah membuatkan kamu makan malam,silakan telfon atau request mau makan apa ......" Deuz mendengar hal itu berbalik menghadap posisi ibunya duduk,menatap dengan mata kantuknya,di usia yang mendekati 40,ibunya masih seperti anak remaja dengan tubuh imut dan juga wajah tetap lembut dengan mata yang tetap bercahaya.


"kenapa kamu menatap mommy seintens ini?" Caca menepis nepis tangan di udara agar anaknya berkedip tidak terlalu menatapnya.


"mommy.....,aku bangga dan bahagia bisa di lahirkan di dunia ini dari rahimmu,dan tidak pernah Zeus berpikir membuat mommy sedih,jadi lakukan apa yang belum mommy lakukan dulu,jangan terlalu memikirkan kewajiban yang mommy sudah lakukan untukku dan kak Deuz.....,malahan....,aku yang harus jujur jika banyak berhutang padamu sebagai anak...." Zeus menjelaskan bahwa ibunya begitu berarti saat ini,dan ia tidak ingin melihat tatapan rasa bersalah dari mata wanita itu.


"kau bicara seperti ini karna mau mommy di sini dulu kan.....humnnn anak nakal ..." Caca tidak sadar meneteskan airmata dengan ucapan putra keduanya itu,dan anaknya itu memang paling pandai berkata-kata.


"he he ...,duduklah di dekat jendela memotret ku atau memotret Zeyna dan kak Deuz dari sini,jika mommy lelah ...,kasur ini terlalu besar untukku...." Zeus jujur merindukan ibunya,tapi tidak bisa terang terangan bilang seperti karakter ayah atau kakaknya,dengan bicara seperti tadi hanya Caca yang paham setiap karakter anak-anaknya.


"baiklah....., apapun itu...."


"jangan jadikan beban he he...."


"tidak...,stop berkata-kata halus tapi isinya jahat nak....he he....tidurlah....mommy di sini ..." Caca memenuhi keinginan Zeus,ia di jendela duduk di sofa meraih tas yang ia bawa mengeluarkan kamera dan juga hp,mengabari suami dan juga orang rumah bahwa ia menemani Zeus.