My Nanny, Ohh My Future

My Nanny, Ohh My Future
128.Kenangan



Semesta tidak berpihak pada Leon jika terus menahan rasa gengsi di saat siang hari tapi hawa di kamar makin dingin,masalah satu persatu mulai selesai,tinggalah Masalah komoniksi antara ia dan Caca yang belum kelar,ingin meminta di buatin makan siang kesukaan,tapi wanita itu setelah mengantar sarapan tadi pagi,memilih ke ruangan kerjanya,lalu tidak keluar dari sana,sampai Leon melihat sosok wanita itu sedang berjalan ke arah perahu motor untuk menemui anak-anak mereka,pria itu menatap dengan perasaan bercampur aduk,duduk di teras belakang menerima telfon dari ayahnya.


"nak.....,istriku sedang dalam perjalanan menemui keluargamu bersama Erica dan Lea....." istriku dalam arti ibu Leon,seringkali sang ayah berkata seperti itu sebagai bentuk kecemburuan kasih sayang pada dirinya setiap kali Mrs.Queen sedikit menjauh.


"itu saja tujuan ayah menelfonku?"


"ya ...,cepatlah pulih,sebelum mama kamu gigit kupingmu karna terlalu banyak menumpuk pikiran dan meredam masalah hingga istrimu marah di depan kami....."


"ya....aku tau itu,hebatnya kalian pura-pura tidak pernah tahu,padahal Caca kecewa karna merasa hanya dirinyalah yang tidak tahu apa yang di rencanakan kak Luis,tapi sudahlah.....,saat ini minta tolong bantu aku dan urus hukuman yang pantas pelaku itu,,lalu bagaimana dengan kak Luis?"


"baiklah,apapun itu asal kau bahagia nak,apalagi saat ini aku sedang bsrsiap-siap untuk menyusul ke situ,menetap di rumah baru kami,yang tidak jauh dari kampus pilihan cucuku Deuz,,oh Luis dan Lea sedang menjalankan sanksi dariku...merenungi segala hal yang berkaitan dengan masalah yang terjadi,maafkan kakakmu ya nak......."


"tidak masalah denganku,anak2 dan Caca yang perlu tau hal ini....,aku juga harus minta maaf pada ayah dan ibu,karna melihat lagi perang kami suami istri yang seharusnya tidak akan terjadi....."


"sudahlah...,tidak perlu minta maaf...,ini salah keluarga kita nak....,semoga saja saat mommy kamu di sana,semua kembali seperti dulu....,sudah ya,Daddy ingin berkemas juga dan selesaikan beberapa pekerjaan..." saat Leon dan ayahnya menutup pembicaraan,matanya sudah tidak lagi melihat seluit sosok Caca,ia menelfon putranya agar memberikan kabar terbaru kemana istrinya itu pergi.


Hari sudah sore saat mertua dan ibunya muncul di mension,anehnya Caca tidak ikut,anak-anak juga ikut bersama mereka,hanya Caca yang tidak ada.


"mom.....ibu....,istriku di mana?"


semua saling pandang,Zeyna bergegas naik di atas tempat tidur memeluk dan mengungkapkan rasa rindunya,Leon sempat mengalihkan perhatian pada anak-anak terutama Zeyna,tapi saat ia bangun dari tidur di malam hari,istrinya belum juga berada di kamar tidur mereka.


"Deuz......mommy kamu kemana?" Leon mengenakan pakaian cukup tebal dan terlihat panik mencari istrinya,anak sulungnya yang baru saja kembali dari luar,hanya mengangkat bahu tidak tau apapun.leon berjalan ke kamar tamu,ibunya di sana sedang menidurkan zeyna yang sudah pulas.


"ma.....tolong maafkan aku,kali ini saja kasi tau di mana istriku...dari siang dia pergi tanpa pamit....,aku kira dia ke rumah kaca"


"dia di studio....,maaf aku tidak bilang tadi karna dia minta ijin tidak lama kesana....,apakah kalian belum saling bicara?"


"Leon.....,duduk dulu...." mertua dan ibunya mengajaknya duduk di meja ruang keluarga,kedua wanita itu memberikan beberapa nasehat agar tetap tenang dan mengalah untuk meminta Caca bicara baik-baik berdua.


"baiklah ...,tnggulah dia kembali...tadi salah satu karyawan info kalau Caca ada di ruangan istirahat."


"tidak.....aku harus menyusul ke studio"


"dia akan semakin tertekan jika kamu keluyuran dengan kondisi sakit,kau tau nak,tadi siang,Caca memelukku dengan airmata memohon maaf atas segala yang telah terjadi,saat ini ia hanya ingin tenangkan diri...."


"aku kesana untuk mengajaknya kembali....,sekarang aku kesana....tolong jaga anak-anak,


Seperti dugaan kedua wanita itu,Leon tidak akan mengalah dan memaksa untuk menemui Caca,padahal sudah di beri nasehat bahwa istrinya sedang ingin sendirian.pria keras kepala itu ke studio,di sana kantor sebentar lagi tutup,ia menyuruh Sera dan karyawan lain segera closing,kecuali pihak keamanan yang berjaga 24jam.saat Leon ke ruang istirahat karyawan,istrinya memang di sana,berbaring dengan sisa-sisa airmata di pipinya yang sembab.


"ca......" suara Leon membuat wanita itu kaget dari lamunannya,ia kaget mengapa suaminya datang di studio,sedangkan dari siang ia sudah meminta mertua dan ibunya menjelaskan bahwa ia ingin sendirian dulu.


"ca...." lagi,suaminya menyapa dan duduk di depannya dengan tatapan sedih,ia berharap wanita itu marah,teriak ataupun histeris di depannya lebih baik,ketimbang ia terlihat diam,seakan kuat dan baik baik saja.


"maafkan semua yang telah kulakukan pada keluarga kita...." Caca mendengar permohonan maaf dari Leon dengan tatapan yang tetap sama,ia makin terlihat diam dengan mata berkaca-kaca,ingin ia marah,tapi tidak punya tenaga dan juga percuma.rooftop yang awal tiba terlihat tenang,dengan suara musik pelan lalu suasana santai di lengkapi dengan beberapa desain terbaik Leon saat masa-masa mereka baru bertemu di tempat ini.


"Casandra.....apa aku harus berlutut?" Caca makin kecewa mendengar suara suaminya,kesannya seperti memaksa batin dirinya,membuat mulutnya bergetar mengungkapkan apa yang ia inginkan saat ini.


"awalnya kenapa aku bisa kemari dan lama di sini,karna kepalaku penuh dengan tekanan dan melihatmu seperti orang asing.....,aku sudah berusaha menenangkan pikiran ku menemui orangtuaku dan ke pusara kakek.....,tiba-tiba rasa ketenangan itu pecah berantakan menguap begitu saja saat aku harus melihatmu sakit....,lalu aku kesini.....untuk kembali membangun kepercayaan padamu melalui beberapa ingatan terbaik kita saat berada di ruangan ini....." Leon mendengar penuturan demi penuturan caca hingga akhir dengan tatapan kecewa di matanya itu,membuat airmatanya akhir jatuh juga,bagaimana ia bisa lupa,salah satu ruangan yang tidak pernah di renovasi dalam studio ini adalah rooftop di atap gedung,salah satu ruangan yang Caca desain atas kepercayaan Leon saat masih bekerja sebagai karyawan studio,gedung rewot yang kini telah terkenal di mana-mana.


"sejak saat itu,diam-diam aku bahagia,dan bangga akan diriku sendiri jika berada di ruangan ini"